cover
Contact Name
Wahyu Wijaya Widiyanto
Contact Email
wahyuwijaya@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6285717292915
Journal Mail Official
jhimi@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Bhina Karya A40, Tlogorejo, Bulakan, Sukoharjo Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Health Information Management Indonesian
ISSN : -     EISSN : 28296435     DOI : https://doi.org/10.46808/jhimi.v1i1
Core Subject : Health,
The field of Health Information Management in question consists of the scope of nursing, public health, pharmacy, Medical Laboratory Technology, recorders and health information, midwifery, health analysts, nutrition, psychology, and other health sciences.
Articles 93 Documents
Analisis Manajemen Penyebab Keterlambatan Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta IVANA SITA DEWI; Sri Suparti; Agustyarum Pradiska Budi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.60

Abstract

Berkas rekam medis dikatakan aktif jika tanggal pulang atau tanggal kunjungan terakhir masih dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun dari tanggal sekarang. Berkas rekam medis in-aktif pula akan dimusnahkan bila pasien dengan nomor rekam medis tertentu tidak datang untuk berobat dalam waktu 5 tahun sejak tanggal kunjungan terakhir. Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam pelaksanaan pemusnahan berkas rekam medis terakhir dilaksanakan pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pemusnahan berkas rekam medis inaktif. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan retensi belum sesuai dengan SOP. Faktor man yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan rekam medis inaktif adalah kurangnya jumlah petugas filing dan belum adanya pelatihan tentang pemusnahan rekam medis. Faktor method yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya jadwal retensi. Faktor material yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah kurangnya rak penyimpanan dokumen inaktif dan ruangan dokumen inaktif yang belum memadai. Faktor machine yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya alat scanner. Faktor money yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah tidak ada anggaran khusus untuk pembelian alat scanner. Kata Kunci : Rekam Medis, Pemusnahan, Faktor 5M
Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit dr Oen Solo Baru Tahun 2021 AGUSTI DEKY MAHENDRA PUTRA; Agustyarum Pradiska Budi; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.61

Abstract

Data kelengkapan berkas rekam medis pada Tahun 2021 belum 100% lengkap. Hal tersebut belum memenuhi Standar Minimal Pelayanan Rumah Sakit. Hasil survei pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 11 Januari 2022 terhadap 10 dokumen rekam medis pasien rawat inap terdapat dokumen lengkap 4 dan dokumen tidak lengkap 6, dengan persentase kelengkapan 60% tidak lengkap dan 40% lengkap. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru Tahun 2021 dan faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini dokumen rekam medis rawat inap, petugas rekam medis, dan perawat. Pengumpulan data menggunakan tabel cheklist, wawancara, dan observasi. Lalu di analisis menggunakan 4 review yaitu review Identifikasi, Pencatatan, Pelaporan, Autentifikasi kemudian mencari faktor penyebab menggunakan 5 unsur manajemen yaitu Man, Machine, Method, Materials, Money. Persentase kelengkapan review identifikasi pasien sebesar 100%, review pencatatan 92%, review pelaporan 100%, review autentifikasi 57%. Penyebab ketidaklengkapan tersebut dipengaruhi dari beberapa faktor seperti faktor Man dan Method. Kata Kunci: Rekam Medis, Kelengkapan, Faktor Manajemen.
Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Setiap Bangsal Di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta Tahun 2021 ramadhan, annisa; Widiyanto, Wahyu Wijaya; Sunandar, Ahmad
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.63

Abstract

Parameter yang digunakan untuk memantau efisiensi penggunaan tempat tidur telah dirumuskan dan terdiri dari 4 parameter, yaitu Bed Occupancy Ratio (BOR), Length Of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI) dan Bed Turn Over (BTO). Berdasarkan survey pendahuluan memperoleh data sekunder perhitungan 4 parameter untuk memantau efisiensi penggunaan tempat tidur pada tahun 2019 – 2021 secara beruntutan yaitu angka BOR 67.16%, 53.44%, 50.03%, angka LOS adalah 25, 22, 20 (hari), angka TOI adalah 12, 19, 19 (hari) dan angka BTO adalah 10, 9, 8 (kali). Standar ideal menurut Barber Johnson nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 75% – 85%, LOS yang ideal antara 3 – 12 hari, nilai TOI jeda tempat tidur kosong kisaran 1 -3 hari, nilai BTO dalam setahun satu tempat tidur rata – rata dipakai ≥ 30 kali. Dari data tersebut belum sesuai dengan standar ideal atau belum efisien. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran mengenai efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan parameter Barber Johnson yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Lenght Of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO), membuat grafik Barber Johnson dan faktor penyebab ketidakefisiensi pelayanan rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan Nilai Bed Occupancy Rate (BOR) yang sesuai dengan standar ideal adalah bangsal Kresna 77% dan Sena 81%. Nilai Length Of Stay (LOS) yang memenuhi standar ideal adalah bangsal Wisanggeni 12 hari. Nilai Turn Over Interval (TOI) sesuai dengan standar ideal tidak ada bangsal yang memenuhi standar ideal. Efisiensi pelayanan rawat inap setiap bangsal berdasarkan gambar grafik Barber Johnson belum ada bangsal yang masuk daerah efisien.Faktor ketidakefisiensian pelayanan rawat inap ada 3 penyebab yang mempunyai skor penilaian Tinggi yaitu bahwa pendapatan rumah sakit berkurang karena jumlah pasien yang rawat inap sedikit, pandemi COVID-19 merupakan salah satu penyebab jumlah pasien jiwa yang di rawat inap berkurang dan terdapat pasien rawat inap dengan lama rawat lebih dari 12 hari Petugas rekam medis khusus petugas sensus mempunyai pelaporan efisiensi penggunaan tempat tidur berdasarkan ruang perawatan rawat inap. Manajemen rumah sakit dan kehumasan mempromosikan kembali pelayanan yang ada dirumah sakit. Meningkatkan kepatuhan clinical pathway agar sistem pengobatan pasien dapat berjalan sesuai dengan prosedur medis Kata kunci – BOR, LOS, TOI, BTO, Efisiensi, Barber Johnson
Hubungan Pengetahuan dan Masa Kerja Dokter dengan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pada Lembar Ringkasan Pulang Pasien di RS Dr. Oen Solo Baru Dessy Lucia Irawati; Sri Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.69

Abstract

Analisis kelengkapan dokumen rekam medis bertujuan untuk menjamin kelengkapan dokumen rekam medis di mana kelengkapan dokumen rekam medis merupakan salah satu indikator mutu pelayanan di rumah sakit. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan masa kerja dokter. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis pada lembar ringkasan pulang pasien di RS Dr. Oen Solo Baru. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 98 dokumen rekam medis rawat inap kasus penyakit dalam. Analisis data dengan menggunakan uji hubungan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 dokumen, tingkat kelengkapan pengisian dokumen rekam medis untuk dokumen lengkap sebanyak 44 (45%) dan dokumen tidak lengkap sebanyak 54 (55%). Ketidaklengkapan dokumen terdapat pada Review Identifikasi dan Review Pelaporan. Dari 7 responden diketahui 86% memiliki pengetahuan baik, dan 14% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 57% diketahui memiliki masa kerja lama, dan 43% memiliki masa kerja baru. Berdasarkan hasil uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis (nilai p = 0, 320). Sebaliknya, terdapat hubungan antara masa kerja dokter dengan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis (nilai p = 0,001). Kata kunci : Kelengkapan Rekam Medis, Pengetahuan Dokter, Masa Kerja Dokter
Stunting In Children In Rural Related To Socio-Economic Conditions Of Communities farona, cecilia; firnawati, artika fristi; Habibi, Mustainul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.77

Abstract

Abstract — Incidence of stunting arises as a result of long-lasting conditions such as frequent recurring illnesses due to poor hygiene and sanitation, behavior improper parenting, and poverty. Researching the incidence of stunting is very important because stunting has a significant long-term impact on children's health and development. Stunting occurs when a child experiences chronic malnutrition over a long period of time, especially in the first 1,000 days of life, from the womb to 2 years of age. The impact of stunting on children includes a decrease in cognitive abilities and intelligence, a decrease in general physical health, a decrease in future productivity: Stunting can affect the quality of life in the future and hinder a child's ability to contribute to society and the economy. Therefore, researching the incidence of stunting is important to understand the factors that cause stunting and find solutions to prevent it so that Indonesia can survive the golden generation. This research is an observational study using a cross sectional design, using 107 toddlers. Bivariate data analysis using Kai-Square Test. The results showed that some of the parents in the Toddler Stunting group had basic education as many as 104 respondents (92.86%), most of them had farmer jobs as many as 75 respondents (66.97%) and most of their income was below the regional drinking wage (<UMR) as many as 67 respondents (59.82%). The results of the bivariate study found that two variables (Education and Income) were significantly related to the incidence of stunting (p-value <0.05).
ANALISIS KELENGKAPAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SAWANGAN I KABUPATEN AMGELANG TAHUN 2022: Dhyah Ari Prihasti Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Puseksmas Sawangan I Jl Serma Darmin No 126, Tlatar, Krogowanan, Sawangan, Magelang, 56481, Indonesia Adamnarraya@gmail.com Dhyah Ari Prihasti
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.71

Abstract

Latar Belakang : Setiap fasilitas kesehatan baik dari tingkat primer/pratama, sekunder, tresier wajib menyelenggarakan Rekam Medis dengan tujuan untuk tercapainya tertib administrasi. Formulir Rekam Medis adalah suatu lembaran kertas yang berisikan keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas pasien, anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnosa, segala pelayanan dan tindakan medis yang dipergunakan pada pasien baik pasien rawat inap, rawat jalan, maupun pasien gawat darurat. Puskesmas merupakan pemberi layanan kesehatan, oleh karenanya Puskesmas wajib menyelenggarakn Rekam Medis secara jelas lengkap dan benar, sehingga data rekam medis dapat digunakan mengambil keputusan. Tujuan : Mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat jalan di Puskesmas Sawangan I Kabupaten Sawangan. Metode Penelitian : Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu menggambarkan kedaan objek atau persoalan yang diteliti mengenai kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas Sawangan I. Hasil : persentase angka kelengkapan pengisian rekam medis , rata – rata kelengkapan pengisian rekam medis poli umum sebesar 99,55%, Poli gigi 97, 36 %, KIA sebesar 99, 33%. Sedangkan persentase kelengkapan berkasa rekam medis berdasarkan SOAP, poli umum Tanggal dan Jam 100 %, subjektif 99,99%, obyektif 99,99%, assesment 99,95%, plan 99,92%, nama dan paraf 99,49%. Poli gigi Tanggal dan Jam 100 %, subjektif 98, 48%, obyektif 98,48%, assesment 98,55%, plan 98,55%, nama dan paraf 97,37%. Sedanfkan KIA Tanggal dan Jam 100 %, subjektif 99,97%, obyektif 99,97%, assesment 99,80%, plan 99,83%, nama dan paraf 99,35%
Pola Penggunaan Kombinasi Antidepresan dan Benzodiazepin di Rumah Sakit Tersier di Kota Jambi: Eksplorasi Data Klaim BPJS Kesehatan Natari, Rifani Bhakti
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.74

Abstract

BPJS Kesehatan telah merekam penggunaan obat untuk penyakit kronis secara elektronik sejak tahun 2014. Eksplorasi data tersebut dalam penelitian belum optimal. Data sampel layanan BPJS telah diluncurkan sejak tahun 2019. Hanya saja, data tersebut belum mencakup data penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mendemonstrasikan penggunaan data klaim obat kronis dalam penelitian dengan studi kasus mengenai penggunaan kombinasi antidepresan dan benzodiazepin. Data penelitian diperoleh dari klaim obat kronis salah satu rumah sakit tersier di Jambi selama 39 bulan. Data pasien yang pernah diresepkan antidepresan selama periode studi diekstraksi. Variabel yang diteliti meliputi nomor identifikasi pasien; nama, jumlah dan dosis obat; bulan pelayanan; dan biaya klaim. Dalam kurun 39 bulan, terdapat 1.265 pasien yang pernah mendapatkan antidepresan. Prevalensi peresepan kombinasi antidepresan dan benzodiazepin setiap bulan tinggi dengan rata-rata 56% (rentang 36,9-64,4%). Ketika diukur mempergunakan penggunaan obat dari bulan pertama hingga ke-39, prevalensi penggunaan kombinasi sebesar 56,9% (41,6-64,9%). Semakin lama seseorang berobat, semakin tinggi dosis yang dibutuhkan untuk pengendalian penyakit. Penelitian lanjutan perlu diperlukan untuk meneliti faktor-faktor terkait tingginya prevalensi penggunaan kombinasi tersebut dengan mengaitkan data klaim obat dengan data klaim pelayanan kesehatan. Penelitian ini menunjukan bahwa data klaim obat kronis memiliki potensi sebagai sumber data penelitian kesehatan.
Analisis Probabilitas Faktor Determinan Diabetes Mellitus tipe II Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.75

Abstract

One of the main causes of death in the world is Diabetes. The prevalence of type II diabetes in Puskesmas Purwodiningratan has increased every year. This study aims to determine the probability of the determinants of the incidence of type II diabetes in Puskesmas Purwodiningratan. This type of research is an observational study with a case control approach. The population in this study was the entire community in Puskesmas Purwodiningratan. The sample selection used Fixed Disease Sampling to ensure a sufficient number of research subjects, which were taken from 3 sub-districts with the highest cases. Then to take 35 samples of cases and 70 samples of control, the Proportionate Stratified Random Sampling technique was used. Multivariate analysis using Logistic Regression. The results show that the probability of the determinants of type II diabetes from the largest to the smallest order are physical activity, diet, family history of DM, and smoking.
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO: INDONESIA dion, dion romodon
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.78

Abstract

RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengumpulkan suatu data manajemen dari suatu rumah sakit tertentu , dimana banyak instalasi, departemen dan unit tergabung dalam suatu sistem yang tertata secara baik dan professional . Saat ini sistem informasi manajemen rumah sakit di masing-masing unit terpadu membutuhkan operator untuk mengoperasikannya. Sehingga manajerial dan klinisi dalam mengakses sistem informasi di rumah sakit juga masih terbatas.Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Rumah Sakit Islam Purwokerto sudah berbasis web dan aplikasi mobile. Sistem Informasi tersebut untuk setiap bagian mempunyai username dan password masing-masing. SIMRS dikembangkan dengan mengutamakan aspek efisiensi dan efektifitas, SIMRS dikembangkan dalam rangka penguasaan (skill dan knowledge) Sistem informasi dan pengelolaan secara “mandiri”, SIMRS diselenggarakan secara terpadu dan menyeluruh dengan melibatkan seluruh satuan kerja terkait, SIMRS dikelola dengan memberdayakan dan memanfaatkan secara optimal seluruh potensi yang ada. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) merupakan sebuah sistem pengolahan data dan informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. SIM RS mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit. Maka peneliti mencoba menilai penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit khusus perawatan intensif untuk menggali lebih jauh kelebihan dan kekurangan atau keuntungan dan hambatan serta kualitas sistem informasi manajemen rumah sakit ini. Apalagi sejak implementasi hingga saat ini SIMRS belum pernah dievaluasi. Dari hasil penelusuran, peneliti telah banyak menemui penelitian yangn terkait SIMRS. Setelah mencoba mengevaluasinya , diambil beberapa studi kasus tentang SIMRS, mulai dari studi tahun 2005 hingga studi tahun 2018. Sebagian besar menggunakan metode kualitatif, ada satu penelitian di Uganda yang menggunakan Mixed Methods dan dua penelitian yang menggunakan kuantitatif (Yunani dan Kenya). penelitian Deskriptif Mixed Methode dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam purwokerto, November 2021 sampai dengan Mei 2022 dengan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan dan pengamatan terhadap kinerja dokter, perawat, petugas administrasi, penunjang di unit- unit pengguna Sistem informasi Manajemen Rumah Sakit. Pengumpulan data sebagian besar berupa observasi dan wawancara. Hasil dari beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa SIMRS bermanfaat jika dilihat dari berbagai aspek dan sudut pandang peneliti . Tujuan akhir dari penelitian ini adalah Menganalisis penerapan program aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit masing-masing unit di RSI Purwokerto yang dikembangkan dalam beberapa tahap pengembangan.
Analisis Faktor Selisih Tarif Necrosis Pulpa Dengan Tarif INA-CBGs Untuk Kendali Biaya Oda Jeki Pangesti; Wahyu Wijaya Widiyanto; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 1 (2023): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i1.79

Abstract

Terdapat selisih negatif tarif riil klinik pedodonsi RSUD Muntilan dengan tarif INA-CBGs. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi selisih negatif tarif riil kasus necrosis pulpa pada klinik Pedodonsi dengan tarif INA-CBGs di RSUD Muntilan Kabupaten dan upaya rumah sakit dalam kendali biaya. Penelitian ini menggunakan mix method model sequential explanatory. Tahap awal dilakukan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda untuk mendapatkan faktor yang sangat mempengaruhi selisih negatif tarif riil klinik pedodonsi dengan tarif INA-CBGs. Tahap selanjutnya analisis kualitatif untuk pendalaman terhadap upaya rumah sakit dalam kendali biaya. Komponen biaya kasus necrosis pulpa yang meliputi prosedur bedah, prosedur non bedah dan BMHP secara signifikan berpengaruh sangat kuat terhadap selisih negatif tarif riil klinik pedodonsi dengan tarif INA-CBGs. Belum ada upaya dari rumah sakit untuk kendali biaya terhadap faktor yang mempengaruhi tarif riil klinik pedodonsi yang lebih besar dari tarif INA-CBGs. Oleh sebab itu perlu ditetapkan standar prosedur pelayanan pada kasus necrosis pulpa agar mengurangi variasi dalam pelayanan tetapi mutu tetap terjamin dan biaya lebih mudah di prediksi.

Page 3 of 10 | Total Record : 93