cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
PEMODELAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) PADA MEKANISME DISTRESS MAHASISWA NON-SAINS TERHADAP MATA KULIAH STATISTIKA Abdillah, Ervin; Septianawati, Erni
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2848

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah academic help-seeking dapat menjadi faktor mitigasi atau memediasi antara sikap terhadap statisika dan distress, dalam konteks kapasitas belajar (faktor non-kognitif) pada mahasiswa ilmu sosial di perguruan tinggi. Menggunakan teori keseimbangan disonansi dari Cooper & Smith (2001), penelitian ini akan menjelaskan bagaimana academic help-seeking sebagai variabel mediator atau yang dapat memitigasi dinamika hubungan antara sikap terhadap statistika dengan distress. Survey dilakukan yang berisi instrument dan serangkaian analisa psikometri (analisis faktor: validitas dan reliabilitas) untuk mahasiswa psikologi yang mengambil mata kuliah statistika tahun akademik ganjil 2023/2024. Menggunakan structural equaiton modeling (SEM), hubungan antara sikap terhadap statistika dengan distress; dan apakah tingkat academic help-seeking menjadi mediator. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara sikap terhadap statisik dengan distress. Academic help-seeking dinyatakan memediasi antara sikap terhadap statistika dengan distress, artinya hubungan negatif yang signifikan dengan academic help-seeking dan hubungan negatif signifikan antara academic help-seeking dengan distress. Implikasi dari penelitian ini bagi program studi dan dosen, pentingya tingkat academic help-seeking mahasiswa sebagai strategi coping untuk melawan distress ketika mempelajari mata kuliah satatistika atau mata kuliah lainnya. Ini dapat mempersiapkan mahasiswa mencapai kesuksesan akademik.   Kata Kunci: Sikap, Academic help-seeking, distress, mediator, Structural equation Modeling (SEM).
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Palintan, Tien Asmara; Ashari, Novita; Rauf, Abdul
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2844

Abstract

ABSTRACTEarly childhood teachers are expected to be able to handle and provide services for children with special needs. In fact, early childhood teachers experience difficulties in educating children with special needs due to limited understanding and experience in directly educating children with special needs. The purpose of this study was to determine whether there are differences in early childhood teachers' skills before and after training in teaching children with special needs. The participants in this study were teachers from Parepare city. The number of participants involved in this study was 35 preschool teachers. This research is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. This research instrument uses a test instrument and a teacher response questionnaire. Research data were obtained through the administration of tests given before and after the implementation of treatment. The results of this study showed that early childhood teachers' skills in teaching children with disabilities improved significantly. This shows that the training has a positive impact on improving early childhood teachers' skills. Keywords: Early Childhood  Teachers, Special Needs Children Education ABSTRAKGuru PAUD diharapkan mampu melakukan penanganan dan pemberian layanan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun faktanya, guru PAUD mengalami kesulitan dalam mendidik ABK usia dini dengan alasan pemahaman dan pengalaman yang terbatas dalam mendidik ABK secara langsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan guru PAUD sebelum dan setelah diberikan pelatihan pembelajaran ABK. Peserta penelitian ini adalah guru yang berasal dari Kota Parepare. Jumlah peserta yang terlibat dalam penelitian ini 35 orang guru PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental design dengan jenis one-grup pretest-posttest design. Instrument penelitian ini menggunakan instrument tes dan angket respon guru. Data penelitian didapatkan melalui pemberian tes yang diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan treatment. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan guru PAUD dalam pembelajaran ABK mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini menunjukkan  bahwa pelatihan pembelajaran ABK berdampak positif untuk meningkatkan pengetahuan guru PAUD.Kata Kunci: Guru PAUD, Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI Jafar, Eka Sufartianinsih; Sari, Nur Nita; Borahima, Nur Ilmi
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2849

Abstract

ABSTRAKFenomena ini keterlambatan perkembangan pada anak sudah sering kita temui. Salah satu kasus keterlambatan perkembangan pada anak yang sering kita lihat disekitar ialah kasus keterlambatan berbicara dan berbahasa pada anak usia dini (usia 5 – 6 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab anak mengalami keterlambatan berbicara dan berbahasa pada usia Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi secara langsung. Adapun langkah-langlahnya yaitu melakukan observasi terhadap anak di salah satu kelas, kemudian mengidentifikasi anak yang memiliki ciri-ciri keterlambatan bericara, kemudian melakukan wawancara kepada guru, orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Hasil yang didapatkan dari hasil wawancara, pengamatan dan post test yaitu dari segi pengetahun warna, abjad dan angka kurang serta penyebutan huruf yang kurang jelas dan salah satu anak pendiam di kelas. Serta yang menjadi penyebab FR mengalami keterlambatan berbicara disebebkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal.Kata Kunci: Keterlambatan berbicara, penyebab, anak usia dini
PENGARUH RELASI TEMAN SEBAYA TERHADAP SCHADENFREUDE PADA REMAJA Baba, Mastang Ambo; Mootalu, Herlina
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2845

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the influence of peer relations on Schadenfreude. This study used a quantitative approach with regression analysis. The subjects were 134 adolescents aged 15 to 17 years old. The study was conducted in class XI SMK Yadika Manado Vocational School. The sample was taken using cluster random sampling. The instrument was a scale of Schadenfreude whis is modified from Musyaafa based on Smith’s theori and the scale or peer relations based on the theory of Aydogdu. The results of data analysis showed a negative correlation betweern peer relations and Schadenfreude with a score of -0.358 with a significance value (0.000 p . 0.05). it meant that the higher the peer relations, the lower the Schadenfreude. Further, another resluts showed that peer relations can trigger Schadenfreude (F=19.460) and p-value>0.05). A peer relation provides effective contribution of 12,8% towards Schadenfreude.Keywords: Adolescent, Peer relations, Schadenfreude ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relasi teman sebaya terhadap schadenfreude. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 sampai 17 tahun berjumlah 134 orang. Penelitian dilakukan di kelas XI SMK Yadika Manado Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala schadenfreude yang dimodifikasi dari Musyaafa berdasarkan teori Smith dan skala relasi teman sebaya berdasarkan teori dari Aydogdu. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara variabel relasi teman sebaya dan schadenfreude dengan skor -0,358 dengan nilai signifikansi (0,000 p > 0,05), artinya semakin tinggi relasi teman sebaya maka semakin rendah schadenfreude. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa relasi teman sebaya dapat memprediksi schadenfreude (F=19,460 dan nilai p > 0,05). Relasi teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% terhadap schadenfreude.Kata Kunci: Remaja, Relasi teman sebaya, Schadenfreude
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA PADA DOSEN PEREMPUAN Mustary, Emilia; Halim K, Abd; Fitriana, A Dian
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2855

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi keluarga terhadap keseimbangan kerja-keluarga pada dosen perempuan. Pola komunikasi keluarga diartikan sebagai pola penyampaian pesan yang disengaja dan bermakna di antara individu-individu yang memiliki hubungan biologis, hukum, atau melalui komitmen seperti pernikahan untuk memelihara dan mengendalikan satu sama lain. Keseimbanngan kerja-keluarga adalah kapasitas individu  dalam membagi waktu dan perhatiannya antar tugas-tugas dalam peran sebagai pekerja dan tugas-tugas dalam perannya di keluarga dengan perasaan puas dan dengan sedikit atau tanpa konflik peran. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 dosen perempuan yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Pola Komunikasi Keluarga (18 aitem; α=0.641) dan Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga (15 aitem; α=0.654). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dan keseimbangan kerja-keluarga (R = 0.442, p = 0.004 < 0.05). Semakin positif pola komunikasi keluarga maka semakin tinggi keseimbangan kerja-keluarga dan sebaliknya. Pola komunikasi keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 19,5% dalam memengaruhi keseimbangan kerja-keluarga, sedangkan sisanya 80,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini.Kata Kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Kesemibangan Kerja-Keluarga, Dosen Perempuan
EFEKTIFITAS PERIKSA FAKTA DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS GEN Z Suryani, Cahya; Wiryadigda, Puradian; Marwa, Mentari
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2846

Abstract

ABSTRACTThis research aims to measure the effectiveness of checking facts in improving Gen Z's critical thinking skills. The theory used in the research is digital literacy from Gilster which consists of four aspects, information search, hypertextual content evaluation, and knowledge compilation. The research design uses a pre-experiment, with a one-group pretest post-test design type. Data collection used a purposive sampling technique. The research results showed that there was an increase in pretest and posttest scores after gaining knowledge of fact-checking. Critical thinking as reflective and productive thinking emits the necessary evidence to be skeptical of all information received on the internet.Keywords: Critical Thinking, Fact Checking, Gen Z ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas periksa fakta dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis Gen Z. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah literasi digital dari Gilster yang terdiri dari empat aspek, pencarian informasi, hypertextual evaluasi konten, dan penyusunan pengetahuan. Desain penelitian menggunakan pre- eksperimen, dengan tipe one group pretest posttest design. Pengambilan data menggunakan metode Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan nilai pretest dan posttest setelah mendapatkan pengetahuan periksa fakta. Berpikir kritis sebagai berpikir reflektif dan produktif serta mengevaluasi bukti yang ada dibutuhkan agar skeptis terhadap semua informasi yang diterima di internet.Kata Kunci: Berpikir Kritis, Periksa Fakta, Gen Z
BERKEBUN DAN SUBJECTIVE WELL-BEING WARGA NEGARA INDONESIA Paramita, Anindya Dewi; Faradiba, Andi Tenri
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2847

Abstract

ABSTRACTThe “stay-at-home” policy to prevent the spread of  COVID-19 outbreak make individuals involved in several that can be done at home, one of them is gardening. The reason is simple, to prevent boredom. Gardening was found to reduce stress and depression and boost positive emotion. This study aims to explore the relationship between gardening activities and subjective well-being in people who work their garden out. Gardening activities were examined by several questions about their gardening activities carried out, meanwhile the level of subjective well-being was measured by two questions developed by ONS (Waldron, Tinkler & Hicks, 2010). There were as many as 868 participants involved voluntarily whose data were collected online. The result showed that the amount of time spent in the garden and the time spent doing the garden (gardening) is significantly positively related to evaluative and eudemonic components of well-being. The more time spent exposing themselves to greenery, individuals tend  to feel more satisfied with their lives and feel their lives is meaningful.Keywords: gardening, subjective well-being, covid-19 ABSTRAKKebijakan berdiam diri di rumah untuk mencegah merebaknya wabah corona membuat individu terlibat dalam beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di rumah, salah satunya adalah berkebun. Alasannya sederhana, yaitu mencegah rasa bosan. Akan tetapi, aktivitas berkebun ditemukan dapat menurunkan stress dan depresi dan meningkatkan emosi positif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas berkebun dengan subjective well-being. Aktivitas berkebun diukur dengan memberikan pertanyaan terbuka tentang kegiatan berkebun yang dilakukan sedangkan dua pertanyaan yang dikembangkan oleh ONS (Waldron, Tinkler, dan Hicks, 2010) digunakan untuk mengetahui tingkat subjective well-being. Ada sebanyak 868 partisipan yang terlibat secara sukarela dalam penelitian yang pengumpulan datanya menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasilnya menunjukkan bahwa banyaknya waktu yang dihabiskan di kebun dan juga untuk berkebun berhubungan positif signifikan dengan komponen evaluative maupun eudemonic well being. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk memaparkan diri dengan area hijau, individu cenderung merasa puas dengan hidupnya dan merasa hidupnya bermanfaat.Kata Kunci: Aktivitas berkebun, subjective well-being, Covid-19
HUBUNGAN KECEMASAN SOSIAL DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI DIMODERATORI DUKUNGAN SOSIAL ONLINE PADA INDIVIDU PENGGUNA MEDIA SOSIAL Dinar, Lativa; Fakhri, Nur Fitriany; Ridfah, Ahmad
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2843

Abstract

ABSTRACTIndividuals experience various events when disclosing themselves in the real world which trigger social anxiety so that social support is needed so that individuals can disclose themselves both in the world and on social media. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between social anxiety and self-disclosure moderated by online social support for individuals who use social media. The subjects in this study were 310 individual social media users in South Sulawesi obtained using the accidental sampling technique. Self-disclosure was measured using the Revised Self Disclosure Scale, social anxiety was measured using the Social Anxiety Scale for Adolescents and online social support was measured using Online Social Support. The data analysis used in this study is the process test from Hayes. The results showed that there was a significant relationship between social anxiety and self-disclosure moderated by online social support for individual social media users. Online social support strengthens the relationship between social anxiety and self-disclosure in individual social media users.Keywords: online social support, self disclosure, social anxiety, social mediaABSTRAKIndividu mengalami berbagai peristiwa saat melakukan pengungkapan diri di dunia nyata yang memicu kecemasan sosial sehingga dibutuhkan dukungan sosial agar individu dapat melakukan pengungkapan diri baik di dunia maupun di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kecemasan sosial dengan pengungkapan diri dimoderatori dukungan sosial online pada individu pengguna media sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah 310 individu pengguna media sosial di Sulawesi Selatan didapatkan menggunakan teknik accidental sampling. Pengungkapan diri diukur menggunakan Revised Self Disclosure Scale, kecemasan sosial diukur menggunakan Social Anxiety Scale for Adolescents dan dukungan sosial online diukur menggunakan Online Social Support. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji process dari Hayes. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecemasan sosial terhadap pengungkapan diri dimoderatori dukungan sosial online pada individu pengguna media sosial. Dukungan sosial online menguatkan hubungan antara kecemasan sosial terhadap pengungkapan diri pada individu pengguna media sosial.Kata Kunci: Dukungan sosial online, kecemasan sosial, media sosial, pengungkapan diri

Page 1 of 1 | Total Record : 8