cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2023)" : 22 Documents clear
Prediksi Debit Aliran Sungai Menggunakan Metode ARIMA (Auto Regresive Integrated Moving Average) Studi Kasus Sungai Tapung Kiri Isnandi, Ari; Fauzi, Manyuk; Suprayogi, Imam
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.175

Abstract

Sungai Siak adalah salah satu sungai yang secara keseluruhan dari hulu hingga hilirnya berada di wilayah Provinsi Riau. DAS Siak hulu merupakan hulu Sungai Tapung Kanan dan memiliki banyak anak sungai. DAS Siak termasuk DAS kritis, hal ini terjadi karena nilai fluktuasi debit aliran yang sangat signifikan. Fluktuasi debit yang besar antara musim hujan dan kemarau mengakibatkan kerusakan yang ditimbulkan karena banjir pada musim hujan dan kekeringan yang sangat saat musim kemarau. Mengingat pentingnya data debit sungai dan peramalannya di masa mendatang, sehingga kebutuhan pemodelan hidrologi time series yang mampu menirukan dan meramalkan perilaku dari suatu rangkaian historis data debit Sungai. Penelitian ini akan mengembangkan suatu metode pendekatan statistik menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Dari beberapa model yang diperoleh, terdapat beberapa pemodelan yang memenuhi parameter. Untuk Periode 3 Tahun didapat Model ARIMA (0,1,1)(0,1,1)12 dengan MAPE 42%.
Analisis Neraca Air Wilayah Sungai Rokan Mailino, Vemby; Fauzi, Manyuk; Suprayogi, Imam
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.185

Abstract

Wilayah Sungai (WS) Rokan terdiri atas 15 Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan DAS Rokan sebagai DAS paling dominan (Pola PSDA WS Rokan Lintas Provinsi, 2014). Berhulu di rangkaian Bukit Barisan yang memanjang pada sisi barat Pulau Sumatera, mengalir kearah timur dan bermuara pada pantai timur Pulau Sumatera di Selat Malaka. Laju pertumbuhan penduduk pada WS Rokan 4,11% pertahun dan memiliki kondisi lahan tidak kritis seluas 5% atau 95% WS Rokan berada dalam kondisi kritis. Berdasarkan data dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III terdapat 23 perusahan industri yang terdiri atas pabrik kelapa sawit (PKS)/pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) sebagai pengguna air dan 13 unit instalasi kota kecamatan yang dikelola oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) sebagai pengguna air pada wilayah sungai rokan. Dari data tersebut setidaknya ada 14 perusahaan industri yang akan habis izin pemanfaatan air permukaannya pada periode 2021-2022. Adanya permohonan izin penggunaan air baru juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi neraca air di Wilayah Sungai Rokan dari berbagai kebutuhan pengguna air sesuai dengan karakter dan prioritas masing-masing pengguna. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data curah hujan, ketinggian muka air sungai, data rekomendasi teknik pengguna air dari BWSS III serta luas catchment area daerah tangkapan sungai yang diperoleh dari aplikasi ArcGIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif serta deskriptif analitis. Hasil dari analisis neraca air pada penelitian ini diperoleh bahwa berdasarkan skenario tahun kering yaitu pada nilai Q80 terdapat 1 node dari 36 node yang mengalami defisit yaitu pada kebutuhan irigasi.
Perkuatan Geser Balok Beton Bertulang Eksisting Dengan Menggunakan Metode Deep Embedment Ilham Akbar; Ridwan, Ridwan; Ikhsan, Muhammad
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.191

Abstract

Kapasitas beban struktur beton bertulang eksisting seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi standar saat ini. Hal ini dikarenakan peningkatan kebutuhan beban, ketentuan geser yang tidak memadai pada desain asli, degradasi material, atau meningkatnya kapasitas geser yang terkait dengan penguatan lentur. Penelitian ini mendemonstrasikan metode perbaikan kapasitas geser balok beton bertulang yang efektif dengan menggunakan tulangan baja tertanam. Riwayat pembebanan direproduksi dalam bentuk retak dalam rentang elastis pada balok 2000 x 150 x 200 mm, balok tersebut diperbaiki dan kemudian dibebani kembali hingga gagal dalam uji eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi tulangan baja yang tertanam pada inti balok RC terhadap kapasitas beban dapat signifikan. Kekakuan awal balok perkuatan tertinggi adalah 13,07 kN/mm, yaitu 69% lebih tinggi dari balok kontrol. Perpindahan beban ultimit dari balok yang diperkuat adalah 43 kN dengan lendutan sebesar 13 mm, yang lebih tinggi 53% dari balok kontrol. Perkembangan retakan selama fase beban kedua dari balok yang diperkuat identik dengan yang pertama. Retakan yang berkembang melebar saat beban meningkat dan spesimen akhirnya runtuh secara lentur. Kapasitas geser balok yang diperkuat sebesar 43,73 kN pada balok BII lebih tinggi dari balok kontrol.
Karakteristik Spasial dan Temporal Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Rokan Hilir Irpan, Apdani; Sutikno, Sigit; Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.202

Abstract

Kebakaran di lahan gambut sulit diamati karena dapat menyebar melalui biomassa di atas tanah serta gambut di bawah permukaan. Karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan yang meliputi jumlah hotspot, luas area kebakaran, durasi kebakaran, dan laju kebakaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kebakaran tersebut dan korelasinya di wilayah kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan data citra satelit MODIS untuk mengetahui sebaran titik api (hotspot) dengan confidence level >60%, citra satelit Landsat 7 dan 8 untuk analisis luasan kebakaran, didukung dengan peta wilayah adminstrasi serta peta Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) di kabupaten Rokan Hilir. Panjang data yang digunakan terhitung dari tahun 2013 sampai dengan 2020. Analisis karakteristik spasial dan temporal kebakaran lahan gambut memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Untuk memverifikasi adanya kebakaran, data hotspot yang diperoleh ditumpangsusunkan dengan data citra satelit landsat yang telah di composite menggunakan aplikasi ArcGis. Luas area terbakar dapat dihitung dengan melakukan digitasi berbentuk poligon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, secara temporal kejadian kebakaran terbanyak terjadi pada tahun 2013 dengan hotspot sebanyak 3.361. Data hotspot dominan terjadi di wilayah yang memiliki KHG. Secara spasial kecamatan yang paling banyak hotspot adalah Kecamatan Tanah Putih dengan hotspot sejumlah 1.493. Luasan terbakar tertinggi terjadi pada tahun 2013 seluas 83.200,41 Ha. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap jumlah hotspot dan durasi kebakaran memiliki hubungan yang kuat dengan masing-masing nilai koefisien korelasi, R2 = 0,6295 dan R2 = 0,6375. Hubungan antara luas area kebakaran terhadap laju kebakaran mimiliki hubungan yang cukup dengan nilai koefisien korelasi, R2 = 0,4277.
Analisis Penerepan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Pekerjaan Gedung Kuliah Terpadu Universitas Riau Mudrika, Aflah Intishoor; Trikomara, Rian; Djuniati, Sri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Riau merupakan salah satu universitas negeri yang berada di Kota Pekanbaru, untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia Univeristas Riau melakukan kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk membangun sarana dan prasarana di Universitas Riau salah satu gedung yang dibangun merupakan gedung kuliah terpadu. Pekerjaan ini dilakukan di dalam kampus Universitas Riau, Kampus Bina Widya KM.12,5 Simpang Baru. Pekerjaan pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Riau mempekerjakan lebih dari 100 dan juga memakai alat berat pekerjaan ini berada di dalam lingkungan kampus dimana banyak civitas dan mahasiswa beraktivitas sehingga penting untuk menerapkan SMKK. Agar terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan nyaman sehingga terwujudnya zero accident. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode wawancara dan survei lapangan yang dilakukan kepada health safety environment, didapatkan hasil audit SMKK memenuhi dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Biaya penerapan SMKK yang didapatkan dari RKK sebesar Rp.804.293.892,002 atau 1,27 % dari total keseluruhan nilai proyek.
Analisis Kebutuhan Air Irigasi dan Keuntungan Produksi Tanaman Dengan Alternatif Waktu Tanam di Daerah Irigasi Barumun Kabupaten Padang Lawas Sumatra Utara S, Dedy Indriatmo; Andajani, Sih
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.206

Abstract

Rice fields around the Barumun River, Padang Lawas Regency, North Sumatra Province are generally rainfed rice fields. To increase the production of agricultural products, rainfed rice fields need to be upgraded into technical irrigation areas. Farmers in this area plant corn crops during the dry season, so the cropping pattern that can be applied is rice-rice corn. The available area around the Barumun River that can be used as rice fields is an area of ??3,128 ha with the Barumun River as the source of irrigation water. Of the 24 alternatives for starting rice planting, the potential area of ??rice and corn can be calculated, and it can be determined whether the entire 3,128 ha area can be irrigated by the Barumun River by gravity throughout the year. The method used in this calculation is the water balance method. From the results of the calculation of 24 alternative planting times, the alternative that produces the maximum land area and profit is alternative 21. The value of the planned irrigation water requirement which will be needed later to calculate the capacity of irrigation canals and buildings is 2.09 l/sec/ha, the land area of ??Paddy I is 3,128 ha can be irrigated, Paddy II land area is 3,128 ha, and palawija (corn) land area is 3,122.96 ha with a planting intensity of 200%. The maximum profit of crop production that can be obtained for a year in alternative 21 is IDR 43,831,792,674.
Pengembangan Model Rasionalisasi Stasiun Hujan Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan dan Kerapatan WMO (World Meteorological Organization) Pada DAS Ciliwung Karya Alam, Nadia; Hidayat, Dina P A
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.208

Abstract

The accuracy of hydrological data is crucial for water resource planning. The Ciliwung watershed in Indonesia faces a challenge as the rainfall monitoring stations are too close to each other, resulting in the need for a review of the quality and quantity of data. One method to address this issue is the use of the Artificial Neural Network Method to rationalize the rain post network based on the needs of the watershed. The Ciliwung watershed with an area of 370,8 km2 and a main river length of 124,1 km is influenced by 9 rain stations that are scattered, for the upstream and midstream there are 5 rain stations that will be used as case studies. The results of the assessment were analyzed using the WMO standard, for the upstream and midstream parts of the downstream including tropical mountainous areas with an area of influence of 100-250 km2 where 12 combinations of rain stations were found that met the standard. The modeling results using JST also demonstrate relatively small error values of less than 10%. In modeling with 5 years of data is 3.298% in the combination of loss of Sta. Gunung Mas Plantation. For 2 years of data is 5,868% in the combination of the loss of Sta. Gadog and Cibinong. The need for relocation at one of the stations, Sta. Gunung Mas Plantation, is highlighted based on the analysis of 5 years and 2 years of data. One of the factors because in the upper part of the Ciliwung watershed the distance between stations is too close, causing less ideal distribution of rain stations.
Kuat Geser Tanah Timbunan Akibat Perubahan Kadar Air Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.209

Abstract

Tanah lempung apabila digunakan untuk subgrade perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menaikkan daya dukung tanahnya, salah satu cara dengan perbaikan sifat fisis. Perbaikan sifat fisi yaitu dengan mengganti subgrade dengan tanah yang memiliki daya dukung yang baik yang disebut sebagai tanah timbunan. Pemadatan tanah timbunan di lapangan pada kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum, permasalahannya di lapangan kondisi ideal ini tidak selalu bisa diperoleh. Dimana pemadatan dapat terjadi pada kondisi kering (dibawah kadar air optimum) dan pada kondisi basah (diatas kadar air optimum). Tujuan penelitian mengetahui karaktersistik kuat geser pemadatan tanah timbunan untuk subgrade terhadap perubahan kadar air. Metode penelitian adalah pengujian kuat geser laboratorium SNI 3420:2016. Hasilnya diperoleh nilai kohesi meningkat pada kondisi kering (OMC-2%) dan kondisi basah (OMC+2%). Nilai sudut geser turun pada kondisi basah (OMC+2%) dan kondisi kering (OMC-2%). Kesimpulan terjadi penurunan sudut geser apabila dipadatkan dalam kondisi basah dan kering dari kadar air optimum.
Perbandingan Biaya Lantai GRC Superpanel dan Lantai Beton Hermawan, Fahmy; Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Karista, Ardilla Jefri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.210

Abstract

Kinerja bangunan dapat ditingkatkan dengan mengurangi berat beban bangunan, pengurangan berat dapat dilakukan dengan menggunakan material konstruksi yang lebih ringan dan daya tahan yang baik terhadap faktor lingkungan namun dengan memperhatikan target kinerja bangunan yang sesuai dengan faktor resiko dan fungsi bangunan. GRC (Glass Reinforced Concrete) Superpanel dibuat dari serat kaca yang dicor beton sehingga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan beton konvensional, daya tahan yang baik terhadap cuaca, korosi, dan kebakaran. GRC mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, tidak mudah rusak dan rendah biaya perawatan serta penggantian panel. Perbandingan biaya antara lantai GRC Superpanel dan lantai beton dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi geografis, ukuran bangunan, metode konstruksi yang digunakan, dan biaya bahan baku lokal. Namun, perbedaan biaya ini dapat bervariasi tergantung pada harga bahan lokal dan ketersediaan serat kaca di wilayah tersebut dan kemudahan mobilitas material. Pekerjaan lantai GRC Superpanel dibanding dengan pekerjaan lantai beton memberikan banyak keuntungan antara lain biaya yang lebih murah, berat yang lebih ringan, waktu pekerjaan yang lebih singkat, transportasi yang lebih mudah, waktu pemasangan yang lebih singkat, lebih sedikit perawatan. Implikasi dari efisiensi yang diperoleh adalah manfaat ekonomi yang diperoleh signifikan namun kinerja bangunan dapat dipertahankan sesuai dengan kategori resiko bangunan yang diinginkan.
Evaluasi Kesiapan Modernisasi Sistem Irigasi di Daerah Irigasi Molek Berdasarkan Indeks Kinerja Kurnianingrum, Endah; Mulya, Hegi Daniel; Anwar, Saihul
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.211

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan transformasi mendasar dalam pengelolaan sumber daya air irigasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya manusia dan pelayanan yang diberikan kepada petani secara efektif, efisien, dan berkelanjutan sesuai dengan modul modernisasi irigasi. Kajian ini bertujuan mengkaji kesiapan modernisasi Daerah Irigasi Molek berdasarkan kinerja sistem irigasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi penelitian dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis pada penelitian ini, (1) Kinerja sistem irigasi di Molek mencapai 75,78% yang tergolong kinerja baik; (2) Perlu dikembangkan penilaian terhadap kinerja sistem irigasi yaitu sistem manajemen, kelembagaan manajemen dan sumber daya manusia; dan (3) bobot total indeks kesiapan modernisasi di D.I Molek sebesar 75,8 yang dikategorikan cukup, irigasi ditunda dan harus selesai dalam waktu 1-2 tahun.

Page 1 of 3 | Total Record : 22