cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
PENGUJIAN SENSOR JARAK SEBAGAI PENDETEKSI HALANGAN PADA ARENA ROBOT PEMADAM API DEVISI BERODA BERBASIS ATMEGA 8535 Fadhli Palaha
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang penggunaan dan pengujian algoritma pada sensor jarak yang dikombinasikan dengan pemograman Basic Compiler (Bascom AVR). Sensor jarak ini di produksi oleh parallax yangdinamai ultrasounic ping parallax berfungsi untuk mendeteksi halangan dengan cara mengukur jarak yang akanterdeteksi dan hasil keluaran dari sensor ini nantinya di proses dengan mikrokontroller ATmega 8535 . sedangkanmikrokontroller ini yang berfungsi sebagai penggerak utama dari seluruh komponen yang digunakan. Dari hasilpengujian yang telah dilakukan bahwa sensor jarak telah digunakan ini sebagai navigasi robot berjalan seperti maju,munduk, berhenti, belok kanan dan belok kiri. Dengan menggunakan beberapa penghalang atau dinding yang adadiarena robot, sensor ini bisa mendeteksi halangan dengan baik.
ANALISIS BETON MUTU TINGGI F’C 80 MPA DENGAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN Husnah
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untukmeningkatkan mutu dan kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasilkuat tekan beton, dengan menggunakan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian dari semen, danpengaruh Fly ash terhadap beton mutu tinggi. Komposisi pemakaian fly ash bervariasi yaitu 0%, 3%,5%, dan 10 % dari jumlah semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan silinder dengan mutu yang direncanakan f’c 80 Mpa, benda uji tersebut di uji pada umur 7 hari, sebanyak 21 bendauji. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengaruh fly ash pada mutu beton dengan komposisifly ash 0 % menghasilkan f’c 36.32 Mpa sedangkan pemakaian fly ash 3% menghasilkan f’c 64.92Mpa, 5% f’c 41.06 Mpa, dan 10 % f’c 46.16 Mpa. Dengan demikian pemakaian fly ash yangmendekati mutu beton yang direncanakan f’c 80 Mpa yaitu fly ash 3% sebesar f’c 64.92 Mpa, denganselisih hasil penelitian dengan yang direncanakan sebesar 21%. Dari hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa penggunaan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen mencapaikeberhasilan sebesar 79% dari kuat tekan beton yang direncanakan yaitu sebesar f’c 80 Mpa.
PERILAKU KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN GESER CARBON FIBER JACKET Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perilaku kolom beton bertulang yang diperkuat dengan metode carbonfiber jacket terhadap kekuatan geser kolom akibat beban aksial konstan dan beban lateral siklik.Analisis struktur daribangunan 2 (dua) lantai yang ditingkatkan menjadi 4 (empat) lantai,yang didasarkan pada beban gempa statikequivalen pada peraturan gempa Indonesia SNI 03-1726-2002.Pemodelan benda uji menggunakan skala 1 : 2berdasarkan persyaratan similaritas untuk model beton bertulang.Metode pengujian kolom dengan pembebananlateral siklik yang didasarkan pada loadcontrolled dan displacement controlled.Pengujian kolom dihentikan setelahtercapainya penurunan kemampuan kolom dalam menahan beban lateral mencapai sekitar 85% dari kapasitas bebanmaksimum.Penelitian terdiri dari 2 (dua) benda uji kolom, yaitu1 (satu) benda uji kolom pembanding dan 1 (satu)benda uji kolom perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom perkuatan mengalami peningkatankapasitas beban lateral sebesar 309,743%dibandingkan kolom pembanding.Perkuatan kolom dengan penambahantulangan longitudinal,tulangan spiral dan metoda carbon fiber jacket memberikan kontribusi yang baik terhadappeningkatan kapasitas beban lateral dan kapasitas geser kolom perkuatan. Kolom perkuatan lebih daktail denganpeningkatan defleksi hampir dua kalinya kolom pembanding dan mengalami kenaikan daktilitas sebesar 23,871%.Kondisi kerusakan pada permukaan kolom perkuatan lebih baik dibandingkan dengan kolom pembanding, sehinggadapat dinyatakan bahwa kolom perkuatan dengan metode carbon fiber jacket mampu mengurangi atau mengatasiretakan dan meningkatkan kekuatan geser kolom.
ANALISA KEGAGALAN PERLINDUNGAN SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG OLAH RAGA KOTA BANGKINANG Yolnasdi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Olah Raga Kota Bangkinang merupakan gedung yang digunakan untuk turnamen olah raga tingkat lokal maupun tingkat nasional, gedung ini dibangun diatas tanah seluas 12.350 mdenganukuran gedung 57 m x 47 m x 21 m, Secara fisik bangunannya ini lebih tinggi dan menonjol dari bangunanyang berada disekitarnya, karena di dalam bangunan ini banyak terdapat peralatan-peralatan elektronikseperti komputer, telephone, radio, AC dan lain-lainnya, maka untuk mengamankan gedung beserta peralatan ini maka dipasanglah instalasi penangkal petir untuk melindungi gedung dari bahaya sambaranpetir.Dalam penelitian ini analisa dilakukan berdasarkan kajian teori-teori yang berhubungan dengansistem proteksi gedung terhadap sambaran petir. Penelitian dilakukan dengan survey ke lokasi, kemudiandata-data teknis yang didapatkan dilokasi diolah dengan data dari BMKG setempat. Data yang telahterkumpul dianalisa bedasarkan persamaan-persamaan yang ada. Dari hasil analisa didapat nilai indeksperkiraan bahaya sebesar 16, berdasarkan tingkat resiko nilai ini tergolong memiliki resiko sangat besardari bahaya sambaran petir,maka disimpulkan gedung olah raga ini sangat perlu untuk dipasang sebuah Instalasi penangkal petir. Dan setelah dilakukan perhitungan terhadap parameter lainnya didapat luasdaerah yang menarik sambaran petir adalah seluas 13.179 m², dengan jumlah sambaran 0,117 atau akanterjadi satu sambaran dalam setiap 8,54 tahun, dengan resiko kegagalan perlindungan proteksi adalah0,0045 atau akan terjadi satu kegagalan perlindungan proteksi untuk setiap 222,2 tahun.
ANALISIS BETON RINGAN TANPA AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN POLYMER CONCRETE Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tekan beton serta menentukan nilai Faktor Air Semen (FAS) yang sesuai dalam pembuatan beton tanpa agregat kasar dengan penambahan polimer concrete (polcon). Perencanaan campuran beton (mix design) menggunakan metode DoE (Development of Environment). Rancangan benda uji pada penelitian ini dengan menggunakan 3 (tiga) variasi FAS yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6 dengan perbandingan air terhadap polcon (dalam liter) sebanyak 0: 1: 100 dan 1 : 200, yang masing-masing variasi sebanyak 3 (tiga) sampel benda uji dan total sampel sebanyak 54 silinder benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan pada keseluruhan benda uji beton tanpa agregat kasar. Kuat tekan beton tertinggi pada benda uji tanpa agregat kasar fas 0,4 dengan penambahan polcon 1:100 yaitu sebesar 584,438 kg/cm, dan peningkatan kuat tekan sebesar 88,789% dibandingkan benda uji beton dengan agregat kasar. Sedangkan kuat tekan beton tertinggi pada benda uji agregat kasar FAS 0,4 dengan penambahan polcon 1:200 yaitu sebesar 317,264 kg/cm2. Hasil kuat tekan dengan nilai FAS memiliki hubungan terbalik yaitu semakin kecil nilai FAS (0,4) maka nilai kuat tekan beton akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Sehingga hasil penelitian membuktikan bahwa pembuatan beton tanpa menggunakan agregat kasar dengan penambahan polcon dan FAS terkecil yaitu 0,4 dapat meningkatkan kuat tekan beton.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN JALUR KERETA API MINANGKABAU INTERNATIONAL AIRPORT (MIA) SUMATERA BARAT Hendra Taufik; Nulvi Rizaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Barat memiliki bandara internasional bergengsi dikenal sebagai Bandara Internasional Minangkabau (MIA). Ini memberikan dampak positif terhadap tambahan lalu lintas pesawat. Oleh karena itu, MIA membutuhkan transportasi bandara khusus untuk mendorong fasilitas ini, seperti rel-bus. Pembangunan kereta api mengkonsumsi banyak biaya karena itu perlu untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan kelayakan ekonomi pembangunan kereta api di MIA. Penelitian ini difokuskan pada biaya konstruksi kereta api, pendapatan biaya dari pengangkutan penumpang dan analisis kelayakan ekonomi dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Break Even Point ( BEP), analisis sensitivitas dan berdasarkan tiga skenario perjalanan. Hasil penelitian ini mungkin juga berguna sebagai rekomendasi kepada stakeholders. Perhitungan menunjukkan bahwa biaya investasi rel-bus Rp. 133.731.000.000, -, dengan menggunakan tingkat bunga 14%, diperoleh untuk NPV skenario pertama = - (. Rp 244.039.750.027), BCR = 0,37, IRR = 12,24%, NPV scenario kedua = -(Rp. 98.635.136.798.), BCR = 0,68, IRR = -12,43%, dan NPV scenario ketiga = -(Rp. 11.887.591.183.), BCR = 0,96, IRR = -20, 01%. Oleh karena itu, hasil analisis studi kelayakan untuk skenario pertama, kedua dan ketiga menunjukkan bahwa semua parameter investasi ekonomi adalah tidak layak untuk digunakan.
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MEMPERPANJANG UMUR PAKAI CRANE TEREX RT – 775 ( Study kasus di PT. PEC – TECH SERVICE INDONESIA Pgkl. Kerinci ) Veny Selviyanty
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PEC – TECH Service Indonesia merupakan perusahaan yang memberikan beragam jasa logistic dan supply chainuntuk grup dan juga melayani klien external (untuk operasional Crane), dan itu tidak terlepas dari masalah yangberhubungan dengan efektivitas peralatan mesin yang di akibatkan oleh six big losses. Hal ini dapat terlihat denganfrekuensi kerusakan yang terjadi pada peralatan mesin, karena kerusakan tersebut target tidak tercapai. TotalProductive Maintenance (TPM) merupakan suatu sistem pemeliharaan dan perbaikan. Penelitian ini melakukanpengamatan secara langsung mengenai system perawatan mesin, memberikan usulan perbaikan terhadap sistemperawatan dengan menerapkan sistem pencegahan menggunakan metode TPM yang terdiri dari variabel totalefektifitas, dan menghitung serta menganalisanya. Hal ini ditunjukkan oleh masih besarnya laju kerusakan mesin,tingginya jam henti mesin, dan rendahnya nilai-nilai efektifitas (efektifitas ketersediaan mesin (AV), efektifitasproduksi (PE), efektifitas tingkat kualitas (RQ), dan efektifitas keseluruhan mesin dan peralatan). Diharapkan denganpenggunaan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) ini umur pakai mesin dapat diperpanjang sehingga kerugiannyata vs kerugian terselubung akibat six big losses dapat diminimalisirkan dan perusahaan dapat meningkatkanmutu pelayanannya seperti penambahan peralatan
PERMEABILITAS AIR DAN DEKSTRAN MEMBRAN HIBRID YANG DIKOAGULASI CAMPURAN NON PELARUT 2-PROPANOL-AIR Zaiyar
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permeabilitas membran hibrid yang menggunakan bahan dasar polimer polisulfon. Lempung asal Desa Pallas Rumbai Pekanbaru sebagai sumber silika, polietilen glikol (PEG) sebagai zat porogen. serta non pelarut campuran 2-propanolair sebagai media koagulasi telah dilakukan. Komposisi lempung sebagai sumber silika berbeda, membrane hybrid MA menggunakan lempung 9% dan membran MB lempungnya 9% dan PEG 9%. Pengujian permeabilitas dilakukanmenggunakan sel filtrasi dengan menentukan kecepatan aliran air dan dekstran (Fluks) melewati membran hibrid padatekanan 1-3,5 bar. Koefisien permeabilitas ditentukan dari slope grafik Fluks (J) terhadap perubahan tekanan (?P)yang berupa garis lurus (linier). Hasil perhitungan pengujian statistik menggunakan uji data nilai rata-rata 2 populasimenujukkan, permeabilitas kedua membran tidak berbeda signifikan. Koefisien permeabilitas air membran hibridMA dan MB yaitu sebesar , 3 x 10.s.bar, sedangkan koefisien permeabilitas dekstran adalah 0,9 x10-5 2mL/cm-5 2mL/cm.s.bar.
ANALISA REDAMAN DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING TRANSMISI FIBER OPTIK Benriwati Maharmi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengukur redaman dalam kabel fiber optik adalah unsur penting untuk mendapatkan performa maksimal dari sistem transmisi telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisa redaman pada jalur fiber optik berjenis single mode Non-Zero Dispersion Shifted (NZDF) tipe G 652 di PT. XL Axiata Pekanbaru yang menggunakan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Untuk mengetahui kinerja sistem komunikasi kabel fiber optik akibat redaman yang terjadi, digunakan metode link power budget dengan range 120 km pada jarak 70 km. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan optical time-domain reflectometer (OTDR) Yokogawa AQ 7260 dan power meter Anritsu Optical Handy ML 8002A. Dari hasil penelitian didapatkan nilai total redaman sebesar 1,438 dB, redaman per kilometer tertinggi sebesar 0,211 dB/km pada jarak 4,73 km. Nilai redaman tertinggi tersebut masih berada di bawah nilai dari standart ITU (International Telecommunication Union) untuk fiber optik G.652 pada panjang gelombang 1310 nm yaitu ?0.34 dB/km dan pada panjang gelombang 1510 yaitu ?0.2 dB/km. Dapat disimpulkan kinerja sistem fiber optic yang diteliti, dikategorikan baik.
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Jalan Lingkar Barat Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau) Ulfa Jusi
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu sarana untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas, kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan yang sering timbul. Dalam penilaiannya tingkat perkerasan yang ada tersebut apakah masih layak untuk digunakan oleh pengguna jalan dengan mengidentifikasi kerusakan jalan menggunakan Metode Aspalt Institute dan Metode Pavement Condition Index (PCI) dengan study kasus pada Jalan Lingkar Barat Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Dari hasil identifikasi, kerusakan yang terjadi adalah retak kulit buaya, retak slip, retak diagonal, pengelupasan, retak berkelokkelok, sungkur kegemukan, ambles, lubang dan alur. Tingkat kerusakan berdasarkan hasil perhitungan menurut Metode Aspalt Institute adalah 96,324 % dan menurut Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah 98,322%. Berdasarkan tingkat kerusakan jalan pada lokasi tersebut dapat dilakukan perbaikan jalan dengan cara pemeliharaan rutin.

Page 11 of 26 | Total Record : 256