cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 278 Documents
Simulasi Model Hidrolika dalam Manajemen Tata Kelola Air untuk Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut Zulkarnain Yusuf; Ari Sandhyavitri; Sigit Sutikno
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan gambut mengakibatkan bencana asap yang mengancam aspek-aspek kehidupan manusia pada tingkat lokal, nasional, regional, bahkan global. Hilangnya vegetasi dan terbukanya hutan rawa gambut menyebabkan banjir pada musim hujan, mengurangi penyerapan karbon sehingga meningkatkan efek rumah kaca, serta hutan akan kehilangan fungsi pengaturan iklimnya. Tujuan penelitian permodelan hidrolika untuk pengelolaan tata air kanal gambut dalam rangka menghindari bahaya bencana kebakaran lahan.Langkah pertama yaitu menganalisa kondisi topografi dan hidrologi dari lahan gambut kanal buatan di lokasi, menganalisis dimensi, kondisi layout kanal dan kecepatan arus aliran kanal. Kemudian melakukan analisis hidrolika kanal untuk mengetahui debit air di kanal dalam upaya identifikasi resiko kebakaran. Dan yang terakhir dengan melakukan analisis hidrolika dan pengaturan tata kelola air (penempatan sekat kanal) untuk menjaga tinggi elevasi muka air kanal gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topografi dari daerah aliran Kanal di lahan gambut Meskom merupakan daerah aliran kanal yang sangat landai, kondisi hidrometri kanal yaitu dimensi, elevasi muka air kanal dan kecepatan arus yang diukur menunjukkan variasi pada setiap titik pengukuran (STA 0-STA 8). Kecepatan arus kanal sedikit bervariasi antara 0.11 hingga 0.2 m/s. Analisis simulasi kondisi kanal Meskom dengan beberapa kondisi antara lain : Elevasi muka air pada sekat kanal eksisting berada pada posisi aman terhadap potensi bahaya kebakaran. Penambahan sekat kanal dibagian hulu dari sekat kanal paling hilir tidak merubah elevasi muka air kanal secara signifikan. Pada posisi sekat kanal yang dimundurkan dari posisi eksisting menuju kehulu menunjukkan elevasi muka air kanal berada pada 8.65 m dibagian hulu sekat kanal dan elevasi muka air kanal kea rah hilir mengalami penurunan hingga 7.74 m. Elevasi muka air kanal pada pada posisi tanpa sekat turun menjadi 7.75 m yang rentan terhadap potensi bahaya kebakaran lahan gambut.
Analisis Sifat Mekanik Bata Ringan yang Terpapar Suhu Tinggi Imam Mustafa; Reni Suryanita; Harnedi Maizir
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan temperatur akibat terpapar suhu tinggi yang berasal dari penyinaran matahari ataupun dari bangunan yang terbakar akan berdampak pada perubahan sifat-sifat bata ringan tersebut, terutama perubahan kuat tekan bata ringan. Dengan mengetahui kuat tekan bata ringan setelah terpapar suhu tinggi maka kita dapat memperhitungkan perbaikan apa yang sesuai untuk dinding bata ringan tersebut, dan apakah bata ringan tersebut masih layak digunakan. Benda uji yang digunakan adalah bata ringan berukuran panjang 60 cm, lebar 10 cm ,dan tinggi 20 cm. Benda uji dipaparkan suhu tinggi dengan variasi waktu selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit. Dari pemaparan selama 10 menit suhu rata-rata yang dihasilkan sebesar 301 oC. Untuk pemaparan selama 20 menit didapat hasil sebesar 349 oC. Pemaparan selama 30 menit didapat hasil sebesar 355,5 oC. Serta untuk pemaparan selama 40 menit didapat hasil sebesar 370 oC. Sedangkan untuk hasil uji kuat tekan bata ringan akibat adanya pemaparan selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit, nilai kuat tekan yang dihasilkan yaitu sebesar 0,52 Mpa, 0,45 Mpa, 0,44 Mpa dan 0,39 Mpa. Nilai ini turun sebesar 18 %, 29%, 31%, dan 38 % dari nilai kuat tekan bata ringan normal tanpa adanya pemaparan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilaki kuat tekan bata ringan akibat adanya paparan suhu tinggi menjadi menurun. Sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi waktu yang berbeda.
Analisis Keandalan Sitem Proteksi Kebakaran Pada Gedung Menara BRI Pekanbaru Reshy Amtria Destina; Hendra Taufik; Rian Trikomara Iriana
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan hal yang sering terjadi terutama untuk bangunan yang memiliki lantai yang tinggi, sehingga sangat perlu memiliki sistem proteksi kebakaran yang andal untuk sebuah gedung. Termasuk juga gedung Menara BRI Pekanbaru yang merupakan gedung yang memiliki fungsi signifikan sebagai media penyimpanan uang yang memiliki 9 lantai dan 2 basement, jadi sistem proteksi kebakaran pada Gedung Menara BRI Pekanbaru harus sesuai persyaratan yang ditentukan. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat keandalan gedung Menara BRI Pekanbaru, sehingga pada saat gedung digunakan maka resiko tingkat kebakaran pada gedung ini bisa diminimalisirkan. Penelitian ini dilakuan dengan menggunakan dua metode yang pertama yaitu metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dimana metode ini dilakukan dengan membandingkan elemen yang lebih penting daripada elemen yang lainnya dan yang kedua metode Check-list, dimana metode Check-list ini merupakan metode dengan membandingkan ketentuan yang diharuskan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008 dengan yang diterapkan pada Gedung Menara BRI Pekanbaru. Hasil yang diperoleh dari kedua metode tersebut merupakan pembobotan berupa angka, dimana angka yang diperoleh memiliki tingkatan masing-masing keandalan gedung, tergolong kedalam keandalan yang kurang,cukup atau andal untuk gedung Menara BRI Pekanbaru. Nilai keandalan bangunan Gedung Menara BRI Pekanbaru dengan metode AHP diperoleh nilai sebesar 95,37%, sedangkan dengan menggunakan metode Check-list diperoleh nilai sebesar 96,03% sehingga keduanya dalam kondisi “Baik atau Andal”.
Analisis Kelayakan Finansial Bus Trans Metro Pekanbaru Koridor II Raihan Azim; Hendra Taufik; Sri Djuniati
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trans Metro Pekanbaru (TMP) adalah sebuah Sistem Angkutan Umum Masal (SAUM) yang terdapat di Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi meluncurkan bus TMP pada tanggal 18 Juni 2009, bus TMP ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah-masalah transpotasi di Kota Pekanbaru. Pada awalnya hanya ada 2 koridor yakni koridor 1 dan Koridor 2, dan setelah 9 tahun berlalu koridor yang beroperasi bertambah menjadi 10 koridor. Koridor II dengan rute Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Kulim memiliki 12 bus yang beroperasi sejak pukul 06.00 – 19.30 WIB setiap hari. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa aspek finansial dan analisa terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK), tujuannya untuk mengetahui total biaya operasional bus TMP dalam setahun. Aspek-aspek yang di analisis antara lain Biaya Operasional Kendaran (BOK) dan aspek finansial dengan menganalisis perhitungan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan juga Analisis Sensitivitas. Hasil analisis total biaya BOK untuk bus TMP koridor II adalah Rp.9.055,39 per seat-km per tahun. Hasil analisa aspek finansial dari pendapatan penjualan tiket di lapangan tahun 2018 adalah : NPV sebesar Rp.-2.033.414.250,87, BCR sebesar 0.94, IRR sebesar -75,31 % dan PBP 18 tahun 1 bulan. Hasil dari evaluasi investasi dapat disimpulkan bahwa investasi tidak layak secara finansial.
Analisis Stabilitas Bendung Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (Studi Kasus; Desa Sundeta, Pasaman) Fajri Hidayat; Sih Andajani
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan bagi setiap manusia, akan tetapi di Pasaman, Sumatra Barat ada sekitar 364 desa yang belum teralirkan listrik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibangun pembangkit listrik tenaga air minihidro (PLTM) dengan kapasitas yang dibangkitkan 1–10 MW. PLTM adalah salah satu alternatif karena Pasaman memiliki Batang (sungai) Sumpur dan topografi yang berpotensi. Untuk merealisasikannya perlu adanya perencanaan dari segi bangunan sipil berupa dimensi bendung, dan bangunan pelengkap. Berdasarkan hasil perhitungan dengan debit banjir (Q100) sebesar 619 m3/det diperoleh dimensi bendung tinggi 5 m, lebar 43 m, dengan kolam olak bak tenggelam jari-jari 4,7 m. Dengan debit andalan (q) sebesar 14,5 m3/det diperoleh bangunan pembilas dengan lebar 4,4 m, bangunan pengambil 6 m. dan untuk menjaga tubuh bendung aman terhadap bahaya guling dan geser maka dihitung stabilitasnya. Berdasarkan stabilitas bendung nilai keamanan pada kondisi normal Sf = 3,211 > 1,5 untuk stabilitas guling, Sf = 2,280 > 1,5 untuk stabilitas geser, pada kondisi banjir nilai keamanan Sf = 2,181 > 1,25 untuk stabilitas guling, dan Sf = 1,409 > 1,25 untuk stabilitas geser.
Analisis Karakteristik Tanah Dasar Lempung Menggunakan Metode Stabilisasi Aspal Emulsi Sjelly Haniza; Harnedi Maizir; Danil Jesa Putra
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur jalan paling akhir menerima beban pada konstruksi jalan adalah tanah dasar. Kemampuan tanah dasar (daya dukung) dapat diperoleh dari hasil pemeriksaan California Bearing Ratio (CBR) laboratorium ataupun dari CBR lapangan. Permasalahan yang sering dihadapi terutama jalan di Provinsi Riau khususnya pekanbaru tanah dasar merupakan tanah lunak berupa lempung dengan plastisitas tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar tersebut menggunakan metode stabilisasi tanah dengan aspal emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik tanah dasar lempung organik dengan plastisitas tinggi (CH) berdasarkan Unified Soil Clasification System (USCS). Stabilisasi menggunakan aspal emulsi jenis Cationik Rapid Setting (CRS) dengan variasi penambahan 4%, 6%, 8% dan 10%. Hasil pengujian diperoleh nilai CBR tertinggi pada penambahan kadar aspal emulsi 8% sebesar 6,05%. Pengujian terhadap kuat tekan bebas diperoleh pada penambahan aspal emulsi kadar 10% sebesar 0,174 MPa. Hasill pengujian yang direkomendasikan untuk tanah lempung organic dengan plastisitas tinggi adalah pemakaian kadar aspal 8%, dengan nilai CBR 6,05% dan UCS 0,141 MPa.
Investigasi Kekerasan Material Aisi 1045 Pengaruh Proses Full Annealing Menggunakan Full Factorial Design Weriono Weriono; Rinaldi Rinaldi
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendinginan merupakan faktor yang menentukan kekerasan suatu material. Ada dua media quench yang sering dgunakan yaitu media oli dan air. Quench oli adalah pendinginan yang lebih perlahan sehingga mencegah retak akibat kecepatan akspansi material dibandingkan dengan quench air. Pemaparan fenomena yang terjadi di lapangan untuk penggunaan elemen mesin yang terbuat dari baja karbon sedang AISI 1045 dibatasi pada kegagalan elemen mesin yang diakibatkan oleh beban personal atau beban mekanik. Metode Full Factorial Design of Experiment digunakan untuk mengkaji hasil uji kekerasan sesuai dengan hipotesa pengujian. Design of Experiment (DOE) telah banyak digunakan untuk menentukan faktor desain yang signifikan mempengaruhi respons target dan membangun empiris model yang mewakili hubungan antara faktor signifikan. Untuk mendapatkan respon kekerasan terhadap perlakuan panas full annealing dengan media Quenching Oil dan air sehingga pada penelitian ini digunakan material AISI 1045 dengan variasi temperatur 7500 C, 8000 C dan 8500 C. AISI 1045 hasil produksi komersial dengan memotong sebagian kemudian diambil untuk dilakukan pengujian kekerasan Metode Full Factorial Design of Experiment digunakan untuk mengkaji hasil uji kekerasan sesuai dengan hipotesa sesuai analisis varians (Anova). Respon input data full factorial design pengujian kekerasan dipengaruhi media pendingin dan temperatur proses full annealing pada material AISI 1045. Pengaruh media pendingin menghaslkan Fo,5%, 2,18= 3,55,maka Fo=26,73>3,55 menunjukan pengaruh media pendingin berpengaruh terhadap kekerasan AISI 1045 sedangkan pengaruh temperatur menghaslkan Fo, 5%, 2,18 = 3,55, maka Fo = 31,74 > 3,55 menunjukan pengaruh temperatur berpengaruh terhadap kekerasan AISI 1045. Pengaruh interaksi media pendingin terhadap temperatur menghaslkan Fo, 5%, 1,18 = 3,55, maka Fo = 6,58 > 4,41 menunjukan pengaruh media pendingin berinteraksi temperatur berpengaruh terhadap kekerasan.
Simulasi Sifat Termal Bata Ringan Celullar Lightweight Concrete Menggunakan LUSAS V.17 Abrar Rifqi Pratama; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan yang semakin tinggi terhadap pembangunan. Semakin meningkatnya pembangunan maka semakin meningkat pula kebutuhan terhadap bahan bangunan. Ini menyebabkan semakin banyak solusi alternatif yang ditawarkan untuk bahan bangunan salah satunya adalah bata ringan CLC. Bata ringan CLC mulai banyak digunakan sebagai pengganti bata merah karena memiliki density yang lebih kecil dari bata merah namun masih minim penelitian tentang bata ringan CLC ini. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan suhu yang diserap oleh bata ringan CLC dan bata merah dengan ukuran 60 cm x 10 cm x 20 cm dan variasi density bata ringan CLC 600 kg/m3, 700 kg/m3, 800 kg/m3, 900 kg/m3, 1000 kg/m3 dan bata merah 1700 kg/m3. Analisis penjalaran panas dilakukan menggunakan perangkat lunak LUSAS V17 dengan variasi suhu mulai dari suhu 30 0C hingga 1000 0C yang terpapar selama 2 jam. Hasil penelitian didapatkan bahwa bata ringan CLC dengan density 600 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 45,59%, bata ringan CLC dengan density 700 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 37,925 %, bata CLC dengan density 800 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 32,78 %, bata CLC dengan density 900 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 29,13 %, bata CLC dengan density 1000 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 26,39 %, sedangkan bata merah tahanan panas sekitar 25,92 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bata CLC lebih nyaman digunakan untuk dinding ruangan dibandingkan dengan bata merah.
Analisis Respons Struktur Jembatan Beton Prategang Box Girder Maharani Miranda; Reni Suryanita; Enno Yuniarto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kasus kerusakan jembatan di Indonesia mengartikan bahwasanya struktur jembatan di Indonesia masih banyak yang belum mampu berfungsi secara optimal. Hal ini juga berkaitan dengan pengaruh Indonesia yang terletak pada jalur tektonik dan vulkanik aktif yang menyebabkan kerusakan struktur jembatan. Studi kasus untuk analisis ini menggunakan Jembatan Sungai Siak 2 dengan bentang 200 m dengan jumlah pilar sebanyak 2 buah. Pemilihan analisis ini dilakukan pada bagian pilar jembatan karena berdasarkan fakta bahwa kegagalan strukur pada pilar jembatan akan mengakibatkan kegagalan sruktur jembatan secara keseluruhan. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder bertujuan untuk mengidentifikasi besar nilai perpindahan struktur pada pilar jembatan terhadap beban gempa rencana. Sementara itu, analisis numerik respons struktur jembatan menggunakan perangkat lunak Midas Civil V2.2. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder dilakukan berdasarkan tiga kondisi tanah, yaitu tanah keras, tanah sedang, dan tanah lunak. Pada hasil penelitian ini didapatkan nilai perpindahan pada pilar jembatan arah longitudinal untuk kondisi tanah keras sebesar 0,88 mm, tanah sedang sebesar 1,06 mm dan tanah lunak sebesar 1,39 mm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai perpindahan jembatan akibat beban gempa rencana pada kondisi tanah keras lebih kecil 21,4% dibanding pada kondisi tanah sedang dan lebih kecil 60,32% dibanding tanah lunak. Maka dari itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak pemerintah dan pihak terkait yang bergerak di bidang konstruksi jembatan, khususnya tipe jembatan box girder beton prategang di berbagai wilayah Indonesia, dengan memperhatikan respons struktur jembatan yang terjadi sesuai tingkat risiko kegempaan untuk setiap daerah.
Analisis Sifat Mekanik Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete Menggunakan Program LUSAS V17 Roma Dearni; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat pada perkembangan dunia konstruksi modern, sehingga memunculkan inovasi baru dalam dunia konstruksi. Salah satunya adalah pembuatan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Density yang rendah memungkinkan resiko ketika terkena getaran atau percepatan tanah, salah satunya getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat diperkecil. Untuk itu, penggunaan bata ringan efektif dalam konstruksi bangunan tinggi maka perlu dilakukan simulasi numerik pada bata ringan agar mempermudah kita menganalisis sifat mekanik bata ringan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nilai penurunan pada uji laboratorium serta menganalisis sifat mekanik tegangan, regangan dan modulus elastisitas pada pemberian beban yang bervariasi. Pemberian beban berdarkan data optimum pada uji laboratorium maka di pakai rentang beban dimulai dari 20 kN hingga 35 kN dengan variabel beban 0,5 kN. Pemodelan benda uji memiliki panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm. Parameter input pada program menggunakan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya berupa nilai modulus elastisitas, poisson ratio dan densitas. Hasil penelitian didapatkan nilai penurunan permukaan pada pemberian beban 26 kN saat uji laboratorium sebesar 4,82 mm, sedangkan secara numerik menghasilkan 4,94 mm. Pemberian beban 35 kN menimbulkan penurunan permukaan maksimal sebesar 6,65 mm. Nilai tegangan maksimal yang ditimbulkan pada saat simulasi numerik sebesar 0,82 N/mm2, sedangkan nilai regangan dihasilkan sebesar 0,026. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa nilai penurunan pada eksperimental lebih kecil dibandingkan dengan analisis menggunakan pemrograman LUSAS V.17 dan disimpulkan bahwa semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar juga nilai tegangan regangan dan penurunannya.

Page 5 of 28 | Total Record : 278