cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6281377586346
Journal Mail Official
repong.damar@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2830585X     EISSN : 28304349     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/rdj.v1i1
Core Subject : Agriculture, Social,
RDJ particularly focuses on the community services that cover all aspects of forestry and environmental sciences
Articles 70 Documents
Edukasi Konservasi Satwa Liar Bagi Siswa SDN 43 Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Sari Dewi, Bainah; Cristi, Engelia; Purwatmiyanti, Sri
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.12002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai konservasi satwa liar, khususnya satwa endemik di Nusa Tenggara Barat melalui program edukasi di SDN 43 Ampenan, Kota Mataram. Latar belakang dari kegiatan ini adalah ancaman serius terhadap kelangsungan hidup satwa liar di Indonesia akibat kerusakan habitat dan perdagangan ilegal, meskipun negara ini dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Pelaksanaan edukasi konservasi menggunakan metode workshop serta evaluasi pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Peserta kegiatan yang melibatkan kelas 5 dan 6 berjumlah 68 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata pretest sebesar 72 menjadi 94 pada posttest, menandakan keberhasilan program dalam memperluas wawasan peserta tentang pelestarian fauna lokal. Materi pembelajaran meliputi pengenalan satwa endemik, ancaman yang dihadapi, dan upaya konservasi, dengan contoh spesies seperti Rusa Timor, Celepuk Rinjani, dan Musang Rinjani. Kegiatan ini juga berfungsi dalam membangun karakter peduli lingkungan sekaligus menyediakan keterampilan praktis menghadapi isu nyata terkait kelestarian satwa liar di wilayah tersebut. Program edukasi yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta terhadap pelestarian satwa liar dan ekosistem, serta dinilai penting untuk diteruskan dalam upaya perlindungan hayati Indonesia.
Pemeriksaan Glukosa Untuk Pencegahan Dini Diabetes Melitus Pada Guru-Guru Di SDN 2 Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung Cahya Fadhila, Safira; Cristi, Engelia
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.12003

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 dan prediabetes merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi tinggi yang seringkali belum terdiagnosis, berujung pada komplikasi serius seperti penurunan produktivitas, disabilitas, dan kematian dini. Studi menunjukkan bahwa lebih dari 50% penderita DMT2 global masih belum terdiagnosis, menyoroti urgensi skrining populasi berisiko tinggi untuk intervensi preventif yang efektif. Kondisi prediabetes, sebagai tahap awal DMT2, ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi yang belum memenuhi kriteria diabetes penuh, namun berisiko tinggi berkembang menjadi DMT2 tanpa modifikasi gaya hidup dan terapi farmakologis. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan glukosa menjadi langkah krusial untuk mencegah progresivitas dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining glukosa darah puasa sebagai upaya pencegahan dini diabetes melitus pada guru-guru di SDN 2 Bukit Kemiling Permai. Metodologi penelitian melibatkan survei cross-sectional dengan menggunakan glukometer digital, strip tes glukosa, dan lanset steril untuk pengambilan sampel darah kapiler, dengan metode Point-of-Care Testing yang memungkinkan hasil segera diperoleh. Partisipan diberikan penjelasan mengenai prosedur, tujuan skrining, dan implikasi hasil, serta konseling singkat dan rujukan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi prevalensi prediabetes dan diabetes serta faktor risiko terkait dalam populasi target. Temuan awal menunjukkan adanya prevalensi prediabetes dan DMT2 pada guru-guru yang memerlukan perhatian lebih lanjut, meskipun mayoritas guru berada dalam rentang normal. Identifikasi dini ini krusial mengingat individu dengan prediabetes memiliki peningkatan risiko signifikan untuk berkembang menjadi DMT2 dan menderita komplikasi kardiovaskular. Program skrining yang berkelanjutan, termasuk pemantauan kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat, sangat dianjurkan sebagai bagian dari strategi pencegahan dini penyakit metabolik, mengingat sifat asimtomatik dari tahap awal diabetes dan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Deteksi dan intervensi dini dapat secara signifikan mengurangi risiko progresivitas dan komplikasi terkait
Pengembangan Ekowisata Berbasis Konservasi Biodiversitas Di Dusun Turgo, Sleman, Yogyakarta Kaharuddin; Ardiansyah, Rhomi; Utami, Retno Nur; Nissauqodry, Stevie Vista; Jayari, Warsun; Wiratama, Palguna; Maharani, Nabila Putri; Videanantha, Benaya; Rachmalia, Aushina Ika; Wardani, Wahyu Kusuma; Rofidah, Syifaur; Bayuaji, Arimawan; Gunawan; Sulistyari, Dyah; Wisudhaningrum, Nurrochmah; Wasi; Sibas
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.12052

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan ekowisata berbasis konservasi keanekaragaman hayati di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta, sebagai respons terhadap potensi biodiversitas yang tinggi namun tingkat kunjungan wisatawan masih rendah. Ekowisata dikelola dengan mengedepankan prinsip konservasi, pendidikan lingkungan, dan pelibatan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk identifikasi potensi objek dan daya tarik wisata (ODTW), termasuk aspek 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) dan keanekaragaman hayati. Selain itu, dilakukan Diskusi Terpumpun (FGD) dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) seperti masyarakat lokal, pengelola desa wisata, BKSDA Yogyakarta, BTNGM, dan akademisi untuk mengidentifikasi tantangan, peluang, serta merumuskan strategi pengembangan. Hasil observasi awal menunjukkan potensi signifikan dengan identifikasi 80 jenis burung, termasuk spesies kunci Anis Merah (Geokichla citrina), serta potensi herpetofauna dan flora endemik seperti Anggrek Vanda tricolor. Dusun Turgo memiliki modalitas seperti kawasan Wildlife Turgo yang fokus pada bird watching dan herping. Analisis strategis menunjukkan posisi Dusun Turgo berada pada kuadran Agresif (SO), yang mengindikasikan perlunya memanfaatkan kekuatan biodiversitas tinggi dan dukungan kelembagaan (BKSDA) untuk menangkap peluang penelitian akademik dan pendanaan konservasi. Strategi M83-84ayor yang diusulkan adalah menggunakan data biodiversitas dan dukungan akademik untuk menyusun materi edukasi/interpretasi berbasis ilmiah guna menarik pasar wisata edukasi yang lebih niche (SDGs 4 - Quality Education). Peta jalan pengembangan Ekowisata Turgo direncanakan dalam empat fase (2026-2029), diawali dengan fase persiapan dan diakhiri dengan fase launching agar established sebagai model ekowisata berbasis Pendidikan Konservasi Biodiversitas.
Bina Desa Hijau: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Pembibitan Dan Penanaman Pohon Lahan Basah Di Desa Karya Manuntung, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Jumiati; Syahputra Sartono Putra; Ratna Sari Ratna; Taufik Hidayat Taufik; Nurul Koniatul Laili Nurul; Dealovy Agustin Dea; Merinda Puspita Merin; Muhammad Syaiful Dailami Rasydi Daii; Rahmad Andrianor Andre; Dwi Rizki Febriyanti Dwi; Rizki
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12437

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karya Manuntung yang memiliki karakteristik wilayah lahan basah. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam kegiatan pembibitan dan penanaman jenis pohon kehutanan, sehingga upaya penghijauan dan rehabilitasi lingkungan belum berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Program Bina Desa Hijau bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan teknik pembibitan, pengembangan persemaian sederhana, serta pelaksanaan kegiatan penanaman pohon hutan tropis lahan basah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat desa sebagai subjek utama kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi program, pelatihan pembibitan berbasis praktik langsung, pembuatan persemaian sederhana, serta kegiatan penanaman pohon secara gotong royong yang diikuti oleh masyarakat setempat. Jenis tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mahoni (Swietenia macrophylla) dan belangeran (Shorea balangeran), yang dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan lahan basah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persemaian dan penanaman pohon lokal. Terbentuknya persemaian desa menjadi dasar penting bagi keberlanjutan kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan basah di tingkat desa.
Deteksi Dini Diabetes Melitus Pada Guru-Guru SDN 43 Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Bainah Sari Dewi; Safira Cahya Fadilah; Wina Okva Alsadela
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12668

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau fungsi insulin. Kondisi hiperglikemia kronis ini dapat menimbulkan komplikasi serius pada sistem organ tubuh seperti jantung, saraf, ginjal, dan mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan guru di SDN 43 Ampenan, Kota Mataram, terhadap pentingnya pemeriksaan kadar gula darah secara rutin sebagai langkah deteksi dini diabetes. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Point-of-Care Testing (POCT), yang memungkinkan hasil pemeriksaan cepat dan akurat di lokasi kegiatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar guru memiliki kadar gula darah sesaat yang tinggi, mengindikasikan perlunya perbaikan gaya hidup dan pola makan. Faktor penyebab utama peningkatan kadar gula darah di antaranya pola makan tidak sehat, stres kerja, kurang aktivitas fisik, dan obesitas. Edukasi terkait pengaturan pola makan sehat, olahraga teratur, serta manajemen stres menjadi strategi penting dalam pencegahan diabetes. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya deteksi dini serta menerapkan perilaku hidup sehat untuk menurunkan risiko diabetes melitus dan meningkatkan kualitas hidup..
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bunglai Melalui Diversifikasi Produk Olahan Buah Mete Berbasis Inovasi Ramah Lingkungan Arfa Agustina Rezekiah; Nurlina; Patimah; Hannauli Simbolon; Fadila Putri Setiono; Niki Ariani; Nurmala Julianita; Eka Nanda Agustin; Zeni Anita Tuing; Annisa Rizkia; Muhammad Syaipul Anwar; Muhammad Rizki; Naz'la Dwi Shaqilha; Zahra Fauziya; Muhammad Naufal Desandro Putra Yunindar; Muhaammad Faqih Abdilah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12693

Abstract

Desa Bunglai memiliki potensi komoditas mete yang cukup besar sebagai salah satu sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun demikian, pemanfaatan komoditas tersebut oleh masyarakat masih terbatas pada penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh relative rendah. Selain itu, buah mete sebagai produk samping dari tanaman mete seringkali belum dimanfaatkan secara optimal dan bahkan menjadi limbah pertanian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nasyarakat Desa Bunglai melalui pengembangan diversifikasi produk olahan buah mete berbasis inovasi ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayan masyarakat pasrtisipatif yang meliputi tahap identifikasi potensi dan permasalahan, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan demonstrasi pengolahan produk, pendampingan kelompok masyarakat, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah mete menjadi produk bernilai tambah, seperti minuman olahan dan produk pangan berbasis mete. Selain itu kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan buah mete yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat mengurangi limbah pertanian serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lokal. Diversifikasi produk olahan mete berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa serta mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan demikian kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Inovasi produk berbasis komoditas local dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditass serta memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
Pengenalan Konsep Circular Economy Pada Industri Kehutanan: Membangun Perspektif Berkelanjutan Faradilah Karim; Muhammad Agusfartham Ramli; Rusmidin; Fitri Sylvianti Titong; Renita Cahyani; Nur'irni Nahri Sakinah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12698

Abstract

Sumber daya hutan memiliki peran strategis sebagai penyedia bahan baku bagi berbagai sektor industri, seperti industri kayu, pulp, kertas, serta bioenergi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Jurusan Teknik Industri mengenai konsep circular economy dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih dominannya pendekatan ekonomi linear dalam sektor industri kehutanan yang berpotensi meningkatkan limbah dan tekanan terhadap sumber daya hutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular yang menekankan efisiensi sumber daya, minimisasi limbah, serta pemanfaatan kembali material dalam suatu sistem tertutup. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi secara interaktif, diskusi, serta studi kasus terkait penerapan circular economy pada industri berbasis hasil hutan, seperti kayu, pulp, dan kertas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya penerapan konsep circular economy dalam mendukung keberlanjutan industri kehutanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa sebagai calon praktisi industri untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam perancangan sistem produksi dan pengambilan keputusan di masa mendatang.
Pelatihan Budidaya Sengon: Strategi Pengabdian Masyarakat Untuk Mendukung Kesejahteraan Petani Dan Kelestarian Lingkungan Di Jatinangor, Sumedang Noor Farikhah Haneda; Bayu Winata; Ulfah J Siregar; Esti Nurianti; Dede J Sudrajat; Yunita Pramisari
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12772

Abstract

Rehabilitasi lahan kritis serta pemanfaatan lahan yang optimal melalui wanatani atau agroforestry adalah upaya potensial untuk dilakukan sebagai pendekatan dalam mengurangi laju deforestasi dan degradasi lingkungan. Sengon adalah jenis pohon cepat tumbuh dan relatif banyak ditanam di Indonesia, khususnya di P. Jawa. Sengon bernilai ekonomi tinggi, karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. Jenis ini sering digunakan dalam rehabilitasi lahan kritis, karena pertumbuhan yang cepat dan adaptasi yang baik pada lahan marginal. Produktivitas sengon di tingkat petani masih relatif belum optimal, karena keterbatasan pengetahuan teknis mengenai budidaya sengon. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu memberikan pelatihan teknis budidaya sengon untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Secara umum, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan teknis para peserta dalam budidaya sengon. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan persentase hasil post-test terhadap pre-test sebesar 6,64%. Kelompok peserta dengan latar pendidikan D3 menunjukkan keberhasilan pelatihan yang tertinggi (41,62%). Kelompok peserta dengan rentang usia 27 – 33 tahun dan 41 – 47 tahun memiliki kecenderungan yang positif dalam mengikuti pelatihan ini. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsentrasi, ketahanan, dan energi belajar yang relatif tinggi, serta kematangan pengetahuan berbasis pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam teknik budidaya sengon.
Diversifikasi Produk Gula Aren Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Di KTH Padang Liwar Yuniarti; Zainal Abidin; Basir Achmad; Ahmad Jauhari; Trisnu Satriadi; G.T.A.R. Thamrin; Dina Naemah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12799

Abstract

Diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Liwar di Desa Galam, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut yang beranggotakan 30 orang dan selama ini hanya memproduksi gula aren cetak konvensional dengan nilai ekonomi relatif rendah. Permasalahanyang dihadapi mitra meliputi keterbatasan inovasi produk, rendahnya penguasaan teknologi pengolahan, serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) mitra melalui diversifikasi produk gula aren menjadi gula cetak aneka rasa dan gula semut, serta memperkuat kapasitas manajemen usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi yang melibatkan 20 anggota KTH sebagai peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra pada seluruh indikator yang dievaluasi, yaitu pengetahuan dari 40% menjadi 85%, keterampilan dari 35% menjadi 80%, dan manajemen usaha dari 30% menjadi 82%. Mitra juga telah mampu memproduksi gula aren varian rasa (jahe dan temulawak) dalam bentuk mini serta gula semut yang memiliki nilaitambah dan peluang pasar lebih baik dibandingkan produk sebelumnya. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial mitra, serta berpotensi mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Diversifikasi Produk Kolang-Kaling Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat KTH Padang Liwar Adistina Fitriani; Dina Naemah; Adi Rahmadi; Badaruddin; Mahrus Ariyadi; Trisnu Satriadi; Akhmad Yamani
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v5i1.12917

Abstract

Kelompok Tani Hutan (KTH) Padang Liwar di Kecamatan Bajuin, Pleihari, memiliki potensi besar dalam produksi kolang-kaling. Namun, kendala rendahnya harga jual bahan mentah yang hanya berkisar Rp15.000/kg serta daya simpan yang sangat singkat, di mana produk mengalami kerusakan tekstur dan aroma hanya dalam waktu satu minggu. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian anggota KTH melalui strategi diversifikasi produk dan perbaikan teknik pengemasan.Metode yang digunakan meliputi pelatihan intensif pengolahan kolang-kaling dengan penambahan variasi warna alami dan rasa buah-buahan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, serta edukasi teknik pengemasan (packing) yang higienis. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatanpada nilai jual produk dengan harga Rp 10.000. pouch. Melalui diversifikasi rasa dan pewarnaan menarik, kolang-kaling yang telah dikemas mampu menarik minat pembeli lebih luas dibandingkan saat dijual mentah. Selain itu, inovasi pada proses pengolahan dan penyimpanan di suhu dingin (kulkas) terbukti efektif memperpanjang masa simpan produk hingga satu bulan tanpa mengalami kerusakan dari rasa dan warna. Kesimpulannya, program diversifikasi ini berhasil memberikan nilai tambah ekonomi dan menjadi solusi atas permasalahan daya simpan, sehingga mampu memperkuat ketahanan finansial anggota KTH Padang Liwar.