cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6281377586346
Journal Mail Official
repong.damar@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2830585X     EISSN : 28304349     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/rdj.v1i1
Core Subject : Agriculture, Social,
RDJ particularly focuses on the community services that cover all aspects of forestry and environmental sciences
Articles 63 Documents
Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati Ekosistem Leuser Pada Siswa Sma N 1 Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Ali Makmur; Astri Winda Siregar; Ashabul Anhar; Misdi Misdi; Rahayu Eka Sari; Mario Pani
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.7791

Abstract

Hutan merupakan salah satu bagian terpenting dari kehidupan makhluk hidup yang harus di lindungi dan dilestarikan untuk keberlangsungan seluruh makhluk hidup karena tanpa hutan kemungkinan cuaca yang atsri dan sejuk tidak dapat dirasakan kembali, bahkan dari adanya peningkatan kerusakan hutan akan menimbulkan banyak masalah dan dapat merugikan banyak pihak terutama dari berbagai jenis bencana banjir, longsor. Perbaikan penjagaan dan tatakelola informasi kepada generasi milenial terutama siswa yaitu memberi pengetahuan tentang edukasi perlindungan keanekaragaman hayati ekosistem leuser. Metode dalam pelaksanaan kegiatan yaitu menampilkan power point terkait sejaraha dan definisi ekosistem leuser, perlindungan keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna dan 4 satwa kunci yang ada di kawasan ekosistem leuser. Peserta juga diberikan pengetahuan terkait cara untuk mendapatkan dan mendaftar sebagai beserta beasiswa baik itu kurang mampu maupun jalur prestasi . Kegiatan ini didampingi dewan guru setempat, disamping hal tersebut dalam kegiatan ini berjalan dengan kooperatif baik dari dewan guru dan maupun semua siswa yang sangat antusias dengan rasa keingintahuan mereka yang tercermin saat sosialisasi berlangsung yang bertujuan membangun edukasi penjagaan keberlangsungan hidup anak cucu dimasa yang akan datang dengan cara menjaga keanekaraman hayati hutan.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Lokal Di Kabupaten Raja Ampat, Papua Pitojo Budiono; Fadela Yunika Sari; Christine Wulandari; Novelina Tampubolon
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8777

Abstract

Desa wisata dinyatakan sebagai desa yang memiliki potensi untuk menampilkan keunikan daya tarik wisata yang khas. Berbagai upaya dalam mendorong terwujudnya sektor pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan potensi yang dimiliki desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal. Pengembangan desa tersebut bisa dilakukan melalui pembinaan generasi mudanya, missal melalui mahasiswa. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tangga 2-7 November 2023 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Ekowisata, Universitas Papua mengenai peran serta kontribusi masyarakat lokal dalam pengembangan desa wisata. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta PKM sebanyak 22 orang adalah Mahasiswa Program Studi Ekowisata, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua. Hasil PKM menunjukkan bahwa pengetahuan peserta terkait pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal masih rendah. Pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal meningkat setelah diberikan materi oleh tim dosen Ilmu Pemerintahan dan Kehutanan. Dengan nilai persentase pre-test sebesar 42,27% dan post-test sebesar 93,64%, dapat diketahui bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat secara substansial. Nilai persentase perubahan peningkatan menegaskan dampak positif yang diberikan oleh kegiatan ini, karena skor yang tertinggi adalah adanya pemahaman masyarakat terhadap potensi pasar wisata.
Bimbingan Teknis Budidaya Lebah Madu Kelulut Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Damaris Payung; Normela Rachmawati; Susilawati Susilawati; Yazid Busthami; Mufidah Asyari; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Trisnu Satriadi; Muhammad Hasbi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.7936

Abstract

Kelompok Tani Harapan Maju Desa Kiram membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2020, namun dalam perjalanannya banyak menemui kendala antara lain (1) Toping banyak berjamur, kurang terjaga kebersihannya,sehingga lebah madu kelulut kurang produktif, lebah enggan membuat bejana atau kantong madu dalam toping (2) koloni lebah melarikan diri dari stup.  Terkait hal tersebut maka tim pengabdi ULM melaksanakan kegiatan pengabdian berupa (1) bimbingan teknis budidaya lebah madu kelulut terutama tentang pemeliharaan stup lebah madu kelulut, hama penyakit yang menyerang sarang lebah madu kelulut (2) bimbingan teknis pembuatan demplot tanaman pakan lebah madu kelulut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi atau penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Selama pelatihan, tim pengabdi diterima dengan baik oleh aparat desa dan mitra serta mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi dilakukan tim pengabdi bersama mahasiswa fakultas Kehutanan ULM dan berjalan dengan baik. Pelatihan yang diberikan kepada mitra meliputi budidaya lebah madu kelulut yaitu manajemen budidaya lebah madu kelulut. Dari hasil kegiatan pengabdian terdapat masalah yaitu koloni lebah, lebah yang tidak berkembang karena terserang jamur, jarak stup kelulut yang terlalu rapat sehingga antar koloni terjadi persaingan, jarak stup dari tanah yang terlalu tinggi sehingga menyulitkan pemanenen madu. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemecahan koloni lebah kelulut serta perawatan agar koloni berkembang dengan baik dan cara penanaman tanaman pakan. Selain itu, tim juga memberikan motivasi agar semangat dalam membudidayakan lebah madu kelulut.
Implementasi Aplikasi Elephas (Elephant Edutourism of Way Kambas) di Desa Labuhan Ratu 9 Kawasan Penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Provinsi Lampung Rusita Rusita; Ermanita Permatasari; Gita Mardhatillah; Popy Sry Handayani
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.8206

Abstract

Elephas merupakan media interpretasi dan pemasaran eduwisata gajah dan wisata desa Labuhan Ratu IX dalam bentuk aplikasi berbasis android. Desa Labuhan Ratu 9 merupakan desa yang terletak di kawasan penyangga Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK) yang dapat mendukung pengembangan eduwisata gajah di TNWK. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada operator wisata Desa Labuhan Ratu IX dalam menggunakan aplikasi elephas. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi dan praktek. Sasaran kegiatan adalah operator wisata Desa Labuhan Ratu 9 yang terletak di kawasan penyangga TNWK. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok pengelola wisata bisa memahami cara penggunaan aplikasi elephas
Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Gapoktan Pujo Makmur Melalui Pemanfaatan Daun Tanaman MPTS Menjadi Produk Ecoprint Surnayanti Surnayanti; Machya Kartika Tsani; Sugeng Prayitno Harianto; Trio Santoso; Bainah Sari Dewi; Rusita Rusita; Widya Anisa Rachmah; Muhammad Rofi; Danti Maharani; Nuril Atma Jaya; Mohamad Arif Prasetyo; Muhammad Agung Permana; Mirza Wistary; Octavia Widya Maharany; Nabila Daud; Siska Dewi Mauly Nasution; Sulindri Sulindri; Muhammad Ikhlasul Amal; Refi Arioen
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.7984

Abstract

Membatik saat ini tidak hanya menggunakan media kain putih dan canting saja, namun saat ini membatik bisa menggunakan tanaman yang ada di sekitar kita. Biasanya bagian tanaman yang dimanfaatkan seperti dedaunan, bunga dan buah.  Salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan dedaunan menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi serta diharapkan dapat menjadi peluang usaha Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Gapoktan Pujo Makmur Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan yaitu metode pounding atau dengan teknik pukul yang dilakukan secara manual. Kegiatan ini diawali dengan prestest yang diikuti masyarakat dan demonstrasi yang dilakukan oleh perwakilan mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan ditutup dengan kegiatan postest yang dilakukan oleh peserta secara berkelompok. Kegiatan pengabdian telah dihadiri oleh 30 peserta. Hasil pengabdian ini mampu menghasilkan berbagai jenis produk seperti jilbab dan baju yang telah diterapkan dan dipakai produk tersebut oleh ibu-ibu Gapoktan Pujo Makmur.
Workshop Pemanfaatan Media Sosial Facebook dan Instagram untuk Pemasaran Madu Klanceng di Desa Banding Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Erlina Rufaidah; Derra Adisetya Pratama; Surnayanti Surnayanti; Refi Arioen; Kris Ari Suryandari
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8987

Abstract

Keanekaragaman jenis tanaman di indonesia menjadikan indonesia cocok dibudidaya lebah madu. Hampir setiap kabupaten di provinsi Lampung memiliki peternakan madu, salah satu jenis lebah madu yang budidayakan adalah madu klanceng (Trigona sp). Desa Banding terletak di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya budidaya madu klanceng, tetapi dalam peternakan madu klanceng ada beberapa masalah namun masalah utama adalah kurangnya promosi produk yang dihasilkan. Masyarakat Desa Banding masih melakukan pemasaran madu klanceng langsung ke konsumen sehingga tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mempromosikan madu klanceng melalui penggunaan media sosial facebook dan instagram. Jumlah peserta pelatih adalah tiga puluh orang, masing-masing dari peternak madu klanceng.  Pada kegiatan PKM ini di awali dengan evaluasi awal, berdasarkan hasil evaluasi awal terdapat 55% responden sudah menggunakan media facebook dan 30%  responden sudah menggunakan media instagram. Setelah dilakukan kegiatan evalusai awal selanjutnya kegiatan workshop pemanfaatan media sosial. Sebelum kegiatan penutup dilakukan evaluasi akhir dengan tujuan untuk mengetahui keberhasin kegiatan PKM. Berdasarkan evaluasi akhir kegiatan, penggunaan facebook meningkat 80% dan instagram meningkat 70%.
Upaya Konservasi Gajah Bersama Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan di Kabupaten Bener Meriah Ali Muhammad Muslih; Muhammad Alsy Perdana; Ulfa Hansri Ar Rasydi; Ashabul Anhar; Anna Farida; Ida Rosita; Maryam Jamilah; Durrah Hayati; Tuti Arlita; Lola Adres Yanti; Ayub Sugara
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.8297

Abstract

Hutan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan flora fauna endemik, hutan dapat menjadi habitat bagi banyak kehidupan liar. Salah satunya ialah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang merupakan salah satu spesies dari ordo proboscidea yang masih ditemukan. Gajah Sumatera tergolong satwa dalam status kritis (critically endangered) dalam daftar Red List yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Kegitan upaya konservasi gajah Bersama masyarakat dilakukan di Kabupaten Bener Meriah mulai bulan Februari 2023, dengan tujuan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dan solusi terkait penanganan terhadap gajah dan mengurangi terjadinya konflik antara masyarakat dengan gajah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan  diperkuat dengan studi pustaka. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa ada beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti mengetahui ancaman bagi spesies gajah, melakukan upaya konservasi gajah, upaya pelestarian gajah (membangun kawasan lindung, sosialisasi kepada masyarkat, melakukan penangkaran gajah) dan upaya perlindungan gajah (Penggiringan gajah, pembuatan parit dan kawat kejut, pemasangan GPS Collar).
Pengembangan Wisata Alam Berbasis Konservasi di Hutan Kemasyarakatan Alue Simantok, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh Ali Muhammad Muslih; Ammar Habibi; Ashabul Anhar; Ayub Sugara; Tuti Arlita; Anna Farida; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Durrah Hayati; Maryam Jamilah; Ida Rosita; Lola Adres Yanti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7429

Abstract

Wisata alam berbasis masyarakat menyuguhkan segala sumber daya wilayah berbasis konservasi dan juga memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Dilema antara kesejahteraan masyarakat dengan kerusakan hutan membuahkan sebuah solusi yaitu program pembangunan hutan kemasyarakatan berbasis wisata. Pendekatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan adalah menggali, mengembangkan, membangun, dan memperkuat kemampuan individu maupun kelompok masyarakat dalam menganalisis keadaannya sendiri, serta memikirkan dan merencanakan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Kelompok Tani Hutan Alue Simantok memperoleh izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) berdasarkan Keputusan Menteri LHK No. SK. 4241/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2020, dengan luas 766 hektar pada Kawasan Hutan dengan fungsi sebagai Hutan Produksi (HP) sejak Tahun 2015. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi langsung dan metode wawancara terhadap anggota HKm. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan masyarakat terkait pengembangan wisata alam pada HKm Alue Simantok bahwa program pengembangan sedang dalam proses penyusunan Rencana Kerja secara paralel aktifitas pengelolaan kawasan dan pemetaan potensi wisata dan potensi hasil hutan bukan kayu. HKm Alue Simantok memiiki 3 destinasi wisata yaitu air terjun putro dusun, air terjun kulam putro, dan agrowisata serta memiliki rencana akan dibangun taman burung. Program perencanaan pengembangan wisata alam berbasis konservasi sebaiknya melibatkan bantuan dari program pemerintah.
Edukasi dan Pengenalan Kehutanan dalam lingkungan Taman Nasional Gunung Leuser Pada SMAN Blangjerango Kabupaten Gayo Lues andi fauzan r pohan; misdi misdi; zamzami zamzami; Usman Efendi; sulaiman sulaiman
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.9267

Abstract

Hutan sebagai salah satu ekosistem yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena tanpa hutan akan terjadi banyak kerusakan dalam siklus kehidupan di permukaan bumi. Perbaikan peningkatan kapasitas pengetahuan dan tatakelola informasi kepada generasi muda khususnya para siswa sma dan juga memberi edukasi dan pengenalan ekosistem kehutanan khususnya ekosistem taman nasional leuse akan berimplikasi sangat besar terhadap upaya pelestarian hutan kawasan taman nasional. Metode dalam pelaksanaan kegiatan yaitu tatap muka dan dialog langsung dengan siswa terkait sejarah keberadaan dan edukasi tentang ekosistem leuser, perlindungan keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna dan satwa yang dilindungi yang ada di kawasan taman nasional leuser. Peserta juga diberikan edukasi terkait upaya menjaga ekosistem ekosistem leuser itu sendiri. Kegiatan ini didampingi dewan guru setempat, dan unsur sekolah terkait untuk ikut memberikan edukasi terkait. siswa yang sangat antusias dengan rasa keingintahuan mereka yang tercermin saat pertemuan berlangsung sehingga terbangun suasana  edukasi demi keberlangsungan ekosistem taman leuser bagi generasi muda yang akan menjadi generasi penerus yang akan menjadi penjaga informasi tentang taman nasional leuser.
Konservasi Sumber daya Air Untuk Pemanfaatan Air Minum Di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran Iswandaru, Dian; Winarno, Gunardi Djoko; Fitriana, Yulia Rahma
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.10010

Abstract

Desa Hanura merupakan salah satu desa penyangga kawasan konservasi di Provinsi Lampung. Desa hanura berbatasan langsung dengan Tahura Wan Abdul Rachman. Potensi yang ada di desa tersebut didominasi oleh komoditas tanaman MPTS diantaranya durian, kakau, pala, cengkeh. Disisi lain potensi air bersih dari kawasan hutan selama ini belumdioptimalkan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan dalam hal optimalisasi pemanfaatan air bersih melalui konservasi lahan dalam hal pengkayaan vegetasi didalamnya. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta telah mengerti tentang berbagai fungsi pepohonan dan ikut merasakan peran hutan dalam kehidupan sehari-sehari.  Air yang setiap hari mengalir ke rumah-rumah mereka merupakan hasil dari fungsi hutan yang berjalan dengan baik.  Sebagaian besar dari mereka akan meningkatkan perawatan dan pengkayaan kebunnya di dalam kawasan hutan melului pemilihan jenis-jenis unggul dan memberikan perlakuan yang baik agar dapat menghasilkan buah dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan mereka.