cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
journal.environmental.health@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
journal.environmental.health@gmail.com
Editorial Address
Jln. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Pontianak 78241
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology
ISSN : -     EISSN : 28290836     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology (JEHAST) is a peer-reviewed journal to publish articles on the result of research and development assessment and literature review in the field of Environmental Health and Technology Sanitation. This journal focuses and scope about: Environmental Health Health Promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Vector Rodent Disease Control and Prevention Food and Beverage Sanitation Water Sanitation Land Sanitation Waste Management
Articles 96 Documents
GAMBARAN HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK Tria Ananda Putri; Salbiah Kastari; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.474

Abstract

Pengelolaan makanan di rumah sakit berperan penting dalam mendukung kesembuhan pasien. Pelayanan yang tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi dapat menimbulkan food borne disease. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hygiene sanitasi pengelolaan makanan di RSU Yarsi Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional melalui observasi dan wawancara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Aspek yang diteliti meliputi pemilihan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penyajian serta personal hygiene penjamah. Hasil menunjukkan sebagian besar aspek telah memenuhi syarat: pemilihan bahan makanan (100%), penyimpanan (85%), pengolahan (94%), penyimpanan makanan matang (100%), pengangkutan (100%), penyajian(100%), dan personal hygiene (98%). Kesimpulannya, pengelolaan makanan di RSU Yarsi Pontianak secara umum sudah memenuhi standar hygiene dan sanitasi. Diharapkan rumah sakit mempertahankan praktik yang baik dan meningkatkan pengendalian vektor, penyimpanan bahan kering, ventilasi ruang pengolahan, sertifikasi halal, serta kebersihan penjamah makanan.
GAMBARAN KONDISI SANITASI DEPOT AIR MINUM BIRU DI KOTA PONTIANAK Weni Wahyuni Aprilya; Asmadi; Abdul Syukur
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.475

Abstract

Peningkatan jumlah Depot Air Minum di Kota Pontianak dan temuan surveilans Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 yang menunjukkan kontaminasi Escherichia coli pada air minum isi ulang. Data dari sumber terdahulu juga menunjukkan masalah sanitasi dan higiene di Depot Air Minum Biru, seperti praktik mencuci tangan yang kurang higienis dan lingkungan yang belum cukup ideal menunjukkan bahwa DAM Biru memerlukan perhatian dalam usaha mencegah kontaminasi yang disebabkan oleh kondisi dan fasilitas sanitasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi Depot Air Minum Biru di Kota Pontianak meliputi lokasi, desain bangunan luar dan dalam, fasilitas, penjamah, peralatan, dan sumber air baku. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasi menggunakan ceklist Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 17 Tahun 2024. Dengan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Sampel penelitian adalah tujuh DAM Biru di Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketujuh DAM Biru secara umum telah memenuhi syarat sanitasi (≥80%) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 17 Tahun 2024. Namun, terdapat beberapa kekurangan, seperti kurangnya fasilitas cuci tangan di area luar di ketujuh depot Biru, beberapa kekurangan di fasilitas kamar mandi di dua dari tujuh depot biru, ketujuh penjamah di depot biru belum melakukan praktik cuci tangan yang baik dan tidak dilakukan secara berkala, dan belum adanya bukti pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh penjamah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan Depot Air Minum Biru di Kota Pontianak memiliki Kondisi lokasi yang 100% memenuhi syarat. Namun untuk desain bangunan luar 100% masih belum memenuhi syarat. Bangunan dan fasilitasnya 100% memenuhi syarat konstruksi dan standar sanitasi. Kondisi penjamah telah memenuhi standar higiene 100%. Semua peralatan DAM 100% memenuhi standar, Sumber air baku DAM Biru juga telah 100% memenuhi syarat menurut Permenkes Nomor 17 Tahun 2024.
EFEKTIFITAS ATRAKTAN TELUR AYAM YANG MENGALAMI PEMBUSUKAN ALAMI, METIL EUGENOL DAN KOMBINASI KEDUANYA DALAM FLY TRAP DI TPS PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK Afifathur Rachmathiya; Susilawati; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.476

Abstract

Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan akumulasi sampah organik yang tinggi, sehingga menjadi tempat perkembangbiakan lalat yang berperan dalam penularan penyakit seperti kolera, tifoid, disentri, kecacingan, dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas telur ayam yang mengalami pembusukan alami, metil eugenol dan kombinasi keduanya sebagai atraktan dalam perangkap lalat (fly trap) di TPS Pasar Flamboyan, Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga perlakuan dan satu kontrol, masing-masing sembilan pengulangan. Atraktan dimasukkan ke dalam perangkap botol berwarna kuning, kemudian dilakukan pengamatan dari pukul 06.00-18.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lalat tertangkap pada atraktan telur ayam 50 ml sebanyak 10 ekor, metil eugenol 1 ml sebanyak 3 ekor, dan kombinasi sebanyak 9 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat perbedaan signifikan antarperlakuan (p = 0,000), dengan atraktan telur ayam yang mengalami pembusukan alami sebagai metode paling efektif.
EFEKTIVITAS PENGOLAHAN BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR DENGAN METODE RBC (ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR) DI KLINIK PRATAMA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK Rindu Puza Annisa Zaskia; Asmadi; Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.477

Abstract

ABSTRAK Klinik Pratama merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang dalam aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah cair domestik. Limbah cair tersebut mengandung bahan organik dan berbagai zat pencemar lain yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Pontianak mencapai 125 mg/L. Nilai ini jauh melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016, yaitu 30 mg/L. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Rotating Biological Contactor (RBC) dalam menurunkan kadar BOD, melalui variasi waktu pengolahan. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) dengan empat variasi waktu pengolahan, yaitu 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar BOD awal sebesar 513 mg/L. Setelah pengolahan, terjadi penurunan bertahap, yaitu menjadi 371 mg/L (27,73%) pada 24 jam, 245 mg/L (52,39%) pada 48 jam, 115 mg/L (77,75%) pada 72 jam, dan 49 mg/L (96,62%) pada 96 jam. Penurunan tertinggi diperoleh pada waktu 96 jam dengan efektivitas 90,62%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pengolahan. Dengan demikian, metode RBC terbukti efektif dalam menurunkan kadar BOD limbah cair Klinik Pratama, meskipun hasil akhir masih belum sepenuhnya memenuhi baku mutu yang berlaku.
GAMBARAN INDIKATOR ENTOMOLOGI JENTIK NYAMUK DAN PENILAIAN KONDISI LINGKUNGAN DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK TAHUN 2025 Saturnina; Hajimi; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.478

Abstract

Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat transportasi penumpang dan peti kemas di Sungai Kapuas. Pelabuhan ini termasuk yang tersibuk dalam bongkar muat barang dan berpotensi menjadi hotspot penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Surveilans oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Pontianak menunjukkan peningkatan indikator entomologi nyamuk di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan indikator entomologi jentik nyamuk dan kondisi lingkungan di Pelabuhan Dwikora pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif survei dengan 23 sampel bangunan. Hasil penelitian menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) 78,26%, House Index (HI) 21,73%, Container Index (CI) 12,76%, dan Breteau Index (BI) 1,38. Skor kondisi lingkungan 33 dari 40 menunjukkan risiko rendah dengan kebersihan dan pengelolaan yang baik. Perbedaan antara nilai indikator entomologi dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa meskipun kebersihan lingkungan eksternal terjaga dengan baik, rendahnya pengelolaan dan pengawasan kontainer di dalam bangunan menyebabkan tempat tersebut menjadi sumber potensi perkembangan jentik nyamuk yang sulit terdeteksi melalui penilaian kondisi lingkungan luar. Oleh karena itu, pengendalian vektor perlu difokuskan tidak hanya pada kebersihan lingkungan luar, tetapi juga pada pengelolaan tempat penampungan air di dalam bangunan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) TERHADAP KEMATIAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti Rosmaya Eka Wati; Moh. Adib; Paulina
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.479

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengendalian nyamuk Aedes aegypti biasanya menggunakan beberapa metode yaitu pengendalian lingkungan, pengendalian biologi, pengendalian mekanik, pengendalian fisik dan pengendalian kimia. Adapun upaya pengendalian jentik nyamuk Aedes aegypti yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengendalian kimia dengan menggunakan insektisida nabati yang lebih ramah lingkungan berupa tanaman serai dapur (Cymbopogon citratus) yang mengandung senyawa aktif seperti Flavonoid, Saponin, dan Tanin yang bersifat racun terhadap kematian jentik Aedes aegypti. Metode penelitian yang digunakan, yaitu eksperimental (quasi eksperimen) dengan desain Nonequivalent Posttest Only With Control Group Design. Pada desain tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diuji dengan ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) dan kelompok kontrol tanpa perlakuan, serta dilakukan lama kontak selama 24 jam. Hasil penelitian mengunakan uji Kruskal Wallis yang diketahui bahwa nilai p = 0,668 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap jumlah kematian jentik. Konsentrasi yang paling efektif terdapat pada konsentrasi 0,2% dengan persentase kematian 95%. Kesimpulannya adalah ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) efektif sebagai kematian jentik Aedes aegypti.

Page 10 of 10 | Total Record : 96