cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
journal.environmental.health@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
journal.environmental.health@gmail.com
Editorial Address
Jln. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Pontianak 78241
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology
ISSN : -     EISSN : 28290836     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology (JEHAST) is a peer-reviewed journal to publish articles on the result of research and development assessment and literature review in the field of Environmental Health and Technology Sanitation. This journal focuses and scope about: Environmental Health Health Promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Vector Rodent Disease Control and Prevention Food and Beverage Sanitation Water Sanitation Land Sanitation Waste Management
Articles 88 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN MAKANAN BAGI ANAK BALITA DI KELURAHAN TERUSAN KECAMATAN MEMPAWAH HILIR Thelma Issadora Ervenny; Nurul Amaliyah; MaIik Saepudin
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.346

Abstract

Perilaku ibu dalam menjaga kebersihan dan mengolah makanan yang dilakukan oleh ibu sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu tentang cara pengolahan dan penyiapan makanan yang sehat dan bersih. Kurangnya perhatian atau ketidaksesuaian dalam mengolah dan mengonsumsi makanan di rumah dapat membahayakan dan menimbulkan penyakit bagi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pengetahuan dan Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Pengelolaan Makanan bagi Anak Balita di Kelurahan Terusan Kecamatan Mempawah Hilir. Jenis penelitian ini adalah observasi pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki balita 0-4 tahun sebanyak 56 orang. Sampel yang digunakan yaitu total seluruh populasi. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga dalam pengelolaan makanan bagi balita didapatkan hasil bernilai baik sebanyak 48 responden (86%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 5 responden (9%) dan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 responden (5%). Tingkat perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan makanan bagi balita didapatkan hasil bernilai baik sebanyak 53 responden (95%), tingkat perilaku cukup sebanyak 3 responden (5%) dan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 0 responden (0%). Dari penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan dan perilaku responden tentang pengelolaan makanan bagi balita di Kelurahan Terusan Kecamatan mempawah Hilir termasuk dalam kategori bernilai baik.
PENGARUH VARIASI BIOAKTIVATOR TRICO-G PADA PEMBUATAN KOMPOS AMPAS TEBU Asterius Rido; Iswono, Iswono; Suharno, Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.386

Abstract

Ampas tebu mengandung serat yang tidak bisa larut dalam air dengan komposisi terbesar adalah lignin, selulosa, dan pentosan sehingga proses penguraian membutuhkan waktu yang cukup lama. Bioaktivator Trico-G merupakan bahan yang mengandung mikroorganisme aktif Trichoderma sp., Aspergillius sp. dan Gliocladium sp. Mikroorganisme ini berfungsi untuk membantu dan mempercepat proses dekomposisi sampah organik ampas tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas variasi dosis Trico-G pada pembuatan Kompos Ampas Tebu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Terdiri 7 perlakuan dosis 0 gr (kontrol), 50 gr, 60 gr, 70 gr, 80 gr, 90 gr, 100 gr dengan 5 pengulangan, dalam setiap komposter berisi 3 kg ampas tebu, total sampel adalah 35 dengan populasi 105 kg sampah ampas tebu. Hasil dosis Trico-G paling efektif dalam penelitian ini pada dosis 100 gram dengan ciri tekstur hancur, warna coklat kehitaman, tidak berbau, pH 7, suhu 32ÂșC dan kelembaban dalam kategori normal yang mengalami pematangan hari ke 26.
GAMBARAN PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN DI RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK Dea Natania Salsabilla; Taufik Anwar; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.388

Abstract

Hygiene sanitasi makanan diperlukan untuk melindungi makanan dari kontaminasi maupun mikroorganisme penular penyakit. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Hygiene Sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Rumah Sakit Dr.Soedarso merupakan rumah sakit terbesar yang ada di kota Pontianak dengan jumlah pasien pada tahun 2023 sebanyak 2099 orang. Rumah Sakit ini adalah salah satu unit kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan keadaan sanitasi dalam penanganan makanan di rumah sakit. karena orang sakit rentan terhadap penyakit sehingga perlu diawasi higiene sanitasi makanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hygiene sanitasi makanan dan jumlah angka kuman pada peralatan makanan pada pasien di RSUD Dr.Soedarso. Setelah dilakukan penelitian dari 6 prinsip makanan sudah memenuhi persyaratan kesehatan dari pemilahan bahan makanan diperoleh sebesar 100%, penyimpanan bahan makanan 94%, pengolahan bahan makanan 91%, penyimpanan makanan jadi 100%, pengangkutan makanan jadi 100%, penyajian makanan jadi 100%, dan personal hygiene sanitasi makanan 100%. Penelitian Hygiene sanitasi makanan dapat di kategorikan dengan baik karena 6 penerapan hygiene sanitasi makanan sudah sesuai dengan Permenkes RI NO 1096, 2011.
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI DESA KAPUR KABUPATEN KUBU RAYA 2024 Ulfa Norhafiza; Bambang Supraptono; Iswono, Iswono
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.389

Abstract

Depot air minum isi ulang (DAMIU) menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air minum. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran persyaratan kualitas higiene sanitasi depot air minum isi ulang di wilayah Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya 2024. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan distribusi frekuensi. Sampel penelitian ini sebanyak 5 DAMIU. Teknik sampling ditentukan dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2024. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1 DAMIU yang lokasi dan bangunan tidak memenuhi syarat dengan skor 52,14, persyaratan peralatan 5 DAMIU sudah memenuhi syarat, tetapi masih terdapat indikator yang menyebabkan syarat higiene sanitasi alat belum mencapai skor 29, pada persyaratan penjamah terdapat 2 DAMIU yang tidak memenuhi syarat, karena terdapat beberapa indikator yang menyebabkan 2 DAMIU tidak mencapai nilai standar higiene sanitasi penjamah, penelitian sumber air dan air minum yang dihasilkan umumnya sudah memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi persyaratan kualitas higiene sanitasi depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat bisa menjadi sarana penularan penyakit. Disarankan kepada pengusaha depot air minum isi ulang di Desa Kapur, Kabupaten Kubu Raya untuk mempertahankan aspek-aspek higiene sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan agar konsumen aman meminum air yang diproduksi oleh depot.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH DALAM HIGIENE SANITASI KANTIN SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMANGKAT KEC. PEMANGKAT KAB. SAMBAS Windi Novitasari; Susilawati, Susilawati; Yulia, Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.390

Abstract

Diare terjadi disebabkan oleh jajanan yang tidak higienis atau telah terkontaminasi berbagai organisme bakteri, virus, dan atau parasit. Kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Pemangkat tahun 2022 sebanyak 241 orang dan tahun 2023 sebanyak 257 orang. Selain itu diare juga disebabkan oleh kondisi kantin sekolah yang masih kurang baik seperti tempat sampah dan jarak kantin berdekatan serta tidak tertutup. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penjamah dalam Higiene Sanitasi kantin Sekolah Dasar di wilayah Kerja Puskesmas Pemangkat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang menampilkan gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah. Jumlah populasi 38 orang dan sampel adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 28 orang (74%) Pengetahuan penjamah berkategori Baik, 30 orang (79%) sikap penjamah berkategori cukup, 22 orang (58%) perilaku penjamah berkategori cukup. Kesimpulan dari penelitian pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah dalam Higiene Sanitasi dikantin sekolah dasar di wilayah kerja Puskemas berkategori baik.
GAMBARAN SANITASI UDARA SECARA FISIK DAN KEPUASAN PASIEN PADA RUANG RAWAT INAP KELAS II DAN VIP (VERY IMPORTANT PERSON) DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Riza Yayanti; Moh. Adib; Paulina, Paulina
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.391

Abstract

Rumah Sakit (RS) merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya baik orang sakit maupun orang sehat, Sanitasi Rumah Sakit adalah upaya kesehatan lingkungan Rumah Sakit. Kondisi Lingkungan Fisik Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang dapat mempengaruhi seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung yang berbentuk fisik disekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kondisi lingkungan fisik udara dan kepuasan pasien rawat inap Pada Ruang VIP di Rumah Sakit Kartika Husada. Jenis penelitian bersifat deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 24 ruangan dan 43 pasien sampel Pada Ruang Rawat Inap Kelas II dan VIP Di Rumah Sakit Kartika Husada Pontianak. Penelitian dilakukan pada 15-17 Juli 2024. Hasil penelitian ruang rawat inap kelas II dan VIP di Rumah Sakit Kartika Husada belum memenuhi syarat udara fisik dari 24 ruangan 7 ruangan memenuhi persyaratan 17 ruangan tidak memenuhi persyaratan untuk pencahayaan, dari 24 ruangan seluruhnya tidak memenuhi persyaratan untuk kebisingan, dan dari 24 ruangan seluruh ruangan belum memenuhi persyaratan untuk suhu dan kelembapan. Untuk kepuasann Pasien dari 43 Responden terdapat Indek Kepuasan Pasien dengan nilai rata rata 3 yang berarti Puas. Dapat disimpulkan bahwa pencahayaan, kebisingan, suhu, kelembapan masih belum memenuhi persyaratan. Disarankan untuk pihak Rumah Sakit untuk melakukan inspeksi Rumah Sakit dan memperbaiki perilaku terhadap pasien.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TANAMAN KIAMBANG (Salvinia molesta) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD (Biochemical Oxygen Demand) PADA LIMBAH TAHU Ikhwa Sandika Nabila; Paulina, Paulina; Taufik Anwar
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.392

Abstract

Pembuangan limbah cair industri tahu tanpa pengolahan yang memadai dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius akibat tingginya kandungan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem fitoremediasi menggunakan kombinasi tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dan kiambang (Salvinia molesta) dalam menurunkan kadar biochemical oxygen demand (BOD) pada limbah tahu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Posttest. Variasi biomassa tanaman yang digunakan adalah 100 g, 200 g, 300 g, 400 g, dan 500 g dengan perbandingan 50:50. Fitoremediasi dilakukan selama lima hari dengan pemantauan kadar BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BOD awal sebesar 1.763 mg/L mengalami penurunan berturut-turut menjadi 665 mg/L, 518 mg/L, 360 mg/L, 235 mg/L, dan 122 mg/L. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan pada tiap variasi berat kombinasi tanaman kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes) terhadap penurunan kadar BOD pada limbah tahu dengan waktu kontak selama 5 hari. Dapat dijadikan sebagai media alternatif dalam menurunkan kadar BOD pada limbah tahu yang mudah ditemukan dan sederhana dalam penerapannya.
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH ROSELLA PURNAMA KOTA PONTIANAK Desi Kurniasari; Salbiah K.; Iswono Iswono
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.393

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan sampah setiap harinya salah satunya akibat kegiatan manusia baik yang bersumber dari rumah tangga, perdagangan, apotik, toko sembako, rumah makan dan lain sebagainya, Kota Pontianak memiliki beberapa Bank Sampah salah satunya Bank Sampah Rosella Purnama Kota Pontianak berdiri, Pada 14 Juni 2013 luas Bank Sampah tersebut 10-20 hektar, dengan jumlah pekerja pengelola berjumlah 7 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan survei mendeskripsikan gambaran pengelolaan sampah di Bank Sampah Rosella Purnama Kota Pontianak, Waktu penelitian ini akan di laksanakan 2-4 Juli 2024. Terdapat sumber sampah yaitu dari rumah tangga, toko sembako, apotik, rumah makan untuk jenis sampah terdiri dari kertas putih, koran, kardus, duplex, plastik, botol/gelas, plastik hdpe, kertas campur, kertas buram, plastik campur, besi tembaga, alumunium kaleng susu/ seng, residu untuk total berat sampah pada tahun 2024 dari bulan januari sampai bulan april yaitu 8.616,29 Kg. Sumber sampah berasal dari rumah tangga, apotik, rumah makan, toko sembako jenis sampah yang di terima plastik, kertas, aluminium, duplex, plastik, HDPE. Diharapkan untuk meningkatkan program edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan penggunaan Bank Sampah, untuk menghimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program Bank Sampah.
GAMBARAN PERILAKU HYGIENE SANITASI PEDAGANG KAKI LIMA DI SEKITARAN SEKOLAH DASAR 17 KARTIKA JAYA SUNGAI RAYA TAHUN 2024 Andini, Andini; MaIik Saepudin; Sunarsieh Sunarsieh
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.394

Abstract

Jajanan pinggiran merupakan jajanan yang banyak digemari khususnya untuk anak-anak dan para remaja bahkan orang tua. Ditambah lagi banyak jajanan dijual dengan harga yang sangat murah dijangkau dan bervariasi membuat daya tarik jajanan tersebut semakin besar. Banyak stand para pedagang jajanan yang mayoritas terletak di pinggir jalan dan berdekatan dengan sumber pencemaran seperti sungai, hal ini berpotensi besar jajanan tersebut bisa terkontaminasi oleh mikroorganisme. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai perilaku hygiene sanitasi pedagang kaki lima di Pinggiran Sekolah Dasar Sungai Raya Pontianak, mendeskripsikan kebersihan peralatan yang digunakan pedagang jajanan di pinggiran kaki lima di sekitar Sekolah Dasar Sungai Raya Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan cara melakukan observasi menggunakan lembar checklist dan hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian ini berkenaan dengan personal hygiene pedagang kaki lima yang didapatkan dengan kategori baik 11 (91,66%) pedagang dari 12 pedagang dan kategori cukup ada 1 (8,33%) pedagang. Untuk kebersihan peralatan didapat 100% untuk 12 pedagang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pedagangan di Sekolah Dasar Kartika 17 sudah memenuhi syarat dengan kategori cukup baik.
EFEKTIVITAS KONSENTRASI BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER) Suriya Asfita; Suharno, Suharno; Fathmawati Fathmawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.395

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan ikan yang mengandung protein tinggi yang membuat daya tahan ikan kembung tidak bertahan lama. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki rasa asam yang dapat dijadikan pengawet alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan belimbing wuluh terhadap daya awet ikan kembung. Penelitian ini bersifat eksperimen semu, ikan diberi perasan belimbing wuluh dan aquades dengan persentase 28,57%, 31,03%, 33,33%, 35,48%, dan 37,50%, sampel ikan kembung yang digunakan sebanyak 30 ikan dari lima perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya awet ikan kembung pada konsentrasi 28,57% berlangsung selama 15,4 jam, konsentrasi 31,03% berlangsung 21,8 jam, konsentrasi 33,33% berlangsung 26,8 jam, konsentrasi 35,48% bertahan 31,6 jam, dan konsentrasi 37,50% bertahan 35 jam. Daya awet ikan kembung sebelum diberi perasan buah belimbing wuluh hanya bertahan selama 8,6 jam, sedangkan ikan kembung yang sudah diberi perlakuan perasan buah belimbing wuluh, yang paling efektif dan lama bertahan yaitu pada persentase 37,50% yang bertahan selama 35 jam.