cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
journal.environmental.health@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
journal.environmental.health@gmail.com
Editorial Address
Jln. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Pontianak 78241
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology
ISSN : -     EISSN : 28290836     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology (JEHAST) is a peer-reviewed journal to publish articles on the result of research and development assessment and literature review in the field of Environmental Health and Technology Sanitation. This journal focuses and scope about: Environmental Health Health Promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Vector Rodent Disease Control and Prevention Food and Beverage Sanitation Water Sanitation Land Sanitation Waste Management
Articles 88 Documents
GAMBARAN KONDISI FISIK RUMAH PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HULU Deffran Putra; MaIik Saepudin; Suharno, Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.396

Abstract

Pada tahun 2023, terdapat 1.509 kasus ISPA pada balita di Puskesmas Siantan Hulu, Pontianak Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik rumah balita penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel 28 rumah balita penderita ISPA. Data dikumpulkan melalui checklist, kuesioner, dan analisis persentase.Hasil penelitian menunjukkan 19 rumah (67,8%) memiliki ventilasi yang memenuhi syarat, sedangkan 9 rumah (32,2%) tidak memenuhi syarat. Kondisi lantai yang memenuhi syarat ditemukan pada 21 rumah (75%), sementara 7 rumah (25%) tidak memenuhi syarat. Sebanyak 23 rumah (82,2%) memiliki kondisi dinding yang baik, sementara 5 rumah (17,8%) tidak memenuhi syarat. Kepadatan hunian yang memenuhi standar ditemukan pada 22 rumah (78,6%), sedangkan 6 rumah (21,4%) tidak memenuhi syarat. Semua balita dalam penelitian ini mengalami batuk, pilek, dan demam selama 14 hari. Diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang rumah sehat dan pencegahan ISPA. Petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada orang tua agar menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat bagi balita.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI WILAYAH PUSKESMAS KHATULISTIWA KELURAHAN BATU LAYANG KECAMATAN PONTIANAK UTARA Yunia Rusmalita Sari; Taufik Anwar; Asmadi Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.397

Abstract

Penyakit kulit merupakan penyakit yang umum terjadi pada semua usia. Penyakit kulit di Puskesmas Khatulistiwa termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang terjadi. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kebiasaan hidup dan lingkungan. Penyakit kulit dapat berkembang pada personal hygiene dan keadaan kebersihan lingkungan yang buruk. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit di wilayah Puskesmas Khatulistiwa. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel yang akan di teliti yaitu sebanyak 82 orang dengan 41 sampel kasus dan 41 sampel kontrol. Penelitian ini menggunakan analisis data untuk mengetahui hubungan menggunakan chi-square. Responden personal hygiene yang memenuhi syarat sebanyak 33 responden (40,2%) dan responden yang memiliki personal hygiene yang tidak memenuhi syarat sebanyak 49 responden (59,8%). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value = 0.000 maka, ha diterima yang terdapat hubungan antara personal hyginene dengan kejadian penyakit kulit dan analisis hubungan antara variabel menunjukkan nilai OR (odds ratio) = 6,445 (CI 95%= 2,383 – 17,436) yang artinya personal hygiene yang tidak baik berisiko 6,445 kali responden mengalami penyakit kulit dibandingkan dengan personal hygiene yang baik. Ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SIANTAN TENGAH Chinta Fitriani; MaIik Saepudin; Salbiah K.
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.398

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini berbentuk desain deskriptif observasional untuk mengetahui Pengetahuan, Sikap dan Perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Bedrdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPT Puskesmas Siantan Tengah. Berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuesioner hasil penelitian dari 74 responden sebanyak 47 orang responden (63,5%) pengetahuan dalam kategori cukup. Dari 74 responden sebanyak 64 orang responden (86,5%) memiliki sikap dalam kategori cukup. Dari 74 responden sebanyak 59 orang responden (79,8%) perilaku dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Siantan Tengah dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kategori cukup baik. Diharapkan responden dapat mempertahankan dan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam upaya pencegahan DBD.
EFEKTIVITAS GENJER SEBAGAI PENURUNAN KADAR BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH DOMESTIK RUMAH TANGGA Nigda Aqguilira; Suharno, Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.399

Abstract

Limbah cair domestik semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan merupakan salah satu sumber pencemar perairan yang meinjadi ancaman seirius, seihingga dipeirlukan peingolahan. Penelitin ini menggunkan tanaman genjer. Tujuan umum dari peineilitian ini adalah eifeiktivitas tanaman genjer dalam peinurunan kadar BOD limbah domeistik rumah tangga. Peineilitian Ini meirupakan eikspeirimein seimu, analisis meinggunakan uji Kruskal-Wallis, deingan sampeil seibanyak 250 L dari 4 peingulangan pada setiap peirlakuan. Beirdasarkan hasil peineilitian, rata-rata peingukuran kadar BOD seiteilah dilakukan proseis fitoremediasi deingan meinggunakan tumbuhan genjer deingan lama waktu 5 hari meinunjukan bahwa pada variasi genjer 450 gram dikeitahui kadar BOD meingalami peinurunan meinjadi 91 mg/L (78,2%), variasi 500 gram meinjadi 42,5 mg/L (81,6%), variasi 550 gram meinjadi 30 mg/L (85,6%), variasi 600 meinjadi 32,3 mg/L (85,6%) dan variasi 650 meinjadi 29 mg/L (85,8%). Nilai rata-rata kadar BOD seiteilah dilakukan peingolahan paling efektif ialah pada variasi 650 gram genjer dimana mampu meinurunkan kadar BOD meinjadi 29 mg/L (85,8%).
GAMBARAN KONDISI FISIK RUMAH PENDERITA PHENOMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Nurlita Nurlita; MaIik Saepudin
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.400

Abstract

Penyakit pneumonia suatu peradangan akut di parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi patogen. Berdasarkan klinis dan epidemiologis, pneumonia dibedakan atas pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia = CAP), pneumonia didapat di rumah sakit (hospital-acquired pneumonia = HAP) dan pneumonia akibat pemakaian ventilator (ventilator associated pneumonia = VAP). Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kondisi fisik rumah pada penderita pneumonia pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Saigon, Kecamatan Pontinak Timur. Penelitian ini menggunkan metode deskriptif dengan dengan total populasi sebanyak 42 rumah dengan penderita positif pneumonia pada balita, penelitian ini di laksanakan mulai April-Agustus 2024. Didapatkan suhu yang tidak memenuhi berjumlah 22 rumah (52%), kelembaban tidak memenuhi syarat 21 rumah (50%), pencahayaan tidak memenuhi syarat 27 rumah (64%), ventilasi dan tidak memenuhi syarat 36 rumah (85%), kepadatan hunian memenuhi syarat 34 rumah (81%), asap dapur memenuhi syarat 31 rumah (74%), debu memenuhi syarat 33 rumah (79%), lantai memenuhi syarat 23 rumah (55%), dinding memenuhi syarat 27 rumah (64%). Kesimpulannya gambaran kondisi fisik rumah penderita penyakit pneumonia pada balita di wilayah puskesmas Saigon tanjung raya Pontianak timur masih ada yang belum memenuhi syarat, sehingga disarankan untuk meningkatkan lagi kualitas memenuhi syarat.
ANALISA KUANTITATIF PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN EKONOMI DIKAITKAN DENGAN KEBERHASILAN STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Yuli Hendrawati Rahayu Ningsih; Bambang Supraptono; Suharno, Suharno
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.403

Abstract

Pelaksanaan program Stop BABS ini memberikan banyak manfaat untuk kelangsungan hidup masyarakat terutama kebersihan lingkungan yang juga akan berdampak bagi kesehatan. Desa Sutera merupakan desa yang belum berhasil BABS dan Desa Gunung Sembilan adalah desa yang sudah Stop BABS. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Dukungan Petugas Kesehatan dan Dukungan Tokoh Masyarakat Dengan Tingkat Keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 86 responden yang terdiri dari 44 responden dari desa yang Stop BABS dan 42 responden yang desa BABS. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Analisis data menunjukkan ada hubungan antara Pengetahuan OR: 2,987, Sikap OR: 2,991, Perilaku OR: 2,779, Ekonomi OR:3,132, dukungan petugas kesehatan OR: 4,762 dan dukungan tokoh masyarakat OR: 4,472 dengan keberhasilan Stop BABS di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana. Diharapkan masyarakat masyarakat harus sadar bahwa pentingnya jamban sehat.
GAMBARAN SANITASI DI PASAR FLAMBOYAN PONTIANAK Vadilla Gina Destira; MaIik Saepudin; Bambang Supraptono
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 1 (2025): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i1.404

Abstract

Salah satu infrastruktur yang harus dipenuhi oleh sebuah kota untuk menggerakkan ekonominya adalah pasar. Barang sehari-hari, seperti kebutuhan pokok, dijual di pasar. Penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan observasional. Penelitian ini mengevaluasi kualitas pengelolaan lingkungan di Pasar Flamboyan Kota Pontianak untuk menentukan apakah memenuhi syarat kesehatan (MS) atau tidak memenuhi syarat kesehatan (TMS). Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi lingkungan fisik telah memenuhi persyaratan, dengan nilai 84 yang mana harusmemenuhi syarat >75. Namun, masih memiliki beberapa kekurangan, seperti lingkungan dan lantai. Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi fasilitas sanitasi masih kurang memenuhi persyaratan, dengan nilai hanya 510, sedangkan syarat >525. Masih ada kekurangan di tempat sampah, pembuangan air limbah, dan jamban. Hasil penelitian akhir menunjukkan bahwa kondisi Fasilitas Pelengkap memenuhi persyaratan dengan nilai 170, sedangkan syarat >150. Namun, alat pembersih dan kotak P3K masih memiliki beberapa kekurangan. Hasil penelitian akhir kondisi sanitasi pasar sudah memenuhi syarat sebagai pasar sehat. Dengan nilai total 764 sedangkan syarat >750, pasar ini dianggap sehat dan memenuhi persyaratan.
KOMBINASI TANAH KAOLIN DAN TAWAS SEBAGAI KOAGULAN DALAM MENURUNKAN KADAR KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUNGAI BAONG DI DESA SUNGAI RAYA KAB. BENGKAYANG Pitriana; Asmadi; Taufik Anwar; Sunarsieh; Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.436

Abstract

Di desa Sungai Raya Kab. Bengkayang terdapat sungai yang memiliki kualitas fisik yang kurang baik terutama kekeruhan dan warna yang melebihi standar baku mutu air bersih, yaitu Sungai Baong. Agar dapat digunakan oleh masyarakat, diperlukan pengolahan khusus. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis kemampuan Tanah Kaolin dan Tawas sebagai koagulan dalam menurunkan kadar kekeruhan dan warna pada air Sungai Baong di Desa Sungai Raya, Kab. Bengkayang. Penelitian yang akan dilakukan bersifat eksperimen semu ( Quasi Experiment ) dengan populasi tanah kaolin dan tawas, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 30 sampel Air Sungai Baong dengan 5 kali berulang. Hasil penelitian dengan waktu pengendapan selama 30 menit mendapatkan dosis yang paling optimal kombinasi tanah kaolin sebanyak 5gr/l dan tawas sebanyak 0,2 gr/l, dengan penurunan kadar kekeruhan paling efektif, yaitu 5,97 NTU dari kadar sebelum perlakuan yaitu 1731 NTU dan penurunan kadar warna mencapai 18 TCU dari kadar sebelum perlakuan, yaitu 1321 TCU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan disetiap penambahan variasi dosis kombinasi Tanah Kaolin dan Tawas terhadap kekeruhan dan warna air sungai Baong sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai uji statistik kedua parameter, yaitu p= 0,000 (< 0,05).
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN PADA RUMAH MAKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT HAJI HUSIN II KOTA PONTIANAK Nurul Huda; Iswono; Taufik Anwar; Susilawati; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.438

Abstract

Penjamah makanan adalah seorang yang terlibat dalam satu rangkaian proses pengolahan makanan mulai dari persiapan, pemasakan, pendinginan, penyimpanan, pemanasan kembali dan penyajian makanan, dalam proses pengolahan makanan seseorang penjamah makanan dituntut untuk menerapkan personal hygiene yang baik agar tidak terjadi kontaminasi pada makanan yang diolah. Pada kebanyakan kasus, makanan terkontaminasi bukan secara sengaja tetapi karena perilaku kecerobohan penjamah makanan, penjamah makanan tidak menerapkan personal hygiene dan sanitasi selama bekerja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan personal hygiene penjamah makanan pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II Kota Pontianak. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif dengan pendekatan Observasional, yaitu melihat gambaran mengenai Personal hygiene penjamah makanan, seperti penerapan personal hygiene pada rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan personal hygiene penjamah makanan yaitu 57 responden (87,69%) memenuhi syarat dan 8 responden (12,31%) tidak memenuhi syarat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa personal hygiene diwilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II Kota Pontianak sebagian besar sudah memenuhi persyaratan personal hygiene sebanyak 87,69%. Dari 65 penjamah makanan yang terdiri dari 33 rumah makan, penjamah makanan yang memenuhi syarat personal hygiene sebanyak 57 responden (87,69%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 8 responden (12,31%).
KOMBINASI EKSTRAK BUNGA KENANGA (Cananga odorata) dan SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP KEMATIAN NYAMUK Aedes sp. Izzatul Yajidah; Hajimi; Fathmawati; Yulia; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.439

Abstract

Tanaman bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) memiliki potensi sebagai tanaman yang mampu membunuh nyamuk Aedes sp.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsentrasi kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap kematian nyamuk Aedes sp.. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment Design), dimana kombinasi esktrak bunga kenanga dan ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% disemprotkan ke nyamuk kemudian dilakukan pengamatan selama 24 jam. Analisis data penelitian ini dengan One Way Anova dan Post hoc untuk melihat perbedaan antar konsentrasi kemudian dilakukan analisis probit untuk melihat LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% kombinasi ekstrak bunga kenanga dan serai wangi menunjukkan perbedaan dengan kontrol, nilai LC50 setelah kontak 24 jam adalah 16,76%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga Odorata) dan serai wangi (Cymbopogon Nardus) efektif untuk mematikan nyamuk Aedes sp. dengan konsentrasi 16,76%. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menaikkan konsentrasi dan rentang antar konsentrasi.