cover
Contact Name
Slamet Wardoyo
Contact Email
journal.environmental.health@gmail.com
Phone
+6285787549486
Journal Mail Official
journal.environmental.health@gmail.com
Editorial Address
Jln. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Pontianak 78241
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology
ISSN : -     EISSN : 28290836     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology (JEHAST) is a peer-reviewed journal to publish articles on the result of research and development assessment and literature review in the field of Environmental Health and Technology Sanitation. This journal focuses and scope about: Environmental Health Health Promotion Epidemiology Occupational Health and Safety Vector Rodent Disease Control and Prevention Food and Beverage Sanitation Water Sanitation Land Sanitation Waste Management
Articles 88 Documents
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PERILAKU SANTRI TERHADAP PENYAKIT SKABIES KABUPATEN MEMPAWAH Rabbiyatul Diah Yananda; Fathmawati; Susilawati; Salbiah kastari; Abdul Syukur
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.440

Abstract

Skabies ialah kondisi yang diinduksi oleh tungau parasit Sarcoptes scabiei. Penularan utama skabies terjadi melalui kontak fisik langsung, dan telah terjadi peningkatan sejak tahun 2020 hingga 2023. Tujuan dari analisa ini yaitu untuk mengeksplorasi keterkaitan antara tingkat kebersihan pribadi dan perilaku santri dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan penerapan rumus Slovin, yang menghasilkan sampel sejumlah 217 santri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kejadian skabies didapatkan hasil 118 responden (54,4%) menderita penyakit skabies,personal hygiene dengan kejadian skabies menunjukan hasil baik 202 responden (93,1%), perilaku responden terhadap penyakit skabies menunjukan hasil baik 184 responden (84,4%). Hasil uji chi squre tidak ada keterkaitan antar personal hygiene dengan peristiwa skabies dengan nilai p value 0,127 > 0,05, tidak ada keterkaitan antar perilaku dengan peristiwa skabies dengan nilai p value 0,435 > 0,05.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE PENJUAL DENGAN KEBERADAAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR TEBU DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR 2023 Carolina Wirola Deta; Iswono; Paulina; Sunarsieh; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.441

Abstract

Air tebu adalah minuman yang enak dan menyegarkan yang dibuat dari tebu. Banyak anak-anak dan orang tua suka minum air tebu. Di Pontianak Timur, ada penjual air tebu yang berjualan di pinggir jalan dengan gerobak khusus. Sayangnya, beberapa penjual tidak menjaga kebersihan saat membuat air tebu. Akibatnya, air tebu bisa terkontaminasi oleh bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersihan pribadi penjual dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual air tebu di Pontianak Timur memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik dengan presentase (100 %), dan keberadaan bakteri coliform pada air tebu juga tidak memenuhi syarat dengan presentase (100 %). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebersihan pribadi penjual air tebu di Pontianak Timur kurang baik, dan terdapat hubungan antara kebersihan pribadi dengan keberadaan bakteri coliform pada air tebu di Kecamatan Pontianak Timur.
EFEKTIVITAS AERATOR VENTURI DAN FILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA PASIR KERANG TERHADAP PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI DI DESA AMPERA RAYA SUNGAI AMBAWANG Febriyan Yusaputra; Asmadi; Paulina; Suharno; Abdul Syukur
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.443

Abstract

Kadar besi (Fe) pada air sumur gali di Desa Ampera Raya sangat tinggi yaitu 6,30 mg/L, hasil tersebut melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023 yaitu 0,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar besi (Fe) melalui proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang pada air sumur gali. Metode aerator venturi dipilih karena pembuatannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode quasi eksperimental (eksperimen semu). Sampel yang diteliti memiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menggunakan 5 perlakuan waktu pengendapan setelah proses aerasi venturi. Hasil penelitian menunjukkan proses aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang dapat menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali. Hasil penurunan kadar besi (Fe) paling optimal di menit ke-80, dari nilai kadar besi awal 4,62 mg/L turun menjadi 3,31 mg/L dengan efektivitas penurunan sebesar 28,35%. Hasil penelitian kombinasi aerator venturi dan filtrasi menggunakan media pasir kerang bisa menurunkan kadar besi pada air sumur gali. namun, hasil olahan tersebut masih jauh dari nilai kadar besi yang diperbolehkan berdasarkan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan proses penambahan koagulan jenis PAC (Poly Aluminium Chloride) sebelum proses filtrasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PEDAGANG DALAM PENANGANAN SAMPAH DI PASAR PURING KOTA PONTIANAK 2024 Marsita; Bambang Supraptono; Malik Saepudin; Susilawati; Salbiah Kastari
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.444

Abstract

Sampah merupakan masalah global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia, tidak terbatas hanya pada negara berkembang,tetapi juga melibatkan negara maju. Pasar tradisional Puring adalah pasar yang terletak di Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat Perdagangan yang melayani bagian Kota Pontianak Utara, Lokasi pasar ini mempunyai Kawasan yang strategis karena memiliki potensi jangkauan pengunjung yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk Mengambarkan Pengetahuan,Sikap,dan Perilaku pedagang dalam penanganan sampah di pasar puring kota Pontianak 2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 300 pedagang, dan jumlah sampel sebanyak 35 pedagang menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pedagang dengan kategori baik (71,43%), pengetahuan kurang baik (28,57). Sikap kategori baik (57%) sikap kurang baik (43%). Perilaku dengan kategori baik (68,5%) perilaku kurang baik (31,5%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan Sebagian besar pengetahuan pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (28,57%), Sebagian besar sikap pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (43%), Sebagian besar perilaku pedagang dalam Penanganan sampah di Pasar Puring Kota Pontianak dengan kategori kurang baik sebesar (31,5%). Diharapkan kepada DLH untuk memberikan penyuluhan atau edukasi secara rutin kepada pedagang mengenai informasi penanganan sampah di Pasar Puring Pontianak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHBS RUMAH TANGGA DI DESA KENDAWANGAN KIRI KECAMATAN KENDAWANGAN Sondang Bolon Gultom; Bambang Supraptono; Malik Saepudin; Suharno; Asmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.445

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS di Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, dan peran kader kesehatan. Desain penelitian ini adalah Study Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. PHBS baik sebanyak 62 responden (62%); pendidikan tinggi 59 responden (59%); pendapatan cukup 45 responden (45%); pengetahuan baik 64 responden (64%); sikap mendukung 59 responden (59%); Peran petugas kesehatan kurang berperan 59 responden (59%); peran kader kesehatan tidak berperan 98 responden (98%). Ada hubungan antara pendidikan (p=0,000); pendapatan (p=0,000); pengetahuan (p=0,000); sikap (p=0,000); dan peran petugas kesehatan (p=0,000); terhadap penerapan PHBS. Tidak ada hubungan peran kader kesehatan (p=0,524 ) terhadap penerapan PHBS.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEPATUHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) IPC TERMINAL PETIKEMAS JASA KARYA PT PELINDO II DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK Zora Alya Putri; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Susilawati
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.446

Abstract

Pada terminal petikemas terdapat berbagai hazard, seperti kejatuhan barang, terpeleset, terjepit, atau tertimpa alat berat yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting, mulai dari pelindung kepala, rompi keselamatan, sarung tangan, hingga sepatu keselamatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel 67 TKBM IPC Terminal Petikemas. Penelitian dilaksanakan pada 20–22 Juni 2024. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pekerja terkait APD tergolong baik pada 62 responden (92,5%) dan cukup pada 5 responden (7,4%). Sikap pekerja terkait APD menunjukkan 65 responden (97%) setuju dan 2 responden (2,9%) netral. Kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD diperoleh 65 responden (97%) patuh dan 2 responden (2,9%) tidak patuh. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD pada TKBM di IPC Terminal Petikemas Pelabuhan Dwikora Pontianak tergolong baik. Disarankan pekerja mengikuti pelatihan, segera mengganti APD yang rusak, serta selalu menggunakan APD saat bekerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PANEN PT PERKEBUNAN SAWIT MJP 11 NANGA MENTERAP SEKADAU Yuyun Dianti; Sunarsieh; Moh. Adib; Paulina; Malik Saepudin
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.447

Abstract

ABSTRAK Salah satu komponen penting dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja adalah penyediaan serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). APD merupakan langkah terakhir dalam hierarki pengendalian risiko yang berperan penting mengurangi dampak bahaya di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja panen PT Perkebunan Sawit MJP 11 Nanga Menterap Sekadau dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 135 pekerja panen dengan sampel 60 orang yang diambil secara acak menggunakan rumus Slovin. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 94,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang APD, 56,7% memiliki sikap kurang baik, 51,7% melaporkan ketersediaan APD kurang, dan 56,7% menyatakan pengawasan kurang baik. Sebanyak 53,3% responden tidak patuh menggunakan APD. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan, namun terdapat hubungan signifikan antara sikap, ketersediaan APD, dan pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan diharapkan memberi dukungan berupa penghargaan atau bonus bagi pekerja yang patuh serta sanksi, seperti peringatan tertulis atau pengurangan tunjangan, bagi pekerja yang melanggar.
HUBUNGAN IKLIM DAN TERJADINYA FLUKTUASI KASUS DBD DI WILAYAH KECAMATAN SINGKAWANG TENGAH dea_frisella
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.467

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Singkawang. Fluktuasi kasus DBD setiap tahun diduga dipengaruhi oleh faktor iklim seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor iklim tersebut dengan fluktuasi kasus DBD di Kecamatan Singkawang Tengah tahun 2022–2024. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Singkawang dan BMKG Singkawang. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan suhu udara (27,1–29,3°C) berhubungan positif dengan kasus DBD (r = 0,473; p = 0,004), sedangkan kelembaban udara (66–86%) tidak berhubungan signifikan (r = 0,139; p = 0,139). Kecepatan angin (1,8–2,6 m/s) memiliki hubungan sangat kuat dengan peningkatan kasus DBD (r = 0,829; p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa suhu udara dan kecepatan angin berpengaruh terhadap peningkatan kasus DBD di Kecamatan Singkawang Tengah. Diharapkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Singkawang Tengah dapat memperhatikan faktor iklim dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD secara berkelanjutan di wilayah tersebut