cover
Contact Name
Mohammad Syahidul Haq
Contact Email
mohammadhaq@unesa.ac.id
Phone
+6285649799995
Journal Mail Official
jurnalpendidikan@unesa.ac.id
Editorial Address
Address: Fakultas Ilmu Pendidikan Gedung O-1 Lantai 1 Jalan Lidah Wetan Surabaya Postal Code 60213 Phone 031-7532160 Fax. 031-7532112 E-mail: jurnalpendidikan@unesa.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik
ISSN : -     EISSN : 25276891     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik e-ISSN : 2527-6891 is a scientific journal that contains and disseminates research results, in-depth study, and innovative ideas in the field of educational science. The innovation of teachers and lecturers in the development of the education sector can contribute positively to schools and educational institutions. Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) published by Faculty of Education Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Indonesia Educationist ist Association (IEA) periodically (1 year 2 times published) with the number of 10 articles each time published (20 articles per year) Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) is a scientific journal that contains and disseminate the results of research, in-depth study, and the ideas orinnovative work in the field of science education. The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal. Character Education Education Issues and Policy Special Need Education Educational Technology and Curriculum Educational Management and Leadership Guidance and Counseling Multicultural Education Early-Childhood Education Elementary Education Non-Formal Education Educational Psychology Teaching and Learning Education Assessment and Evaluatio
Articles 200 Documents
Penerapan Perangkat Pembelajaran IPS Model TPS dengan Media Video untuk Meningkatkan Karakter, Aktivitas, dan Hasil Belajar Siswa Novi Setyasto; Bayu Wijayama
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.592 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p128-133

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi awal di SDN Sadeng 03 ditemukan masalah dalam pembelajaran IPS di kelas V. Siswa merasa kesulitan dalam menghafal tokoh-tokoh atau pelaku sejarah, tempat, dan waktu kejadian sehingga hasil belajar siswa rendah dan kurang aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terbagi menjadi tiga siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter, aktivitas, dan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang sudah dikembangkan dengan model TPS dan media video. Sample penelitian ini berjumlah 23 siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran efektif untuk menanamkan karakter pada siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan skor karakter dari 27,3 (Siklus 1), 27,8 (Siklus 2), dan 28,9 (Siklus 3). Selain itu, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan peningkatan aktifitas dari kategori tinggi (siklus 1) menjadi kategori sangat tinggi pada Siklus 1 dan Siklus 2. Penerapan perangkat pembelajaran juga berhasil meningkatkan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPS siswa dari 55 (Pra siklus) menjadi 81 (Siklus 3).  Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan perangkat pembelajaran model TPS dengan media video efektif untuk meningkatkan karakter, aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas V SDN  Sadeng 03.  AbstractBased on preliminary observation in Sadeng 03 Semarang elementary school has been found some challenges which needed to be overcome in the learning process of social studies, especially in 5th grade students. Students often face difficulties to memorize historical people, places, time, and events which happened in the past. Thus, their learning outcomes were low and they tended to be passive learners.  This was classroom action research which was divided into three cycles. This study aimed to enhance students characters, activities, and learning outcomes by applying the learning tools which have been developed using TPS model and video media. The samples of this research were 23 students of 5th grade. Data was derived from observation, test, field note, and documentation. Qualitative and quantitative description were used in this research. The results showed that the learning tools were effective to foster students characters which showed by the increase of their characters score of 27.3 (1st cycle), 27.8 (2nd cycle), and 28.9 (3rd cycle). Their implementation also could improve students activities proved by the improvements of students activities form 1st cycle (high category) to the 2nd and 3rd cycle (very high category). In addition, there were found improvements of students learning outcomes in every cycle which showed by the increases of average scores from 55 (pre-cycle) to 81 (3rd cycle). In conclusion, the learning tools using TPS Model and Video Media were effective to level up the students characters, activities, and learning outcomes of social studies in 5th grade of Sadeng 03 elementary school.Keywords: learning tools, TPS, video media, social studies, learning outcomes
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah di Kabupaten Gunungkidul Caraka Putra Bhakti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.83 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p100-104

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan ketersediaan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling di sekolah menengah. Salah satu keberhasilan layanan bimbingan dan konseling, ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Jenis penelitian ini adalah survei. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Instrumen penelitian adalah angket semi terbuka. Subjek penelitian sekolah menengah tingkat SMP, SMA, dan SMK di kabupaten gunungkidul yang berjumlah 17 sekolah. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan : (1) seluruh sekolah telah miliki ruang kerja bimbingan dan konseling, (2) Ketersediaan ruang administrasi 10 sekoleh memiliki sedangkan 7 sekolah belum memiliki, (3) ketersediaan ruang konseling individu 10 sekolah telah miliki, 7 sekolah belum memiliki, (4) ketersediaan ruang bimbingan dan konseling kelompok terdapat 8 sekolah telah memiliki, 9 sekolah belum memiliki, (5) seluruh sekolah belum ketersedia ukuran minimal ruang bimbingann dan konseling, hasil penelitian rerata luas ruangan setiap sekolah 28,2 m2. Hambatan pengembangan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling pada aspek pembiayaan dan lahan. Implikasi bagi guru bimbingan dan konseling di tuntut memiliki kreativitas dalam pelaksanaan layanan dengan fasilitas terbatas tanpa mengorbankan pelayanan optimal bagi pserta didik                                                                                                                          Abstracthe purpose of research is to describe the availability of facilities and infrastructure of guidance and counseling in secondary schools. One of the successes of guidance and counseling, supported by facilities and infrastructure facilities. This type of research is a survey. The method used is a mixed method. The research instrument was a questionnaire semi-open. Subject secondary school studies junior high schools, high school and vocational school in the district Gunungkidul totaling 17 schools. Data were analyzed using descriptive statistics by percentage. The results showed: (1) The entire school has had work space guidance and counseling, (2) the availability of space administration 10 sekoleh have while 7 schools do not have, (3) the availability of space individual counseling 10 schools have had, 7 schools do not have, (4) the availability of group counseling rooms there are 8 schools have had, 9 schools do not have, (5) the whole school has not ketersedia minimum size guidance and counseling room, research room each school wide average of 28.2 m 2. Barriers to the development of infrastructure guidance and counseling on financing aspects and land. Implications for teacher guidance and counseling in demand creativity in the implementation of services with limited facilities without sacrificing the optimal service for student participants vote
Tracer Study Lulusan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo Maryam Rahim; Meiske Puluhulawa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.702 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p121-127

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo berdasarkan informasi yang diperoleh melalui tracer study. Secara khusus, penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang lulusan, yang meliputi (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni, dan (3) tanggapan terhadap pengguna lulusan.Permasalahan penelitian ini adalah: (1) berapa rata-rata masa tunggu lulusan?, (2) jenis pekerjaan apa yang ditekuni lulusan?, dan (3) bagaimana tanggapan pengguna terhadap lulusan?. Anggota populasi dalam penelitian ini berjumlah 408 orang, dari jumlah tersebut 58% (238 orang) dijadikan sebagai anggota sampel dengan menggunakan cluster sampling. Indikator penelitian meliputi: (1) rata-rata masa tunggu lulusan, (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan, dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tracer study. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata masa tunggu lulusan adalah 3 bulan; (2) jenis pekerjaan yang ditekuni lulusan terdiri dari 13 kategori yakni (a) Guru BK (PNS) sebanyak 27.31%; (b) Guru BK (Non PNS) sebanyak 50.00%; (c) Guru PAUD sebanyak 0.84%; (d) Guru TK sebanyak 5.04%; (e) Guru SD sebanyak 4.20%; (f) Guru SLB sebanyak 0.42%; (g) Pegawai instansi pemerintah sebanyak 2.52%; (h) Pegawai perusahaan sebanyak 0.84%; (i) Dosen sebanyak 1.26%; (j) Dosen luar biasa sebanyak 1.26%; (k) Wirausaha sebanyak 3.78%; (l) Anggota DPR sebanyak 0.42%; (m) dan lain-lain sebanyak 2.10%; dan (3) tanggapan pengguna terhadap lulusan, yang menyangkut: (a)  integritas (etika dan moral) = 89.60 (sangat baik); (b) keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) = 82.92 (baik); (c) bahasa Inggris = 67.89 (cukup); (d) penggunaan teknologi informasi = 81.71 (baik); (e) komunikasi = 84.06 (baik); (f) kerjasama tim = 85.04 (sangat baik); dan (g) pengembangan diri = 83.83 (baik).      AbstractThis research is expected to improve and improve the quality of the management of Study Program Guidance and Counseling of State University of Gorontalo based on information obtained through tracer study. Specifically, this study was undertaken to obtain information about graduates, which included (1) the average waiting period for the graduates, (2) the type of work being undertaken, and (3) responses to graduate users.The problems of this research are: (1) what is the average waiting period of graduates ?, (2) what kind of work is graduated ?, and (3) how is the user's response to the graduates ?. The population members in this study amounted to 408 people, of which 58% (238) were used as sample members using cluster sampling. Research indicators include: (1) average waiting period for graduates, (2) types of work occupied by graduates, and (3) user responses to graduates. Data collection was done by using tracer study instrument. The collected data is analyzed quantitatively.The results showed: (1) the average waiting period of the graduates was 3 months; (2) the type of work occupied by graduates consists of 13 categories, namely (a) Teacher BK (PNS) as much as 27.31%; (B) Teacher BK (Non PNS) as much as 50.00%; (C) PAUD teachers as much as 0.84%; (D) Kindergarten teachers as much as 5.04%; (E) elementary school teachers as much as 4.20%; (F) SLB Teachers as much as 0.42%; (G) Employees of government agencies as much as 2.52%; (H) Company employees 0.84%; (I) Lecturer as much as 1.26%; (J) Unusual lecturer as much as 1.26%; (K) Entrepreneur as much as 3.78%; (L) Members of the People's Legislative Assembly of 0.42%; (M) and others as much as 2.10%; And (3) user responses to graduates, which include: (a) integrity (ethics and morals) = 89.60 (excellent); (B) expertise by field of science (professionalism) = 82.92 (good); (C) English = 67.89 (enough); (D) use of information technology = 81.71 (good); (E) communication = 84.06 (good); (F) teamwork = 85.04 (excellent); And (g) self-development = 83.83 (good). 
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Pembelajaran Bermain Peran Siswa Kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya Prima Vidya Asteria; Shovia Khoirur Rohmah; Fatima Zahra Renhoran
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.88 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p150-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bermain peran siswa kelas V SDN Lidah Kulon IV Surabaya dengan menerapkan metode hypnoteaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi pelajaran, guru menggunakan teknik berkomunikasi yang sangat persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.  Langkah-langkah hypnoteaching  meliputi:  1)  niat dan motivasi dalam diri sendiri; 2) pacing atau menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik;  3) leading  atau mengarahkan peserta didik; 4)  menggunakan  kata-kata positif;  5)  memberikan pujian; 6) modeling atau memberi teladan melalui ucapan dan perilaku. Data mengenai pembelajaran bermain drama dan penerapan metode hypnoteaching dikumpulkan melalui observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, suasana pembelajaran bermain peran di kelas akan lebih kondusif, peserta didik merasa penting, aman dan nyaman dengan penerapan metode hypnoteaching. Hasil belajar siswa mencapai 100. AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to play the role of grade V SDN Lidah Kulon IV Surabaya by applying the hypnoteaching method. Hypnoteaching is a method of learning that in delivering the subject matter, the teacher uses very persuasive communication techniques and suggestive with the aim that learners easily understand the subject matter. The steps of hypnoteaching include: 1) intention and self-motivation; 2) pacing or equating positions, gestures, language, and brain waves with other people or learners; 3) leading or directing learners; 4) use positive words; 5) give praise; 6) modeling or modeling through speech and behavior. Data on the learning of drama play and the application of hypnoteacing method were collected through observation and test. Data analysis was done by using quantitative descriptive analysis. The results show that during the learning process, the atmosphere of learning to play a role in the classroom will be more conducive, learners feel important, safe and comfortable with the application of hypnoteaching methods. Student learning outcomes reached 100. 
Pengembangan Kurikulum Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Berbasis Kompetensi dalam Membangun Profesionalisme dan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Widi Asih Nurhajati; Bachtiar Sjaiful Bachri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.054 KB) | DOI: 10.26740/jp.v2n2.p156-164

Abstract

Diklat berbasis kompetensi diselenggarakan untuk mengatasi diskrepansi kompetensi PNS agar kemampuan PNS lulusan diklat sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Salah satu komponen dalam diklat berbasis kompetensi adalah kurikulum yang berbasis kompetensi berdasar pada kebutuhan akan kompetensi peserta diklat. Dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan jaman berikut situasi dan kondisi di masyarakat, pengembangan kurikulum diklat perlu dilakukan. Pengembangannya tetap menyesuaikan dengan landasan pengembangan kurikulum, yakni landasan filosofis, psikologis, sosiologis dan IPTEK. Pengembangan kurikulum diklat berbasis kompetensi juga menyesuaikan dengan model kurikulum yang dikehendaki, sehingga kurikulum tersebut nantinya dapat menghasilkan lulusan diklat dengan kemampuan sesuai yang diinginkan. Pengembangan kurikulum diklat berbasis kompetensi pada akhirnya diharapkan dapat membangun profesionalisme dan kompetensi PNS dalam menjawab tantangan di masa depan.Dengan demikian diklat akan menghasilkan lulusan, dalam hal ini PNS, yang profesional dan kompeten. AbstractCompetency-based training is held to overcome the discrepancy of civil servant competence to the ability of civil servants graduate training in accordance with the expected competencies. One component of competency-based training is a competency-based curriculum based on competency needs of training participants. In order to meet the demands of the development of the times following the situation and conditions in the community, the development of training curriculum needs to be done. Its development still adjusts to the curriculum development foundation, namely philosophical, psychological, sociological and science and technology. Development of competency-based training curriculum also adapts to the desired curriculum model, so that the curriculum will be able to produce training graduates with the desired ability. Development of competency-based training curriculum is ultimately expected to build the professionalism and competence of civil servants in answering challenges in the future. Thus the training will produce graduates, in this case civil servants, who are professional and competent. 
Pengaruh Struktur Teks terhadap Penguasaan Konsep dan Penurunan Miskonsepsi pada Listrik Dinamis. Gde Parie Perdana; Ketut Suma; Ni Made Pujani
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.775 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p13-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur teks yang digunakan pada materi pembelajaran terhadap penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan disain pre-test/post-test non-equivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 136 siswa kelas X SMA. Three-tier test dikembangkan untuk mengetahui konsepsi siswa. Terdapat dua kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen pertama diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks perubahan konsepstual (n=45) dan kelompok eksperimen kedua diberikan struktur teks sangkalan (n=46). Kelompok kontrol (n=45) diberikan teks materi listrik dinamis dengan struktur teks konvensional dengan struktur teks expositori. Analisis data menggunakan MANCOVA untuk mengetahuan pengaruh struktur teks terhadap kedua variable dependen dengan mengontrol pengetahuan awal siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi yang signifikan dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Semua kelompok mengalami peningkatan penguasaan konsep dan penurunan miskonsepsi, namun kelompok eksperimen menunjukkan hasil yang lebih baik. AbstractThis study investigated the effect of text structure on student understanding and misconception reduction of dynamic electricity concept. A quasi-experimental research with pre-test/post-test non-equivalent control group design was used. The subjects for this study consisted of 136 tenth-grade students. The three-tier test was developed to access the student conceptions. There were two experimental group. The first experiment group received a text in conceptual change text structure (n=45) and the second experimental group received a text in refutation text structure (n=46). The control group (n=45) received a conventional text in expository text structure. MANCOVA analysis was used in analysis data process to know the effect of text structure on both dependent variables by controlled the prior students knowledge. The results of the study indicated that the student in the experimental group showed significantly higher understanding and higher misconceptions reduction compared to the students in the control group. All groups had increased understanding and misconceptions reduction, however, the experimental groups result was better than the control group.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Yohana Wuri Satwika; Hermien Laksmiwati; Riza Noviana Khoirunnisa
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.43 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p7-12

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan model  Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Psikologi Sosial di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Problem Based Learning digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah, termasuk di dalamnya kemampuan berfikir kritis. Melalui penerapan Problem Based Learning ini, mahasisiswa diharapkan dapat menggali dan menemukan sendiri pemecahan masalah yang dibahas dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebelum dilakukan penelitian hanya ada 66,6% mahasiswa dalam kategori œcukup kritis  sedangkan 33,30% lainnya ada dalam kategori œtidak kritis. Setelah dilakukan tindakan dalam siklus I dan siklus II ditemukan bahwa mahasiswa yang termasuk  dalam kategori œsangat kritis dari yang semula tidak ada  meningkat menjadi 29%  sementara itu, untuk  kategori œkritis dari yang semula tidak ada meningkat menjadi 58% mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Psikologi Sosial jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. AbstractThe purpose of this study was to describe the application of the Problem Based Learning model in improving students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA. Problem Based Learning is used to stimulate high-level thinking in problem-oriented situations, including the ability to think critically. Through the application of Problem Based Learning, students are expected to explore and find their own problem solving discussed in the teaching and learning process in the classroom. The method used is Classroom Action Research. Before to the study there were only 66.6% of students in the "quite critical" category while the other 33.30% were in the "uncritical" category. After the study with cycle I and cycle II found that students included in the category of "very critical" from none is increase to 29% of student while for the "critical" category from none is increase  to 58% of students. Thus, it can be concluded that the problem-based learning model is able to improve students' critical thinking skills in the Social Psychology course at the Psychology Department of the Faculty of Education at UNESA.
Peningkatan Daya Ingat dan Hasil Belajar Siswa dengan Mind Mapping Method pada Materi Listrik Dinamis Rizki Annisa; Bambang Subali; Wawan Prasetyo Heryanto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.976 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p19-23

Abstract

Metode mind mapping dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya ingat, hasil belajar, dan perhatian siswa mata pelajaran fisika materi listrik dinamis kelas IX MTs Al Futuhiyyah Bumirejo, Wonosobo. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IX Al Haitsam (A) berjumlah 25 siswa dengan  nilai mata pelajaran fisika rata-rata di bawah KKM. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang mengadopsi model Kurt Lewin. Daya ingat siswa dapat diketahui dengan membuat mind mapping, hasil belajar diperoleh dengan tes uraian, dan perhatian belajar didapatkan dari observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan daya ingat siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dari 38% menjadi 68%, 2) penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dengan siswa yang mecapai KKM dari 36% menjadi 56%, 3) penggunaan metode mind mapping dapat memfokuskan perhatian dalam proses belajar siswa kelas IX MTs Al Futuhiyyah dengan persentase siswa 72%. AbstractMind Mapping method in this research purposed to improve memory, learning result, and students attention to study physics with dynamic electricity subject 9th grade student of MTs Al Futuhiyyah Bumirejo, Wonosobo. Sample in this research are 9th grade of Al Haitsam (A) amount 25 students with physics subject score under KKM. The research using Action Research (PTK) as much as two Cycles. Each cycle based on planning step, acting, observing, and reflecting it refers to Kurt Lewin model. The students memory are able to be known by mind mapping, The study result are obtained by description test, and The study attention are obtained from observation. The result of the study indicated that: 1) the use of mind mapping method could improve memory of the 9th grade student MTs Al Futuhiyyah from 38% became 68%, 2) the use of mind mapping method could improve the result learning of 9th grade student of MTs Al Futuhiyyah. It can be seen from the student who surpassed KKM from 36% became 56%, 3) the use of mind mapping method is appropriate to get students attention in teaching and learning process with percentage 72% .
Upaya Membangun Ketrampilan Berpikir Kritis Menggunakan Peta Konsep Untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika Ridho A. Negoro; Husnul Hidayah; Bambang Subali; Ani Rusilowati
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.766 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p45-51

Abstract

Pemahaman konsep pada siswa merupakan korban dari pembelajaran fisika yang hanya menuntut siswa untuk menghafal rumus matematis. Pembelajaran seperti itu berujung pada kasus miskonsepsi materi fisika yang masih banyak menjangkit siswa. Salah satu materi fisika yaitu gerak lurus memiliki banyak persamaan matematis yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun ketrampilan berpikir kritis siswa melalui penggunaan peta konsep sehingga dapat mereduksi miskonsepsi materi gerak lurus. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari langkah: perencanaan, implementasi, evaluasi dan refleksi yang mengadopsi model spiral dari Kemmis dan MC Taggart. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, siswa diberikan peta konsep yang berkaitan dengan konsep yang harus dikuasai. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) terjadi peningkatkan ketrampilan berpikir kritis pada siswa kelas X SMA melalui pembelajaran menggunakan Peta Konsep dengan nilai rata-rata tes essai keterampilan berpikir kritis kelas setelah CAR 85,2 dan ketuntasan berdasarkan indikator sebesar 88,2%. 2) Terjadi reduksi miskonsepsi materi Gerak Lurus pada siswa kelas X SMA melalui pembelajaran menggunakan Peta Konsep ditunjukan oleh nilai rata-rata tes essai setelah CAR sebesar 82,5. 
Efektivitas Kemampuan Menggambar Sketsa Organ Pencernaan Ruminansia dan Manusia untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Mahasiswa Lilis Suhaerah; Fitri Aryanti
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.167 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p52-56

Abstract

Media pembelajaran merupakan suatu hal yang penting karena dapat memberikan variasi dalam  proses belajar mengajar. Media pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini berupa powerpoint, torso organ pencernaan dan gambar sketsa mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kemampuan menggambar sketsa organ pencernaan pada mata kuliah struktur hewan dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan the static-group pretest-posttest design . Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan skor pada masing-masing kelas, skor posttest di kelas eksperimen 1 yaitu 94.40 dan di kelas eksperimen 2 yaitu 85.40 dari skor maksimum 100. Perbandingan rerata skor N-gain 0,34 pada kelas eksperimen 1 dan 0,30 pada kelas eksperimen 2 yang masing-masing termasuk ke dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan terdapat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa melalui kemampuan menggambar sketsa organ pencernaan pada mata kuliah struktur hewan. AbstractLearning media is an important thing because it can provide variation in teaching and learning process. Learning media used  in this research are powerpoint, torso digestive organs and student draw sketches. The purpose of this research is to know the skills of draw sketches of the digestive organs in animal structure course to increase the  mastery of  student concept. The method  used  the quasi eksperiment with the static-group pretest-posttest design. The result showed that there was an increase of score in each class, the posttest score in the first experiment class was 94.40 and  the second experimental class  was 85.40 from  the maximum score 100. The average comparison of the N-gain score of 0.34 in the experimental classes 1 and 0, 30 in the experimental class 2, each of which belongs to the moderate category. Based on  the results of  research and data analysis can be concluded  that was  improvement mastery of student concept through draw sketches of the digestive organs in animal structure course.

Page 5 of 20 | Total Record : 200