cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 909 Documents
Sosialisasi Agroforestri di Lahan Gambut untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Perubahan Iklim Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pebriandi Pebriandi; Lefdi Agung Nugraha; Ewi Irfani; Wahyu Tegar Pratama; Eka Hidyatulah; Viny Volcerina Darlis; Maryani Maryani; Muhammad Mardhiansyah; Evi Sribudiani; Yossi Oktorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1333

Abstract

Agroforestri merupakan salah satu pendekatan pengelolaan lahan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui integrasi tanaman kehutanan dan pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan implementasi agroforestri dalam pengelolaan lahan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 April 2026 di Aula Hotel Dika Raya, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang yang berasal dari LSM Daemeter, LPHD, SPLP, serta mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Riau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, sharing session, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep agroforestri, manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas lahan, serta perannya dalam penyerapan karbon dan konservasi lingkungan. Selain itu, interaksi aktif antar peserta melalui diskusi dan berbagi pengalaman turut memperkuat pemahaman kontekstual dan mendorong potensi adopsi praktik agroforestri di tingkat masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS melalui Penyuluhan Kesehatan di Majungan Siti Nur Aini Fajariyah; Qurratul A'yun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1334

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai HIV/AIDS melalui penyuluhan kesehatan berbasis partisipatif di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat mitra adalah rendahnya pemahaman remaja tentang HIV/AIDS serta masih kuatnya stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Metode kegiatan yang digunakan adalah penyadaran dan peningkatan pemahaman melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi komunikasi sebaya. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 27% setelah penyuluhan serta perubahan sikap positif terhadap ODHA, di mana 90% peserta menyatakan bahwa ODHA berhak mendapatkan dukungan sosial dan akses kesehatan yang sama. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan lima kader remaja peduli HIV/AIDS dan modul edukasi sederhana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah dan karang taruna. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja dan mengurangi stigma terhadap ODHA.
Pengenalan Bahaya Dan Pencegahan Kecelakaan Kesehatan Kerja Sejak Sekolah Dasar di SD Negeri No 49 Inpres Pasanggrahan, Kab Majene, Sulawesi Barat Ronny Ronny; Yusniar Anggraeni; Nurfitriani Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1335

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup aman dan sehat yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Lingkungan sekolah dasar memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman dan pembiasaan perilaku keselamatan. Permasalahan yang ditemukan di SD Negeri No. 49 Inpres Pasanggrahan meliputi rendahnya pengetahuan siswa tentang pengenalan bahaya, belum adanya program edukasi K3 yang terstruktur, serta minimnya media dan simulasi keselamatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri (PKMM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa dalam mengenali bahaya dan mencegah kecelakaan di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi penanganan kecelakaan sederhana, serta pemasangan media edukasi keselamatan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek, yaitu pengetahuan dari 30% menjadi 75%, sikap dari 30% menjadi 90%, dan tindakan dari 40% menjadi 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis visual, praktik, dan simulasi efektif dalam meningkatkan literasi dan budaya K3 pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran dan perilaku aman secara komprehensif. Oleh karena itu, disarankan agar program K3 diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan didukung oleh penyediaan sarana keselamatan serta keterlibatan aktif guru dan orang tua guna membentuk budaya keselamatan jangka panjang.
Edukasi Prinsip Sanitasi Makanan Dan Pencegahan Infeksi Salmonella Sp. Sebagai Penyebab Demam Tifoid Di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kota Makassar Zaenab Zaenab; Khiki Purnawati Kasim; Ain Khaer; Erwinda Alwi Rachman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1336

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan sarana air bersih dan sanitasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar mengenai penerapan prinsip sanitasi makanan dan pencegahan infeksi Salmonella sp. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan 25 responden. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pemberian edukasi dengan media presentasi dan diskusi, serta pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dari kategori “Kurang” (44%) dan “Cukup” (40%) sebelum intervensi, menjadi 84% dengan kategori “Baik” setelah intervensi. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan demam tifoid, sekaligus mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan lingkungan di Kota Makassar. Disaranka masyarakat untuk menerapkan prinsip sanitasi makanan secara konsisten, termasuk mencuci tangan dengan sabun, menggunakan peralatan bersih, dan memastikan sumber air memenuhi standar kesehatan.
ClassPoint Training for Supporting Interactive and Inclusive Learning Among Teachers at SMA PGRI Pekanbaru M Fadhly Farhy Abbas; Budianto Hamuddin; Tatum Derin; Meutya Rizki Ramadhani; Fatma Setya Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1337

Abstract

This community service activity aimed to improve teachers’ readiness in implementing interactive and inclusive learning through ClassPoint training at SMA PGRI Pekanbaru. The activity was conducted on April 29, 2026, involving 15 high school teachers from various subject backgrounds. The program was carried out through several stages, including preparation, introduction to interactive learning concepts, hands-on ClassPoint training, guided practice, and evaluation of participants’ responses toward the activity. During the training, teachers were introduced to various interactive features such as quizzes, word clouds, and real-time response systems integrated with PowerPoint. The activity results showed that teachers demonstrated positive responses toward the training and increased confidence in using interactive technology in classroom instruction. Teachers also reported that ClassPoint could help create more engaging, student-centered, and inclusive learning environments. Overall, the training activity contributed positively to teachers’ technological readiness and pedagogical awareness in implementing interactive learning practices. Continuous training and institutional support are recommended to ensure the sustainable integration of interactive technology in classroom teaching.
Edukasi Pencegahan dan Perawatan Pendukung DBD pada Anak melalui Terapi Komplementer Jus Jambu Merah di Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Anis Zailul Jannah; Kinanatul Qomariyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1339

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia terutama pada balita karena tubuh anak memang rentan terkena penyakit. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dan tingkat penyebarannya di Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi hingga sore hari, meskipun kadang-kadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas. sudah banyak yang mengetahui bahwa terdapat obat tradisional yang mampu meningkatkan trombosit pada pasien demam berdarah, obat herbal tersebut berasal dari tanaman buah jambu. Di dalam jambu tersebut terdapat komponen senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak jambu merah yang dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. kesimpulannya jambu merah dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Tujuan dari kegiatan pengabdian tersebut yaitu untuk mencegah terjadinya DBD di desa padelegan. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu menggunakan metode pendidikan kesehatan melalui kegiatan Penyuluhan mengenai demam berdarah, dan minuman jus jambu biji yang dapat meningkatkan trombosit yang ada di dalam tubuh. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat akhirnya masyarakat desa padelegan sadar betapa pentingnya untuk mencegah terjadinya DBD. Dampak yang diterima oleh mitra yaitu meningkatnya pengetahuan tentang DBD, peningkatan kesadaran serta perubahan sikap dan perilaku.
Optimalisasi Pengetahuan Dapatkan Gunakan Simpan Buang (DAGUSIBU) Pada Siswa MA Sains Roudlotul Qur’an Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Obat Afiv Wahyudi; Ahmad Rizal; Ajeng Aayu Trisnawati; Nadya Siska Amalia; Saadatul Musaadah Mufarohah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1341

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat (DAGUSIBU) sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan obat di kalangan remaja. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan pendekatan ceramah dan diskusi tanya jawab, serta evaluasi melalui pretest dan posttest pada 37 siswa kelas X di MA Sains Roudlotul Qur’an Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 87,70% pada pretest menjadi 98,51% pada posttest. Selain itu, hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Peningkatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang digunakan efektif dalam memperbaiki pemahaman siswa, teruama pada aspek penggunaan dan pembuangan obat yang sebelumnya masih kurang tepat. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pengelolaan obat yang benar serta berkontribusi dalam pencegahan penyalahgunaan obat di kalangan remaja.
Merancang Kampanye Pemasaran Terpadu di Era Digital untuk Memperkuat Jiwa Kewirausahaan Siswa Menengah Kejuruan Septi Mariani Tis'a Ramadhani; Budi Utami; Christera Kuswahyu Indira; Sri Hermawati; Irfan Ardiansyah; Anisah Anisah; Lies Handrijaningsih; R Hernama; Martani Martani; Iman Murtono Soenhadji; Sri Kurniasih Agustin; Handayani Handayani; Sri Murtiasih; Susi Suhendra; Ely Sapto Utomo; Endika Perdana; Sariyati Sariyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1342

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa dalam strategi pemasaran digital melalui media sosial di SMK Yadika 13 Tambun. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, menggunakan metode yang meliputi pelatihan dan bimbingan. Peserta diajarkan konsep dasar pemasaran digital dan cara menggunakan media sosial untuk bisnis. Langkah-langkah yang diambil meliputi penyajian materi pemasaran produk, memberikan panduan tentang implementasi pemasaran online, dan mengevaluasi pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 28 siswa, yang menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berpartisipasi dalam diskusi dan kegiatan praktis. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pemasaran digital dan mampu menerapkan pengetahuan ini dalam konteks bisnis. Dengan menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan Facebook, peserta mempelajari strategi yang membantu menjangkau pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih hemat biaya.
Optimalisasi Peningkatan Pengetahuan Remaja Dalam Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Leaflet Tresia Dwi Aprelia; Siswanto Pabidang; Zesika Intan Navelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1344

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja, Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah remaja usia 12-15 tahun kelas VII dan VIII di smpn 5 silat hilir kabupaten Kapuas hulu. Proses edukasi disampaikan dengan bantuan media leaflet yang dirancang menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami, sehingga informasi kesehatan dapat tersampaikan secara efektif kepada peserta. pelaksanaan kegiatan diawali dengan pretest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan awal remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi edukasi yang didukung dengan pembagian leaflet sebagai media informasi. Setelah kegiatan edukasi selesai, peserta diberikan posttest menggunakan kuesioner yang sama untuk  mengetahui perubahan tingkat pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukasi diberikan. Hasil pretest menunjukkan 34 peserta (56,9%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah edukasi dilakukan 55 peserta (96,5%) berada pada kategori pengetahuan baik. Secara proposional, jumlah peserta dengan pengetahuan baik juga mengalami peningkatan yang signifikan. Edukasi kesehatan reproduksi berbasis leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat mendorong remaja untuk bersikap lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mennunda pernikahan hingga usia yang matang
Edukasi Pencegahan Stunting pada Balita Dengan Pemberian MPASI Yang Mengandung Gizi Seimbang di Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Siti Husnul Hotimah; Kinanatul Qomariyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1346

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, sehingga tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan standar usianya. Gangguan ini umumnya terjadi selama periode emas 1000 hari pertama kehidupan, dipengaruhi oleh kurangnya asupan nutrisi, seringnya anak mengalami infeksi, dan pola pengasuhan yang belum memadai. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu melalui perbaikan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang berkualitas, serta peningkatan kebersihan lingkungan dan pengetahuan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi ibu balita mengenai pemberian MP-ASI bergizi seimbang berbasis bahan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan meliputi koordinasi persiapan, pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan prinsip T-A-A-B (Tepat waktu, Adekuat, Aman, Benar), demonstrasi memasak menu MP-ASI padat gizi dari bahan ikan tongkol/bandeng lokal, post-test, serta pembagian hasil olahan makanan. Sasaran utama kegiatan adalah 10 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan serta kader Posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta; sebelum kegiatan sebanyak 60% ibu tidak mengetahui prinsip MP-ASI yang tepat, namun setelah intervensi edukasi, angka tersebut menurun drastis menjadi hanya 10%, dan sebanyak 70% ibu berhasil memahami seluruh prinsip MP-ASI dengan baik.