cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
megabizland@gmail.com
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Hospitality Management
ISSN : 20875576     EISSN : 25793454     DOI : https://doi.org/10.22334/jihm
Core Subject : Social,
JIHM merupakan wadah kreatifitas dosen dalam menulis karya ilmiah dalam rangka memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sebagai informasi ilmiah yang bisa dikembangkan bersama untuk tujuan pengalaman pengetahuan di kampus. JIHM berkomitmen merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri pariwisata, termasuk manajemen, rekreasi dan event. Audiensi kami terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian pariwisata. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya. Jurnal Ilmiah Hospitality Management diterbitkan dua (2) kali setahun, pada bulan Juni dan Desember
Articles 271 Documents
Karakteristik backpacker nusantara dalam komunitas “backpacker international” Susanti, Luh Eka; Supartini , Ni Luh; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.201

Abstract

In society’s perception, backpackers are generally travelers who choose to travel for long periods of time, at low costs using public transportation and relatively cheap accommodation. Usually, backpackers come from the lower middle class because they want to travel that is cost-effective but rich in experience. In addition, most of these backpackers are students / students with an age range between 25 - 35 years. Over time and an era that has changed the human mindset, a significant shift has begun to occur, especially for the tourist actor himself as a backpacker. Although the above characteristics are still a strong concept for a backpacker, there are a number of things that are starting to shift. Some of these things are 1) backpackers do not always come from the lower middle class, and 2) a shift in the age of the backpacker criteria (tourists over 35 years old choose to be backpackers). Therefore, it is interesting to study from this phenomenon is the shift in people's perceptions of a backpacker where now backpackers also come from the upper middle class and have an age above 35 years. The data is taken from 35 backpackers who are members of the “Backpacker International” community, which consists of Indonesian backpackers whose travel destinations are to other countries (mostly in Europe). This research is an ethnographic study with a qualitative descriptive approach.
Desain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di grembengan, bongan Pramesti, Dinar Sukma; Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.202

Abstract

Bongan memiliki sumber daya alam yang melimpah yaitu gonda yang dapat dijadikan produk oleh-oleh. Saat ini tren wisata yang berkembang adalah wisatawan tidak hanya bisa membeli dan menikmati kuliner atau produk lokal tetapi juga turut serta dalam belajar mengolah dan membuat produk. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis potensi fasilitas wisata gonda di Grembengan dan mendesain fasilitas wisata gonda berkonsep ekowisata di Grembengan. Keberadaan sumber daya alam yang melimpah dan berada di alam, menjadikan tema ekowisata tepat diterapkan dalam perencanaan fasilitas wisata ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode desktiptif kualitatif dengan analisis SWOT, selanjutnya strategi yang didapat dianalisis ke dalam gambar perencanaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari aspek internal kekuatan yang dimiliki yaitu pada kawasan terdapat sawah dan produksi gonda yang melimpah, namun ada kelemahan yaitu daerah sekitar juga merupakan penghasil gonda. Peluang yang ada yaitu Grembengen memiliki lahan luas dan telah memiliki fasilitas pendukung dan atraksi air terjun. Ancaman yang ada yaitu alih fungsi lahan dan ketidakselarasan fasilitas yang dikembangkan dengan lingkungan dan budaya sekitar. Berdasarkan analisis potensi, didapat strategi: 1) Merencanakan fasilitas wisata ramah lingkungan dengan memaksimalkan potensi sawah dan air terjun (nilai konservasi), 2) Merencanakan fasilitas wisata yang unik dan berbeda (nilai edukasi dan wisata), 3) Perencanaan fasilitas wisata yang sesuai daya dukung, serta bentuk dan bahan bangunan selaras dengan lingkungan dan budaya setempat (nilai edukasi dan wisata), 4) Merencanakan fasilitas wisata yang mendukung partisipasi dan ekonomi masyarakat sekitar (nilai partisipasi dan ekonomi).
Wajah akomodasi masa kini (case study: pengelolaan green hotel di sarinbuana eco lodge) Arismayanti, Ni Ketut; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Pramesti, Dinar Sukma
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari dimensi green hotel dan manajemen pengelolaannya.di Sarinbuana Eco Lodge. Penelitian ini penting guna mendorong industri perhotelan untuk mengadaptasi langkah-langkah ramah lingkungan untuk keberlanjutan. Jenis dari ini penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara serta observasi mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Green Hotel di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2016. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil analisis dari wawancara yang peneliti telah lakukan dengan narasumber, implementasi green hotel di Sarinbuana Eco Lodge sudah berjalan dengan cukup baik. Sebagai suatu akomodasi, Sarinbuana Eco Lodge mampu menciptakan kesimbangan antara lingkungan, sosial serta ekonomi melalui penerapan dimensi-dimensi green hotel pada seluruh operasionalnya.
Pembuatan minuman tradisional loloh daun belimbing wuluh sebagai atraksi wisata kuliner alternatif di desa beraban, tabanan – bali widuri, setyowati ayu; Arismayanti, Ni Ketut
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.208

Abstract

Saat ini perkembangan wisata kuliner di Bali sudah mulai banyak di lirik dan menjadi salah satu tujuan orang berwisata ke Bali. Kuliner tradisional Bali selama ini yang terkenal adalah jenis makanan sedangkan untuk minuman belum begitu di ketahui oleh wisatawan padahal minuman tradisional Bali sangat banyak jenis dan ragamnya. Salah satu minuman tradisional Bali adalah Loloh. Loloh adalah ramuan herbal khas Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga. Salah satu loloh yang memiliki khasiat kesehatan dan juga melepas dahaga adalah loloh daun belimbing wuluh, daerah penghasil loloh daun belimbing wuluh dengan pengolahan tradisional di Bali berada di Kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan obsevasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian kualitatif berupa teknik perekaman dengan kamera. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive yaitu informan terpercaya. Informan dalam penelitian ini adalah pembuat loloh belimbing wuluh di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Teknik analisis data yang di pakai dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif Proses pengolahan loloh daun belimbing wuluh ini bisa di jadikan atraksi kuliner alternative di desa Beraban, Tabanan – Bali dengan keunggulan proses pengolahan yang masih di lakukan secara tradisional dan memiliki rasa yang khas serta bermanfaat untuk tubuh. Loloh daun belimbing wuluh ini bisa di promosikan pada wisatawan yang berkunjung ke desa Beraban Tabanan – Bali sebagai salah satu alternative atraksi wisata kuliner yang akan sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. Kata kunci : minuman tradisional, loloh, bali
Conceptualizing involvement: masyarakat desa wisata sebelum dan selama pandemi covid-19 di batu kabupaten malang provinsi jawa timur Koerniawaty, Francisca Titing
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk keterlibatan masyarakat dalam kegiatan wisata Pujon Kidul sebelum dan selama pandemi COVID19. Pendekatan kualitatif diterapkan dengan melakukan pengamatan pasif dan wawancara mendalam kepada Kepala Desa, perwakilan pengelola Desa Wisata Pujon Kidul, Perwakilan Pokdarwis Capung Alas, perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan petani, pemilik homestay, perwakilan ibu PKK, dan perwakilan muda-mudi desa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa keterlibatan masyarakat Desa Pujon Kidul dalam pengembangan desa wisata sebelum pandemi COVID-19 adalah untuk meningkatkan ‘quality of life.’ Keterlibatan masyarakat mendapat dukungan dari pemerintah desa, kabupaten dan pusat, juga stakeholders lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Perhutani dan BNI. Masyarakat juga secara mandiri, sadar dan aktif terlibat dalam setiap planning, pengambilan keputusan, controlling dan manfaat ekonomi dari pengembangan desa wisata. Keterlibatan juga dilakukan secara spontan dan bottom up, walaupun telah terjadi transformasi dalam kegiatan wisata selama pandemi, masyarakat tetap bersatu padu secara aktif dan spontan untuk berbenah fasilitas juga SDM sebagai pemulihan wisata. Pemerintah tetap berperan untuk menyadarkan masyarakat bahwa pengembangan wisata tidak saja berorientasi pada uang namun juga untuk membangun desa secara berkelanjutan, selain itu masyarakat juga sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai garansi bagi wisatawan untuk tetap nyaman menikmati suasana pedesaan sebagai aktivitas away from routines.
Faktor kunci sukses pada restoran mie kober di bali: perspektif manajemen dan konsumen Arcana, I Nyoman; Suastuti, Ni Luh; Wiratnaya, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.210

Abstract

Hidangan mie bercitarasa pedas adalah terobosan baru di bidang usaha kuliner. Kober Mie Setan di Bali merupakan usaha kuliner yang menerapkan strategi pemasaran diantaranya, strategi produk, strategi tempat, strategi harga dan strategi promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menjadi kunci sukses jaringan Restoran Mie Kober di Bali dari sisi perspektif manajemen dan konsumen. Eksplorasi terhadap faktor-faktor yang menjadi kunci sukses restoran dikumpulkan dari hasil wawancara dan diskusi fokus grup, sedangkan analisis dari perspektif konsumen menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari perspektif manajemen, terdapat tiga variabel baru yang menjadi kunci sukses jaringan restoran Mie Kober di Bali, yaitu: Service Design, Location, dan Penerapan CHSE. Sedangkan dari perspektif konsumen, sebesar 73,1% perilaku dapat dijelaskan oleh variabel motivasi, kualitas dan sikap sedangkan sisanya yaitu 26,9% perilaku dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Terdapat Sembilan belas (19) indikator variabel yang berkinerja baik, dan dua variabel yang berkinerja biasa . Hasil penelitian ini menyarankan agar Resto Mie Kober disarankan agar mempertahankan kinerja faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan, yang meliputi: Menu dan minuman, Marketing, Quality management, Production Control, Production, Inventory, Finance, Strategy, Service design, Location, dan penerapan CHSE.
Implementasi protokol kesehatan pada tatanan kehidupan era baru terhadap usaha perjalanan wisata di bali Lumanauw, Nelsye; Sumartana, I Made
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.211

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai lini kehidupan, termasuk sektor pariwisata. Adanya pembatalan perjalanan oleh wisatawan, pembatasan pergerakan sosial dan larangan bepergian oleh berbagai wilayah dunia, mengakibatkan terpuruknya usaha perjalanan wisata. Berbagai upaya pemulihan pariwisata Bali dilakukan pemerintah, salah satunya kepemilikan sertifikat tatanan kehidupan era baru, sebagai jaminan keamanan dan kepercayaan bagi wisatawan. Kurangnya pemahaman terhadap tatanan kehidupan era baru, tampak pada masih sedikitnya perusahaan yang memiliki sertifikat tersebut. Kriteria tatanan kehidupan era baru dan implementasinya merupakan tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis data implementasi protokol tatanan kehidupan era baru pada 25 usaha perjalanan wisata. Teori verifikasi dan sertifikasi digunakan untuk memperjelas ruang lingkup masalah yang diteliti. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi tatanan kehidupan era baru belum sepenuhnya dilaksanakan oleh usaha perjalanan wisata di Bali. Komitmen menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama bagi wisatawan mancanegara mengunjungi destinasi wisata Bali memasuki era tatanan kehidupan baru.
Analisis good corporate governance pada pengadaan bahan makanan di fame hotel sunset road bali Sudarsana, I Ketut; Dewi, Ni Kadek Shinta
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.212

Abstract

Kelancaran aktivitas operasional Fame Hotel Sunset Road Bali merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi peningkatan kepuasan tamu, oleh karena itu hotel harus memiliki kesanggupan untuk menyediakan segala kebutuhan tamu. Pengadaan bahan makanan memegang peran penting dalam menyediakan bahan dan kebutuhan operasional hotel. Manajemen harus mampu memilih supplier yang dapat bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan operasional hotel sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh hotel. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan good corporate governance pada pengadaan bahan makanan di Fame Hotel Sunset Road Bali dan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan good corporate governance pada pengadaan bahan makanan di Fame Hotel Sunset Road Bali. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini ditunjang dengan lima prinsip dari praktik Good Corporate Governance yang diatur dengan Keputusan Menteri BUMN Kep-117/M-MBU/2002 bab II pasal 3 yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan good corporate governance pada pengadaan bahan makanan di Fame Hotel Sunset Road Bali belum berjalan dengan baik. Pembelian bahan makanan belum berdasarkan standard purchase specification. Bagian penerimaan dalam menerima bahan makanan hanya melihat kualitas bahan makanan dari tampilan luar saja. Penataan dan penempatan bahan makanan digudang belum sesuai dengan tata kelola penyimpanan dan metode first in first out saat pengeluaran tidak diterapkan.
Profil industri pariwisata dan ekonomi kreatif provinsi bali Putra, Made Satria Pramanda; Astawa, I Nengah Dasi
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.213

Abstract

Perekonomian Bali yang selama ini bertumpu pada sektor pariwisata memerlukan pilar alternatif untuk dapat menopang kokoh struktur perekonomiannya. Berbagai peristiwa di masa lalu telah menunjukan bagaimana kerentanan sektor pariwisata tatkala terjadi gangguan baik yang bersumber dari internal maupun eksternal. Kini, ekonomi kreatif digagas sebagai salah satu alternatif yang potensial menjadi sumber pendapatan di masa depan serta pilar penyangga perekonomian Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif yang bersumber pada berbagai literatur dan data terkini serta bertujuan untuk memberikan gambaran profil industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Bali. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengambilan kebijakan oleh pemangku kepentingan dalam upaya untuk mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Bali.
Behavioral Intention Pada Aplikasi Pemesanan Makanan Gofood, Grabfood dan Shopeefood Lusyana; Wiastuti, Rachel
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v13i1.214

Abstract

Pertumbuhan transaksi secara online melalui media telepon genggam dalam bidang makanan dan minuman meningkat cukup besar yang berdampak pada munculnya aplikasi pemesanan makanan atau food delivery apps. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan convenience motivation, attitude, dan behavioral intention pada pengguna aplikasi pemesanan makanan yang popular di Indonesia yaitu GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 84 penguna GoFood, 95 pengguna GrabFood, dan 16 pengguna ShopeeFood. Instrumen penelitian yang digunakan adalah e-kuesioner yang sifatnya tertutup (close-ended questions) dengan skala Likert ordinal. Teknik survei digunakan untuk mengumpulkan data primer dan studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder. Data dianalisis menggunakan teknik path analysis (analisis jalur) dan Uji hipotesis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GoFood dan GrabFood, convenience motivation memiliki pengaruh positif terhadap behavioral intention melalui attitude sebagai mediasi. Namun hal ini berbeda pada ShopeeFood dimana attitude tidak berperan sebagai mediasi antara convenience motivation dan behavioral intention.