cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@jam.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat
ISSN : 27762262     EISSN : 27761819     DOI : 10.22334/jam
Core Subject : Social,
JAM memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 121 Documents
Pengembangan Wisata Edukasi Petik Strawberry di Desa Pancasari Paramitha, Made Widya; Febianti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.63

Abstract

Wisata Petik Strawberry di desa Pancasari, kawasan Bedugul merupakan salah satu usaha pariwisata yang masih bertahan selama masa pandemi. Lokasi, harga serta produk yang sesuai dengan pasar domestik menjadi beberapa indikator yang menyebabkan jenis wisata ini masih digemari walaupun di masa pandemi. Pariwisata berbasis agro ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu solusi lapangan pekerjaan di masa pandemi, dimana selain bisa melihat pemandangan yang indah, udara yang sejuk, juga bisa menyerap tenaga kerja lokal serta memberikan edukasi kepada wisatawan. Berdasarkan penelitian tahun 2022 yang juga didanai oleh hibah internal IPBI terhadap berbagai usaha wisata petik strawberry di desa Pancasari disimpulkan bahwa pariwisata edukasi sangat memungkinan untuk dilakukan. Dari penelitian tersebut, muncul beberapa potensi serta hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha petik strawberry di desa Pancasari, kawasan Bedugul, Buleleng, Bali. Untuk itu, maka pelatihan terhadap pembuatan paket wisata edukasi sangat perlu dilakukan, sehingga memperluas jaringan pemasaran bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut. Sasaran utama dari pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan bagi para pelaku usaha petik strawberry di desa Pancasari, Kawasan Bedugul, Buleleng, Bali. Luaran yang ditargetkan pada pengabdian ini adalah publikasi jurnal nasional terakreditasi sebagai luaran wajib. Selain itu pengabdian ini juga diharapkan menghasilkan luaran tambahan yaitu berupa paket wisata edukasi yang siap untuk dipasarkan ke masyarakat.   Strawberry Picking Tourism in Pancasari village, Bedugul is one of the tourism businesses that is still surviving during the pandemic. The location, prices and products that are suitable for the domestic market are several indicators that make this type of tourism still popular even during the pandemic. This agro-based tourism is also expected to be a solution for employment opportunities during the pandemic, where apart from being able to see beautiful views and cool air, it can also absorb local workers and provide education to tourists. Based on research in 2022 which was also funded by an internal IPBI grant on various strawberry picking tourism businesses in Pancasari village, Bedugul, it was concluded that educational tourism is very possible. From this research, several potentials and obstacles emerged that were faced by strawberry picking businesses in Pancasari village, Bedugul. For this reason, training in making educational tour packages is very necessary, so as to expand the marketing network for business actors in the area. The main target of this community service is training for strawberry picking businesses in Pancasari village. The output targeted in this service is the publication of accredited national journals as a mandatory output. Apart from that, this service is also expected to produce additional output, namely in the form of educational tourism packages that are ready to be marketed to the public.
Optimalisasi Pemahaman Lintas Budaya melalui Pelatihan Merangkai Bunga untuk Mahasiswa Asing Dewi, I Gusti Ayu Melistyari; Aprinica , Ni Putu Isha; Purnantara , I Made Hadi; Agustina , Arik; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.66

Abstract

Mahasiswa asing yang belajar di luar negeri seringkali dihadapkan pada tantangan dalam memahami budaya lokal, terutama dalam hal yang berkaitan dengan seni dan tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman lintas budaya mahasiswa asing di IPB Internasional melalui pelatihan merangkai bunga. Penelitian ini menggunakan pelatihan merangkai bunga sebagai sarana mengenalkan seni dan tradisi Indonesia kepada mahasiswa internasional di IPB Internasional. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan merangkai bunga efektif dalam meningkatkan pemahaman antar budaya mahasiswa internasional di IPB Internasional. Melalui pelatihan ini, mahasiswa asing dapat lebih memahami budaya Indonesia dan mempererat hubungan dengan masyarakat setempat. Pelatihan ini juga meningkatkan keterampilan praktis merangkai bunga mahasiswa internasional dan memperkaya pengalaman belajar mereka di IPB Internasional. Pelatihan merangkai bunga dapat menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan seni dan tradisi Indonesia kepada mahasiswa asing dari universitas lain. Dengan cara ini, pelajar internasional dapat lebih memahami budaya lokal dan memperkuat hubungan mereka dengan komunitas lokal.   Foreign students studying abroad are often faced with challenges in understanding local culture, especially in matters related to arts and traditions. This research aims to optimize cross-cultural understanding of foreign students at IPB International through flower arranging training. This research uses flower arranging training as a means of introducing Indonesian arts and traditions to international students at IPB International. Data for this research was collected through participant observation and interviews. The research results show that flower arranging training is effective in increasing intercultural understanding of international students at IPB International. Through this training, foreign students can better understand Indonesian culture and strengthen relationships with the local community. This training also improves the practical flower arranging skills of international students and enriches their learning experience at IPB International. Flower arranging training can be an effective method for introducing Indonesian arts and traditions to foreign students from other universities. In this way, international students can better understand local culture and strengthen their ties with the local community.
Edukasi Isu-Isu Global bagi Siswa-Siswi Pasraman Purnajati Anggreni , Putri
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.67

Abstract

Di era sekarang ini, banyak sekali isu-isu global yang berdampak langsung maupun tidak langsung di Indonesia. Dengan kekuatan media, segala sesuatu yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat diakses dengan mudah. Oleh karena itu, setiap warga negara harus dibekali dengan pemahaman yang baik tentang isu-isu global yang sedang terjadi. Sebagai respon terhadap permasalahan yang ada, penulis merancang program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang ditujukan bagi siswa-siswi Pasraman Purnajati Banjar Jakarta Utara yang merupakan generasi penerus bangsa. PkM ini memiliki tujuan sebagai berikut: (1) Memberikan pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu global yang terjadi di Indonesia saat ini; (2) Menumbuhkan rasa cinta tanah air/ kepedulian terhadap lingkungan hidup dan masyarakat di sekitarnya untuk mewujudkan perdamaian dunia; dan (3) Membekali siswa Pasraman dengan berbagai solusi aplikatif, sehingga mereka dapat merespons dan mengontribusikannya untuk memecahkan berbagai masalah yang terjadi. Siswa-siswi Pasraman disajikan dengan berbagai informasi tentang isu-isu yang dibahas dari berbagai perspektif dan bagaimana siswa-siswi Pasraman dapat membawa perubahan pada isu-isu tersebut, seperti: dialog antar agama, LGBT, terorisme, dan berbagai isu lainnya. Sebanyak 70% dari peserta menyatakan bahwa topik dan materi yang diberikan sangat baik, 30% menyatakan baik, 80% menyatakan pembicara sangat baik dalam menyajikan materi, dan 20% menyatakan baik. Oleh karena itu, kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini akan terus dilakukan secara berkala kepada kelompok siswa-siswi lainnya.   In this era, there are so many global issues that can have a direct or indirect mpact on Indonesia. With the power of the media, everything that happens n any part of the world can be accessed. So, every citizen must be equipped with a deeper understanding of the global issues that are happening. in response to the existing problems, the author designed a community service programme (PkM) in the form of education for the students of Pasraman Purnajati Banjar Jakarta Utara, who are the future generations of the Indonesian nation. This PkM has the following objectives: (1) Provide in-depth knowledge about global issues that are happening in Indonesia today; (2) Develop a sense of love for the country/care for the environment and the community around it in order to create an issue of peace; and (3) Equip Pasraman students with various applicative solutions, so that they are able to respond to and contribute to solving various problems that occur. Pasraman students are presented with various information about the issues raised from various perspectives and how Pasraman students are able to bring change to issues, such as: interfaith dialogue, LGBT, terrorism, and various other issues. Based on the results of the questionnaire, the evaluation of the response of the participants is very good, 70% of the participants stated that the topics and materials provided were very good, 30% stated that they were good, 80% stated that the speakers delivered the materials very well and 20% stated that they were good. Therefore, this PkM will continue to be conducted periodically to other groups of students.
Training of Trainer karyawan Bank Jatim Astina, Made Arya
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.68

Abstract

Dalam rangka mewujudkan visi Bank Jatim untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia, manajemen Bank Jatim memandang perlu penguatan kompetensi karyawannya. Perlunya keterampilan dalam mentransfer pengetahuan secara efektif kepada semua lini menjadi salah satu hal yang dianggap penting untuk meningkatkan kinerja karyawan. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut Bank Jatim bekerjasama dengan PT GML Performance Consulting menyelenggarakan pelatihan metode mengajar (Training of Trainer) bagi karyawan Bank Jatim khususnya untuk level supervisor. Secara umum pelatihan yang diselenggaran selama tiga hari ini berjalan dengan baik. Dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada peserta, serta mengedepankan metode pembelajaran diskusi, bermain peran, tanya jawab, ceramah, serta menyelipkan berbagai gamification dalam pelatihan, semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan bersemangat. Pelatihan yang diikuti oleh sejumlah 30 supervisor dari berbagai cabang Bank Jatim ini diakhiri dengan simulasi mengajar, wawancara dan test tertulis (post test). Hal ini dilakukan dalam rangka mengukur penguasaan materi yang diberikan. Dari hasil demonstrasi, wawancara, dan test tertulis tersebut, semua target capaian kompetensi yang direncanakan dalam pelatihan ini dapat dikuasai oleh peserta dengan baik.   In order to realize Bank Jatim's vision to become the number one BPD in Indonesia, Bank Jatim management considers it necessary to strengthen the competence of its employees. The need for skills in transferring knowledge effectively to all lines is one of the things that is considered important to improve employee performance. In order to achieve this goal, Bank Jatim collaborates with PT GML Performance Consulting to organize teaching methods training (Training of Trainer) for Bank Jatim employees, especially at supervisor level. In general, the training which was held for three days went well. With a participant-centered learning approach, and prioritizing learning methods of discussion, role playing, question and answer, lectures, as well as including various gamifications in the training, all participants can take part in this training seriously and enthusiastically. The training, which was attended by 30 supervisors from various Bank Jatim branches, ended with a teaching simulation, interview and written test (post test). This is done in order to measure mastery of the material provided. From the results of demonstrations, interviews and written tests, all competency achievement targets planned in this training can be mastered by participants well.
[RETRACTED] Strategi Pengelolaan Desa Wisata: Pemberdayaan Usaha Kecil Melalui Pelatihan Pemasaran Digital [RETRACTED] Juliastari, Komang Trigita; Arida, I Nyoman Sukma; Kristianto, Yohanes
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.69

Abstract

Tujuan Penelitian ini mengidentifikasi Strategi Pengelolaan Desa Wisata Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, kuesioner dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian Pada aspek peran stakeholder setiap stakeholder telah menjalankan perannya dalam pengembangan desa wisata, namun belum ada upaya yang terkoordinir yang dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri atas seluruh stakeholder. Strategi pengelolaan Desa Wisata Selumbung berdasarkan analisis SWOT yaitu: Strategi SO (Strength-opportunities) yaitu meningkatkan brand image anugerah Desa Wisata Award, meingkatkan kualitas produk, memanfaatkan Pokdarwis dan kemajuan teknologi untuk mendukung layanan kepariwisataan Desa. Selanjutnya strategi ST (Strength-Threats) yaitu memaksimalkan produk wisata budaya yang dimiliki serta menjaga kearifan lokal masyarakat. Strategi WO (Weakness Opportunities) yakni meningkatkan kualitas SDM Desa, kerjasama dengan pihak swasta dan melakukan pemasaran yang konsisten. Lalu Strategi WT (Weakness Threats) yakni meningkatkan sistem pengelolaan pariwisata Desa, memberikan pelatihan kepada Pokdarwis dan Masyarakat Desa.   The aim of this research is to identify the Management Strategy for Selumbung Tourism Village, Manggis District, Karangasem Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection methods of interviews, observations, questionnaires and documentation studies. Data analysis uses SWOT analysis. Research results: In the aspect of stakeholder roles, each stakeholder has carried out its role in developing tourist villages, but there has been no coordinated effort carried out by a team consisting of all stakeholders. The Selumbung Tourism Village management strategy is based on SWOT analysis, namely: SO (Strength-opportunities) strategy, namely increasing the brand image of the Tourism Village Award, improving product quality, utilizing Pokdarwis and technological advances to support the Village's tourism services. Furthermore, the ST (Strength- Threats) strategy is to maximize the cultural tourism products we have and maintain the local wisdom of the community. The WO (Weakness Opportunities) strategy is to improve the quality of village human resources, collaborate with the private sector and carry out consistent marketing. Then the WT (Weakness Threats) Strategy, namely improving the village tourism management system, providing training to Pokdarwis and village communities.
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sanggar Budaya Desa Kolowa: Pendampingan Pendirian Badan Hukum dan Penyusunan Kontrak Kerja Abdullah , La Ode Dedi; Pratiwi , Endang Tri; Jamil , Jamil; Mela , Asmaul Soepardy
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi SDM Sanggar Budaya Desa Kolowa dalam proses pendirian sanggar berbadan hukum dan penyusunan kontrak kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Program pendampingan dilakukan melalui workshop, pelatihan, dan konsultasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendirian lembaga berbadan hukum dimulai dengan pembuatan akta pendirian di hadapan notaris, dilanjutkan dengan pengesahan oleh Menteri, pendaftaran, dan pengumuman dalam Tambahan Berita Negara. Dalam penyusunan kontrak kerja, tahapan yang perlu dipahami meliputi pengertian kontrak, unsur-unsur perjanjian, jenis kontrak, isi kontrak, serta hak dan tanggung jawab para pihak. Implikasi dari penelitian ini adalah peningkatan kapasitas kelembagaan Sanggar Budaya Desa Kolowa yang diharapkan dapat mendukung pelestarian dan pengembangan kesenian lokal.   This study aims to assist the human resources of the Kolowa Village Cultural Studio in the process of establishing a legal entity and drafting a work contract. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation studies. The mentoring program is carried out through workshops, training, and consultations. The results of the study indicate that the process of establishing a legal entity begins with the preparation of a deed of establishment before a notary, followed by ratification by the Minister, registration, and announcement in the State Gazette Supplement. In drafting a work contract, the stages that need to be understood include the definition of a contract, elements of an agreement, types of contracts, contents of the contract, and the rights and responsibilities of the parties. The implication of this study is the increase in the institutional capacity of the Kolowa Village Cultural Studio which is expected to support the preservation and development of local arts.
Optimalisasi Tata Kelola Keuangan pada Departemen Purchasing: Penerapan DRR dan Analisis Vendor Astiti, Ni Putu Yeni; Suryanti, Ni Wayan
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.75

Abstract

Capella Ubud merupakan salah satu contoh perusahaan yang bergerak di bidang jasa akomodasi yang berada di bawah naungan PT Awahita Indonesia Putra. Lini pada kegiatan ini yaitu dibagian staf purchasing dan receiving di Capella Ubud. Adapun permasalahan yang ditemukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Capella Ubud yaitu perlu adanya pemantauan dan pengawasan terkait dengan pengeluaran dana. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola keuangan pada Departemen Purchasing di Capella Ubud melalui penerapan strategi DRR (Daily Receiving Report) dan analisis vendor. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyusunan program kerja, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi pengeluaran dana sebesar 20% dan peningkatan kualitas produk yang diterima. Implementasi strategi ini tidak hanya meningkatkan transparansi tetapi juga memperkuat hubungan dengan vendor, mendukung prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.   Capella Ubud is one example of a company engaged in the accommodation services sector under the auspices of PT Awahita Indonesia Putra. The line in this activity is in the purchasing and receiving staff at Capella Ubud. The problems found in community service activities at Capella Ubud are the need for monitoring and supervision related to the expenditure of funds. This study aims to optimize financial governance in the Purchasing Department at Capella Ubud through the implementation of the DRR (Daily Receiving Report) strategy and vendor analysis. The methods used include observation, work program preparation, and evaluation. The results show an increase in the efficiency of spending funds by 20% and an increase in the quality of products received. The implementation of this strategy not only increases transparency but also strengthens relationships with vendors, supporting the principles of good corporate governance.
Transformasi Perpustakaan Digital dan Penguatan Kompetensi Publikasi Ilmiah Guru SMA Suarta, I Made; Sukendra, I Komang; Nugraha, I Nyoman Bagus Suweta
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.80

Abstract

Sekolah sangat penting untuk memiliki perpustakaan, terutama perpustakaan digital sekolah sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi. Begitu juga dengan publikasi ilmiah sangat penting bagi guru untuk mendapatkan nilai tambah dalam pengusulan kenaikan pangkat. Transformasi pendidikan di era digital mendorong sekolah untuk mengadopsi teknologi dalam perpustakaan dan penguatan kompetensi guru. Program ini bertujuan untuk (1) mewujudkan perpustakaan digital di SMA Negeri 8 Denpasar dan (2) meningkatkan kemampuan guru dalam publikasi ilmiah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberlanjutan. Hasil menunjukkan perpustakaan digital berhasil diterapkan dengan 500 koleksi buku elektronik yang dapat diakses melalui jaringan sekolah. Sebanyak 80% guru mampu menyusun artikel ilmiah sesuai template jurnal ber-ISSN. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan terpadu dalam meningkatkan kapasitas pembelajaran dan kompetensi literasi digital. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di tingkat sekolah menengah.   It is very important for schools to have a library, especially a digital school library in accordance with the demands of technological developments. Likewise, scientific publications are very important for teachers to get added value in proposing promotions. The transformation of education in the digital era encourages schools to adopt technology in libraries and strengthen teacher competencies. This program aims to (1) realize a digital library at SMA Negeri 8 Denpasar and (2) improve teachers' abilities in scientific publications. The methods used include socialization, training, technology application, mentoring, and sustainability evaluation. The results show that the digital library was successfully implemented with 500 electronic book collections that can be accessed through the school network. As many as 80% of teachers were able to compile scientific articles according to the ISSN journal template. This program proves the effectiveness of an integrated approach in improving learning capacity and digital literacy competencies. This study makes an important contribution to the development of technology-based education at the secondary school level.
Pemberdayaan UMKM Kuliner Pasar Desa Blahkiuh melalui Digital Marketing dan Standarisasi Hygiene Wirawan, Kresna; Arthajaya, Gede Sidi; Firmani, Putu Siti; Julianawati, Putu Eva
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat September 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i2.84

Abstract

Program pengabdian masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM kuliner di Desa Blahkiuh, Badung, Bali, dengan mengatasi dua tantangan utama: promosi digital yang terbatas dan standar kebersihan yang tidak optimal di stand kuliner. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, antara lain pelatihan digital marketing, pembuatan website, dan workshop standardisasi kebersihan. Pelatihan pemasaran digital membekali pelaku UMKM dengan keterampilan memanfaatkan media sosial dan platform online untuk promosi produk, sehingga meningkatkan visibilitas dan pendapatan harian. Pengembangan website desa kuliner berfungsi sebagai etalase digital, memfasilitasi jangkauan pasar yang lebih luas untuk produk kuliner lokal. Lokakarya kebersihan dan pemantauan secara berkala meningkatkan standar kebersihan di stand kuliner, meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperkuat citra Blahkiuh sebagai destinasi wisata kuliner yang berkualitas. Dampak program diukur melalui indikator kuantitatif (peningkatan pendapatan UMKM, jumlah pengunjung, dan adopsi pemasaran digital) dan indikator kualitatif (peningkatan perilaku UMKM dan kepuasan pengunjung). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas UMKM, profesionalisme, dan daya saing yang signifikan di era ekonomi digital. Inisiatif PKM ini menunjukkan model intervensi yang efektif untuk pemberdayaan UMKM kuliner melalui transformasi digital dan budaya berkualitas, dengan potensi replikasi di desa lain yang menghadapi tantangan serupa.This community service program (PKM) aims to empower culinary MSMEs in Blahkiuh Village, Badung, Bali, by overcoming two main challenges: limited digital promotion and suboptimal hygiene standards at culinary stands. This program is carried out through a series of activities, including digital marketing training, website creation, and cleanliness standardization workshops. Digital marketing training equips MSME actors with the skills to utilize social media and online platforms for product promotion, thereby increasing visibility and daily income. The development of the culinary village website serves as a digital storefront, facilitating a wider market reach for local culinary products. Regular hygiene and monitoring workshops improve hygiene standards at the culinary stand, improve visitor comfort and strengthen Blahkiuh's image as a quality culinary tourism destination. The impact of the program was measured through quantitative indicators (increase in MSME revenue, number of visitors, and digital marketing adoption) and qualitative indicators (improvement in MSME behavior and visitor satisfaction). The results of the study show a significant increase in MSME capacity, professionalism, and competitiveness in the digital economy era. This PKM initiative demonstrates an effective intervention model for the empowerment of culinary MSMEs through digital transformation and quality culture, with the potential for replication in other villages facing similar challenges.
Wisata Gastronomi Berkelanjutan: Pelatihan Memasak Berbasis Asparagus Di Desa Pelaga Wirawan, Putu; Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri; Mulidiasa, I Ketut; Aryani, Ni Kadek Rizky
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat September 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i2.85

Abstract

Pengembangan desa wisata Pelaga berbasis potensi lokal menghadapi tantangan dalam mengolah bahan pangan menjadi produk kuliner yang berkelanjutan, bernilai ekonomi, dan berdaya saing. Desa Plaga di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar melalui hasil pertanian asparagus, namun masih minim inovasi pengolahan dan strategi pemasaran produk kuliner lokal. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pelatihan pengolahan pangan lokal sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan, ekonomi kreatif, dan daya tarik wisata berbasis kuliner berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan, observasi partisipatif, dan wawancara dengan peserta pelatihan, pelaku UMKM, dan fasilitator dari Program Studi Manajemen Perhotelan IPB Internasional. Hasil menunjukkan bahwa metode pelatihan praktik langsung (learning by doing) meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pengolahan pangan sehat, teknik pengolahan, dan manajemen produk kuliner. Peserta mampu menghasilkan produk olahan asparagus seperti keripik dan jus yang memenuhi standar higienitas dan memiliki daya tarik bagi pasar wisatawan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalahbahwa pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan produk kuliner lokal. Rekomendasi yang diajukan meliputi keberlanjutan program pelatihan secara berkala, pendampingan pemasaran digital, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pemasaran dan diversifikasi produk. Model pelatihan ini dapat direplikasi di desa wisata lain dengan potensi serupa sebagai strategi penguatan ekonomi lokal berbasis pangan dan pariwisata berkelanjutanThe development of Pelaga tourism village based on local potential overcomes the challenges in processing food ingredients into sustainable, economically valuable, and competitive culinary products. Plaga Village in Badung Regency, Bali, has great potential through asparagus farming products, but there is still minimal innovation in processing and marketing strategies for local culinary products. This paper aims to examine the implementation of local food processing training as an effort to increase food security, creative economy, and sustainable culinary-based tourism attractions. The study used a qualitative descriptive approach through field studies, participatory observations, and interviews with training participants, MSME actors, and facilitators from the IPB International Hotel Management Study Program. The results showed that the direct training practice method (learning by doing) increased participants' understanding of the concept of healthy food processing, processing techniques, and culinary product management. Participants were able to produce asparagus processed products such as chips and juices that met hygiene standards and were attractive to the tourist market. The conclusion of this activity is that practice-based training has proven effective in increasing community capacity in developing local culinary products. Recommendations needed include regular training programs, digital marketing assistance, and cross-sector collaboration to support product marketing and diversification. This training model can be replicated in other tourist villages with similar potential as a strategy to strengthen the local economy based on food and sustainable tourism.

Page 11 of 13 | Total Record : 121