cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@jam.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat
ISSN : 27762262     EISSN : 27761819     DOI : 10.22334/jam
Core Subject : Social,
JAM memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 121 Documents
Penguatan Keberlanjutan Ekowisata dan Ekonomi Lokal Melalui Budidaya Lebah Trigona Sumandya, I Wayan; Pranata, I Kadek Yudha; Dharmadewi, A.A.Istri Mirah; Wijaya, Made Agus; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Suryawan, I Putu Pasek; Adnyani, I Gusti Ketut; Ardanantya, I Gusti Ayu Mira; Yuda, I Putu Darma; Leonita, A Tiurma Silvia; Herawati, Desak Made Echa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i2.79

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan ekologis dan ekonomi di Taman Wisata Samblong melalui budidaya lebah Trigona. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata Harmoni Pertiwi Bali. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang budidaya lebah, peningkatan produksi madu hingga 200 ml per sarang dalam panen pertama, serta diversifikasi produk seperti propolis dan bee pollen. Program ini juga berhasil meningkatkan daya tarik wisata melalui inisiatif ekowisata edukatif. Dengan pendekatan ini, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal dapat terwujud, menjadikan Taman Wisata Samblong sebagai model ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini memberikan kontribusi pada literatur pengabdian masyarakat dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan.   This community service program aims to support ecological and economic sustainability in Samblong Tourism Park through Trigona bee cultivation. The implementation method includes socialization, training, and mentoring, involving the Harmoni Pertiwi Bali Tourism Awareness Group. The results show an increase in community knowledge about bee cultivation, an increase in honey production of up to 200 ml per hive in the first harvest, and product diversification such as propolis and bee pollen. This program has also succeeded in increasing tourist appeal through educational ecotourism initiatives. With this approach, environmental sustainability and the welfare of local communities can be realized, making Samblong Tourism Park a model of community empowerment-based ecotourism. This program contributes to the literature on community service in relation to sustainable local resource management.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
Inspiring Children to Explore Cultural Heritage through Storytelling at Historical Tourism Sites Kuswardani, Rahayu; Fahri; Sumarniningsih; Ramadhan, Rizky; Abdullah, Muhaimin; Abida, Fithriyah Inda Nur
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.83

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi elemen-elemen dalam mendongeng yang dapat menarik minat anak-anak dan meningkatkan pemahaman mereka akan nilai-nilai budaya, yang berkontribusi pada promosi pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa teknik mendongeng seperti intonasi suara, ekspresi wajah, dan alat bantu visual secara signifikan meningkatkan keterlibatan anak-anak. Temuan menunjukkan bahwa mendongeng tidak hanya membantu menyampaikan nilai-nilai moral dan budaya, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap identitas budaya. Narasi yang berpusat pada tujuan wisata bersejarah menumbuhkan hubungan antara anak-anak dan warisan budaya, memicu rasa ingin tahu dan menginspirasi perjalanan keluarga. Studi ini menggarisbawahi bahwa mendongeng merupakan alat untuk mendidik anak-anak sekaligus mempromosikan pariwisata budaya yang berkelanjutan, menjembatani pendidikan dan pariwisata untuk menumbuhkan generasi yang sadar budaya.   This study explores the elements of storytelling that capture children's interest and enhance their understanding of cultural values, contributing to the promotion of sustainable culture-based tourism. Using a qualitative approach involving observations, interviews, and documentation, the study found that storytelling techniques such as vocal intonations, facial expressions, and visual aids significantly increase children's engagement. Findings indicate that storytelling not only helps convey moral and cultural values but also instills pride in cultural identity. Narratives centered on historical tourist destinations foster a connection between children and cultural heritage, sparking curiosity and inspiring family travel. This study underscores storytelling as a tool for educating children while promoting sustainable cultural tourism, bridging education and tourism to nurture a culturally aware generation.
Pelatihan Merangkai Bunga dan Bahasa Inggris untuk Anak Anak Panti Asuhan Ananda Seva Dharma Koeswiryono, Dika Pranadwipa; Sulasmini, Ni Made Ayu; Antara, Ida Bagus Ketut Soma
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.41

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan merangkai bunga dan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh IPB Internasional di Panti Asuhan Ananda Seva Dharma. Pelatihan merangkai bunga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan seni dan kreativitas anak-anak, sementara pelatihan bahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi mereka. Metode pengajaran yang digunakan meliputi sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung. Selain itu, diberikan pula kegiatan kelompok untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi antar peserta. Pelatihan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di Panti Asuhan Ananda Seva Dharma. Keterampilan merangkai bunga dapat menjadi sumber penghasilan di masa depan, sementara kemampuan bahasa Inggris dapat membuka peluang pendidikan dan karir yang lebih baik. Oleh karena itu, program pelatihan yang dilakukan oleh IPB Internasional memiliki nilai yang signifikan dalam memajukan potensi anak-anak panti asuhan dan memberikan mereka kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pelatihan Teknik Dongeng Sebagai Metode Pengajaran Orang Tua Kepada Anak di TK RA Mentari Fauzia, Nur; Fahri, Fahri; Purwati, Oikurema; Kuswardani, Rahayu; Darma, Fithriyah Inda Nur Abida Diana Budi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.44

Abstract

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan teknik dongeng sebagai metode pengajaran orang tua kepada anak di TK RA Mentari. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-methods) dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam kegiatan ini adalah seluruh orang tua dari anak-anak yang bersekolah di TK RA Mentari, dengan sampel penelitian dipilih secara purposif. Pelatihan teknik dongeng dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang tua dalam menggunakan dongeng sebagai alat pengajaran kepada anak-anak. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan orang tua setelah mengikuti pelatihan. Orang tua mampu mengintegrasikan teknik dongeng dengan kreativitas dan efektivitas dalam aktivitas pembelajaran bersama anak di rumah dan di sekolah. Dampak implementasi teknik dongeng oleh orang tua pada perkembangan anak juga diamati melalui observasi perilaku anak di kelas dan wawancara dengan guru atau pengasuh. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua yang aktif dalam menggunakan teknik dongeng menunjukkan peningkatan dalam perkembangan bahasa, moral, dan imajinasi. Pelatihan teknik dongeng sebagai metode pengajaran orang tua kepada anak di TK RA Mentari memberikan dampak positif dan signifikan dalam pendidikan anak usia dini.   This scientific paper aims to evaluate the effectiveness of storytelling technique training as a method of teaching for parents to their children at TK RA Mentari (Mentari Kindergarten). The method used is a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative data. The population of this study consists of all parents of children attending TK RA Mentari, with the research sample chosen purposively. The storytelling technique training was conducted to enhance the skills and knowledge of parents in using storytelling as a teaching tool for their children. The results of data analysis indicate a significant improvement in the skills of parents after attending the training. Parents were able to integrate storytelling techniques creatively and effectively in learning activities with their children at home and at school. The impact of implementing storytelling techniques by parents on children's development was also observed through the observation of children's behavior in the classroom and interviews with teachers or caregivers. The results showed that children with parents actively using storytelling techniques demonstrated improvements in language, moral, and imaginative development. Storytelling technique training as a method of teaching for parents at TK RA Mentari provides a positive and significant impact on early childhood education.
PIPK Petani Tanaman Hias Desa Petiga, Tabanan Wibawa , I Made Citra; Waisnawa , I Gede N. Suta; Mahendra, I Wayan Eka; Darsana , I Made; Sumaryani , N Putri
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.45

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Tabanan, Bali yang memiliki keunggulan di bidang holtikultura berupa tanaman hias adalah Desa Petiga, Kecamatan Marga. Sejak tahun 2016 Desa Petiga ditetapkan sebagai lokasi pembangunan kawasan pedesaan yang merupakan kawasan pedesaan prioritas nasional (KPPN) melalui Keputusan Bupati Tabanan Nomor :80/373/02/HK&HAM/ 2016. Desa ini dikenal dengan desa agropolitan tanaman hias karena hampir 90% penduduknya bermata pencaharian utama menjadi petani tanaman hias. Desa Petiga memiliki luas wilayah 281 hektar, dengan 89% (250 hektar) merupakan lahan pertanian dan sisanya 11% (31 hektar) ladang. Jumlah penduduk 1.801 orang (923 laki-laki dan 878 perempuan) yang terbagi menjadi 573 KK. Tersebar ke dalam tiga dusun, yaitu: Semingan, Petiga Kangin, dan Belanban. Program PIPK ini berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu: Mitra 1 kelompok tani Tanaman Hias Guna Sari, Mitra 2 KWT Mekar Sari, Mitra 3 Kelompok Simatri Sekar Pasti Wangi, dan Mitra 4 Koperasi Guna Sari. Permasalahanya adalah Produksi, penataan stok pembibitan dan media tanam, dan Pemasaran. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi: PALS (participatory action learning system), Enthrepreneurship Capasity Building (ECB), Technology Transfer (TT), serta menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG), persuasif, dan edukatif. Evaluasi pelaksanaan program dengan target terjadi peningkatan level keberdayaan mitra, produktivitas usaha tanaman hias meningkat, dan pendapatan petani meningkat melaui penjualan tanaman hias, kompos, maupun sayur mayur, dan bio urine. Luaran akademik tahun-2 adalah: publikasi pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, berita di media massa online nasional, dan video kegiatan pengabdian yang ditayangkan di Youtube.   One of the villages in Tabanan Regency, Bali which has advantages in the field of horticulture in the form of ornamental plants is Petiga Village, Marga District. Since 2016, Petiga Village has been designated as a location for rural development which is a national priority rural area (KPPN) through the Decree of the Regent of Tabanan Number: 80/373/02/HK&HAM/ 2016. This village is known as an ornamental plant agropolitan village because almost 90% of its population's main livelihood is ornamental plant farmers. Petiga Village has an area of 281 hectares, with 89% (250 hectares) being agricultural land and the remaining 11% (31 hectares) being fields. The population is 1,801 people (923 men and 878 women) divided into 573 families. Spread into three hamlets, namely: Semingan, Petiga Kangin, and Belanban. This PIPK program seeks to provide solutions to the problems faced by partners, namely: Partner 1: the Guna Sari Ornamental Plant farmer group, Partner 2: KWT Mekar Sari, Partner 3: the Simatri Sekar Pasti Wangi Group, and Partner 4: the Guna Sari Cooperative. The problems are production, arrangement of nursery stock and planting media, and marketing. The implementation methods used include: PALS (participatory action learning system), Entrepreneurship Capacity Building (ECB), Technology Transfer (TT), as well as applying Appropriate Technology (TTG), persuasive and educational. Evaluation of program implementation with the target of increasing the level of partner empowerment, increasing ornamental plant business productivity, and increasing farmer income through sales of ornamental plants, compost, vegetables, and bio urine. Year 2 academic outcomes are: publications in the accredited national journal Sinta 4, news in national online mass media, and videos of service activities broadcast on YouTube.
PBM di SMP Negeri 1 Marga dan SMP Negeri 2 Marga Parmithi , Ni Nyoman; Dartiningsih , Made Wery; Wibawa , I Made Citra; Sunita, Ni Wayan
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.46

Abstract

SMP N 1 Marga dan SMP N 2 Marga berlokasi di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. Kedua sekolah tersebut memiliki karaketeristik yang hampir sama dilihat dari SDM guru, input siswa, sarana dan prasaran yang tersedia, termasuk fasilitas internet. Semenjak pandemi Covid-19 menyerang, guru dituntut untuk merubah pola pembelajaran dari belajar tatap muka menuju pembelajaran online, baik dari perencaan, pelaksanaan, maupun evaluasinya. Permasalahan ketiga sekolah mitra tersebut adalah: (1) rendahnya penguasaan IT guru dalam pembelajaran online, (2) rendahnya pemahaman dan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis canva, dan (3) rendahnya kualitas soal ujian buatan guru termasuk proyek P5. Selain ketidak mampuan guru melaksanakan ulangan atau tes secara online menggunakan berbagai platform yang ada, kualitas soal yang dibuat guru juga masih rendah. Tujuan dilaksanakan kegiatan PBM ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, melaksanakan pembelajaran online, evaluasi online, dan menyusun soal ujian yang bermutu. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan penguatan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dalam bentuk kegiatan workshop serta praktik terbimbing: (1) workshop 1 dan praktik terbimbing 1 penguasaan IT guru dalam pembelajaran dan tes online, (2) workshop 2 dan praktik terbimbing 2 dalam melaksanakan pembelajaran dan tes online, (3) workshop 3 dan praktik terbimbing 3 tentang prosedur penyusunan soal-soal ujian berbasis HOTS. Luaran berupa: (1) meningkatnya kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan tes online (70%), (2) meningkatnya kemampuan dan keterampilan dalam menyusun RPP online (75%), (3) peningkatan kemampuan guru untuk menyusun soal ujian berbasis HOTS (100%), (5) publikasi di media online, (6) video di Cenel You Tube, dan (7) adanya artikel ilmiah.   SMP N 1 Marga and SMP N 2 Marga are located in Tabanan Regency, Bali Province. The two schools have almost the same characteristics in terms of teacher, student input, available facilities and infrastructure, including internet facilities. Since the Covid-19 pandemic struck, teachers have been required to change learning patterns from face-to-face learning to online learning, both in terms of planning, implementation and evaluation. The problems of the three partner schools are: (1) low teacher IT mastery in online learning, (2) low teacher understanding and ability in creating Canva-based learning media, and (3) low quality of teacher-made exam questions including the P5 project. Apart from the inability of teachers to carry out online tests using various existing platforms, the quality of questions created by teachers is also still low. The aim of carrying out this teaching and learning training activity is to overcome problems faced by partners, carry out online learning, online evaluation, and prepare quality exam questions. The solution offered is to strengthen teachers' pedagogical competence and professional competence in the form of workshop activities and guided practice: (1) workshop 1 and guided practice 1 are teacher IT mastery in online learning and tests, (2) workshop 2 and guided practice 2 are implementing learning and online tests, (3) workshop 3 and guided practice 3 are procedures for preparing HOTS-based exam questions. Outcomes include: (1) increased ability and skills of teachers in carrying out online learning and tests (70%), (2) increased ability and skills in compiling online lesson plans (75%), (3) increased ability of teachers to compose HOTS-based exam questions (100%), (5) publications in online media, (6) videos on Cenel You Tube, and (7) scientific articles.
Peningkatan Kompetensi Dosen Vokasi Perhotelan dalam Meningkatkan Kurikulum Melalui Program Pemagangan di Industri Perhotelan Simanihuruk , Maidar; Sukma, Braja Eka
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.47

Abstract

Akibat dari kebijakan merdeka belajar, maka kebutuhan sumber daya manusia perguruan tinggi semakin meningkat karena harus lebih inovatif dalam mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta mampu menjalin jaringan yang lebih luas dengan dunia usaha dan industri serta organisasi lainnya. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa kualitas dosen masih terpaku pada teori-teori sesuai peminatan dengan konsep lama yang belum disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sehingga mahasiswa tidak siap bekerja pada bidang tertentu pada saat melaksanakan praktek lapangan karena apa yang diajarkan sangat berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sungguh-sungguh, salah satunya adalah dibuatnya program yang menghubungkan langsung dosen dengan dunia industri, sehingga mereka dapat langsung mengetahui perubahan di lapangan saat ini. Penelitian pengabdian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan metode observasi, wawancara, self-directed learning dan metode problem-based learning/inquiry. Berdasarkan hasil magang dapat disimpulkan pelaksanaan program magang dosen di industri perhotelan dapat memberikan peluang pengayaan ilmu sekaligus sebagai masukan untuk penyempurnaan bahan ajar mata kuliah yang diampu oleh dosen peserta magang industri yang dilengkapi dengan contoh aplikasi kuliah di industri.   The independent learning policy has increased the demand for human resources in higher education because these professionals must be more creative when creating curricula that are more in line with the needs of business and industry and are able to establish a wider network with these sectors and other organizations. However, the reality is that some lecturers are still fixated on theories that suit their interests and use antiquated concepts that haven't been updated for technological advancements. As a result, students aren't prepared to work in specific fields when engaging in field practice because what is taught differs greatly from what is occurring there. As a result, significant efforts are required, one of which is the development of a program that connects lecturers directly with the industrial world, allowing them to learn about changes in the current field as soon as they occur. This community service research employs qualitative research methods such as observation, interviews, self-directed learning, and problem-based learning/inquiry methods, as well as a learning approach. Based on the internship results, it is possible to conclude that implementing the lecturer internship program in the hospitality industry can provide opportunities for knowledge enrichment as well as input for improving teaching materials for courses taught by lecturers participating in industrial internships that are equipped with examples of lecture applications in the industry.
Pemberdayaan Kelompok Wanita dalam Pembuatan Inovasi Makanan Berbahan Dasar Komoditi Lokal Masyarakat Desa Kenderan Dewi, I Dewa Ayu Vikha Purnama; Arianty , Anak Agung Ayu Arun Suwi; Antara , Ida Bagus Ketut Soma
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.49

Abstract

Didalam keluarga, yang memiliki kewajiban untuk mengolah makanan sehari-hari biasanya adalah wanita. Wanita memiliki peran penting juga dalam kesejahteraan keluarga. Dalam kegiatan pengabdian ini kami memberdayakan kelompok wanita di Desa Kenderan atau sering disebut PKK sebagai peserta pelatihan pembuatan saur atau serundeng dan inovasi makanan berbahan dasar komoditi lokal masyarakat. Pelatihan ini bertujuan agar ibu-ibu PKK dapat membuat sendiri saur atau serundeng yang sehari-harinya pasti selalu digunakan untuk pelengkap upakara keagamaan dan mengembangkan lebih banyak variasi inovasi makanan yang berbahan hasil dari kebun atau pertanian mereka sendiri untuk makanan keluarga ataupun ide berjualan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah demonstrasi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi pelatihan pembuatan saur atau serundeng dan pembuatan inovasi makanan. Dengan begitu ibu-ibu PKK dapat melihat secara langsung proses pembuatan saur atau serundeng dan makanan inovasi serta dapat bertanya secara langsung kepada instrukturnya. Dan hasil dari pengabdian ini adalah produk saur dan bola-bola ubi dari bahan komoditi lokal yang bisa memberikan peluang ekonomi bagi ibu-ibu PKK Desa Kenderan.   Within the family, it is usually women who have the obligation to process daily food. Women also have an important role in family welfare. In this service activity we empower women's groups in Kenderan Village or often called PKK or Family Welfare Movementas as training participants in making saur or serundeng and food innovations made from local community commodities. This training aims to enable PKK woman to be able to make their own saur or serundeng which are always used daily to complement religious ceremonies and to develop a wider variety of food innovations made from products from their own garden or farm for family food or selling ideas. The method used in this service activity is demonstration. This community service activity includes training in making saur or serundeng and making food innovations. That way PKK woman can see firsthand the process of making saur or serundeng and innovative food and can ask questions directly to the instructor. And the results of this service are saur products and sweet potato balls made from local commodity materials which can provide economic opportunities for PKK woman.
Upaya Meningkatkan Soft Skill SDM Pada Panti Asuhan Salam Kecamatan Tabanan Puspitawati, Ni Made Dwi; Astiti, Ni Putu Yeni; Mentari, Ni Made Indah; Putra , I Dewa Made Arik Permana; Carina , Tiara
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.51

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan sarana bagi anak-anak dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku sekolah dalam kehidupan nyata, baik di dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Selain literasi dan numerasi, pemahaman mengenai penggunaan teknologi informasi dikalangan pelajar Indonesia belum merata, dalam konteks pengabdian ini terfokus pada pelajar di panti asuhan. Adapun solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Panti Asuhan Salam adalah dengan peningkatan minat baca literasi dan numerik anak yang dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran secara manual serta memberikan pengajaran tentang perilaku dan sikap. Selain itu diberikan pula pembelajaran menggunakan teknologi komputer yaitu media pembelajaran Canva untuk mengoptimalkan kreativitas anak dan meningkatkan mutu soft skill SDM Pada Panti Asuhan Salam Kecamatan Tabanan.   Literacy and numeracy are tools for children to recognize, understand, and apply the knowledge they get at school in real life, both within the school environment and outside of school. In addition to literacy and numeracy, understanding the use of information technology among Indonesian students is not evenly distributed, in the context of the focus of this community service is students in orphanages. The solution given to overcome the problems faced by the Salam Orphanage is to increase children's reading interest in literacy and numeracy which can be done by providing manual learning and providing teaching about behavior and attitudes. In addition, learning using computer technology is also provided, namely Canva learning media to optimize children's creativity and improve the quality of HR soft skills at the Salam Orphanage, Tabanan District.

Page 9 of 13 | Total Record : 121