cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@jam.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat
ISSN : 27762262     EISSN : 27761819     DOI : 10.22334/jam
Core Subject : Social,
JAM memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 121 Documents
Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan Adveni, Lusia Vreyda; Guntar , Elsita Lisnawati; Farheni , Mutria; Wijana , Putu Ade
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.52

Abstract

Potensi wisata Kelurahan Serangan dinilai cukup tinggi. Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan salah satu Kepala Lingkungan Kelurahan Serangan, ditemukan bahwa Serangan mengedepankan potensi pengembangan wisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Hal ini dibuktikan dengan adanya penetapan Serangan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penyuluhan penguatan kapasitas masyarakat desa Serangan menuju pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi metode cermah, metode diskusi, dan metode survey. Program PkM yang bertema "Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan" merupakan salah satu contoh kontribusi nyata yang dilakukan oleh STB Runata dalam membangun masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. STB Runata berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi institusi pendidikan dan masyarakat di Indonesia untuk turut serta dalam pembangunan berkelanjutan.   The tourism potential of Serangan Village is considered quite high. Based on the results of a brief interview with one of the Heads of the Serangan Sub-District, it was found that Serangan prioritized the potential for sustainable tourism development. This is evidenced by the designation of Serangan as a Special Economic Zone (KEK) for the Bali Turtles. The purpose of this research is to provide counseling to strengthen the capacity of the Serangan village community towards sustainable tourism. The methods used in this Community Service program include lecture methods, discussion methods, and survey methods. The PkM program with the theme "Strengthening the Capacity of Serangan Village Communities Towards Sustainable Tourism" is an example of the real contribution made by STB Runata in community building and sustainable development. STB Runata hopes that this program can be an inspiration and example for educational institutions and communities in Indonesia to participate in sustainable development.
Pengembangan Kualitas Local Champion melalui Pelatihan Bahasa Inggris Travel Storytelling Mayani , Ni Kadek Santi Dwi; Nareswari , Ida Ayu Putu Adrina; Jayendra, Putu Sabda; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.53

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wisata di desa tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan kelompok karang taruna di Desa Carangsari. Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga bertujuan menjadi awal dari kegiatan pengembangan dan pendampingan desa wisata serta kegiatan lainnya antara IPB Internasional dan Desa Adat Carangsari, Petang, Badung. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Model pendekatan yang telah dilakukan meliputi, model Participatory Rural Appraisal (PRA), Model Knowledge Transfer, dan Business model innovation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat sudah berlangsung dengan baik dan lancer. Program ini mampu memberikan motivasi kepada karang taruna Desa Carangsari dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Adapun saran yang dapat diajukan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat, bagi karang taruna diharapkan memiliki motivasi dan senantiasa meningkatkan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.   Community service is a collaboration between universities and village communities to develop tourism potential in the village. This community service activity aims to increase the capacity and empowerment of the youth group in Carangsari Village.Apar from that, this community service also aims to be the start of development and assistance activities for tourism villages and other activities between IPB International and the Carangsari Traditional Village, Petang, Badung. The achievement of these objectives is carried out using the method of discussion, training, and mentoring. The model approach that has been carried out includes, model Participatory Rural Appraisal (PRA), Model Knowledge Transfer, and Business model innovation. The results of the study show that community service activities have been going well and smoothly. This program is able to provide motivation to the youth organizations of Carangsari Village in increasing their knowledge and skills in English. As for suggestions that can be submitted from the results of community service activities, youth organizations are expected to have motivation and always increase confidence in speaking English.
Pelatihan Layanan Prima Untuk Kelompok Pedagang Muda Semara, I Made Trisna; Suwintari , I Gusti Ayu Eka; Purnaya , I Gusti Ketut; Saputra , I Putu David Adi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.54

Abstract

Pengabdian ini untuk membantu kelompok truna truni pedagang di pasar Sidakarya Denpasar dalam mengatasi 1) Keluahan tamu berkaitan dengan faktor fisik yaitu ruangan yang kurang mendapat pertukaran udara yang lancar, suhu panas atau lembab, pencahayaan yang buruk, dan lantai tidak mudah dibersihkan bahkan licin, 2) Keluahan tamu berkaitan dengan SDM/ anggota kelompok belum memiliki pengetahuan standar dalam penyediaan makanan dan minuman, 3) Belum adanya standar keamanan, kebersihan dan keselamatan dalam bekerja pada kelompok pedagang di pasar Kereneng, 4) Kualitas pelayanan tamu masih rendah. Berkaitan dengan masalah tersebut kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta pelatihan standar penyajian makan dan minum serta mendesain tempat pedagang yang ramah lingkungan dan estetika. Metode yang digunakan adalah dengan metode survey, metode partisipatory rural apprasial (PRA), pemberian Pelatihan, Pendampingan, dan Monitoring. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelompok truna truni pedagang di Pasar Sidakarya.   This service aims to help the teruna teruni group of traders at the Sidakarya market in Denpasar in overcoming 1) Guest complaints related to physical factors, namely rooms that do not have a smooth air exchange, hot or humid temperatures, poor lighting, and floors that are not easy to clean or even slippery, 2) Guest complaints relate to human resources/group members not having standard knowledge in providing food and drinks, 3) There are no security, cleanliness and safety standards in working in the group of traders at Sidakarya market, 4) The quality of guest service is still low. In connection with this problem, this community service activity provides a solution to resolve this problem by providing knowledge and skills assistance to training participants in serving food and drink as well as designing environmentally friendly and aesthetically pleasing merchant premises. The methods used are surveys, participatory rural appraisal (PRA), as well as providing training, mentoring, and monitoring. The aim is to improve the quality of service for the first-line group of traders at the Sidakarya Market.
Pengembangan Komponen Pariwisata 3A Berbasis Lansekap Budaya Sunda Puspita, Nungky; Kausar, Devi Roza K.; Firmansyah , Riza
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.55

Abstract

Strategi dalam mengembangkan komponen pariwisata 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) Kampung lembur sawah memiliki potensi atraksi wisata budaya dan alam yang sangat menarik perhatian. Namun dalam pengembangan atraksi budaya di kampung wisata lembur sawah, Yang mana dalam pengelolaan pengembangan kampung wisata disini belum merata. Maka dalam penelitian ini akan diadakannya pengembangan komponen pariwisata 3A berbasis landsekap budaya sunda di saung eling kelurahan Muhyaharja. Dalam penelitian ini memiliki tujuan selain untuk pengembangan potensi wisata desa ini juga sebagai Laboratorium nyata bagi mahasiswa dalam menyalurkan segala ilmu yang telah dimiliki dan bermanfaat kepada masyarakat. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah masyarakat kampung Lembur Sawah khususnya yang berada disekitaran saung eling yang mana dapat mengembangkan komponen pariwisata 3A seperti pengembangan atraksi budaya yang dimiliki serta perbaikan amenitas dan penataan aksesibilitas menuju lokasi saung eling.   Strategy in developing the 3A tourism component (Attractions, Accessibility and Amenities) Kampung Overtime Sawah has the potential for cultural and natural tourist attractions that are very attractive. However, in the development of cultural attractions in the Belu Sawah tourist village, the management of the development of the tourist village here has not been evenly distributed. So in this research there will be a development of 3A tourism components based on the Sundanese cultural landscape in Saung Eling, Muhyaharja sub-district. This research aims, apart from developing the tourism potential of this village, as well as being a real laboratory for students to channel all the knowledge they have and be useful to the community. The specific target to be achieved from this community partnership program activity is the Lembur Sawah village community, especially those around Saung Eling, who can develop 3A tourism components such as developing cultural attractions as well as improving amenities and arranging accessibility to the Saung Eling location.
Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Kreatif Ecobrick Kusumawardhani, Yuviani; Simanihuruk, Maidar; Rahardjo , Sekti; Mayasari , Dina
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.56

Abstract

Tren desa wisata pasca pandemik Covid-19 di Indonesia meningkat seiring munculnya new economic tourism. Namun, kontradiktif dengan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor yang cenderung lebih lambat dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat. Permasalahan krusial yang terjadi pada pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor adalah SDM dan kelembagaan, tidak terkecuali dengan desa wisata Sukajadi yang hingga saat ini masuk ke dalam kategori desa wisata rintisan. Berdasarkan hal inilah, urgensi program pengabdian kepada masyarakat desa wisata Sukajadi adalah perlu adanya penguatan pariwisata melalui pemberdayaan SDM kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang kreatif dan memiliki kualitas layanan yang prima melalui wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai upaya diversifikasi produk wisata sehingga desa wisata Sukajadi memiliki keunggulan kompetitif dari desa wisata lainnya di sekitarnya. Berdasarkan data dan fakta inilah, simulasi wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif yang dianggap berpotensi menjadi produk wisata baru dan mampu menarik minat wisatawan dilakukan, guna meningkatkan pelayanan prima dan edukatif. Wisata edukasi akan menciptakan wisatawan yang berkualitas sehingga pelayanan prima dan edukatif sangat dibutuhkan untuk memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan. Luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi para penggiat ecobrick untuk memberikan pelayanan prima dan edukasi pada wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif ecobrick di desa wisata Sukajadi, Kabupaten Bogor.   The trend of tourist villages after the Covid-19 pandemic in Indonesia is increasing along with the emergence of new economic tourism. However, this is contradictory to the development of tourist villages in Bogor Regency which tends to be slower than other regions in West Java. The crucial problems that occur in the development of tourist villages in Bogor Regency are human resources and institutions, including the Sukajadi tourist village which is currently included in the pilot tourism village category. Based on this, the urgency of the community service program for the Sukajadi tourist village is the need to strengthen tourism through empowering human resources from tourism awareness groups (Pokdarwis) who are creative and have excellent service quality through creative economy-based educational tourism. The aim of this community service is as an effort to diversify tourism products so that the Sukajadi tourist village has a competitive advantage over other tourist villages in the surrounding area. Based on these data and facts, a creative economy-based educational tourism simulation, which is considered to have the potential to become a new tourism product and able to attract tourist interest, was carried out, in order to improve excellent and educational service. Educational tourism will create quality tourists so that excellent and educational service is needed to provide an unforgettable experience for tourists. The outcome to be achieved from this activity is to improve the communication skills of ecobrick activists to provide excellent service and education in ecobrick creative economy-based educational tourism in the Sukajadi tourist village, Bogor Regency.
Pengolahan Daun Kelor Menjadi Produk Wisata Kuliner Berkelanjutan Wirawan, Putu Eka; Yani , Ni Wayan Mega Sari Apri; Widiastiti , A.A Istri Putera; Setiawan , I Nyoman Agus
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.57

Abstract

Desa Sayan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar merupakan Desa yang memiliki berbagai macam karya seni yang sudah cukup dikenal, salah satunya adalah lukisan dari Young Artist. Selain itu, Desa Sayan juga memiliki bahan masakan yang sudah sangat lumrah dimiliki oleh seluruh masyarakat desa tersebut, yaitu kelor. Adapun maksud dan tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan dasar memasak dan mengolah apa yang sudah dimiliki sehingga terciptanya potensi bisnis yang berkualitas. Metode yang akan digunakan untuk melancarkan proses kegiatan ini adalah dengan melakukan pendampingan dan pelatihan atau skill and knowledge transfer oleh Chef dari IPB Internasional.Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya wawasan dan pengetahuan masyarakat Desa Sayan akan potensi yang dimiliki oleh desanya, dan menambah keterampilan dalam mengolah kelor, serta menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat Desa Sayan.   Sayan Village, Ubud District, Gianyar Regency is a village that has various kinds of well-known works of art, one of which is paintings by Young Artists. Apart from that, Sayan Village also has a cooking ingredient that is very common among the people of the village, namely moringa. The aims and objectives of this community service are to increase knowledge and insight as well as basic skills in cooking and processing what you already have so as to create quality business potential. The method that will be used to expedite the process of this activity is by providing assistance and training or skill and knowledge transfer by Chefs from IPB International. The result of this community service is increasing the insight and knowledge of the Sayan Village community regarding the potential of their village, and increasing skills in processing moringa, as well as creating business opportunities for the people of Sayan Village.
Increasing the Attraction of Culinary Tourism through Understanding Food Symbolism for Culinary Business Actors Aryati , Kadek Feni; Arianty , A.A Ayu Arun Suwi; Susanti , Luh Eka
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.59

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang menawarkan beragam daya tarik wisata yang sangat mengagumkan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dari segi kuliner, makanan khas daerah bali masih belum banyak dikenal dan kurang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung untuk sekedar menikmati masakan khas bali. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pelaksana pengabdian melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pemahaman “food symbolism” untuk meningkatkan daya tarik wisata kuliner khas bali. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Pemberian materi tentang peningkatan daya tarik wisata kuliner, 2) Pemberian materi tentang pentingnya “Food Symbolism” dan cara mempromosikan masakan khas bali, 3) Pemberian materi tentang cara-cara untuk memperoleh sertifikasi usaha kuliner pariwisata, 4) Diskusi.   Bali is one of the tourism destinations in Indonesia that offers a variety of amazing tourist attractions. However, facts in the field show that in terms of culinary, Balinese regional food is still not widely known and cannot attract tourists to visit to just enjoy Balinese specialties. Therefore, in this community service activity, service implementers conduct socialization and coaching on understanding "food symbolism" to increase the attractiveness of Balinese culinary tourism. Activities carried out include: 1) Provision of material on increasing the attractiveness of culinary tourism, 2) Provision of material on the importance of "Food Symbolism" and how to promote Balinese cuisine, 3) Provision of material on ways to obtain tourism culinary business certification, 4) Discussion.
Workshop Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa Astina, Made Arya; Artani , Ketut Tri Budi; Alam , Helmy Syakh
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.60

Abstract

Dihasilkannya lulusan yang kompeten dan berdaya saing unggul dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) masih menjadi tantangan bagi sebagian lembaga pendidikan kejuruan yanga ada. Lulusan yang berkualitas akan lahir dari lembaga pendidikan yang memiliki kurikulum pendidikan yang berkualitas. Penerapan kurikulum merdeka merupakan salah satu upaya pemerintah untuk dapat menyediakan tenaga kerja terampil sesuai degan kebutuhan dunia nyata. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan perencanaan yang sistematis, termasuk dibutuhkannya kegiatan pelatihan atau workshop yang membahas implemetasi Kurikulum Merdeka. Kolaborasi Universitas Primakara dengan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk worshop review kurikulum ini menjadi kubutuhan bagi SMK Singamandawa. Melelaui penyelenggaraan workshop dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi ini, seluruh materi yang terkait Kurikulum Merdeka dapat diterima dengan baik oleh para peserta, dalam hal ini para guru. Workshop yang dalam pelaksanaannya melibatkan tiga narasumber ini berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan baru terkait implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Singamandawa. Hasil baik ini dibuktikan melalui hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan pada akhir sesi workshop. Hasil dari penyebaran kuesioner menunjukan materi yang disajikan para narasumber sesuai dengan kebutuhan para guru. Para guru juga merasa puas dan mengapresiasi cara penyajian materi dari para narasumber.   Graduating competent and highly competitive students from Vocational High Schools (SMK) is still become a challenge for some existing vocational education institutions. Qualified graduates will be produced from educational institutions that have a quality educational curriculum. The implementation of Kurikulum Merdeka is one of the government's efforts to provide skilled labor in accordance with real world needs. Implementation of Kurikulum Merdeka requires systematic planning, including the need for training activities or workshops that discuss the implementation of the Independent Curriculum. Primakara University's collaboration with the Institute of Tourism and International Business in Community Service (PkM) activities in the form of a curriculum review workshop is a necessity for Singamandawa Vocational School. By holding workshops using lecture, question and answer and discussion methods, all material related to Kurikulum Merdeka was well received by the participants, in this case the teachers. The workshop, which involved three resource persons, succeeded in providing new knowledge and insight regarding the implementation of Kurikulum Merdeka at Singamandawa Vocational School. This good result was proven through the results of distributing questionnaires at the end of the workshop session. The results of distributing the questionnaires showed that the material presented by the resource persons was in accordance with the needs of the teachers. The teachers also felt satisfied and appreciated the way the material was presented by the resource persons.
Implementasi Metode dan Strategi Pembelajaran Berbasis ICT Syakur , Abd; Susilo, Tri Achmad Budi; Mubarok, M Khusni
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i2.61

Abstract

Penerapan pembelajaran di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini tidak cukup hanya menyenangkan, akan tetapi proses belajar yang aktif, inovatif, kreatif, dan efektif. Posisi guru sebagai pemeran inti, menjadi penentu keberhasilan pembelajaran. Guru dituntut memiliki kemampuan dalam metode dan strategi pembelajaran berbasis teknologi dan informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Pendampingan Metode dan Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Informasi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Miftahul Amal Ellak Daya Lenteng Sumenep ini, menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang teridiri dari pemetaan potensi aset, rencana aksi, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring serta evaluasi. Hasil pengabdian di antaranya; Pertama, penguasanaan guru dalam metode dan strategi pembelajaran. Kedua, Guru memiliki kemampuan dalam mengoperasional komputer berbasis internet. Ketiga, Penguasaan metode dan stretagi pembelajaran berbasis teknologi dan informasi (ICT). Keempat, Guru mampu mengimplementasi metode pembelajaran bermain berbasis berbasis teknologi dan informasi (ICT).   The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is not just fun, but the learning process is active, innovative, creative and effective. The teacher's position as a core actor determines the success of learning. Teachers are required to have abilities in technology and information-based learning methods and strategies. This community service activity with the theme Assistance with Technology and Information Based Learning Methods and Strategies at the Miftahul Amal Ellak Daya Lenteng Early Childhood Education Institution, Sumenep, uses the Asset Based Community Development (ABCD) method which consists of mapping potential assets, action plans, implementation of activities , and monitoring and evaluation. The results of service include; First, teacher mastery of learning methods and strategies. Second, teachers have the ability to operate internet-based computers. Third, mastery of technology and information (ICT) based learning methods and strategies. Fourth, teachers are able to implement technology and information (ICT) based play learning methods.
Pelatihan Merangkai Snack Wrap, Art Towel dan Honeymoon Set up Melalui Kemitraan Masyarakat Suarmana , I Wayan Restu; Wirawan, Putu Eka; Astuti , Ni Luh Gede Sari Dewi; Suwintari , I Gusti Ayu Eka; Widiastiti , A.A. Istri Putera
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i1.62

Abstract

Pelatihan ini merupakan agenda lanjutan yang sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di SMKN 1 Nusa Penida. Namun dalam pelatihan ini, menyuguhkan materi yang berbeda, diantaranya, Art Towel, Honeymoon Set up, dan Snack Wraping. Materi ini merupakan hard skill yang wajib dimiliki oleh hotelier khususnya di department Housekeeping. Tidak jarang alasan wisatawan yang menginap di hotel adalah untuk merayakan moment special mereka biasanya dengan memesan pelayanan kamar seperti Art Towel, Honeymoon Set up, Birthday decoration. Dalam pelatihan Art Towel, para peserta diajarkan segala bentuk lipatan seperti bentuk angsa, monyet, gajah, burung, serta berbagai bentuk lainnya. Berikutnya pada pelatihan Honeymoon Set up, para peserta diajarkan merangkai lipatan towel tadi, serta diajarkan juga membuat tulisan dengan menggunakan rangkaian bunga yang menambah kesan romantis. Terakhir pada pelatihan snack wraping, para peserta diajarkan merangkai snack/makanan ringan berbentuk seperti bouquet bunga yang nanti ini juga dapat dipadupadankan dengan hiasan honeymoon set up. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini peserta memiliki pengetahuan lebih terkait Art Towel, Honeymoon Set Up, dan Snack wrap, karena dalam kurikulum, tidak terdapat mata Art Towel, Honeymoon Set Up, dan Snack wrap.   This training is a continuation of the agenda that was previously carried out at SMKN 1 Nusa Penida. However, this training presents different material, including Art Towel, Honeymoon Set up, and Snack Wraping. This material is a hard skill that must be possessed by hoteliers, especially those in the Housekeeping department. It is not uncommon for tourists to stay at a hotel to celebrate their special moments, usually by ordering room services such as Art Towels, Honeymoon Set up, Birthday decoration. In the Art Towel training, participants are taught all forms of folds such as swans, monkeys, elephants, birds, and various other shapes. Next, in the Honeymoon Set up training, participants were taught to assemble the folds of the towel, and were also taught to write using flower arrangements which added a romantic impression. Finally, in the snack wrapping training, participants were taught to assemble snacks/snacks shaped like a flower bouquet which later could also be mixed and matched with honeymoon set up decorations. The conclusion obtained from this service activity is that participants have more knowledge regarding Art Towel, Honeymoon Set Up, and Snack wrap, because in the curriculum, there are no Art Towel, Honeymoon Set Up, and Snack wrap items.

Page 10 of 13 | Total Record : 121