cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Pengelolaan Online Customer Review dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pratiwi , Ni Made Krisna; Mariani , Ni Wayan Rena; Amir , Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.477

Abstract

Analisis Kepuasan Tamu Terhadap Kualitas Pelayanan Karyawan Kantor Depan Putra , Putu Arya Krisna Adi; Ismail , Deden; Suwintari , I Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.479

Abstract

Pengaruh Komunikasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Semara , Putu Angga; Aprinica , Ni Putu Isha; Wirawan , Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.480

Abstract

Kinerja menjadi pokok masalah utama yang terjadi pada NEO Kuta Jelantik Hotel. Secara garis besar penurunan kinerja dipengaruhi oleh faktor komunikasi (X1) dan disiplin kerja (X2) dari karyawan. Penelitian ini dilakukan di NEO Kuta Jelantik Hotel, yaitu pada bulan Maret hingga Agustus Tahun 2020. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja (Y) karyawan di NEO Kuta Jelantik Hotel, dengan penyebaran kuesioner kepada 30 karyawan dan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik sampling kuota (quote sampling). Pengujian hipotesis penelitian menggunakan SPSS25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kemudian, Komunikasi (X1) dan Disiplin Kerja (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Disarankan agar komunikasi dan disiplin kerja diperhatikan oleh manajemen karena akan mempengaruhi kinerja karyawan NEO Kuta Jelantik Hotel. Performance is one of the main problems at NEO Kuta Jelantik Hotel. Generally decline in performance is influenced by communication factors (X1) and work discipline (X2) from employees. This research was conducted at theNEO Kuta Jelantik Hotel, from March to August 2020. Method of analysis data is multiple linear regression by distributing questionnaires to 30 respondents (employees) and used the technique quote sampling and also processed by SPSS 25.0. Results of this study is indicate Communication (X1) and Work Dicipline (X2) has a significant effect by partiallyon Employee Perfomance (Y). Then Communication (X1) and Work Discipline (X2) have a significant effect by simultaneously on Employee Perfomance (Y). It is recommended that communication and work discipline are considered by management because will to influence the employee performance.
Kualitas Abon Vegetarian Berbahan Dasar Bonggol Pisang Klutuk Dewi , Ida Ayu Ari Chandra; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.482

Abstract

Abon merupakan makanan yang tidak asing lagi dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk melalui eksperimen uji organoleptik dari segi rasa, warna, tekstur dan aroma, kemudian untuk mengetahui daya tahan , minat konsumen serta untuk mengetahui biaya produksi dari produk abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini berdasarkan uji organoleptik yang dilakukan oleh 20 panelis memperoleh hasil enak dari segi rasa, menarik dari segi warna, kering dari segi tekstur dan sangat harum dari segi aroma. Dari uji daya tahan abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk, mampu bertahan selama 7 hari. Hasil survey minat konsumen menunjukkan masyarakat tertarik dengan inovasi produk abon ini. Hasil analisis biaya satu kali produksi abon adalah Rp 32.575,- serta biaya untuk satuan produk dengan berat 100 gram/ bungkus adalah Rp 16.300. Abon or Floss is a food that is familiar consumed by the people of Indonesia. The purpose of this study was to determine the quality of vegetarian floss klutuk banana hump through organoleptic testing in terms of taste, color, texture and aroma, then to determine durability, consumer interest and to determine the production cost of vegetarian floss made of klutuk banana hump. The research method used in this study is an experimental research method with data collection techniques using quantitative and qualitative. The results of this study based on organoleptic tests conducted by 20 panellists obtained good results in terms of taste, attractive in terms of colour, dry in terms of texture and very fragrant in terms of scent. From the resistance test the vegetarian floss klutuk banana hump was able to last for 7 days. The results of the consumer interest survey show that people are interested in this floss product innovation. The result of the one-time cost analysis is Rp 32.575, - and the unit price with a weight of 100 grams/pack is Rp 16,300.
Pengaruh Penggunaan Puree Labu Kuning Terhadap Kualitas Kulit Dimsum Friets , Hans; Wardana , Miko Andi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.483

Abstract

Dimsum adalah kudapan yang terbuat dari tepung terigu dan tepung kentang yang menjadi bahan utama dalam pembuatan kulit dan isian yang biasanya menggunakan paha ayam ataupun udang, proses pembuatan dimsum sama saja pada dasarnya sehingga yang membedakan hanya isian yang terdapat dalam dimsum itu sendiri.dalam mengatasi persamaan pada kualitas dimsum ini diperlukan alternatif lain seperti mengganti bahan atau mencampur bahan baku dengan bahan lain, Daging labu kuning mempunyai nilai gizi yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam membuat suatu produk makanan. Tujuan yang dicapai pada penelitian ini adalah apakah daging labu kuning dapat dijadikan alternatif sebagai bahan campuran dengan tepung terigu, tepung maizena,tepung tapioka dan tepung kentang dalam pembuatan kulit dimsum. Hasil penelitian adalah (P0) dengan menggunakan 25% Daging labu kuning yang paling banyak disukai oleh panelis diperoleh dari skor yang berasal dari perhitungan kuesioner yang telah dibagikan yang ditinjau dari aspek: Warna, Aroma, Tekstur, Rasa. Dimsum is a snack made from wheat flour and potato flour which are the main ingredients in making the Wrapper and the filling which usually uses chicken or shrimp thighs, the process of making dimsum is basically the same so that the only difference is the stuffing inside. dimsum itself. This dimsum quality equation requires other alternatives such as replacing ingredients or mixing raw materials with other ingredients. Pumpkin meat has a high nutritional value, so it can be used as an additional ingredient in the manufacture of a food product. This study aims to determine whether pumpkin flesh can be used as an alternative to a mixture of wheat flour, cornstarch, tapioca flour and potato flour in the manufacture of dimsum Wrapper. The results of the study were (P0) using 25% pumpkin flesh which was the most preferred by the panelists, obtained from the scores obtained from the calculation of the questionnaire that had been distributed in terms of aspects: Color, Aroma, Texture, Taste.
Kualitas Sari Jahe Sebagai Bahan Pembuatan Puding Wijaya , Pande Made Krisna Angga; Mariani , Ni Wayan Rena
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.484

Abstract

Puding merupakan hidangan penutup yang banyak digemari orang dimana hidangan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa yang manis. Puding pada umumnya terbuat dari susu dan bahan pengental seperti gelatin, bubuk agar- agar, kuning telur serta bahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas puding dengan penambahan sari jahe yang dinilai dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Jahe merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh karena menjadi salah satu rempah yang memiliki kandungan antioksidan. Selain itu jahe juga memiliki minyak atsiri yang berkhasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mekanisme kuisioner dan observasi. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menunjukan bahwa puding jahe memiliki warna yang Menarik, aroma yang Kuat, Rasa yang Enak serta tekstur yang Lembut. Dan daya tahan puding jahe yang disimpan pada lemari pendingin bertahan selama 1 minggu. Pudding is a dessert that many people like where this dish has a chewy texture and a sweet taste. Puddings are generally made from milk and thickening agents such as gelatin, gelatin powder, egg yolks and other ingredients. The purpose of this study was to determine the quality of pudding with the addition of ginger juice which was assessed in terms of color, aroma, taste and texture. Ginger is one of the spice plants that has good properties for the health of the body because it is one of the spices that contains antioxidants. In addition, ginger also has essential oils that are efficacious to prevent and treat various diseases. This type of research is experimental research, with the data sources used are primary data and secondary data. The data collection method used is a questionnaire and observation mechanism. The results of the research that has been done show that ginger pudding has an attractive color, strong aroma, delicious taste and soft texture. And the durability of the ginger pudding stored in the refrigerator lasts for 1 week.
Kualitas Starter Sourdough dengan Penambahan Sari Salak Nataresa , I Wayan Bayu Banen; Kuntariati , Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.486

Abstract

Starter sourdough adalah salah satu olahan ragi alami yang dibuat dari produk tepung, dan air. Penelitian bertujuan guna memahami kualitas starter sourdough dengan penambahan sari salak. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif, kualitatif dengan jenis penelitian eksperimental dan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara observasi juga kuesioner. Dalam menentukan kualitas dari starter sourdough dengan penambahan sari salak dinilai dengan menggunakan teknik uji organoleptik yang diujikan kepada 30 responden yang mendapatkan hasil penelitian bahwa starter sourdough dengan penambahan 100% sari salak (P1) memiliki kualitas keunggulan dibagian tekstur yang sangat lembut. Dalam aspek rasa dan aroma, sourdough dengan penambahan sari salak atau tanpa penambahan sari salak memiliki keunggulannya masing masing dari setiap responden. Starter sourdough is one of the natural yeast preparations made from flour and water products. The purpose of this study was to determine the quality of starter sourdough with the addition of snakefruit juice. The research method applied in this study is a qualitative, quantitative research method with the type of experimental research and data collection techniques carried out by observation as well as questionnaires. In determining the quality of starter sourdough with the addition of snakefruit juice, it was assessed using an organoleptic test technique that was tested on 30 respondents who got the results that sourdough starter with the addition of 100% salak juice (P1) had superior quality in the very soft texture. In terms of taste and aroma, sourdough with the addition of snakefruit juice or without the addition of salak juice has its own advantages from each respondent.
Prosedur Penyimpanan Dressing di The Finns Beach Club Wiyanto , Verrel Geraldy; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.487

Abstract

Ketatnya persaingan bisnis yang terjadi menuntut pengusaha pada sektor pariwisata harus mempertahankan loyalitas pelanggan demi keberlangsungan usahanya. Keberadaan wisata memunculkan potensi usaha bisnis yang sangat terbuka bagi seluruh pihak di Bali. Salah satu jenis wisata yang digemari oleh wisatawan asing maupun lokal adalah Beach Club. Beach Club yang cukup terkenal di Bali adalah The Finns Beach Club. Dimasa pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), The Finns Beach Club berupaya untuk memutus rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada sektor pariwisata dengan menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang biasa di kenal dengan CHSE. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi, fasilitas peralatan, serta prosedur dan teknik penyimpanan Dressing yang digunakan di The Finns Beach Club. Responden dalam penelitian ini adalah chef atau staff yang bertugas pada saat peneliti melakukan pengamatan di The Finns Beach Club berjumlah 3 (tiga) orang. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali menggunakan teknik FIFO (First In First Out), (2) Kondisi dan Fasilitas yang di gunakan untuk menyimpan Dressing sangat baik dan memadai untuk menjaga kualitas Dressing agar tetap fresh saat akan di gunakan, (3) Dalam pengelolaan Dressing, The Finns Beach Club telah menerapkan 7 (tujuh) prinsip HACCP. Dilihat dari hasil penelitian tersebut, The Finns Beach Club Canggu telah memberikan pelayanan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) guna menjaga kualitas dari produk yang akan disajikan kepada para customers. For the sake of business continuity, entrepreneurs in the tourism industry must preserve client loyalty due to the intense commercial competition. In Bali, the presence of tourism increases the potential for a very open business environment for all stakeholders. The Beach Club is a style of tourism that is enjoyed by both foreign and local tourists. The Finns Beach Club is the most famous beach club in Bali. The Finns Beach Club aims to break the chain of transmission of Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) in the tourism industry by applying Cleanliness (Cleanliness), Health (Health), Safety (Security), and Environmental Sustainability (Environmental Sustainability) or CHSE. This study intends to examine The Finns Beach Club's circumstances, equipment amenities, and dressing storage procedures and techniques. The three respondents in this study were cooks or personnel on duty at The Finns Beach Club when researchers conducted their observations. Utilizing interview, observation, and documentation approaches, a qualitative research methodology is employed to acquire data. The results indicated that (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali followed the FIFO (First In First Out) method, and (2) the conditions and facilities used to store the dressings were extremely good and adequate to retain the dressings' quality and keep them fresh until they were delivered to the store. The Finns Beach Club has applied seven HACCP concepts in clothing management. The Finns Beach Club Canggu has adhered to the Standard Operating Procedure (SOP) in order to preserve the quality of the items that will be delivered to consumers, based on the findings of the research.
Pemanfaatan Buah Sukun Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Daging Imitasi Nurjana , I Made Bima Bramastha; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.488

Abstract

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang umum dikonsumsi oleh hampir seluruh msyarakat di dunia. Pada zaman sekarang, daging pun juga bisa dibuat penggantinya yaitu berupa daging imitasi (Seitan). Seitan merupakan produk pengganti daging yang terbuat dari gluten dan air. Penulis menambahkan buah sukun dalam proses pembuatan seitan untuk meningkatkan kualitas dari daging imitasi (seitan). Buah sukun yang bernama latin Artocarpus Altilis dipilih karena tingginya kadar protein yang terkandung per 100 Gr buah sukun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas Seitan yang ditambahkan buah sukun ditinjau dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna. Kualitas akan diukur berdasarkan uji organoleptik oleh 20 orang panelis. Berdasarkan hasil tes, seitan dikatakan baik apabila memenuhi kriteria dari segi rasa cukup gurih, aroma cukup harum, tekstur cukup padat dan lembut, dan berwarna coklat gelap. Berdasarkan uji daya tahan, seitan mampu bertahan selama 3 hari dalam lemari pendingin. Berdasarkan analisis biaya, total biaya yang dikeluarkan dalam penelitian ini adalah Rp. 54.783,-. Meat is a source of animal protein that is commonly consumed by almost all people in the world.. In today's era, meat can also be made a substitute, its called artificial meat (Seitan). Seitan is a meat substitute product for vegans. Artificial meat (seitan) is made from wheat gluten and water. the authors added breadfruit in the process of making seitan to improve the quality of artificial meat (seitan). Breadfruit, which has the Latin name Artocarpus altilis, was chosen because of the high protein content per 100 g of breadfruit. The purpose of this study was to determine the quality of Seitan with breadfruit added in terms of taste, aroma, texture, and color. Quality will be measured based on organoleptic test by 20 panelists. Based on the test results, seitan is said to be good if it meets the criteria in terms of quite savory taste, quite fragrant aroma, quite dense and soft texture, and dark brown in color. Based on durability tests, seitan can last up to 3 days in the refrigerator. Based on the cost analysis, the total cost incurred in this study is Rp. 54,783,-.
Kualitas Kue Lumpur Berbahan Campuran Ubi Jalar Cilembu Apriadi , Gede; Ekasani , Kadek Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.489

Abstract

Page 34 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue