cover
Contact Name
Diana Irvindiaty Hendrawan
Contact Email
dianahendrawan@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jurnalfaltl@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan - Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232 Fax: (62-21) 564 4270
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bhuwana
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 27979881     DOI : https://dx.doi.org/10.25105
Jurnal Bhuwana menerima materi dengan focus tema Lingkungan dan Kota namun tidak terbatas pada sosio-spasial lingkungan dan permukiman, urban design & planning, konservasi, preservasi dan revitalisasi kawasan, pengelolaan lingkungan, energi baru terbarukan, bioteknologi, transportasi, pengelolaan limbah, green/eco city serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024" : 11 Documents clear
Penyisihan BOD COD dari Air Limbah Greywater Menggunakan Tanaman Vetiveria pada Reaktor Lahan Basah Buatan Nanda Handayani; Diana Irvindiaty Hendrawan; Rositayanti Hadisoebroto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21145

Abstract

Air limbah greywater yang dihasilkan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Salah satu upaya untuk mengurangi beban beban yang berada di perairan diperlukan suatu pengolahan air limbah yang tepat guna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air limbah greywater, menganalisis efisiensi penyisihan kinerja constructed wetland menggunakan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides), menghitung konstanta tingkat penyisihan massa (r), konstanta tingkat penyisihan areal (kA) dan penyisihan volumetrik (kV). Penelitian ini menggunakan constructed wetland dengan pengaliran air limbah secara kontinyu dengan variasi waktu detensi yang digunakan yaitu 5, 10 dan 15 jam. Aklimatisasi tanaman dilakukan secara bertahap sampai dengan kondisi tunak (steady state) selama 10 hari. Karakteristik air limbah yang akan diolah memiliki nilai konsentrasi BOD sebesar 80,19 mg/L dan COD sebesar 244,27 mg/L. Efisiensi penyisihan dengan tanaman untuk parameter BOD sebesar 49,15-86,97 % dan COD sebesar 40,23-91,40%. Nilai konstanta penyisihan massa (r), tingkat penyisihan areal (kA) dan tingkat penyisihan volumetrik (kV) dengan tanaman untuk BOD sebesar 19,15-61,62 gr/m2/hari, 0,40-1,71 m/hari dan 3,38-30,56/hari dan untuk COD sebesar 53,19-196,13 gr/m2/hari, 0,37-1,63 m/hari, 2,57-36,80 /hari. Hasil kinerja constructed wetland dengan tanaman akar wangi efektif untuk menyisihkan parameter BOD dan COD dan telah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang baku mutu air limbah domestik.
Reduksi Sampah Organik Oleh Larva BSF di Pasar Ikan Modern Muara Baru Kleden, Petrus Fritz Pito; Ratnaningsih Ruhiyat; Pramiati Purwaningrum
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21439

Abstract

Pasar Ikan Modern Muara Baru merupakan pelelangan ikan terbesar di DKI Jakarta. Sampah pasar berasal dari kegiatan jual beli yang sebagian besar merupakan sampah organik Salah satu solusi untuk mengurangi sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kualitas larva BSF dalam mereduksi sampah, berat bobot larva BSF yang diperoleh, serta kandungan protein yang terdapat pada larva. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alur diagram penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variasi yang digunakan, sisa makanan 100% memberikan hasil terbaik dengan rata-rata bobot larva 2,69 g/larva dan kemampuan reduksi sampah sebesar 92%. Kadar protein tertinggi ditemukan pada variasi ini, yaitu 31,8 %N, menunjukkan potensi tinggi sebagai pakan larva BSF.
Penerapan Konsep Transit Oriented Development (Tod) Pada Kawasan Di Kawasan Gelora Bung Karno (Gbk) Herika Muhamad Taki; Putri Shofah Nuraini; Nurul Aini
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21484

Abstract

Di era seperti sekarang ini, banyak sekali masyarakat yang menggunakan transportasi umum untuk keperluan sehari-hari. Di Indonesia sendiri khususnya di daerah Jakarta tentunya banyak berbagai macam transportasi umum mulai dari transportasi kereta hingga bus. Penerapan konsep Transit Oriented Development di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ini tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum yang terintegrasi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga dapat mengurangi polusi udara pada perkotaan
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keberhasilan Pajak Karbon: Studi Kasus Finlandia Dan Australia Serta Penerapannya Di Indonesia Irawan, Damara Lutfiah; Demas Naufal
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21629

Abstract

Pembangunan berkelanjutan merupakan konsep yang memperhatikan aspek berkelanjutan di samping mengusahakan pembangunan ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial, mengusahakan pelestarian lingkungan, hingga memberikan keadilan berupa adanya tata kelola yang mampu menjaga kualitas kehidupan masyarakat. Bersamaan dengan penerapan konsep pembangunan berkelanjutan, tekanan masyarakat terhadap pemerintah untuk memperhatikan isu lingkungan kian meningkat karena dampak masif yang telah dirasakan oleh masyarakat akibat pemanasan global dan cuaca yang ekstrem. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia mulai mencari cara untuk mengatasi kekhawatiran dunia dengan berinisiasi untuk menerapkan pajak karbon di Indonesia. Kendari demikian dibutuhkan pertimbangan dan persiapan yang matang untuk mengimplementasikan pajak karbon di Indonesia mengingat potensi akan adanya guncangan ekonomi, kesiapan sektor-sektor dari pelaku usaha yang akan dikenakan pajak karbon, hingga respons dari masyarakat terkait penerapan pajak karbon. Demi mengurangi potensi dari dampak penerapan pajak karbon di Indonesia, perlu mempelajari dinamika penerapan pajak karbon terhadap negara-negara yang telah menerapkan kebijakan ini terlebih dahulu, salah satunya adalah Finlandia dan Australia. Di sisi lain, saat ini Pemerintah Indonesia sadar bahwa penerapan pajak karbon bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilaksanakan sehingga saat ini Pemerintah Indonesia belum mengimplementasikan pajak karbon serta masih melakukan banyak analisis dan asesmen yang diperlukan untuk menghindari dampak-dampak yang berpotensi merugikan nantinya.
Identifikasi Kenyamanan Fisik Jalur Pejalan Kaki Terhadap Kegiatan Pengguna Fauzi, Reza; Nur Intan Simangunsong; Rini Fitri; Dibyanti Danniswari; Ina Krisantia; Rheyhanda Hanifaridza
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21677

Abstract

Sebuah area perkotaan dengan berbagai macam aktivitasnya memerlukan ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, ruang terbuka hijau (RTH) juga memunyai fungsi yang vital bagi keberlanjutan lingkungan perkotaan. Koridor jalan atau jalur pejalan kaki adalah suatu fasilitas umum yang berfungsi sebagai penghubung dari suatu tempat ke tempat lainnya, sirkulasi jalur pejalan kaki menjadi salah satu faktor atau komponen dalam pengembangan Kawasan perkotaan. Pada area jalur pejalan kaki dapat menjadi Ruang terbuka hijau yang berbentuk linear yang berfungsi sebagai sarana penambah kenyamanan bagi pengguna juga sebagai penambah kualitas lingkungan perkotaan. Jalur pejalan kaki adalah fasilitas khusus bagi pejalan kaki, jalur pejalan kaki dibuat agar pejalan kaki dapat terhindar dari kecelakaan dengan kendaraan, juga dapat berjalan santai tanpa harus khawatir dengan kendaraan lain yang melintas  Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengembangkan konsep jalur pejalan kaki yang sesuai dengan kondisi eksisting jalur pejalan kaki di Jln. Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Pengumpulan data menggunakan metode primer dan sekunder melalui observasi, survey, wawancara dan studi Pustaka. Faktor kenyamanan fisik berkaitan dengan kesesuaian bentuk jalur, konsep ergonomis dan desain yang secara dimensional, strukturalnya mengikuti gerak tubuh serta elemen-elemen yang dibangun dilingkungan sekitarnya. Jalur pejalan kaki yang merupakan aksesibilitas atau penghubung dari satu area menuju area lainnya maka hal-hal yang membentuk kenyamanan fisik seperti Dimensi, Material, Penataan Vegetasi, lampu, Street Furniture perlu diperhatikan guna memberikan pengaruh positif terhadap pejalan kaki.
Studi Pemeliharaan Fisik pada Kebun Raya Cibinong (KRC), Bogor Qurrotu ‘Aini Besila; Ovia Syabilla; Etty Indrawati; Titiek P. Debora
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21719

Abstract

Evaluation of Physical Maintenance at Cibinong Botanical Garden, Bogor. Cibinong Botanical Garden (CBG) is a plant conservation area located on Jl. Raya Jakarta-Cibinong Km.46, Cibinong, Bogor. Cibinong Botanical Garden has become one of the places for educational tours for the people of Cibinong and its surroundings, but based on reviews obtained from Google Maps CBG within one month to ten months after CBG operates, seven of the 36 reviews of visitors who attended gave reviews about maintenance on the minimum number of plants and pavements in CBG, this can be seen from the decrease in the condition of soft materials and hard materials in the garden such as wooden bridges that have holes and rot and dead bush plants that are not replaced by new materials. Implementation of maintenance is very important because it aims to maintain the comfort of visitors and the beauty of the area. This study aims to describe the physical maintenance that takes place at the Cibinong Botanical Garden, to determine the effectiveness of maintenance work at the Cibinong Botanical Garden, and to provide recommendations for physical maintenance as an effort to improve the quality of garden elements in the Cibinong Botanical Garden. The research method used is qualitative with a case study approach. The results obtained from the research are that there is no maintenance schedule that becomes a guideline in carrying out physical maintenance, missed several physical maintenance steps, and there is still a lack of human resources in carrying out maintenance.
Evaluasi Kualitas Visual Lanskap Pada Kawasan Wisata Pantai Sendang Biru Kabupaten Malang Lobalita Fatima Da Silva; Debora Budiyono; Hendra Kurniawan
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21720

Abstract

Evalution Of Landscape Visual Quality In The Sendang Biru Beach Tourism area Malang Regency. Malang Regency has coastal waters with natural phenomena that have the potential to be tourist attractions, such as waterfalls and wide expanses of white sand beaches. The tourism potential can be used to support regional development based on tourism. The policy in the Malang Regency Tourism Development Master Plan in 2005 states that tourism planning aims to make Malang Regency one of the tourist destinations in the regional scope, at least in the scope of East Java with its development strategy, namely improving several tourist attractions to become mainstay tourist destinations so that the desired target can be achieved. Through the potential of Sendang Biru, the Malang Regency government developed this area as a fisheries industry area while developing it into a tourist destination (LPPD. Malang Regency Government 2014 As a tourist area, of course Sendang Biru Beach must be managed as well as possible to maintain its sustainability both from the physical biophysical and tourism systems, suitability for humans and nature. The research to be conducted uses the Scenic Beauty Estimation (SBE) method as a method of estimating aesthetic quality through comparison, in the form of recommendations in using the theory of elements and design principles.            
Analisis Pengembangan Ruangan Terbuka Biru Pada Kawasan Wisata Waduk Lahor Di Kabupaten Malang Menggunakan Analytic Hierarchy Process (Ahp) Adwinto Umbu Toku; Debora Budiyono; Dian Kartika Santoso
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21721

Abstract

Lahor Reservoir has great potential as an attractive tourist destination. With high natural and visual resources both natural and built landscapes this is an attraction for local and foreign tourists. In addition to the potential, the Lahor Reservoir tourist area also has weaknesses including some park facilities that are not well maintained, trash bins that are not well managed, circulation areas that are dirty due to leaves and branches, thus disturbing the quality of tidiness and cleanliness in the area. Based on this, the development of the Lahor Reservoir tourism area needs to be directed appropriately in order to provide maximum benefits. So, there needs to be an effort to improve and develop Blue Open Space at Lahor Reservoir by identifying and analyzing the tourism resources contained in Lahor Reservoir. The general method used in this research is descriptive quantitative and the analysis method used is Analytic Hierarchy Process (AHP) where this method focuses on solving a problem based on stakeholder preferences. The weight of the alternative assessment shows the priority of the Tourism alternative 0.496, the Reservoir Ecology alternative 0.215, the Socio-Cultural alternative 0.173 and the Economic alternative 0.116. From the assessment of these alternatives shows the best results in the development of Blue Open Space in the Lahor Reservoir tourism area that is sustainable is a Tourism-based model. The development of Blue Open Space in the Lahor Reservoir tourism area is divided into three development zones, namely the core zone, buffer zone and utilization zone. Zones that are less suitable for tourism development will be used as the core zone. Zones that are suitable enough for tourism development will be used as a buffer area.
Kajian Karakteristik Lanskap Budaya Kampung Adat Ngadu Bolu Di Kabupaten Sumba Tengah Robert U. Roka Laki Mara; Debora Budiyono; Hendra Kurniawan
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21722

Abstract

Study of the Cultural Landscape Characteristics of the Ngadu Bolu Traditional Village in Central Sumba Regency. Ngadu Bolu Traditional Village, located in Dewa Jara Village, Katikutana District, Central Sumba Regency, is one of the traditional settlements rich in ancestral traditions and culture. The village features distinctive settlement characteristics, with stilt houses and high-pitched roofs, as well as megalithic sites in the form of centuries-old stone graves. The Marapu belief system, which connects humans with their ancestors, also influences the landscape design and architecture of this village. However, modernization has brought significant changes to the physical elements of the village. The traditional thatched roofs have largely been replaced by corrugated iron, the wooden pillars of traditional houses have been replaced by concrete, and some stone graves are now made of cement. These changes threaten the loss of the cultural values inherent in Ngadu Bolu Traditional Village. The cultural landscape, which once reflected local beliefs and traditions, is slowly changing, raising concerns about the erosion of cultural identity. This study aims to examine these changes and formulate conservation strategies to preserve the cultural landscape of Ngadu Bolu Traditional Village. The research results show that the architectural elements and spatial arrangement of the village still strongly reflect the community's beliefs and traditional values, with a unique landscape zoning division: the core zone, buffer zone, and utilization zone. Conservation efforts are urgently needed to ensure the sustainability of the culture while raising public awareness of the importance of preserving ancestral heritage.
Tingkat Kerentanan Fisik Terhadap Banjir Rob Di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Annisyatun Nadhiroh; Fatimah, Endrawati; Benny Benyamin Suharto
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 4, NUMBER 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v4i1.21752

Abstract

Bencana banjir rob akibat dari kenaikan permukaan air laut masih sering terjadi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Guna mengurangi risiko bahaya, Analisis kerentanan fisik digunakan untuk mengetahui seberapa rawan wilayah terdampak terhadap bencana yang terjadi. Teknik analisis yang digunakan adalah spasial ArcGIS, dan metode skoring. Variabel tingkat kerentanan fisik diukur melalui Ketinggian tanah, Jarak dari garis pantai, Jarak dari garis sungai, dan Kepadatan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tingkat kerentanan fisik wilayah di Kecamatan Penjaringan, yaitu tingkat kerentanan tinggi seluas 37% mendominasi di Kelurahan Pluit, Tingkat kerentanan sedang seluas 36% mendominasi di Kelurahan Kamal Muara, dan Tingkat kerentanan rendah seluas 34% mendominasi di Kelurahan Kapuk Muara.

Page 1 of 2 | Total Record : 11