cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 301 Documents
ADSORPSI PADA AMPAS TEBU DAN BENTONITE DALAM EMULSI MINYAK DALAM AIR DI LIMBAH AIR TERPRODUKSI Rakha Handika Putra; Bayu Satiyawira; Havidh Pramadika; Samsol; Sigit Rahmawan
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.279 KB) | DOI: 10.25105/petro.v11i1.10232

Abstract

Pada Air Formasi atau Air yang terproduksi sangat banyak terjadi hal yang membuat pencemaran lingkungan terjadi. Maka dari ini dapat diatasi salah satunya melalui proses adsorpsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penghilangan minyak emulsi minyak dalam air dengan menggunakan Adsorben berupa karbon aktif. Adsorbsi ini menggunakan Ampas Tebu dan Bentonit, sehingga dapat menjadi langkah optimasi untuk penyerapan minyak. Beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan karbon aktif yang terdiri dari proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi menggunakan variasi konsentrasi Aktivator. Hasil Penelitian memberikan bukti bahwa kemampuan daya serap adsorben untuk menyerap minyak telah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Pengaruh waktu kontak, berat adsorben, dan konsentrasi adsorbat pada adsorpsi minyak. Dari hasil ini persentase pada penghilangan minyak yang teradsorpsi dengan bertambahnya waktu kontak dan berat adsorben, serta kemampuan serapan pada adsorban terhadap adsorbat. Pada Studi ini menunjukan bahwa Isoterm Freundlich dan Langmuir adalah isoterm yang cocok untuk menghilangkan minyak dalam Air dengan proses Adsorpsi menggunakan  Ampas Tebu dan Bentonit.
PERFORMANCE ANALYSIS OF OIL AND WATER PRODUCTION IN FIELD X USING DIAGNOSTIC PLOT Rizki Nabila; Mohammad Wildan A; Ajeng Purna Putra Oktaviani Putra Oktaviani
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.306 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i4.10592

Abstract

Production wells have to be evaluated periodically, one of the problems that can occur is early water problems. Using X-Plot, Chan’s Diagnostic Plot, Decline Curve Analysis and Hall Plot analysis be able to detect RN-01 and RN-02 wells experienced multilayer channeling and RN-03 experienced normal displacement with high WOR.
ANALISIS TEKANAN TRANSIEN DAN DELIBERABILITAS GAS UNTUK PENENTUAN CADANGAN GAS DI TEMPAT PADA RESERVOIR TERTUTUP Hari Karyadi Oetomo; Reka Maharani
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.292 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10807

Abstract

Uji tekanan transien sumur adalah sarana untuk mendapatkan informasi tentang deskripsi dan perilaku aliran suatu reservoar. Sumur eksplorasi gas diuji dengan lima set uji deliveribilitas gas, dan diakhiri oleh penutupan sumur untuk uji pressure build-up. Dalam analisis uji pressure build-up digunakan metode pseudo pressure untuk analisis pressure derivative type curve. Hasilnya menunjukkan bahwa permeabilitas reservoir sangat tinggi yaitu 1.7 Darcy. Analisis ini juga menunjukkan bahwa reservoar memiliki empat batas yang berjarak 4627 kaki, 423 kaki, 2859 kaki, dan 55 kaki dari sumur. Batas reservoar ini dapat digunakan untuk menghitung cadangan gas di tempat. Sementara itu data uji deliveribilitas gas dapat digunakan untuk menghitung cadangan gas di tempat dengan menggunakan metode Gp versus P/Z. Peta geologi pada lapangan ini juga dapat digunakan untuk menghitung cadangan gas di tempat. Dari ketiga meode ini, besarnya cadangan gas di tempat adalah antara 726 MMSCFD hingga 899 MMSCF.
BACTERIAL CORE FLOODING ON LIMESTONE ARTIFICIAL CORE FOR MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY (MEOR) APPLICATION Sinta Setyaningrum
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.344 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i4.10811

Abstract

Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) is a tertiary methods to increase oil production using bioproduct of microorganisms form acidic compounds, gases, polymers, and surfactants, as an agent that can alter the characteristics of the reservoir rock and oil. Previous laboratory research indicated that bacterial isolates indigen from petroleum reservoir, MSD4 and MSD5, with the amount of inoculum ratio 1:1 in recovery medium can reduce the viscosity value and interfacial tension of oil. The aim of this research was to determine the amount of oil recovery from low saturated oil in  limestone artificial core by using bacterial core flooding method, also to determine the physical character and chemical character changes in limestone rocks and petroleum. Each bacteria, MSD4 and MSD5, were adapted to the medium SMSS that have been added by 5% oil. Inoculum of indigen bacterial cultures to be injected into the limestone core was bred in the SMSS culture medium added molasses with a varied amount, as much as 1%, 2%, and 3%. From the those variation, the amount of molasses added as much as 1% in the medium SMSS, is known that MSD4 and MSD5 cultures can grow to the highest μ respectively at the age of 16-hour and 24-hour with a value at 0.9992 hours-1 and 0, 9993 hours-1. Inoculum MSD4 and MSD5 cultures with the amount of 1:1 ratio and each bacterial cell density 107-108 cells/mL, were injected into artificial limestone cores with oil saturated less than 15%. The value of rock porosity range used for the simulation of bacterial flooding is 37% -42%, while permeability range used low permeability value (1mD-10mD) and fair permeability value (10mD-50mD). High oil recovery factor (RF%) were obtained from bacterial flooding simulation and incubated for 7 days in a temperature of 55°C on medium SMSS for cores with low permeability values and fair, has a range of 16,3% - 32% and 12% -15,3%. The result of microorganisms activity in limestone rocks from a change on physical character, have a range at -41,8% - 698% on permeability value and a range at -63,85% - 1,03% on porosity value. Indicator of bacterial attachment on limestone cores can be determined by photomicrographs analyzing Scanning Electron Microscope and Energy Dispersive X-ray Spectroscopy.
PENGARUH AIR PERMUKAAN TERHADAP AIR TANAH BERDASARKAN DATA MUKA AIR TANAH DANGKAL DAERAH DANAU SUNTER DAN SEKITARNYA Muhammad Adimas Amri
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.027 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10828

Abstract

Penelitian analisis Hidrogeologi pengaruh air permukaan terhadap air tanah berdasarkan data muka air tanah dangkal Daerah Sunter dan sekitarnya, meliputi Daerah Sunter yang memiliki 3 (Tiga) Danau, Yaitu Danau Sunter  Barat, Danau Sunter Timur (Danau Sunter Agung) dan Danau Sunter Utara (Danau Cincin), di utara berbatasan dengan daerah pelabuhan dan kawasan wisata Ancol, bagian timur berbatasan dengan kawasan Kelapa Gading, bagian selatan berbatasan dengan kawasan Kampung Pulo Kecil dan di bagian barat berbatasan dengan kawasan Kemayoran. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran dan analisa aliran muka air tanah (MAT) yang didapat dari Sembilan sumur gali di sekitar Danau Sunter. Sebaran airtanah nya berupa kontur tertutup dan arah alirannya terpusat dari segala arah dengan Danau Sunter sebagai pusat alirannya. Hasil penelitian pada data muka air tanah dan arah aliran air tanah menunjukkan bahwa hubungan antara air tanah dengan ketiga Danau Sunter ialah effluent Stream dimana air danau sunter mengisi air tanah.
ANALISIS KAUSALITAS KONSUMSI ENERGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Mixsindo Korra Herdyanti
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.201 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10839

Abstract

Konsumsi energi diyakini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagian besar energi yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari energi fosil dan sejumlah kecil energi terbarukan. Studi ini akan menguji hubungan antara konsumsi energi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dengan variabel kapital dan tenaga kerja sebagai variabel lain yang dapat mempengaruhi produk domestik bruto (PDB). Untuk melihat hubungan antar variabel dilakukan Uji Kausalitas Granger. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dua arah antara konsumsi minyak, gas alam dan energi tak terbarukan dengan pertumbuhan ekonomi atau memenuhi hipotesis umpan balik. Terdapat hubungan satu arah antara konsumsi batubara dan pertumbuhan ekonomi atau memenuhi asumsi pertumbuhan. Selain itu, dilakukan pemodelan dengan menggunakan metode autoregressive distributed lag (ARDL), sehingga dapat diketahui hubungan jangka panjang dan jangka pendeknya. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan jangka panjang.
CASING DESIGN OF THE KY SLIM HOLE WELL IN “X” GEOTHERMAL FIELD Kelvin Yong; Kris Pudyastuti; Rizki Akbar
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.512 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i4.10851

Abstract

Geothermal exploration activities including exploration drilling are important stages in a geothermal project. The high uncertainty of the amount of reserves and costs incurred in geothermal projects is a reason for investors to be reluctant to invest at this stage. One alternative is to use slim hole drilling technology instead of using standard hole or big hole technology. Slim hole drilling technology has long been applied in Indonesia in 1993 but has not continued its application. In 2015, slim hole drilling technology began to be used again at the Ijen geothermal field, East Java. Therefore, it is necessary to review the slim hole drilling, especially the casing design and hoisting rig capacity. The purpose of this study is to design a casing for slim hole KY well drilling, namely determining the casing seat at each depth, calculating the thermal stress value which is considered in calculating burst, collapse, and tension pressures. In addition to the casing design, rig sizing calculations were carried out, especially hoisting rig capacity in field X using slim hole reflection well data in the Ijen area, East Java. The results obtained are the determination of the minimum casing setting depth for the production liner 1500 m grade L-80, production casing 680 m, grade L-80, surface casing 240 m grade K-55, and conductor casing 30 m grade K-55. the results of thermal stress analysis, the maximum temperature obtained in the production casing is 425.3ºF and the production liner is 426.67ºF. 
ANALISIS RESPON 4D MICROGRAVITY BERDASARKAN INTEGRASI DATA MODEL GEOLOGI DAN SIMULASI RESERVOIR PADA LAPANGAN TBN Dyah Ayu Setyorini; Wawan Gunawan A. Kadir; Eko Widianto
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.193 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10861

Abstract

Salah satu pengembangan dari metode gayaberat adalah metode gayaberat mikro 4D (metode gayaberat selang waktu), dengan dimensi keempatnya adalah waktu. Namun disisi lain ada juga metode yang biasa dilakukan oleh para Petroleum Engineering, yaitu simulasi reservoir. Dengan metode simulasi reservoir, kondisi reservoir dalam keadaan sesungguhnya disimulasikan dengan menggunakan pemodelan komputer sebagai sebuah sistem yang memiliki sejumlah sel atau blok yang saling terhubungkan. Dalam penelitian pada Lapangan TBN ini telah dilakukan penggabungan kedua metode tersebut, diharapkan mendapatkan model dinamika fluida bawah permukaan menjadi lebih baik. Pengambilan data akuisisi dilakukan tiga kali yaitu pada September 2004, November 2006 dan November 2007. Anomali gayaberat mikro selang waktu diperoleh dari proses pengurangan data gayaberat observasi setelah dilakukan koreksi pasang surut (tide), koreksi apungan (drift) dan low pass filter pada 400m dengan  = 1000m yang menghasilkan dua peta anomali gayaberat selang waktu yaitu pengukuran I September 2004-November 2006 dan pengukuran II September 2004-November 2007. Berdasarkan peta anomali gayaberat mikro selang waktu dan model perubahan densitas fluida dengan didukung oleh data geologi dapat mengidentifikasikan anomali negatif yang terkait dengan pengurangan massa fluida karena kegiatan produksi. Selain itu, pergerakan fluida dikendalikan oleh struktur sesar dengan arah utara-selatan dan timur-barat. Sebagai kesimpulan, tinjauan komprehensif yang melibatkan gayaberat mikro 4D, geologi dan produksi reservoir menghasilkan model reservoir baru dimana dari hasil gayaberat selang waktu pengukuran terdapat tiga bagian reservoir pada bagian utara , tengah dan selatan. 
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN BENTONIT TERHADAP TOTAL DISSOLVED SOLID DAN pH AIR FORMASI MULIA GINTING; Puri Wijayanti; Mochamad Alfin Riady
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.125 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10862

Abstract

AbstrakAir formasi yang ikut terproduksi bersama – sama dengan minyak dan gas pada saat kegiatan produksi migas memiliki kandungan kimia  yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan  apa bila dibuang sembarangan. Karena bahaya yang dapat ditimbulkannya, maka perlu  dilakukan pengolahan air atau water treatment sehingga senyawa – senyawa yang berbahaya bagi lingkungan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.  Menurut Peraturan Mentri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010, Total Dissolved Solid dan pH merupakan salah satu parameter yang menjadi syarat dalam pembuangan air limbah ke lingkungan.Tujuan penelitian ini  adalah menentukan pengaruh penambahan bentonit lokal dan bentonit impor ke dalam  air formasi terhadap Total Dissolved Solid dan pH air formasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Analisa Fluida Reservoir Universitas Trisakti. Penambahan bentonit lokal dan bentonit impor yang dilakukan adalah 0, 0,5; 0,75 dan 1 gr ke dalam 1000 ml air formasi. Dari setiap penambahan bentonit tersebut diukur Total Dissolved Solid dan pH larutan.Dari hasil  percobaan diperoleh bahwa penambahan bentonit lokal ke air formasi didapatkan penurunan Total dissolved solid. Penambahan bentonit lokal sebanyak  0.5 gram; 0,75 gram ; 1 gram bentonit ke dalam 1000 ml air formasi mengakibatkan Penurunan Total Dissolved Solid berturut-turut adalah  98.03% ; 98.34% dan 98,25%. Sedangkan pada  penambahan bentonit impor sebanyak  0.5 gram; 0,75 gram ; 1 gram bentonit ke dalam 1000 ml air formasi menyebabkan terjadi penurunan Total dissolved solid berturut-turut sebesar  95.08%;  95.14% dan  95.12%Sedangkan pada pengamatan pH air formasi,  penambahan bentonit lokal maupun penambahan bentonit impor ke dalam air formasi tidak menyebabkan perubahan.  pH air formasi tetap  menunjukan pH stabil diangka 9.
KARAKTERISTIK DAS CISADANE BERDASARKAN PARAMETER MORFOMETRI DI DAERAH RUMPIN – CISEENG, KABUPATEN BOGOR BARAT Novi Triany; Suherman Dwi Nuryana; Ramadhan Adhitama; Agus Guntoro; Muhammad Hario Yudisatrio; Rafael Holysius Daned
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.893 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.10869

Abstract

Area penelitian merupakan wilayah kecamatan Rumpin dan Ciseeng, Kabupaten Bogor Barat yang dilalui oleh sungai Cisadane sebagai sungai induk dan salah satu sumber air penting wilayah sekitarnya. Seiring pesatnya perkembangan wilayah, pertumbuhan penduduk dan infrastruktur, maka diperlukan kajian morfometri mengenai sumber air tersebut agar pemanfaatannya sebagai sumber daya alam terbarukan dapat optimal, serta dapat menjadi rekomendasi dalam pengelolaan tata ruang di area DAS Cisadane dan untuk mengetahui kemungkinan adanya potensi banjir di daerah penelitian. Salah satu cara untuk mengetahui karakteristik DAS Cisadane di area penelitian adalah dengan mengkaji parameter morfometri daerah aliran sungai. Dengan metode penginderaan jauh, dilakukan analisis morfometri secara kuantitatif yang meliputi unsur luas DAS, bentuk DAS, rasio cabang sungai, dan kerapatan sungai. Hasil menunjukkan bahwa DAS sungai Cisadane daerah Rumpin-Ciseeng dapat dibedakan menjadi 21 subDAS, dimana dua di antaranya sudah dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Bentuk subDAS terdiri dari bentuk bulu burung dengan luas area relatif sempit, serta bentuk radial, paralel, dan kompleks pada area subDAS yang luas dan beresiko banjir. Dari perhitungan rasio cabang sungai, sejumlah area subDAS pada topografi curam hingga landai dengan luas relatif sempit telah terpengaruh oleh deformasi. Sedangkan analisis kerapatan sungai menunjukkan kategori sedang yang diinterpretasikan aliran sungai melewati litologi yang lebih lunak sehingga sedimen yang terbawa dalam aliran akan lebih besar. Jenis batuan yang dilewati aliran sungai, topografi, serta pengaruh aktivitas tektonik sangat mempengaruhi perbedaan nilai morfometri pada daerah aliran sungai Cisadane.