cover
Contact Name
Mikha Widiyanto
Contact Email
mikha.agus08@gmail.com
Phone
+628115422254
Journal Mail Official
mikha.agus08@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sentosa Dalam II A. RT. 78 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : 10.55967
Core Subject : Religion, Education,
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen is a scientific and peer-reviewed journal published by Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda. Manthano covers the result of academic and scientific study in Christian Education, empiric or conceptual. This journal is open to authors, lecturers, students, practitioners and researchers in line and relevant to the scope covered. Focus and Scope Manthano: 1. Christian Education Theology 2. Learning Strategy and Curriculum 3. Education Management 4. Educational Leadership 5. Philosophy of Christian Education 6. Educational Measurement, Assessment and Evaluation 7. Learning Thecnology 8. Family Education 9. Christian Character Education
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024" : 5 Documents clear
Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak Sekolah Minggu pada Usia 7-9 Tahun Sirait, Junio Richson; Riwanti, Riwanti; Rosila, Sheila
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.65

Abstract

Abstract: Character education is an important part that is required to be implemented in all subjects in Indonesia. This is because many highly educated people still have bad character. The purpose of this study is to find the important parts of character education in Sunday School children aged 7-9 years. The method used was a literature review. The finding is that exemplary is an important part of shaping character such as in words, behavior, loyalty, and holiness. The benefit of this study is to make God's servants such as teachers, pastors, and other ministries effective in shaping children's character. Abstrak: Pendidikan karakter menjadi bagian penting yang diwajibkan untuk diterapkan dalam semua mata pelajaran di Indonesia. Hal ini dikarenakan bayaknya orang yang berpendidikan tinggi masih memiliki karakter yang tidak baik. Tujuan penelitian ini untuk menemukan bagian-bagian penting dalam pendidikan karakter pada anak Sekolah Minggu usia 7-9 tahun. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil temuan adalah keteladanan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seperti dalam perkataan, tingkah laku, kesetiaan, dan kesucian. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk membuat para hamba Tuhan seperti guru, pendeta, dan pelayanan Tuhan lainnya efektif dalam membentuk karakter anak.
Penerapan Teknologi dan Media Pembelajaran Fisik dalam Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pedalaman Cong, Jhoni; Ritonga, Nova
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.67

Abstract

Abstract: The continuous advancement of education, coupled with the rapid development of information and communication technology, necessitates attaining high-quality education. However, the issue of education quality in remote areas remains a critical challenge. One of the primary causes is the lack of adequate learning facilities, particularly teaching aids. Therefore, this research aims to investigate how to address the subpar education quality in severely underdeveloped remote schools by providing physical learning media to assist teachers in delivering materials and facilitating student comprehension. This research employed a literature review approach, utilizing various available sources, including books and journal articles. The findings highlight the significant role of physical learning media in enhancing education quality in remote areas. The utilization of readily available recycled materials, coupled with their low cost, promotes effective learning and contributes to environmental waste reduction.   Abstrak: Dunia pendidikan yang semakin terus menerus maju dengan diiringi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menuntut agar pendidikan memiliki mutu yang baik. Namun, permasalahan mutu pendidikan yang ada di pedalaman sampai saat ini masih sangat krusial. Salah satu penyebabnya ialah sarana pembelajaran yang berkaitan dengan media pembelajaran yang tidak tersedia. Oleh sebab itu, pada penelitian ini penulis ingin meneliti bagaimana keadaan mutu pendidikan di sekolah pedalaman yang sangat jauh tertinggal diatasi dengan menyediakan media pembelajaran fisik sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan dengan berbagai literatur yang tersedia baik buku-buku, maupun artikel jurnal. Penelitian ini menghasilkan pemahaman bahwa media pembelajaran fisik sangat membantu meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pedalaman, karena memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di lingkungan, biaya yang sangat relatif rendah bahkan pemanfaatannya membantu menanggulangi sampah pada lingkungan.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Karakter Anak Usia Dini di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timur Tengah Selatan Boru, Maya Aberthina; Lao, Hendrik A.E.; Syahputra, Andrian Wira
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.68

Abstract

Abstract: The role of parents is very important in shaping children's character because the first educators for children are the parents themselves. The purpose of this research is to find out how the role of parents in shaping children's character, the strategies used by parents to shape children's character and the efforts made in shaping children's character in Karang Siri Village, Soe City District, South East Central Regency. The research used is descriptive qualitative research. The data collection techniques used were observation, interview and documentation. The results showed that, the family is the first place where children get education. Children's character is formed first in the family. Therefore, parents should have a concept or provision in educating their children which includes the formation of religious character, discipline, and children's independence. Parents are examples and role models for their own children, so the role of parents is very important in the development and formation of children's character from an early age. Keywords: parents; education; character Abstrak : Peran orang tua sangatlah penting dalam pembentukan karakter anak sebab pendidik pertama bagi anak adalah orang tua itu sendiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter anak, strategi yang digunakan orang tua untuk membentuk karakter anak dan upaya yang dilakukan dalam pembentukan karakter anak di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timur Tengah Selatan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keluarga merupakan tempat pertama dimana anak memperoleh pendidikan. Karakter anak dibentuk pertama kali di dalam keluarga. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memiliki konsep atau ketentuan dalam mendidik anaknya yang meliputi pembentukan karakter religius, disiplin, dan kemandiri anak. Orang tua adalah contoh dan teladan bagi anaknya sendiri, sehingga peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak sejak dini. Kata Kunci: orang tua; pendidikan; karakter
Kontribusi Guru Kristen dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa di Era Digital Giawa, Safatulus
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.70

Abstract

Abstract: Today, society is inseparable from the digital world, where everyone gathers and is not limited by space, time, or place; as long as they are connected to the internet, they can interact and share information. Due to that culture, society uses the information obtained from social media as a moral foundation and a guide for behavior, in contrast not all information is beneficial for certain communities because it is hindered by different contexts and needs. It is often found that information on the internet must be filtered before it can be used as a guideline for life. This filtering process requires critical thinking to analyze and assess the merits and drawbacks of information, determining whether it aligns with one's needs or not. Therefore, this research is conducted to formulate the contributions of teachers in training the community to think critically through the world of education, where teachers act as educational agents. This research uses a qualitative research method based on a literature review by examining various literatures and then presenting the findings descriptively as the result of the study. This research found that critical thinking in the digital era is essential and is part of the complexity of the tasks faced by Christian education teachers. To foster students' critical thinking, teachers must understand the role of reason as noted in the Bible, then develop philosophy and theology in learning, guide students to think critically, serve as models of critical thinking, and train students to have moral sensitivity as a form of Christian spirituality in the digital age. Abstrak: Masyarakat saat ini tidak terlepas dunia digital dimana setiap individu berkumpul dan tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat tetapi cukup terhubung ke jaringan internet mampu berinteraksi dan berbagi informasi. Oleh karena budaya tersebut, masyarakat menjadikan informasi yang didapatkan di sosial media sebagai landasan bermoral dan berperilaku, sementara tidak semua informasi bermanfaat bagi masyarakat tertentu karena dihalangi oleh konteks dan kebutuhan yang berbeda-beda. Kerap ditemukan bahwa informasi di internet harus difilter terlebih dahulu sebelum dijadikan pedoman hidup. Proses filter tersebut memerlukan pemikiran kritis untuk mengkaji serta menilai baik dan buruknya sebuah informasi, sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan kontribusi guru dalam melatih masyarakat berpikir kritis melalui dunia pendidikan dimana guru sebagai pelaku pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi literatur dengan mengkaji berbagai literatur kemudian menuangkan secara deskriptif sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pemikiran kritis di era digital sangat diperlukan dan merupakan bagian dari kompleksitas tugas guru pendidikan agama Kristen. Untuk membentuk pemikiran kritis siswa, guru harus memahami peran akal budi sebagaimana dicatat oleh Alkitab, kemudian mengembangkan filsafat dan teologi dalam pembelajaran, membimbing siswa berpikir kritis, guru menjadi model berpikir kritis serta melatih siswa memiliki sensivitas moral sebagai bentuk spritualitas kristen di era digital.
Diskursus Guru Kristen: Diciptakan untuk Mendidik, Mengajar dan Melayani Nassa, Grace Son; Masinambow, Yornan; Rompa, Masye; Banfatin, Nahor
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.74

Abstract

Abstract: This article describe and analyze the Christian teacher discursively, where the Christian teacher is created to educate also teach, and serve. Christian teachers must first understand the theological concepts of creation to redemption as fundamental in educating students. Christian teachers must rely on Christ as a guide for their teaching and education in addition to themselves with various scientific perspectives. In this article, a qualitative research approach with a literature study method is used to describe and analyze Christian teachers. The results found are that Christian teachers in their progress as educators must have biblical insights that are first attached to the teacher and then implemented in students. In addition, Christian teachers need to be creative and effective like Christ who in His teaching attracted the attention of many people, complicated teaching but simplified as best as possible but with the aim of proclaiming the Kingdom of God. The Christian teacher's biblical knowledge and creativity are based on introducing God based on His word to the learners. Christian teachers must upgrade themselves in teaching and educating, not be rigid and follow Christ who taught with power, creativity and effectiveness, in contrast to the scribes who taught as a formality and stuck to legalism. In this way, the Christian teacher's progress is discursively dynamic, meeting the challenges of the times while at the same time adhering to biblical insights based on the teaching of Jesus Christ, the Great Teacher.    Abstrak: Artikel menjabarkan serta menganalisis tentang guru Kristen secara diskursif, dimana guru Kristen dicipta untuk mendidik sekaligus mengajar dan melayani. Guru Kristen harus terlebih dahulu memahami konsep teologis penciptaan hingga penebusan sebagai hal fundamental dalam mendidik para peserta didik. Guru Kristen harus mengandalkan Kristus sebagai pedoman pengajaran dan pendidikannya selain diri mereka sendiri dengan berbagai perspektif keilmuan yang ada. Dalam artikel ini, pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan digunakan untuk mendeskripsikan serta menganalisis guru Kristen. Adapun hasil yang ditemukan adalah guru Kristen dalam kemajuannya sebagai pendidik harus memiliki wawasan alkitabiah yang terlebih dahulu melekat dalam diri guru lalu diimplementasikan pada peserta didik. Selain itu, guru Kristen perlu kreatif dan efektif seperti Kristus yang dalam pengajaran-Nya yang menarik perhatian banyak orang, pengajaran yang rumit namun disederhanakan sebaik mungkin namun dengan tujuan pewartaan Kerajaan Allah. Wawasan alkitabiah dan kreatifitas guru Kristen didasarkan pada memerkenalkan Allah berdasarkan firman-Nya kepada para peserta didik. Guru Kristen harus mengupgrade diri dalam mengajar dan mendidik, tidak kaku serta mengikuti Kristus yang mengajar dengan berotoritas, kreativitas, dan efektivitas, kontras dengan para ahli Taurat yang mengajar sebagai formalitas dan terjebak pada legalisme. Dengan begitu, kemajuan guru Kristen secara diskursif adalah bergerak dinamis, memenuhi tantangan zaman namun pada saat yang sama berpatokan pada wawasan alkitabiah berdasarkan pada pengajaran Yesus Kristus, Sang Guru Agung.

Page 1 of 1 | Total Record : 5