cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK SENI PAHAT, SENI PATUNG SUKU ASMAT DI PAPUA SEBAGAI PRODUK KERAJINAN Diah Asmarandani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.605 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1470

Abstract

AbstractAs tradition art, artistic of people sculpture and statue Asmat earn grouped in primitive culture/artefact - primitive art, this thing is because ofform of physical from material culture function and material culture is more majored, and also forming process is not addressed for aesthetic function; in the growth primitive art from people Asmat become appearance idea primitivism in the world of art. Art, craft and design masterpiece with theme primitive art/primitive culture from people Asmat many produced in so many forms like: furniture, mural, paintings and households appliances as effort so that culture of people materials Asmat don't become extinct. Form of to many becoming new inspiration in the craft world, become attention of primitive art observer and consumer, and also producer/craft industrial.Keywords: primitive artefact/culture, primitivism, Asmat craft.AbstrakSebagai seni tradisi, seni patung dan seni pahat orang Asmat dapatdikelompokan kedalam primitive culture/artefact primitive art, hal inidisebabkan oleh bentuk fisik dari budaya material dan fungsi budaya material lebih diutamakan, serta proses pembentukan tidak ditujukan untuk fungsi estetis; dalam perkembangannya primitive art dari orang Asmat menjadi ide munculnya primitivism dalam dunia seni. Karya seni, karya kerajinan dan karya desain dengan tema primitive art/primitive culture dari orang Asmat banyak diproduksi dalam berbagai bentuk seperti: furnitur, mural, alat-alat rumah tangga dan lukisan-lukisan kulit pohon sebagai usaha agar
DIMENSI DIALOGIS DALAM PERWUJUDAN SEBUAH KARYA SENT DAN DESAIN : Sebuah alternatif interpretasi Sukria Fihatmadja
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.704 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1471

Abstract

AbstractThe existence of human beings does not rely on their activities, their work or their belongings. However, it really depends on their capability to have strong interpersonal skill with other people, to have good harmony with nature and with their environment.AbstrakHakekat eksistensi manusia tidak semata-mata karena prestasi kegiatannya, basil karya ataupun kepemilikannya, namun kemampuannya dalam membangun hubungan dengan sesama manusia, alam dan lingkungannya dimanapun berad
PERTIMBANGAN ESTETIK DALAM DESAIN PRODUK INDUSTRI Soemartono Soemartono
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.389 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1472

Abstract

AbstractEsthetic consideration plays a major role in product planning industry. Though this esthetic consideration, one product is supposed to have an impressive form. The more people are interested in one product, the more potential the product is purchased. The form itself does not stand alone but it must be connected to functional aspect. In other words, a product should be impressive and functional.AbstrakPertimbangan estetik sangat penting dalam perancangan produk industri. Lewat pertimbangan estetik, sebuah produk industri diharapkan bisa tampil dengan 'bentuk (form) yang menarik. Semakin banyak orang tertarik pada bentuk dari produk yang dibuat tentu akan semakin baik, artinya ada potensi bahwa produk tersebut akan banyak dibeli. Tentu saja aspek bentuk tidak berdiri sendiri, tetapi hams disinergikan dengan aspek 'fungsi' (function). Dengan kata lain, di samping menarik perhatian, sebuah produkjuga harus fungsional. 
KEBUDAYAAN, DESAIN DAN LINGKUNGAN Eddy Hadi Waluyo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1773.232 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1473

Abstract

AbstractAll aspects of culture in the society serve humang beings to satisfy their basic human needs. For example art is a form to satisfy the hunger for beaty. Through art, the role of art and of design can take part in building a prosperous country by preserving the environment- both in physical and social aspectAbstrakBerbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat manusia berfungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri akan kebutuhan hidup dan makhluk manusia (basic human needs). Salah satunya adalah berkesenian yang pada dasarnya adalah upaya tmtuk memuaskan hasrat akan keindahan. Adalah upaya mengungkap peran serta pendidikan tinggi seni rupa dan desa in di Indonesia dalam mensejahterakan bangsa melalui konstribusinya terhadap pelestarian lingkungan (fisik maupun sosial)
PERAN ANTROPOMETRI PADA FUNGSI DAN BENTUK KIOS ROKOK SEBAGAI TEMPAT BERJUALAN, PENYIMPANAN DAN BERTEDUH Diah Asmarandani; Awang Eka Novia Rizali
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.317 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1474

Abstract

Abstract Nowadays, most public areas function as social interaction such as comercial areas. Therefore, a lot of areas are used for business activities. Public areas such as green areas, parks, bus shelters are filled with people selling their product. Vendors selling herbal drink, household utensils, clothing, magazines, phone-cards, cigarettes and many more manipulate those areas to make money. This fact shows the role of cigarette stands in big cities, which is viewed from functional and ergonomical aspect. Abstrak Saat ini banyak ruang publik dan jalanan menjadi kawasan untuk berinteraksi sosial, diantaranya menjadi kawasan komersial; banyak wilayah yang dimanfaatkan untuk berjualan. Wilayah ruang publik seperti kawasan jalur hijau, taman, halte bis dan wilayah parkir serta ruang jalan dapat menjadi koridor kaki lima, Pedagang Kaki Lima (PKL) seperti warung jamu, pedagang alat rumah tangga sampai pakaian, kios majalah, kios selular, kios rokok dan banyak lagi lainnya memanfaatkan wilayah ini untuk melakukan transaksi berjualan. Tulisan ini mengangkat peranan kios rokok di kota¬kota besar, ditinjau dari aspek fungsi, bentuk dan ergonominya
KEKUATAN UNSUR LOKALITAS DALAM STRATEGI MARKETING KOMUNIKASI VISUAL UNTUK MAKSIMALISASI BRAND EQUITY Lala Palupi Santyaputri
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.859 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1475

Abstract

Abstract The growing of by'brination technology is presen tiiig the big challenge to the development countries. It claims that the design of communication visual has to show their participation in order to fulfill the requirements, the plural societies can accept it and how to determine exactly the potential market of products that accepted by plural marginal societies. Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang merupakan tantangan terbesar bagi negara-negara berkembang menuntut desain komunikasi visual menunjukkan peran aktifnya dalam memenuhi kebutuhan dan yang dapat diterima oleh masyarakatnya yang pluralistik ini, bagaimana menentukan segmentasi yang tepat bagi suatu target market suatu produk yang dapat diterima oleh masyarakat pluralisme yang marginal.
TINJAUAN VISUAL POSTER POLANDIA Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.517 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1476

Abstract

AbstractOver the past millennium, by the lSth century the Poland nobles democracy had gradual! y dech"ned into anarchy. The culture of Poland is close! y connected with its intricate 1000 year dynamic hts"tory. Poland was known for being the centre of "wall and board " art, including poster. The artist of Poland always been hospitable and eager to follow cultural and artistic trends in other countries. In 2Oth centuries the Poll`ish poster artist focus on cultural advancement, often took precedence over poh"tical and economic activity. These factors have contributed to the versatile nature of Pollish poster with all its complex nuances. AbstrakMelewati era millennium, pada abad ke 18, kehidupan de- mokrasi di Polandia mengalami perubahan besar dari kemapanan ke arah tindakan anarkis. Secara umum, kebudaya-an Polandia berkait erat dengan sejarah kehidupannya yang dinamis selama kurang lebih 1000 tahun. Dibelahan Eropa Timur, Polandia juga dikenal juga sebagai negeri "Seni dinding dan papan pengumuman". Seniman- seniman Polandia sangat terbuka dan berhasrat besar untuk mengikuti perkembangan budaya dan kecenderungan artistik di negara-negara lain. Memasuki abad ke-20, para seniman poster Polandia memilih fokus pada pengembangan kebudayaan setempat, terkadang terlibat pada aktifitas politik
PASANG SURUT INDUSTRI KERAJINAN BAMBU DI TASIKMALAYA JAWA KARAT Usman Lubis
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1766.422 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1477

Abstract

AbstractBamboo craft is a form of art conducted by people which has existed for centuries. It was developed through generations, so it should be preserved because it is a promising comodity in the future to have access both local and international market. In Tasikmalaya, the development of bamboo craft is amazing because it was previously popular only among family member of the people who produced bamboo. It spread to neighbours, villages and broader market. This fact tries to reflect many factors which aect the development of bamboo craft in Tasikmalaya, West Java. AbstrakKerajinan bambu merupakan industri kerajinan rakyat yang telah hidup sejak berabad-abad yang lampau dan dikembangkan secara turun temurun dari generasi ke generasi, maka selayaknyalah hal ini perlu dilestarikan. Karena terbukanya masa depart yang balk bagi pemasarannya, balk sebagai konsumsi lokal maupun sebagai komoditi ekspor. Di tasikmalaya Perkembangan konsumen pemakai kerajinan bambu yang awalnya adalah lingkungan keluarga pembuat, kemudian berkembang menjadi kelompok konsumen di luar lingkungannya : tetangga, lingkungan desa, sampai mencapai lingkungan pasar yang lebih luas. Tulisan ini mencoba mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan tumbuh kembangnya kegiatan kerajinan ini terutama yang terdapat di KabupatenTasikmalaya,JawaBarat 
DESAINER DENGAN MANAJEMEN YANG HAIR Taswadi Taswadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.369 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1478

Abstract

AbstractThis book aims to assist the achievement of good results from design.Two main concerns in this book have predominated. First concern, to identijy the management issues and responsibih'ties judged to be mos.t sigm_ficant in influencing the progress and outcomes of design projects. Second, to provide information about appropriate management methods and approaches. It does not to set out to influence how designers use their skills. Even less does it attempt to turn managers into designers. It may lead to a better understanding of what designers actually do. It contains a cross- section of views and advice from more than 40 contributor writers. All expert in design fields AbstrakBuku "Design Management; A Handbook of Issues and Methods ", bertujuan untuk memberi basil terbaik desain dari aspek manajemen. Terdapat dua perhatian utama dari buku ini. Pertama, melakukan identifikasi isu-isu manajemen dan bertanggungjawab dalam memberi penilaian pada kemajuan dan basil proyek desain. Kedua, untuk menyediakan informasi tentang metode manajemen dan pendekatan yang tepat. Buku ini tidak bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana desainer dalam memakai ketrampilan yang telab dimiliki. Juga tidak
DESAIN INTERIOR RESTORAN: Restaurant Design : By Susan Cologan, 1987 Djoko Sutjipto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 1 (2005)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.09 KB) | DOI: 10.25105/dim.v3i1.1494

Abstract

Abstrak Perubahan peran istri menjadi wanita pekerja /karir , membawa implikasi luas. Budaya makan di luar rumah, memicu maraknya usaha restoran yang menu dan cara penyajiannya disesuaikan dengan sasaran segmen pasar. Persaingan kian menjadi upaya menarik pelanggan tidak lagi berfokyus pada kualitas menu semata. Muncul gagasan menciptakan atmosfir ruang yang dapat mendukung rasa nyaman selagi makan malam.