Hermalinda Herman
Departemen Keperawatan Maternitas Dan Anak Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, 25163

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Assertive Training on Bullying in Junior High School Herman, Hermalinda; Nurshal, Deswita; Novrianda, Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2020.15.1.1069

Abstract

Bullying is a universal phenomenon and a common problem amongst school-aged children. Bullying can have a negative impact on the mental health and welfare of children. One strategy that can be done to prevent bullying is to practice assertiveness skills. This study aimed to identify the effect of assertiveness training in reducing bullying behaviour amongst students of Junior High School Padang. The study design was Quasi-experimental with a sample of 81 students (43 controls and 38 interventions). The intervention group received assertiveness training that consisted of 5 sessions, including communicating with others, declaring "no" to irrational requests, expressing complaints, rewarding others and accepting rewards and reinforcing the assertive behaviour with social-drama. Each session duration was 30-45 minutes. Adolescent Peer Relation Instrument (APRI) was applied to measure bullying behaviour. The statistical tests used were Wilcoxon and Mann Whitney. The results showed that there were differences in bullying behaviour before and after intervention between the control group and the intervention group (p-value 0.001). It can be concluded that assertiveness skills training could be maintained as an intervention that would be able to prevent bullying in adolescents.
Hubungan Karakteristik Remaja dengan Perilaku Bullying pada Siswa SMP di Kota Padang Herman, Hermalinda; Nurshal, Deswita; Oktarina, Elvi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2017.12.1.677

Abstract

Bullying is a phenomenon that is common and universal problems in school-age children. Bullying can cause serious/ negative effects concerning the mental health and child welfare. This study aimed to identify the prevalence of bullying in junior high school students in the city of Padang. The study design was descriptive analytic with cross sectional study. Samples are the students of SMP Negeri 31 Padang, SMPN 28 Padang, SMP Muhammadiyah 7 Padang, and SMP Kartika 1-7 Padang with 340 samples. These samples were taken by simple random sampling technique. Data collection tool is questionnaire which consisting of questions on the general data and child bullying behavior questionnaires. Data were analyzed by using Mann Whitney test and Kruskal Wallis. Research shows that almost half of the students’ bullying behavior was verbal bullying, followed by physical bullying and the last was social bullying. There are differentiations regarding bullying behavior by gender and socio-economic. It is expected to develop a research that aimed at the prevention of bullying behavior early on and special interventions which focused on children with low socioeconomic status.
Knowledge, Attitude and Practice of Evidence-Based Nursing Practice and Barriers Dwi Novrianda; Hermalinda Herman
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.331 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v7i3.884

Abstract

Professional nurses, one of the human resources in the health sector, are obliged to carry out the nursing process, especially nursing, based on scientific evidence. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and practice of evidence-based practice and its barriers to the hospital. Quantitative research with a descriptive approach was conducted at Dr. M. Djamil Hospital, Padang. A consecutive sampling technique was utilized, with 139 selected nurse practitioners, and only 90 nurses filled in the questionnaires. The instruments used were Evidence-Based Practice Profiles (EBP2) and the BARRIERS Scale. Characteristics of respondents were 70.0% diploma education; mean age was 36.7 (SD=7.95) years and 13.35 (SD=8.37) years of working time. The mean attitude towards EBP was higher than the mean of EBP knowledge/understanding, confidence, understanding of research terms, and practice towards EBP (3.32; 2.93; 2.72; 2.53; 1.95). Therefore, there is a definite need for improving knowledge, comprehending EBP, and research terminology to overcome the obstacles of EBP implementation in the nursing service practice.
Aplikasi Model Konservasi Levine Pada Anak Dengan Kanker yang Mengalami Fatigue di Ruang Perawatan Anak Hermalinda Hemalinda
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Fatigue adalah salah satu gejala yang dapat menimbulkan stres dan sering dikeluhkan oleh anak dengan kanker dan hal ini membutuhkan penanganan dari tenaga kesehatan profesional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran aplikasi model konservasi Levine pada anak dengan kanker yang mengalami fatigue. Metode: Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus dengan mengaplikasikan empat prinsip model konservasi Levine dalam memberikan asuhan keperawatan pada 5 orang anak dengan kanker. Aplikasi model konservasi Levine dilakukan pada kasus leukemia, osteosarkoma, pengobatan kanker nasofaring, dan lymphoma hodgkin’s.   Hasil: Intervensi keperawatan yang diberikan berdasarkan prinsip konservasi memberikan hasil yang cukup baik terhadap masalah fatigue yang dialami anak. Empat anak melaporkan peningkatan ketersediaan energi dalam melakukan aktivitas namun belum memperlihatkan penurunan tingkat fatigue.   Simpulan: Model konservasi Levine sangat sesuai diaplikasikan pada anak dengan kanker yang mengalami fatigue karena prinsip-prinsip konservasi pada model ini dapat memberikan pedoman dalam mengidentifikasi masalah fatigue, menyusun rencana keperawatan untuk meningkatkan adaptasi dan mempertahankan keutuhan, dan mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilakukan.   Kata Kunci: Anak dengan kanker, fatigue, keperawatan, dan model konservasi Levine
DISEMINASI ILMU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA ANAK DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG Dwi Novrianda; Hermalinda Hermalinda; Deswita Deswita; Lili Fajria; Meri Neherta; Vetty Priscilla; Yonrizal Nurdin
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.114 KB)

Abstract

Puskesmas Ambacang merupakan satu dari tiga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat 1 di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Puskesmas Ambacang meliputi 4 kelurahan sebagai wilayah kerjanya. Wilayah kerja Puskesmas ini berada di pusat kota dan di pinggir jalan utama sehingga beresiko terjadinya berbagai kejadian yang dapat mencederai pada balita akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan selama berada di dalam rumah. Mitra pada IbDM ini yaitu kelompok keluarga di Kelurahan Anduring sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi cedera pada anak dan upaya antisipasi yang dapat dilakukan di rumah sebagai akibat kurangnya wawasan dan keterampilan tentang panduan antisipasi cedera. Oleh karena itu pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan. Setelah diberikan edukasi kesehatan telah dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai identifikasi dan penanganan cedera pada anak yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai caregiver anak.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING PENDAMPINGAN MENYUSUI MELALUI PELATIHAN Dwi Novrianda; Lili Fajria; Hermalinda Hermalinda
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.245

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit di Kota Padang yang mempunyai Ruang Perinatologi dengan kapasitas 15 tempat tidur bayi. RSUD dr. Rasidin memiliki program untuk melakukan pemberian ASI secara dini, namun belum diikuti oleh program konseling menyusui oleh perawat. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan motivasi perawat dan bidan dalam melakukan pendampingan menyusui pada ibu. Sehingga pemberian pelatihan merupakan salah satu alternatif terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan. Sebanyak 22 perawat/bidan sebagai mitra pada ipteks berbasis masyarakat ini diklasifikasikan atas 2 kelompok yaitu 1) kelompok perawat sebanyak 11 orang, dan 2) kelompok bidan sebanyak 11 orang. Target dan luaran IbM ini adalah meningkatnya wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai teknik menyusui dan strategi pendampingan menyusui yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai pemberi layanan yang profesional bagi ibu menyusui. Setelah mengikuti training ini, secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan.
Optimalisasi Peran Perawat dalam Penerapan Atraumatic Care di Ruang Perawatan Anak Hermalinda Herman; Lili Fajria; Deswita Nurshal; Yanti Puspita Sari; Dwi Novrianda; Ira Mulya Sari; Yelli Herien; Arif Rahman Mansyur
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.b (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic care as a form of therapeutic care is provided to children and families by reducing the psychological impact of nursing actions offered. The problem is the application of the principle of atraumatic care in a pediatric ward of Unand's Hospital. The problem is due to the limited number of nurses and the lack of experience of nurses, especially in caring for children. Based on these problems, the alternative of problem-solving conduct seminars and workshops on nurses about optimizing the role of nurses in the application of atraumatic care in the pediatric ward. The purpose of these activities is to improve the knowledge and skill of nurses in applying atraumatic care in a pediatric department. The place of community services is in Andalas University Hospital Padang. Community service activities are carried out starting from the preparation stage, the implementation stage (training and outreach), the monitoring and evaluation phase. Methods of carrying out activities with lectures, focus group discussions (FGD), role play, and individual learning. The result of the action is an increase in nurses' knowledge and skills regarding the application of atraumatic care in the childcare room. It is expected that the hospital can carry out refreshment activities on an ongoing basis to improve the quality of child nursing care.
Aplikasi Model Konservasi Levine Pada Anak Dengan Kanker yang Mengalami Fatigue di Ruang Perawatan Anak Hermalinda
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Fatigue adalah salah satu gejala yang dapat menimbulkan stres dan sering dikeluhkan oleh anakdengan kanker dan hal ini membutuhkan penanganan dari tenaga kesehatan profesional. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk melihat gambaran aplikasi model konservasi Levine pada anak dengan kankeryang mengalami fatigue. Metode: Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus dengan mengaplikasikan empat prinsipmodel konservasi Levine dalam memberikan asuhan keperawatan pada 5 orang anak dengan kanker. Aplikasimodel konservasi Levine dilakukan pada kasus leukemia, osteosarkoma, kanker nasofaring, dan lymphomahodgkin’s.Hasil: Intervensi keperawatan yang diberikan berdasarkan prinsip konservasi memberikan hasil yang cukupbaik terhadap masalah fatigue yang dialami anak. Empat anak melaporkan peningkatan ketersediaan energidalam melakukan aktivitas namun belum memperlihatkan penurunan tingkat fatigue. Simpulan: Model konservasi Levine sangat sesuai diaplikasikan pada anak dengan kanker yang mengalamifatigue karena prinsip-prinsip konservasi pada model ini dapat memberikan pedoman dalam mengidentifikasimasalah fatigue, menyusun rencana keperawatan untuk meningkatkan adaptasi dan mempertahankankeutuhan, dan mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilakukan.
SKOR FATIGUE PADA ANAK DENGAN KANKER DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Hermalinda; Dwi Novrianda
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengobatan kanker terutama kemoterapi dapat memberikan efek pada fisik, psikologis anak, dan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta kualitas hidup anak. Fatigue merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi skor fatigue pada anak dengan kanker. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan kanker yang menjalani pengobatan. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Alat pengumpulan data adalah kuisioner tentang skor fatigue dengan kuesioner parent fatigue scale (PFS) untuk anak usia kurang dari 7 tahun dan children fatigue scale (CSF) untuk anak usia lebih dari 7 tahun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor fatigue anak usia <7 tahun adalah 43.55 dan 43.30 pada anak usia >7 tahun. Rata-rata tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Simpulan: Tingkat fatigue yang dialami anak adalah cukup berat. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Adanya keterlibatan tenaga kesehatan sangat diharapkan dalam melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap gejala fatigue pada anak dengan kanker.
REDUCING FATIGUE SCORE WITH PHYSICAL EXERCISE IN CHILDREN WITH CANCER Hermalinda Herman; Dwi Novrianda
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5377.124 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2017.005.02.4

Abstract

Physical problems that often arise in children with cancer include fatigue. Fatigue or tiredness is a condition that leads to stress and a deep problem for patients suffering from cancer. Nursing interventions on cancer-related fatigue which quite effective is regular physical exercise. The purpose of this study was to identify the relationship of physical exercise with a score of fatigue in children with cancer. The method used is descriptive analytic with cross sectional study. The study was conducted in Child Care ward of DR. M.Djamil Hospital In May and October 2015. The sample in this study were 30 children with cancer who undergoing chemoteraphy that taken with accidental sampling technique. Data collection was a questionnaire about fatigue scores in children and child physical exercise performed before undergoing chemotherapy. Data were analyzed by independent t test. The mean score of fatigue in children who do physical exercise was 39.86 with a standard deviation of 6.98. In children who do not do physical exercise, the average fatigue score was 46.62 with a standard deviation of 7.60. it can be concluded that there was a significant differences in fatigue scoring between children who did physical exercise and didnt do that ( p value 0.017).In conclusion physical education programs in patients with cancer are hopefully controlled, coordinated and sustainable, and became one of the nursing intervention in patients with cancer who experience fatigue.