cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024)" : 6 Documents clear
Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Nifas puspita Sari, Ratna Aprilia; khayati, Nikmatul
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13101

Abstract

Kejadian yang timbul pada ibu yang kesulitan menyusui karena ASInya tidak lancar, terutama melahirkan anak pertama. Selain itu ibu sering mengeluh bayinya menangis, menolak menyusu, atau tidak menyusu karena putingnya sakit. Ini sering diartikan sebagai ASI yang tidak mencukupi atau buruk, dan karena itu memilih untuk tidak menyusui. Terapi non farmakologis yang dapat memperlancar ASI salah satunya dengan Pijat Oksitosin. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat Oksitosin untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas di klinik bidan Delima Bangetayu Kulon. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pijat oksitosin untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas yang berjumlah 3 orang subjek studi yang diperoleh dari pre-test yang sesuai kriteria inklusi. kriteria inklusi : ibu nifas hari ke tujuh, ibu melahirkan normal,ibu tidak sedang menjalani pengobatan. Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan pengeluaran ASI yang tidak lancar setelah dilakukan pijatan oksitosin selama 3 hari dengan 3x pertemuan dan lama waktu yang digunakan 15 menit terjadi peningkatan jumlah ASI, frekuensi menyusui, frekuensi BAK/BAB bayi. Pijat oksitosin menjadi salah satu terapi non farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.
Aplikasi Terapi Musik Lullaby untuk Stabilisasi Hemodinamika pada Bayi Berat Lahir Rendah Abidah, Laili; Alfiyanti, Dera; Samiasih, Amin
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13058

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) berisiko mengalami ketidakstabilan suhu(hipotermi), sindrom aspirasi, ketidakstabilan berat badan, hal ini disebabkan karena adanya ketidakstabilan status hemodinamika yang mempengaruhi sirkulasi keseluruh organ. Terapi nonfarmakologis yang mampu menstabilkan hemodinamik pada BBLR yaitu terapi musik lullaby. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik lullaby pada BBLR untuk menstabilkan hemodinamik di Rumah sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menerapkan beberapa jurnal mengenai terapi musik lullaby. Terapi musik lullaby adalah terapi mendengarkan musik pada bayi BBLR yang dapat meningkatkan relaksasi, mengurangi presepsi terhadap nyeri, dan memberikan stimulasi suara yang akan mempengaruhi fugsi fisiologi terutama bila bayi mendapatkan tindakan yang memberikan rasa nyeri, mendengarkan musik lullaby melalui speaker aktif selama 45 menit dengan durasi waktu 3 hari berturut – turut serta frekuensi desibel 60 – 70 dB. Hasil dari terapi musik lullaby didapatkan bahwa hari pertama sampai hari ketiga hemodinamika pada bayi mengalami kestabilan. Hemodinamika heart rate pada bayi 1 mengalami kenaikan yang signifikan.
Penerapan Perawatan Metode Kanguru dan Terapi Murottal pada Bayi Berat Lahir Rendah Anjani, Widya Tri; Sulistyawati, Erna
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13063

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram, tanpa memperhatikan masa kehamilan. Kejadian BBLR disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan berat badan pada BBLR di RSD K.R.M.T Wongsonegoro. Metode yang digunakan pada studi kasus ini adalah descriptive study dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan. Implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan, dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru dan Terapi Murottal yang dilakukan sehari sekali selama 4 hari pemberian dengan waktu PMK 3 jam dan Terapi Murottal 30 menit.  Hasil dari sesudah dilakukannya penerapan perawatan metode kanguru dan Terapi Murottal pada 3 subyek studi mengalami peningkatan suhu badan dan berat badan pada Bayi berat lahir rendah di ruang Perinatologi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Keseimpulan pada suhu badan dan berat badan pada bayi berat lahir rendah diperoleh hasil sesudah dilakukannya perawatan metode kanguru dan terapi murottal mengalami peningkatan pada suhu dan berat badan Bayi berat lahir rendah.
Penerapan teori Self-Care Orem dan Self-Transcendence Pamela pada klien dengan breast engorgement Dhamanik, Reina; Rachma, Imami Nur; Budiati, Tri
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.15516

Abstract

Penerapan Teori Self-Care Orem Dan Self-Transcendence Pamela Pada Klien Dengan Breast Engorgement. Perubahan fisik, emosional, kognitif merupakan salah satu periode paling sensitive dalam kehidupan ibu pasca melahirkan. Kondisi pembengkakan payudara (breast engorgement) menjadi permasalahan umum yang terjadi pada ibu postpartum di masa menyusui, namun jika penatalaksanaan kurang tepat dapat mengakibatkan kondisi ketidaknyaman pasca melahirkan hingga mengganggu kondisi psikologis, mulai dari muncul kecemasan hingga depresi. Pemberian penatalaksanaan non farmakologi yang ada telah dilakukan untuk kebermanfaatan bagi ibu secara mandiri dan tenaga kesehatan di dalam menurunkan resiko mastitis yang dialami ibu selama proses menyusui. Metode yang digunakan dalam case study ini dengan fokus penerapan teori self-care Dorothea Orem dan teori Self-Transcendence Pamela G. Reed yang bertujuan untuk mengajarkan kemandirian pada ibu yang dimulai dari fase taking hold sampai masa nifas untuk mencapai kesejahteraan (well-being) dengan kesadaran (vulnerability) menyusui dan mencukupi kebutuhan nutrisi bayi sehingga ibu mampu mengaplikasikan kemampuan diri dalam mengelola afek positif dan negatif pada kondisi pembengkakan payudara (breast engorgement).
Intervensi Foot Massage Pada Penurunan Tekanan Darah Pasien Gagal Ginjal Kronik Salma, Dela Sabrina Putri; Hidayati, Eni; Olina, Yanuan Ben
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13123

Abstract

Tekanan darah termasuk penyakit yang tidak terdeteksi meskipun sudah bertahun-tahun, tekanan darah sendiri jika tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi karena tekanan darah yang tinggi dapat mempengaruhi sistem kardiovaskuler, saraf, dan ginjal. Dalam hal itu bisa juga munculnya rasa kekhawatiran. Tujuan dari studi kasus ini adalah guna mengurangi tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik melalui intervensi pijat kaki. Pendekatan yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan fokus pada proses keperawatan yang menggambarkan bagaimana kasus dikelola dalam pemberian terapi pijat kaki kepada satu responden yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini. Hasil studi kasus menunjukan bahwa pasien mempunyai tekanan darah yang tinggi TD: 195/100mmHg, sedangkan setelah diberikan terapi  foot massage TD : 175/85mmHg. Penerapan foot massage adalah salah satu bentuk terapi komplementer yang efektif dalam membantu penurunan tekanan darah.
Terapi Puzzel Dengan Kemampuan Kognitif Pada Lansia Dirumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang Herison, Ryschy; Nurhidayati, Tri; Hartiti, Tri
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13047

Abstract

Kondisi perubahan lansia pada umumnya mengalami kemunduran terutama pada fungsi kognitif. Terapi yang mampu meningkatkan fungsi kognitif lansia diantaranya berupa terapi non farmakologis yaitu terapi Puzzle. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi puzzel pada lanjut usia dengan kemajuan fungsi kognitif lansia di Rumah Pelayanan Pucang Gading Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menerapkan beberapa jurnal tentang Terapi Puzzle Wapuwan adalah sebuah permainan yang berupa potongan-potongan gambar wayang punakawan yang diacak menjadi suatu gambar yang utuh dalam waktu 20 menit selama 9x pertemuan dalam 3 minggu dengan kriteria inklusi : lansia dengan gangguan kognitif sedang (17 – 23), lansia berusia 65 – 75 dan kriteria eklusinya : lansia yang mengalami amnesia, lansia dengan gangguan pendengaran, lansia dengan depresi berat. Dari hasil permainan puzzle didapatkan bahwa dari hari pertama ke hari sembilan mengalami peningkatan sebesar 26 %  dengan hasil skor dari 23 menjadi 30 untuk subjek pertama kemudian untuk subjek kedua mengalami peningkatan dalam pengkajian MMSE yang awalnya 20 menjadi 27 didapatkan peningkatan dari hari pertama ke hari Sembilan sebesar 23 %. Kedua subjek mengalami peningkatan dari gangguan kognitif sedang dengan skor (17 – 23) meningkat menjadi normal (24 – 30). Dari hasil kedua subjek setelah diberikan terapi puzzle adanya peningkatan kemampuan kognitif dilihat dari meningkatnya skor mini mental state exam.

Page 1 of 1 | Total Record : 6