cover
Contact Name
Ajeng Titah Normawati
Contact Email
ajengtitahn@gmail.com
Phone
+6282134246369
Journal Mail Official
jsikep@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto No.119, Kajangansawan, Sonorejo, Kec. Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58213
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Studi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27229289     DOI : https://doi.org/10.31983/j-sikep.v1i1.5644
Core Subject : Health,
Jurnal Studi Keperawatan (J-SiKep) covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 87 Documents
Studi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Trimester II Dalam Pencegahan Stunting Prasetyo, Agus; Wahyudi, Teguh; Abidin, M. Zainal; Astuti, Yuni
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i1.11235

Abstract

Upaya pencegahan stunting paling baik adalah 1000 HPK (hari pertama kehidupan),  dimulai sejak awal kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak dikemudian hari. Stunting dapat terjadi selama masa kehamilan karena kurangnya asupan gizi, pola makan yang tidak adekuat, dan kualitas makanan yang rendah, yang semuanya dapat menghambat pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan ibu hamil agar dapat mencegah terjadinya stunting pada anak yang dikandungnya.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor-faktor perilaku ibu hamil trimester II dalam mencegah stunting pada balita. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik korelasional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester II yang berkunjung di klinik swasta di Kecamatan Kota Blora, dengan sampel 49 orang secara purposive sampling. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa hamil pada trimester II sebesar 73,7 % memiliki perilaku yang baik dalam pencegahan stunting. Hasil uji bivariat menunjukan umur >35 tahun (p=0,025), pendidikan perguruan tinggi (p=0,001), ibu bekerja (p=0,001), dan multigravida (p=0,034) berhubungan dengan perilaku baik dalam pencegahan stunting. Simpulan dari penelitian ini adalah perilaku ibu hamil yang baik dalam pencegahan stunting berada pada usia >35 tahun, pada tingkat pendidikan perguruan tinggi, pada ibu yang bekerja dan multigravida. Saran: Direkomendasikan kepada petugas di pelayanan baik negeri maupun swasta untuk meningkatkan penyuluhan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil, terutama melalui posyandu atau kunjungan Ante Natal Care (ANC).
Pengelolan Kejang Demam Dengan Fokus Studi Hipertermi Nuryanti, Erni; Setyowati, Tutik; Kistimbar, Siti; Siswanto, Joni
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i1.11261

Abstract

Latar Belakang : Tubuh manusia dalam menangani proses infeksi akan menyebabkan kenaikan  suhu pada tubuhnya yang disebut sebagai demam. Demam adalah proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh ketika suhu meningkat melebihi suhu tubuh normal (>37,5°C). Demam merupakan suatu keadaan suhu tubuh diatas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Demam adalah salah satu faktor resiko utama penyebab kejang demam. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering terjadi pada anak, hal ini dikarenakan anak yang masih berusia dibawah 5 tahun sangat rentan terhadap berbagai penyakit disebabkan sistem kekebalan tubuh belum terbangun secara sempurna. Dampak kejang demam kemungkinan dapat meningkatkan terjadinya epilepsi yang dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan berupa kesulitan dalam belajar, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta kualitas hidup yang kurang pada anak di masa depan.Tujuan penelitian : Untuk memberikan Asuhan Keperawatan Pada Anak Kejang Demam Dengan Fokus Studi Pengelolaan Hipertermi Resiko Kejang Berulang.Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan studi kasus dengan metode deskriptif yaitu memaparkan kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada anak kejang demam.Kesimpulan : Evaluasi yang akan dicapai pada kasus ini yaitu anak tidak terjadi kejang, takikardi menurun dan Suhu tubuh normal.
Kajian Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronis Dalam Terapi Hemodialisis Cipto, Cipto; Siswoko, Siswoko; Normawati, Ajeng Titah; Uripno, Pambayun Sugeng
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i1.11279

Abstract

Characteristics that greatly influence a person's lifestyle include chronic kidney failure sufferers undergoing hemodialysis therapy. Patients with chronic kidney failure experience a gradual decline in kidney function which is quite severe. This is caused by various diseases that are progressive and generally cannot be recovered. The aim of this research is to determine the picture of chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy. This research method is descriptive quantitative by explaining the distribution of frequencies and percentages. The sample in this study amounted to 30 people with the criteria being patients suffering from chronic kidney failure who underwent hemodialysis with compensatory awareness. The research was conducted at the Blora District Hospital by researchers in October 2023. The results of the study showed that the majority of kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy were women, the age characteristics reached early old age or in the range of 45 to 55 years, the majority had a high school or equivalent education, and the average is a housewife. Most of the responders had undergone hemodialysis for more than two years. Based on these results, it can be a basis or suggestion for developing further studies to analyze the correlation of each characteristic with the phenomenon of symptoms that occur in hemodialysis patients.Keywords: chronic renal failure, hemodialysis, characteristics
Gambaran perilaku tentang penanggulangan kejadian penyakit menular di wilayah yang berpotensi kekeringan. Suhardono, Suhardono
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i2.12157

Abstract

Latar belakang : Salah satu faktor penyebab kejadian kekeringan adalah faktor meteorologi yakni pengaruh dari iklim. Efek tidak langsung yang ditimbulkan akibat perubahan iklim yang  tidak menentu berhubungan dengan penyakit menular seperti diare, demam berdarah (DBD) dan ISPA yang disebabkan transmisi makanan, air dan kebersihan lingkunagn yang erat kaitannya dengan bencana kekeringan. Faktor -faktor yang berkaitan dengan penyakit diare, DBD dan ISPA terdiri dari lingkungan, higiene individu, ketersediaan air bersih, kebersihan makanan, perilaku membuang kotoran atau tinja, dan ketersediaan jamban. Ada beberapa desa di Kecamatan Cepu, Randublatung, Kunduran, Ngawen, Sambong, Jiken, Banjarejo, Jati, Jepon yang rawan kekeringan sehingga penyakit diare, DBD dan ISPA mudah terjadi dimasyarakat. Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan perilaku pencegahan penyakit diare, DBD dan ISPA pada waktu musim kering di Kabupaten Blora. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. dan explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hasil uji korelasi variabel karakteristik, pengetahuan  masyarakat di wilayah  yang berpotensi kekeringan di Kabupaten Blora dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dengan pendekatan cross sectional.. Hasil: Dari 4 veriabel bebas yang berhubungan secara signifikan dengan variabel terikat, semua variabel berpengaruh dengan besarnya kemungkinan pengaruh adalah 0,000, P value < 0,05.yang artinya tiap-tiap variable mempunyai pengaruh yang kuat terhadap variable terikat yaitu dengan perilaku tentang penanggulangan kejadian penyakit menular di wilayah yang berpotensi kekeringan. Kata Kunci: penyakit menular, potensi kekeringan, perilaku
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas terhadap Implementasi Ambulasi Dini Siswoko, Siswoko; Cipto, Cipto; Normawati, Ajeng Titah
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i2.12163

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi angka kematian ibu adalah dengan perawatan masa nifas. Perawatan ibu nifas dalam 6 – 8 jam pertama bertujuan untuk mencegah perdarahan nifas karena atonia uteri. Berdasarkan pra survey di Puskesmas Kunduran Kabupaten Blora diketahui hasil wawancara kepada 10 ibu post partum didapatkan hanya 4 ibu yang melaksanakan ambulasi dini yaitu mobilisasi dini post partum.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang ambulasi dini dengan pelaksanaan ambulasi dini di Puskesmas Kunduran.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan melakukan pendekatan secara cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah semua ibu nifas normal 6-8 jam post partum dengan teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh sebanyak 58 orang. Analisa data yang digunakan adalah Chi Square dan Koreksi Yates.Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian diperoleh hasil tingkat pengetahuan ibu nifas tentang ambulasi dini dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 orang (53,5%). Sikap ibu nifas adalah negatif yaitu sebanyak 30 orang (51,72%). Pelaksanaan ambulasi dini kategori kurang yaitu sebanyak 33 orang (56,9%).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap pada ibu nifas tentang ambulasi dini dengan pelaksanaan ambulasi dini di Puskesmas Kunduran Keyword :  Pengetahuan, Perilaku Kesehatan, Masa Nifas, Ambulasi Dini Post Partum
Pengaruh Anemia terhadap Kesehatan Mental pada Remaja Gen Z Poltekkes Kemenkes Malang Yuliawati, Dwi; Putri, Valin Novita; Salsabila, Sabrina Choirunisya
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i2.12176

Abstract

Anemia merupakan kondisi medis yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin atau jumlah sel darah merah, yang berdampak pada berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh. Remaja generasi Z, yang berada pada fase penting perkembangan fisik dan emosional, sangat rentan terhadap dampak negatif dari anemia, baik secara fisik maupun mental. Penelitian menunjukkan bahwa anemia dapat memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala seperti kelelahan kronis, penurunan konsentrasi, hingga gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi. Faktor-faktor seperti pola makan yang buruk, tuntutan akademis, serta penggunaan teknologi yang tinggi dapat memperburuk kondisi ini pada remaja Gen Z. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara anemia dan kesehatan mental pada remaja Gen Z, serta menawarkan wawasan mengenai pentingnya intervensi medis dan pendidikan kesehatan yang lebih baik untuk mengurangi dampak negatifnya. Diharapkan, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini anemia serta pengelolaan kesehatan mental pada remaja.Kata kunci: anemia, kesehatan mental, remaja Gen Z, kecemasan, depresi, pola makan.
Hubungan Indeks Masa Tubuh dengan Perubahan Suhu Pasca Operasi Megasari, Anis Laela; Cahyani, Nurfadila; Ashani, Nayla Asri Yusviputri
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v5i2.12178

Abstract

Latar belakang: Pembedahan merupakan tindakan medis invasif yang dilakukan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit, cedera, atau deformitas tubuh. Anestesi diperlukan untuk menghilangkan kesadaran dan nyeri selama pembedahan. Sayangnya, tindakan pembedahan dan anestesi sering menyebabkan perubahan suhu tubuh terutama pada pasca operasi. Tujuan: mengetahui hubungan indeks masa tubuh dengan suhu pada pasien pasca operasi. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien yang akan menjalani operasi dengan general anestesi dengan penilaian di rumah sakit area Boyolali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Total responden pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan nilai p value .000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan IMT dengan perubahan suhu tubuh. Uji perason menunjukkan nilai 0.49, yang artinya ada hubungan positif dengan kekuatan korelasi moderat. Kesimpulan: Berdasarkan hal tersebut maka terbukti ada hubungan positif antara IMT dengan perubahan suhu pasien pasca operasi.Kata kunci: indeks masa tubuh, pasa operasi, pembedahan, suhu
Pengaruh Edukasi Self Healing Berbasis Digital Terhadap Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi Purnamasari, Vita; Handayani, Nia; Azizah, Aisyah Nur
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12558

Abstract

Seorang individu pada usia dewasa awal untuk produktif dituntut harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas perkembangannya baik dalam relasi sosial, komunitas, maupun pekerjaannya. Namun tidak semua individu mampu karena masih banyak yang mengalami kesulitan bahkan kebingungan dalam menghadapi realita kehidupan Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi self healing berbasis digital terhadap quarter life crisis pada mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir (angkatan 2020) Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan jumlah populasi yaitu 150 mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 mahasiswa  yang terbagi menjadi 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan signifikan Quarter Life Crisis pada kelompok intervensi dengan nilai p 0.001. Sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan nilai p 0.157,  maka artinya terdapat pengaruh edukasi self healing berbasis digital terhadap quarter life crisis pada mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA HENTI JANTUNG DI ALAM TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR Muhammad, Afriza Azza
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12559

Abstract

Pendidikan kesehatan adalah tindakan mandiri dalam keperawatan untuk membantu individu atau kelompok mengatasi masalah kesehatan melalui pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada henti jantung di alam terhadap pengetahuan dan keterampilan mahasiswa pecinta alam Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Responden penelitian berjumlah 21 mahasiswa, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan menggunakan daftar cek untuk keterampilan. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi, dengan nilai rata-rata pretest 62,52 dan posttest 86,95. Keterampilan juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata posttest sebesar 90,14. P-value untuk pengetahuan dan keterampilan masing-masing adalah 0,000, menunjukkan hubungan yang signifikan antara pendidikan kesehatan dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa pecinta alam dalam menghadapi situasi darurat henti jantung di alam
Deskripsi Riwayat Penyakit Pada Pasien Dengan Terapi Hemodialisa Mu'awanah, Mu'awanah; Purnomo, Heru; Suhardono, Suhardono; Normawati, Ajeng Titah
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12612

Abstract

Latar belakang Terapi hemodialisis merupakan bentuk terapi penggantian fungsi ginjal yang paling banyak dilakukan dan layanan kesehatan dengan benban pembiayaan yang berat. Pengkajian riwayat penyakit pasien merupakan elemen yang penting dalam pemberian asuhan keperawatan guna menjadi landasan dalam menegakan diagnostic dan merumuskan intervensi keperawatan yang tepat.Tujuan penelitian yaitu dapat memperoleh gambaran riwayat penyakit pada pasien dengan terapi  Hemodialisa di  RSUD dr. R. Soetijono BloraMetode penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik atau status pasien Hemodialisa yang tersimpan di bagian Rekam Medik RSUD dr. R. Soetijono Blora.Hasil penelitian kurun waktu mulai bulan Januari 2021 sampai dengan bulan  Desember 2022 didapatkan 115 kasus dengan terapi Hemodialisis yang sebagian besar berusia 56 – 65 tahun, jenis kelamin didominasi perempuan yang diduga pengaruh estrogen ginjal, adapun pasien dengan terapi Hemodialisis sebagian besar memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus (40,9%).Implikasi: Peningkatan jumlah kasus pasien dengan terapi Hemodialisa akan berdampak pada kesiapan layanan kesehatan dalam mempersiapan fasilitas, sumber daya, biaya dan teknologi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada pasien dengan terapi Hemodialisa.Simpulan penelitian bahwa pasien dengan terapi hemodialisis sebagian besar mempunyai riwayat penyakit Diabetes Melitus