cover
Contact Name
Ajeng Titah Normawati
Contact Email
ajengtitahn@gmail.com
Phone
+6282134246369
Journal Mail Official
jsikep@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Gatot Subroto No.119, Kajangansawan, Sonorejo, Kec. Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58213
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Studi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27229289     DOI : https://doi.org/10.31983/j-sikep.v1i1.5644
Core Subject : Health,
Jurnal Studi Keperawatan (J-SiKep) covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 93 Documents
Implementation of Foot Massage Therapy on Hemodynamic Status Stability in Acute Myocardial Infarction (AMI) Patients in Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) of Dr. Moewardi Hospital Surakarta Wulandari, Novita Kurnia; Satino, Satino Satino
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12628

Abstract

Background: Acute Myocardial Infarction (AMI) is the main cause of death globally, including in Indonesia. Hemodynamic monitoring by nurses is essential in the management of AMI. Apart from pharmacological therapy, post-AMI rehabilitation is important to prevent complications, by paying attention to psychological aspects with foot massage therapy the patient can relax so that the hemodynamic status is stable. Purpose: To determine the effectiveness of the effect of implementing foot massage therapy on changes in hemodynamic status in Acute Myocardial Infarction (AMI) patients in Dr. Moewardi Surakarta Hospital. Method: This research used a quantitative quasi-experimental design with a pre-test post-test with control design method. The research sample was 58 respondents divided into 2 groups randomly. Results: The results of the Paired Sample T-Test analysis showed that 28 respondents were given foot massage therapy and the hospital therapy program had an effect on the stability of the hemodynamic status of AMI patients, with a p-value of SBP 0.003, DBP 0.001, MAP 0.042, HR 0.001, and RR 0.002. Conclusion: This research shows that foot massage therapy for 15-20 minutes a day for 3 days can stabilize the hemodynamic status of AMI patients.Keyword :  hemodynamic status, foot massage therapy, acute myocardial infarction
Pengetahuan Dan Tindakan Penderita Tb Paru Tentang Teknik Dan Tujuan Batuk Efektif Untuk Bersihan Jalan Nafas Batubara, Khairunnisa
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12652

Abstract

Effective coughing is a method of coughing correctly, where the client can save energy so that he does not get tired easily and can expel phlegm optimally. Effective coughing technique is an action taken to clear secretions from the respiratory tract. The aim of an effective coughing technique is to expel phlegm attached to the throat, dilute phlegm, reduce shortness of breath due to phlegm accumulation, increase oxygen levels in the body, facilitate clearing of the respiratory tract, avoid splashes of phlegm. This research uses a "Descriptive Survey" research design and the research method is a Cross Sectional approach. The total population in this study was 22 people suffering from pulmonary TB in the UPTD work area of the Sei Kepayang Community Health Center. The sampling technique used the Saturated Sampling technique, meaning that the entire population was sampled, so the total sample was 22 respondents. Based on the results of research on the knowledge and actions of pulmonary TB sufferers regarding effective coughing techniques and goals for clearing the airway, the knowledge level was 4.76 (68%) in the "good" category, the action level was 4.16 (59.4%) with the "sufficient" category, the results of knowledge and actions of pulmonary TB sufferers regarding techniques and goals are 63.7% in the sufficient category. It is recommended that pulmonary TB sufferers always use effective coughing techniques when coughing, so that sufferers can expel phlegm easily.
Peningkatan Keterampilan Pertolongan Pertama Luka Terbuka Pada Siswa Anggota Palang Merah Remaja Menggunakan Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray Kanita, Maria Wisnu
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12678

Abstract

Kejadian luka terbuka yang tinggi di Indonesia terutama pada kalangan anak-anak sekolah, siswa anggota PMR berperan dalam memberikan pertolongan pertama. Keterampilan yang baik dibutuhkan siswa anggota PMR agar dapat menolong korban yang terluka dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama luka terbuka pada siswa anggota PMR di SMPN 1 Kartasura. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan quasi experiment pretest-posttest one group design dan besar sampel sebanyak 62 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Tingkat keterampilan pertolongan pertama luka terbuka sebelum diberikan intervensi dalam kategori kurang dan setelah diberikan intervensi dengan metode pembelajaran Two Stay Two Stray meningkat menjadi baik dengan hasil uji wilcoxon 0.000 atau p value <0.05. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh metode pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap keterampilan pertolongan pertama luka terbuka.Keyword : Pertolongan Pertama Luka Terbuka; PMR; Pembelajaran Two Stray Two Stay
Kualitas Hidup Postpartum: Studi Komparatif antara Pasien Post-SC dan Post-ERACS Rahmat Kurniawan; Novi Widiah Indriani; Nurmiaty Nurmiaty; Supriadi B.; Sova Evie; Novica Ariyanti Putri; Eli Saripah; Siti Kusnul Khotimah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12690

Abstract

Pendahuluan penelitian ini adalah Kualitas Hidup Kesehatan Postpartum merupakan pemberian pelayanan kesehatan dengan didasarkan hasil pengukuran kualitas hidup akan menghasilkan suatu pelayanan kesehatan yang komprehensif. Ibu postpartum mengalami penurunan kualitas hidup karena nyeri yang dialami dari persalinan SC. Metode ERAS adalah teknik baru dalam pembiusan dengan prinsip perawatan perioperatif yang berbasis bukti, pendekatan secara multidisiplin serta dilakukan secara tim, dilakukan audit berkelanjutan dan terus dikembangkan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kualitas hidup postpartum berdasarkan jenis persalinan di rsu kota Tangerang selatan dan rs permata sarana husada. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian komperatif. Penelitian ini dilakukan di 2 rumah sakit pada bulan Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post sc dan post eracs dengan jumlah 68 ibu yang melahirkan secara eracs dan sc. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien Eracs dan Sc di RSU Kota Tangerang Selatan dan RS Permata Sarana Husada (p-value = 0,000). Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kualitas hidup kesehatan postpartum pada pasien post sc dan post ERACS.
Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Pengolahan Obat Tradisional Untuk Hipertensi Khairunnisa Batubara
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12706

Abstract

Hypertension is the secound cardiovascular disease that most people suffer from in te world. The prevalence of hypertension in people aged>18 years in indonesia is 34,1%. One alternative treatment that can be an option to lower blood presseure is herbal therapy. These plants have been widely used by the public in the treatment of hypertension. The specific aim is to determine the description of the knowledge of hypertension sufferers regarding the processing of traditional hypertension medicines. This research uses a”descriptive survey” research design and the research method is a cross section approach. The population in this study was 22 people in lubuk palas villge, the sampling technique used a saturated sampling technique where all members of the population were sampled, so the number of samples in this study was 22 people. Data collection techniqes are by means of observation, interviews, documentation, and filing out questinnaires and using categories of know and don’t know, catergory “fairly good”. The results of this research showed that the description of family knowledge about traditional medicine for hypertension was 7,4(74%) categorized as “sufficent” family knowledge. The researcher’s conclusion was that the description of family knowledge about traditional medicine for hypertension was in the “sufficient” catergory and obtained a score of 7,4 with a percentage of (74%).it was proven from the questionnaire. That they were only able to answer 7 and they were also unable to explain, explaining the questionnaire they had read. It was huped that it would be a motivation for the community to be able to guide families to know about tradisional medicine for hypertension.
Hubungan Caring Behavior Penata Anestesi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi General Anestesi RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejo Atikah Indah Cahyani
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.12776

Abstract

Latar Belakang: Tindakan operasi memerlukan anestesi untuk menciptakan kondisi optimal, salah satunya anestesi umum yang membuat pasien tidak sadar selama prosedur. Namun, masih banyak pasien mengalami kecemasan sebelum operasi akibat ketakutan terhadap kegagalan prosedur. Dalam hal ini, perilaku merawat penata anestesi berperan penting dalam memberikan dukungan emosional untuk menurunkan kecemasan. Tujuan: Untuk memahami keterkaitan antara perilaku Caring Behavior penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi dengan anestesi umum di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metodologi: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 melibatkan 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Hasil: Sebanyak 48 responden (80,0%) menyatakan penatalaksanaan anestesi memiliki perilaku merawat yang baik, dan 47 responden (78,3%) mengalami kecemasan ringan. Analisis korelasi menggunakan metode spearman rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merawat penatalaksanaan anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi (p-value = 0,000; r = -0,850), menunjukkan korelasi negatif yang kuat. Simpulan: Perilaku Caring penata anestesi yang baik berkontribusi terhadap penurunan kecemasan. Saran: Bagi rumah sakit dapat dijadikan bahan evaluasi dalam mengembangkan pelayanan kepenataan anestesi guna meningkatkan kualitas pelayanan dalam pengelolaan kecemasan.Kata kunci: perilaku caring behavior, penata anestesi, kecemasan pra operasi, anestesi umum
Kejang Demam Kompleks Pada Balita: Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan Aishyah Fida
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.13606

Abstract

Kejang demam merupakan kejadian kejang yang terjadi pada kenaikan suhu badan (suhu di atas 38°C dengan metode pengukuran apapun) yang disebabkan proses ekstrakranial, tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat (SSP) atau gangguan elektrolit akut/ metabolik serta tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Kejang demam diklasifikasikan menjadi kejang demam sederhana (KDS) dan kejang demam kompleks (KDK). Pasien seorang anak laki-laki berumur 1 tahun 11 bulan datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD DR. Harjono S Ponorogo dengan keluhan kejang. Kejang sejak 2 jam SMRS sudah 3x dengan durasi setiap kejang kurang lebih 5 menit didahului demam tinggi dan muntah. Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum tampak lemah, compos mentis, nadi 115 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 39°C, SpO2 99% dengan NS 2 lpm. Pasien didiagnosis kejang demam kompleks. Terapi pemberian diazepam mampu menjadi pertolongan pertama ketika anak kejang, pemberian antikonvulsan dan antipiretik dapat diberikan untuk mengobati demam.    Keyword :  Kejang Demam, Kejang Demam Kompleks, Anak
Effectivenes Of Puzzle Play Therapy To Reduce Anxiety, Case Study In Pre-School Age Children Who Undergo Chemotherapy At Rsup Dr. Kariadi Semarang Sutarmi Sutarmi; Siti Musyarofah; Warijan Warijan; Tavip Indrayana; Joni Siswanto
Jurnal Studi Keperawatan Vol 4 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v4i2.10323

Abstract

Background: Children with cancer will undergo various treatments and the most common is chemotherapy. Chemotherapy and repeated hospitalization make children uncooperative with health workers and anxious. One of the cooperative and collaborative efforts that can be done to overcome children's anxiety is by playing puzzle therapy. Purpose: Knowing the effect of the application of puzzle play therapy on reducing anxiety in preschool children (3-6 years) undergoing chemotherapy during hospitalization. Methods: Case study design based on inclusion and exclusion criteria. The number of respondents was 3 clients. Observation using the instrument of measuring the level of anxiety Preschool Anxiety Scale Revised (PASR). The intervention was carried out for 10-15 minutes 1 hour before chemotherapy. Discussion: There were 3 respondents aged 3-6 years, most of them were women who did not receive chemotherapy for the first time. 2 out of 3 clients experienced severe anxiety and 1 client experienced moderate anxiety, the child seemed to cry, was silent, avoided eye contact, looked tense. After the puzzle play therapy intervention, 2 clients experienced moderate anxiety and 1 client experienced mild anxiety, the three clients seemed calm, didn’t cry, tensed less. Recommendation: In this case study the application of puzzle play therapy can reduce the anxiety level of preschool children undergoing chemotherapy with hospitalization. It is hoped that by carrying out this case study, it can add insight, references, and innovations in non-pharmacological actions for preschool children who are undergoing chemotherapy with anxiety. Keywords: anxiety level; pre-school; chemotherapy; hospitalization; puzzle play therapy.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Pagerwesi Bojonegoro : Studi Kasus Mei Fitria Kurniati
Jurnal Studi Keperawatan Vol 7 No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v7i1.13542

Abstract

Proses penuaan pada lansia akan menghasilkan perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada struktur vena besar yang dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi. Salah satu teknik non farmakologi yaitu dengan teknik relaksasi genggam jari. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan teknik rileksasi genggam jari. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan design penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini 5 pasien hipertensi di Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Sampel adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien hipertensi berusia mulai dari 60 tahun, kooperatif dan mudah diajak komunikasi, tidak mengalami cedera/luka pada area telapak tangan/kaki, tidak sedang bedrest dan bersedia menjadi responden. Intervensi yang diberikan relaksasi genggam jari selama 3 hari berturut-turut dan pemberian 2 kali/hari dengan durasi 30 menit dengan posisi duduk rileks dan bersandar. Terdapat penurunan tekanan darah pada lima pasien hipertensi setelah dilakukan relaksasi genggam jari. Sebelum tindakan relaksasi didapatkan rata-rata tekanan darah systole 168.6 mmHg dan diastole 101 mmHg sedangkan setelah dilakukan relaksasi rata-rata systole 143.6 mmHg dan diastole 91.8 mmHg. Diharapkan responden dapat melanjutkan relaksasi genggam jari sesuai dengan arahan penelitian dengan keaadaan rileks dan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore hari. Kata kunci :  Hipertensi; Relaksasi genggam jari, Tekanan darah
Penerapan 4–7–8 Breathing Exercise Sebagai Alternatif Terapi Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Post General Anestesi Aisyah Nur Azizah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 7 No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v7i1.14010

Abstract

Pasien yang menjalani prosedur pembedahan umumnya mendapatkan tindakan anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri. Anestesi terbagi menjadi anestesi umum dan anestesi regional. Penggunaan anestesi umum diketahui lebih sering menimbulkan nyeri pascaoperasi dibandingkan anestesi regional. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi salah satunya peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu diperlukan upaya pengelolaan tekanan darah yang efektif. Penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Pendekatan non-farmakologis memiliki kelebihan karena relatif aman, mudah dilakukan, dan dapat dikombinasikan dengan terapi lain. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah teknik pernapasan 4–7–8 breathing exercise. Metode ini sebelumnya terbukti membantu menurunkan kecemasan serta tekanan darah pada pasien dengan hipertensi. Namun penelitian mengenai penerapan teknik ini pada pasien pasca general anestesi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 4–7–8 breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien post general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi masing-masing 17 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,025 pada kelompok kontrol dan p=0,046 pada kelompok intervensi. Namun uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,740 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok penelitian ini. Keyword :  478 breathing exercise, general anestesi, tekanan darah

Page 9 of 10 | Total Record : 93