cover
Contact Name
Ivan Sunata
Contact Email
sunataivan@gmail.com
Phone
+6285274603444
Journal Mail Official
journalofdakwah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Journal of Da'wah
ISSN : -     EISSN : 28303687     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Journal of Dakwah is a journal that publishes current original researches on dakwah phenomenon and dakwah studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of Journal of Dakwah Islamic communication (Tabligh) Islamic counseling (Irsyad ) Dakwah management (Tadbir) Islamic community development (Tamkin)
Articles 56 Documents
GENERASI CYBERSPAN: REFLEKSI MAHASISWA MANAJEMEN DAKWAH TERHADAP EKSISTENSI MEDIA SOSIAL SEBAGAI PLATFORM DAKWAH Delfiya Duwita; Ivan Sunata
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6881

Abstract

Eksistensi media sosial telah mengubah lanskap dakwah di era digital, menjadikan ruang strategis untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada generasi muda yang adaptif terhadap teknologi. Studi ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa Manajemen Dakwah terhadap peran media sosial sebagai platform dakwah, dengan menekankan bagaimana interaksi digital dapat melengkapi praktik dakwah tradisional. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan melalui survei terhadap 40 mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah IAIN Kerinci yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online yang divalidasi melalui expert judgment dan diuji reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,811. Analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata dan indeks TCR (Total Capaian Responden) untuk menilai tingkat penggunaan media sosial serta persepsi efektivitasnya sebagai sarana dakwah. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menempatkan penggunaan media sosial dalam kategori netral (TCR 73,12%), dan eksistensi media sosial sebagai sarana dakwah juga dikategorikan netral (TCR 76,85%). Mahasiswa mengakui media sosial sebagai sarana yang efektif, praktis, dan mampu memperluas jangkauan dakwah, namun tetap menekankan pentingnya interaksi tatap muka untuk membangun kedekatan emosional serta pemahaman terhadap pesan keagamaan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus kuantitatif survei, sehingga pengalaman praktis mahasiswa dalam dakwah digital belum tergali sepenuhnya. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berpotensi menjadi sarana pendukung dakwah yang meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pesan keagamaan. Ke depan, integrasi media digital dengan metode dakwah tradisional dapat menciptakan ekosistem dakwah yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif, serta mempersiapkan generasi cyberspan untuk menjadi pelaku dakwah yang efektif dalam konteks masyarakat modern dan teknologi yang terus berkembang.
STRATEGI DAKWAH MAJELIS TAKLIM PERMATA ANISA DESA KOTO KERAS DALAM MENARIK MINAT KEIKUTSERTAAN REMAJA PEREMPUAN Tata Mutiara; Adriansyah Muftitama
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6889

Abstract

Majelis taklim berperan strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas remaja perempuan, namun rendahnya partisipasi generasi muda menunjukkan perlunya strategi dakwah yang lebih adaptif dan kontekstual. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Majelis Taklim Permata Anisa di Desa Koto Keras menerapkan strategi dakwah untuk menarik minat keikutsertaan remaja perempuan dalam kegiatan keagamaan. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman subjektif remaja perempuan, dengan delapan informan yang terdiri dari pengurus majelis dan remaja perempuan berusia 15–24 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi kegiatan, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dipadukan dengan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), meliputi sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Hasil temuan menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi remaja perempuan disebabkan oleh kombinasi faktor: strategi promosi yang terbatas dan minimnya pemanfaatan media digital, dominasi kelompok dewasa yang membentuk norma subjektif negatif, serta format kegiatan yang kurang interaktif sehingga menurunkan perceived behavioral control remaja. Remaja perempuan menunjukkan preferensi terhadap kegiatan yang lebih kolaboratif, interaktif, dan disesuaikan dengan kelompok sebaya. Keterbatasan penelitian terkait dengan cakupan lokasi dan jumlah informan, sehingga generalisasi terbatas pada konteks masyarakat pedesaan setempat. Secara praktis, majelis taklim dapat meningkatkan partisipasi melalui promosi digital, pembentukan divisi khusus remaja, serta pengembangan format kegiatan interaktif berbasis life skills. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi majelis taklim memerlukan pendekatan strategis yang mengintegrasikan teknologi, psikologi sosial, dan partisipasi remaja, membuka peluang bagi majelis taklim di masa depan untuk menjadi ruang keagamaan inklusif yang adaptif, kreatif, dan relevan bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan digitalisasi dakwah.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PEMASARAN WISATA RELIGI DAN HERITAGE SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA UNGGULAN DI KOTA MEDAN Annisa Rafsanjany Nasution; Shelly Tipany; Aziza Asma Siregar; Riqotul Qolbih Mukminin; Sarmoko Saridi
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi pemasaran pada destinasi wisata religi dan heritage di Kota Medan, khususnya pada Masjid Agung Medan, Kuil Shri Mariamman, Museum Negeri Sumatera Utara, dan Masjid Al-Osmani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain eksploratif untuk memahami komunikasi pemasaran yang berkembang melalui pengalaman spiritual, interaksi sosial, dan nilai historis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola destinasi, wisatawan, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran berlangsung secara organik melalui word of mouth, media sosial, dan pengalaman langsung pengunjung, bukan melalui strategi promosi formal yang terstruktur. Kegiatan keagamaan, kekuatan arsitektur bersejarah, fungsi edukatif, serta nilai multikultural menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik wisata. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi pemasaran berbasis pengalaman mampu mendukung hubungan sosial dan moderasi beragama dalam masyarakat multikultural Kota Medan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi komunikasi digital dengan nilai budaya lokal dan spiritual dalam pengembangan strategi pemasaran pariwisata yang berkelanjutan. Orisinalitas penelitian terletak pada fokus kajian terhadap komunikasi pemasaran organik berbasis pengalaman pada destinasi wisata religi dan heritage.
PERENCANAAN KEGIATAN DAKWAH BKPRMI DALAM MEMBINA PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA KECAMATAN MEDAN DENAI Nesa Tri Utami; Dika Sahputra
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6974

Abstract

Lemahnya konsistensi keterlibatan remaja dalam aktivitas masjid menuntut perencanaan dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyusunan program, tetapi juga mampu mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan. Berangkat dari persoalan tersebut, kajian ini menganalisis perencanaan kegiatan dakwah BKPRMI Kecamatan Medan Denai serta kontribusinya terhadap pembinaan perilaku keagamaan remaja. Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan. Empat informan dipilih secara purposif, yang terdiri atas ketua, pengurus bidang dakwah, dan anggota BKPRMI. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah meliputi penetapan visi, misi, dan tujuan, analisis kondisi mad’u, perumusan target yang realistis, penyediaan sarana dan alternatif kegiatan, pemilihan metode, serta penetapan sasaran dakwah. Perencanaan tersebut diwujudkan melalui program Maghrib Mengaji, MABIT, pelatihan Al-Qur’an, Jumat Berkah, olahraga remaja, dan dakwah digital. Pelaksanaan program-program tersebut berkontribusi terhadap penguatan akidah, ibadah, pengetahuan agama, pengalaman spiritual, dan akhlak sosial remaja. Meskipun demikian, partisipasi sebagian remaja masih dipengaruhi oleh dorongan orang tua dan teman sebaya, serta menghadapi kendala berupa keterbatasan dana dan koordinasi organisasi. Temuan tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan kajian yang hanya mencakup satu organisasi dalam satu wilayah sehingga belum dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, studi komparatif dan longitudinal diperlukan untuk menilai perubahan religiusitas remaja secara berkelanjutan. Pada tataran praktis, BKPRMI perlu memperkuat evaluasi program, pendampingan personal, kaderisasi, serta pengembangan strategi digital yang partisipatif. Secara konseptual, kajian ini menempatkan perencanaan dakwah sebagai mekanisme religious socialization yang mampu mengarahkan perubahan dari kepatuhan ritual menuju religiositas yang terinternalisasi. Dengan demikian, masa depan dakwah remaja bergantung pada desain program yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada pembentukan kesadaran religius intrinsik.
KONTESTASI PARADIGMA DAKWAH DI KALANGAN MAHASISWA: DARI DIKOTOMI KONVENSIONAL-KONTEMPORER MENUJU HIBRIDISASI DAKWAH Qomariyah Saifuddin
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.7054

Abstract

Transformasi digital telah menggeser praktik dakwah dari ruang mimbar, majelis taklim, dan komunikasi tatap muka menuju ekosistem media sosial yang lebih terbuka, cepat, dan interaktif. Perubahan ini menimbulkan kontestasi paradigma di kalangan mahasiswa, terutama dalam memaknai hubungan antara dakwah konvensional yang berbasis otoritas keagamaan tradisional dan dakwah kontemporer yang menuntut adaptasi terhadap budaya digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada mahasiswa FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dalam aktivitas pembelajaran dakwah serta wawancara mendalam dengan mahasiswa dan dosen. Analisis dilakukan melalui deskripsi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi kritis, dengan memperhatikan triangulasi sumber dan metode. Temuan menunjukkan tiga pola pemahaman mahasiswa terhadap dakwah, yaitu tekstual-konvensional, transisional-adaptif, dan kontemporer-kritis. Kontestasi tersebut dipengaruhi oleh cara mahasiswa menafsirkan teks keagamaan, persistensi otoritas dakwah tradisional, dan tekanan transformasi digital. Dakwah konvensional dan kontemporer tidak sepenuhnya berlawanan, melainkan membentuk kontinum negosiasi yang saling berkelindan. Keterbatasan kajian ini terletak pada konteks satu perguruan tinggi, sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Namun, hasilnya memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan kajian dakwah, mediatisasi agama, dan pendidikan Islam. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital, kreativitas metode dakwah, dan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan media kontemporer. Nilai kebaruan kajian ini terletak pada tawaran model hibridisasi dakwah yang menekankan kesinambungan epistemologis, fleksibilitas metodis, responsivitas media, dan literasi kritis.
RESEPSI JAMAAH TERHADAP DAKWAH PERSUASIF USTAZ HILMAN FAUZI DALAM PROGRAM MENATA HATI Reyditha Amelia; Encep Taufik Rahman; Agi Muhammad Abdul Ghani
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.7079

Abstract

Dakwah persuasif yang memadukan pesan keagamaan dengan pengalaman emosional membentuk ruang pemaknaan yang beragam di kalangan jamaah. Keragaman ini menunjukkan bahwa jamaah tidak menerima pesan secara pasif, tetapi menafsirkannya berdasarkan pengalaman hidup dan kondisi emosional masing-masing. Kajian ini mengungkap resepsi jamaah terhadap dakwah Ustaz Hilman Fauzi dalam Program Menata Hati, khususnya pada proses pemaknaan, posisi decoding, dan peran emosi dalam penerimaan pesan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 12 jamaah yang telah mengikuti Program Menata Hati minimal tiga kali. Informan dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan enam tahapan analisis tematik Braun dan Clarke serta dipetakan berdasarkan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamaah memaknai pesan dakwah sebagai ajakan menata hati, menerima ketentuan Allah, memperkuat hubungan spiritual, dan mengurangi ketergantungan emosional kepada manusia. Resepsi terbagi ke dalam posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Storytelling, humor, muhasabah, journaling, sesi curhat, sedekah, dan doa bersama memperkuat keterlibatan emosional. Pengalaman hidup dan kondisi batin menentukan cara jamaah menerima, menyesuaikan, atau mengkritisi pesan. Jamaah juga melaporkan kecenderungan menjadi lebih reflektif, mampu mengelola emosi, dan memperbaiki relasi sosial. Namun, temuan ini berbasis pengalaman subjektif sehingga belum memverifikasi perubahan perilaku aktual. Observasi longitudinal diperlukan untuk menilai konsistensi perubahan tersebut. Pendakwah perlu merancang pesan yang empatik, kontekstual, dan sensitif terhadap pemulihan emosional jamaah. Secara teoretis, kajian ini memperluas teori resepsi Stuart Hall dalam konteks dakwah luring dengan menempatkan emosi sebagai faktor penting dalam proses decoding. Masa depan kajian dakwah persuasif memerlukan integrasi komunikasi, spiritualitas, dan psikologi audiens.