cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6281325445300
Journal Mail Official
thullab@uii.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam
ISSN : 26858924     EISSN : 26858681     DOI : 10.20885/tullab
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.
Articles 186 Documents
SOCIO-GENDER ANALYSIS IN A STUDY VIDEO "KETIKA ISTRI LEBIH DARI SUAMI" TO NETIZENS COMMENTS ON THE INSTAGRAM ACCOUNT@ muhammadnuzuldzikri RIMA PRAMITA JUMADI; Yuke Yolanda; Halliza
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss2.art9

Abstract

Instagram is one of the digital media that is widely accessed to get various kinds of information. One of them is da'wah content on the Instagram account@ muhammadnuzuldzikri. This account has a fairly large number of followers because it has interesting content. In this study, we used the ethnographic method by analyzing public response based on the comments of the viewers on the video "Ketika Istri Lebih Dari Suami". This study aims to determine the response from the audience. After being analyzed, it can be concluded that the video has various comments that raise pro opinions whereas the men agree more with the opinions in the video. While the contra opinions are more dominated by women.  
THE REVIEW OF MASLAHAH MURSALAH ON THE E-COURT SYSTEM AT RELIGIOUS COURT Siti Inayah; Hilda
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss2.art25

Abstract

As a result of the industrial revolution, technological developments in the world are increasingly massive. Almost all systems of human life are assisted by sophisticated technologies and are connected to the internet. This aims to facilitate human work and activities, including government services which currently have many collaborated with sophisticated technology in maximizing public services. This step is seen as the right step, considering the sophistication of existing technology that is considered more effective and efficient in carrying out public services. As for Islam, the technological progress that enters almost all aspects of human life is seen as a form of maslahah mursalah, which is something that is permissible by syara' as long as it is good acording to the reason and can provide good also avoid bad things for humans. One of the government institutions that uses technology in providing services to the public is the religious court, as a legal instrument where the community can seek justice according to the culprit it handles, a religious court of course must provide maximum service to the community. Through Supreme Court Regulation No. 1 of 2019, the government provides a new innovation by implementing an electronic court system (E-Court) which aims to make it easier for people to litigate. The obstacles that were previously encountered when people were in litigation such as distance, time, and expensive costs were expected to be overcome by the existence of an E-Court which aims to realize fast and cost-effective administration in order to achieve the ideals of an efficient and effective court. For this reason, this research is deemed necessary to see whether these goals have been achieved or not and whether they are in accordance with the mursalah maslahah. This research is a qualitative research with in-depth interview approach and literature study.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW CASH WAKAF LINKED SUKUK khusnun mufidah; Rakhmawati
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss2.art7

Abstract

This study aims to determine the trend and topic of research on Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) published from 2018 to 2022 on the Google Scholar database. This study uses both quantitative and qualitative. The qualitative analysis used is the systematic literature review (SLR) analysis. Based on the search results, 76 documents were exported in RIS format and processed using VOSviewer. The analysis results show that the trend of research on CWLS from 2018-2022 can be grouped into three clusters. The focus of the research content can be categorized into 21 topics, with the most discussed topics about the development of CWLS, the potential of CWLS to finance economic recovery after the COVID-19 pandemic, and the role of CWLS on economic development. The author who contributed the most was Hendri Tanjung, with three publications. Most of the published research is in the form of journals as many as 62 studies. The literature study is the most widely used research method, with as many as 43 studies
EFEKTIVITAS PENERAPAN BARCODE BASED TEST DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEDAGOGIS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 CANGKRINGAN Rizal Aji Nugroho; Muh. Luthfi Laliu; Moh. Mizan Habibi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art1

Abstract

Barcode based test merupakan salah satu media yang bisa digunakan dalam meningkatkan kemampuan pedagogis guru. Penerapan barcode based test dapat membantu guru dalam menyiapkan media dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan barcode based test dalam meningkatkan kemampuan pedagogis guru. Kemampuan pedagogis guru tersebut mencakup persiapan, proses, dan penilaian pembelajaran.Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan dilakukan dengan penelitian lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi penelitian. Adanya keefektifan penerapan barcode based test ini ditandai dengan adanya kemudahan yang didapatkan oleh guru, terutama dalam meningkatnya profesionalitas pengembangan administrasi media dan penilaian pembelajaran.
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA DALAM PENERAPAN SISTEM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (STUDI KASUS) Diinu Tsabitul Azmi; Hilma Zurriyah Rabbaniyah; Kurniawan Dwi Saputra
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art2

Abstract

Kehidupan di pondok pesantren sudah tidak asing dengan adanya keberagaman dan perbedaan sehingga diperlukan suatu sistem Pendidikan Multikultural, yaitu pendidikan yang menghargai perbedaan agar tidak menjadi sumber konflik atau perpecahan. Dalam Pendidikan Multikultural, setiap peradaban dan kebudayaan berada dalam posisi yang sejajar dan sama. Salah satu tujuan penting dari sistem pendidikan multikultural adalah dalam membantu peserta didik agar memperoleh pengetahuan dan mampu menghargai orang lain yang berbeda, baik dalam suku, budaya serta latar belakang dan kepribadianya. Penerapan sistem Pendidikan multikultural di Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia di rancang khusus terhadap santri dengan maksud dan tujuan yang sama, para santri dibekali pengetahuan untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan Eksistensi Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia dalam penerapan sistem Pendidikan Multikultural terhadap para santri. Metode penelitian ini adalah Deskriptif dengan menguraikan butir-butir penjelasan yang dilakukan pada saat mengumpulkan data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil analisis sederhana dalam penerapan sistem Pendidikan Multikultural menujukan adanya keterkaitan dengan nilai-nilai pendidikan islam yang selaras dengan berbagai kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia.
IMPLEMENTASI SUSTAINABLE MARKETING ENTERPRISE (SME) DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PADA INDUSTRI PRODUK HERBAL PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PADA CV. AGRADAYA INDONESIA) Zizi Whais Al Qoornie; Junaidi Safitri
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art3

Abstract

Model Sustainable Marketing Enterprise (SME) perspektif ekonomi islam atau juga dikenal Sharia Sustainable Marketing Enterprise memiliki peranan yang strategis dalam menjawab persaingan pasar. Salah satu unsur SME perspektif ekonomi islam terdapat syariah marketing value yang terdapat tiga prinsip yaitu 1) Brand (Merek), 2) Service (Pelayanan), 3) Proces (Proses). Ketiga prinsip tersebut mendorong untuk mengambil heart share dari target pasar perusahaan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi Sustainable Marketing Enterprise (SME) dalam menghadapi persaingan pada industri produk herbal di CV. Agradaya Indonesia perspektif ekonomi islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan observasi langsung ke CV. Agradaya Indonesia dan wawancara langsung dengan founder dan Chief Executive Officer (CEO) sebagai informan penelitian. Hasil penelitian ini adalah CV. Agradaya Indonesia mengimplementasikan 1) Brand dengan metode fungsional benefit dan emosional benefit serta berkolaborasi. 2) Service dengan memberikan kecepatan, garansi, promosi, bundling, hadiah, edukasi dan membangun hubungan berkelanjutan 3) Process, bermitra dengan petani rempah ditanaman dengan metode agrofestari kemudian diproses oleh petani mitra dengan teknologi tepat guna rumah surya untuk penangan pasca panen yang kemudian distandarisasi akhir berbentuk bahan baku rempah kering dan kemudian dikemas oleh Agradaya sesuai regulasi BPOM dan HACCP
ANALISIS NILAI-NILAI KETAUHIDAN DALAM BUKU TUHAN ADA DI HATIMU KARYA HABIB HUSEIN JA’FAR AL-HADAR DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Dea Kurnia; Wanti Nur Aprilian; M Nurul Ikhsan Saleh
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art4

Abstract

Tauhid menjadi tema yang sangat penting dalam pandangan Islam. Betapa pentingnya dasar pendidikan yang menjadi pondasi pada seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai ketauhidan yang terkandung dalam sebuah buku Tuhan Ada di Hatimu dan bagaimana relevansinya terhadap pendidikan agama Islam yang diharapkan dapat menambah wawasan khasanah keilmuan. Tahapan penelitian dimulai dari penentuan objek analisis, pengumpulan data-data informasi, pengkajian klasifikasi secara deskriptif, dan penyimpulan mengenai nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalam buku tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat kandungan nilai-nilai ketauhidan, yakni: 1) Tauhid rububiyyah dengan meyakini Allah maha kuasa dengan kekuatan sejati adalah miliknya, 2) Tauhid uluhiyyah dengan meg-Esakan Allah dalam penghayatan aktivitas sehari-hari, 3) Tauhid asma dan sifat Allah seperti bashiran, ilmun, dan aliman. Nilai ketauhidan tersebut perlu ditanamkan kepada anak. Namun tidak hanya secara kognitif saja, melainkan afektif dan psikomotorik juga
ANALISIS PENERAPAN METODE CARD SORT DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS V SD NEGERI BULUS Siti Khasana; Siti Afifah Adawiyah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art5

Abstract

Pembelajaran PAI seringkali menggunakan pendekatan TCL (Teacher Center Learning), yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada guru. Sehingga, pembelajaran seperti ini cenderung membosankan bagi para peserta didik. Oleh karena itu, dikembangkanlah penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis mengenai penerapan metode Card Sort dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, wawancara, kuesioner, angket, dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini ialah, peserta didik kelas V di SD Negeri Bulus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran di kelas pada mata pelajaran PAI dan juga peserta didik menjadi lebih aktif, dimulai dari siklus 1 sampai 2. Hal tersebut ditandai dengan ketuntasan pada kompetensi inti, dasar, dan indikator pencapaian kompetensi, melalui tes evaluasi tertulis dan lisan. Sehingga, penelitian ini dapat memberikan informasi sebagai pertimbangan, pendukung, dan sumbangan pemikiran kepada berbagai pihak, dalam melakukan variasa metode pembelajara. Adapun temuan yang didapat dalam penelitian ini yaitu, metode Card Sort mampu untuk menjadi pengembangan metode pembelajaran dalam PAI. Di sisi lain metode ini juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain, dan sekaligus dapat diterapkan di semua kelas
PRINSIP KECUKUPAN MATERI PEMBELAJARAN TERHADAP MAHASISWA SEMESTER 3 PAI UII DALAM MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN TAHUN AJARAN 2022- 2023 Almuhaimin; Alam Al Akbar; Edi Safitri
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art6

Abstract

Riset ini ingin menemukan sejauh mana Prodi Pendidikan Agama Islam mempertimbangkan prinsip kecukupan pembelajaran dalam kebijakan akademiknya serta mengetahui penyebab adanya mahasiswa yang belum memenuhi prinsip kecukupan materi pembelajaran bisa mengambil matakuliah lanjutan. Pentingnya riset ini adalah untuk memeberikan kontribusi dalam bidang keilmuan, khususnya dalam ilmu penerapan kurikulum mengenai prinsip kecukupan pembelajaran yang diterapkan prodi pendidikan agama islam dalam melaksanakan rancangan pembelajarannya. Riset ini adalah riset kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data megunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Riset ini ingin menjawab dua hal penting yaitu : cakupan kedalaman materi dan ketepatan prosedur. Berdasarkan penelitian di temukan bahwa pada tataran implementasi terjadi ketidakselarasan prinsip kecukupan materi pembelajaran yang di berikan kepada mahasiswa semester 3 Prodi PAI pada tahun ajaran tersebut. Oleh sebabnya pada tataran implementasi prinsip kecukupan materi pembelajaran tersebut perlu di kaji ulang. Adapun penyebab terjadi ketidakselarasan adalah di karenakan empat hal utama yaitu: Kesalahan prodi dalam mempertimbangkan materi pembelajaran serta mata kuliah yang akan di berikan, sistem KRS, peralihan kurikulum serta keterlambatan sosialisasi
ANALISIS KAUSALITAS DISPENSASI NIKAH DI PONOROGO TERHADAP KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DALAM TINJAUAN MAQASHID ASY-SYARIAH Faisal Ahmad Ferdian Syah; Fatimah Azzahra; Mukhsin Achmad
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 5 No. 3 (2023): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol5.iss3.art7

Abstract

Problematika dispensasi nikah menjadi sebuah problematika yang kasusnya terus naik dari waktu ke waktu, khususnya di Ponorogo. Jumlah kasus yang bocor ke media sosial menjadikan kasus dispensasi di Ponorogo marak diperbincangkan. Disebutkan dalam data bahwa jumlah kasus pada tahun 2019 sebanyak 97 kasus, tahun 2018 sebanyak 241, lalu tahun 2021 sebanyak 266 kasus. Namun daripada itu, kompleksitas problematika dispensasi nikah harus terus ditinjau ulang. Pertama, mengenai pentingnya pembatasan usia pernikahan dalam undang-undang, sedangkan Islam sendiri tidak membatasi hal tersebut. Kemudian tentang perubahan undang-undang yang mengatur pembatasan usia tersebut, dimana terdapat peningkatan usia minimal dan penyetaraan usia pernikahan calon pasangan. Kedua, mengenai perincian ‘alasan mendesak’ pengajuan dispensasi nikah yang disebutkan dalam undang-undang. Generalisasi frasa ‘alasan mendesak’ ini memicu subyektivitas penilaian dalam pemberian dispensasi nikah, perbedaan interpretasi hukum, konsistensi regional atau local, serta kebijakan yang bertentangan. Untuk itu, faktor-faktor yang melatarbelakangi dispensasi nikah akan dikaji ulang. Ketiga, mengenai implikasi diberikannya dispensasi nikah setelah pertimbangan hakim. Semua problematika itu kemudian ditinjau dalam Maqashid asy-Syariah Al-Syathibi, dimana terdapat sisi dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat. Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa pemberian dispensasi nikah oleh hakim sudah sesuai dengan peraturan yang sudah ada, serta memerhatikan maslahah dan mafsadat. Namun lebih jauh, penulis menganjurkan ‘alasan mendesak’ yang disebutkan oleh undang-undang harus segera diperinci, guna menekan angka dispensasi nikah dan menghindari problematika yang telah disebutkan