cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
SEDEKAH YANG MENYAKITKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI TAHLILI Q.S. AL-BAQARAH [2] : 263-264) Erba Putra Diansyah; Abdul Gaffar; Sulaemang Sulaemang; Ni’matuz Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.079 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3311

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat sedekah yang menyakitkan dalam QS. al-Baqarah[2]:263-264, Penelitian ini merupakan kajian pustaka atau library research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan linguistik dan psikologi. Kemudian teknik analisis yang digunakan adalah teknik[metode tahlili>, adapun dalam menganaisis data-data tersebut peneliti menggunakan teknik interpretasi yang meliputi interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual.Hasil penelitian ini menemukan bahwa wujud sedekah yang menyakitkan pada masa kini meliputi, bersedekah kemudian menyakiti, bersedekah dengan disertai tindakan menyakiti dan menyakiti kemudian bersedekah. Adapun dampak dari sedekah yang menyakitkan dirasakan oleh tiga pihak, yaitu pemberi sedekah, penerima sedekah dan masyarakat sekitar.Kata kunci: Sedekah, Menyakitkan, Tahlili>.
PANDANGAN NASR HAMID ABU ZAYD TERHADAP AL-QURAN DAN INTERPRETASINYA Alvita Niamullah
EL-MAQRA' Vol 2, No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.729 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5260

Abstract

Nasr Hamid Abu Zayd merupakan salah satu tokoh hermeneutika berpengaruh di antara sederet tokoh hermeneutika lainnya. Beberapa buah pemikirannya melahirkan pro dan kontra di kalangan umat Islam, di antaranya yang paling terkenal Al-Quran sebagai muntaj ats-tsaqafy (poduk budaya) dan muntij atstsaqafy (produsen budaya). Nasr juga berupaya memberikan penafsiran baru tentang konsep jin yang selama ini dipahami oleh masyarakat Arab umumnya. Artikel ini berupaya menyajikan pemikiran Nasr dengan mengenal terlebih dahulu latar belakang pendidikannya. Ternyata, hasil pemikirannya tidak terlepas dari pengaruh latar belakang pendidikannya di dunia bahasa dan kesastraan Arab sehingga ia berupaya menelisik Al-Quran dengan mengulik aspek kebahasaannya.
PEMAHAMAN KELUARGA BEDA AGAMA TERHADAP AHL AL KITAB DALAM QS AL-MA’IDAH/5:5 (STUDI LIVING QUR’AN DI KELURAHAN TOBUHA KOTA KENDARI) Trinopitasari Trinopitasari; Abdul Gaffar
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.167 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3606

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang pemahaman keluarga beda agama terhadap ahl al-kita>b dalam al-Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5 terhadap keluarga beda agama Tobuha kecamatan Puuwatu kota Kendari. Bertujuan untuk: Pertama, untuk mengetahui bagaimana konsep ahl al-kita>b dalam al- Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5. Kedua, untuk mengetahui bagaimana pemahaman keluarga beda agama terhadap ahl al-kita>b dalam al-Qur‟an Surah al-Ma>’idah/5:5. Ketiga, untuk mengetahui bagaimana dampak penikahan beda agama terhadap seorang anak. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi awal, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam al-Qur'an surah al-Ma>’idah/5:5, para ulama berbeda pendapat mengenai istilah ahl al-kita>b yang dimaksud. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa al-Qur‟an menunjuk dua komunitas pemeluk agama samawi yang di bawa oleh Nabi Isa a.s dan Nabi Musa a.s sebagai ahl al-kita>b, yakni Yahudi dan Nashrani . 2) Masyarakat kelurahan Tobuha dari keluarga beda agama memahami istilah ahl al-kita>b sebagai sebutan bagi pemuka-pemuka agama bagi umat kristiani, sebagian lagi belum dapat menjelaskan karena keterbatasan pengetahuan yang mereka miliki. 3) Informan mengungkapkan bahwa dampak yang paling mereka rasakan adalah kurangnya keberkahan, kurang harmonis, banyak konflik, mengalami keminderan, dan merasa apatis terhadap agama.Kata Kunci: Ahl al-kita>b, beda agama, QS al-Ma>’idah/5:5, Kelurahan Tobuha
CADAR DITINJAU DALAM PERSPEKTIF KEKHUSUSAN PARA ISTERI RASULULLAH Zakuan Muktar
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.866 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3316

Abstract

Abstrak Penelitian ini pada dasarnya pembahasan dalam Al-Qur'an yang mengupas tentang kekhususan hukum cadar istri-istri Nabi Muhammad SAW, khususnya Mengkaji tentang cadar dan kekhususan istri-istri nabi dalam Al-Qur’an. Adapun metode yang digunakan dalam mengungkapkan penelitian ini adalah metode Tafsir Maudhu’i (tematik). Dalam hal ini, penelitian didasarkan pada data-data yang ada dalam ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan tema tersebut, di mana ayat-ayat dan hadis–hadis tersebut dikumpulkan dahulu, yaitu hadits-hadits yang mendukung tema tersebut. Hasilnya ditemukan bahwa istri-istri Nabi Saw dalam al-Qur’an mendapat gelar Ummahât al-Mu’minîn ternyata memiliki beberapa kekhususan dan keutamaan dalam al-Qur’an. Merupakan aqidah ahlussunnah wal jamaa'ah menetapkan kekhususan dan keutamaan mereka diantaranya yaitu mereka mendapatkan balasan yang berlipat ganda dan rezeki yang mulia (surga), kedudukan yang tidak sama dengan wanita lain, dan rumahnya adalah tempat turun dan dibacakan wahyu yaitu al-Qur’an dan Sunnah Nabi.Kata Kunci: Cadar, Isteri, Rasulullah 
PRAKTIK ZIKIR DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-JANNAH KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN (STUDI LIVING QUR’AN) Nur Jannah; Nasri Akib; Muh. Ikhsan; Samsu Samsu
EL-MAQRA' Vol 2, No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.783 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5266

Abstract

Penelitian ini tentang suatu pengamalan zikir di Ponpes Tahfidz al-Jannah, tujuan penelitian ini untuk mengetahui teks dan deskripsi zikir, mengetahui pemaknaan ayat-ayat yang dijadikan zikir dalam kitab-kitab tafsir,  juga untuk mengetahui dampak pemakain ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan zikir oleh masyarakat Ponpes Tahfidz al-Jannah. Penelitian ini menggunakan dua jenis penelitian di antaranya penelitian kualitatif atau kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Sumber utama dari penelitian ini yaitu ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca pada saat zikir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Zikir yang diamalkan di Ponpes Tahfidz al-Jannah merupakan zikir yang bersambung sanadnya kepada K.H.Fakrur al-Razi. Isi zikir dikelompokkan menjadi tiga: pertama, ayat al-Qur’an yang memiliki kandungan makna doa dan renungan untuk introfeksi diri. Kedua, bacaan yang dibaca oleh Rasulullah Saw setelah Salat dan ketiga, bacaan yang memiliki manfaat terhadap pembacanya tetapi tidak dibaca Rasulullah Saw setelah salat. (2) Pemaknaan Ayat yang dijadikan zikir terbagi pada tiga klasifikasi: pertama, sebagai peringatan akan siksa Allah Swt kedua, mengingatkan untuk senantiasa berzikir dengan memohon ampun kepada Allah Swt ketiga, tentang harapan dan do’a kepada Allah Swt. (3) Zikir bagi masyarakat Ponpes Tahfidz al-Jannah selaku pengamal zikir berampak cukup beragam,  seperti ketenangan hati, rezeki yang dimudahkan, integritas yang baik dan menjadi kebiasaan baik bagi pengamal yang serius. Namun, terdapat pula beberapa santri yang tidak memperoleh manfaat zikir kecuali sedikit. Hal ini dialami oleh santri yang tidak serius dalam menjalankan zikir .Dan menurut hasil observasi peneliti, dampak secara psikologis juga terjadi pada sebagian pelaku zikir.
PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA TENTANG ARRIJALU QOWWAMUNA ‘ALA AN - NISA’ Ziska Yanti
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.19 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3990

Abstract

AbstrakArrijalu Qowwamuna ala an-nisa adalah kalimat yang mendapat berbagai macam penafsiran. Banyak pro dan kontra mengenai pesan dan tujuan dari Q.S An-Nisa ayat 34 ini. Di antara penafsiran tersebut ada yang memfokuskan pada kata qowwam yang bermakna pemimpin dimana laki-laki harus menjadi pemimpin bagi wanita dalam semua asfek, baik dalam lingkungan keluarga maupun pemerintahan dan publik. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini mengacu kepada pemimpin dalam keluarga. Hal ini menjadikan seorang laki-laki harus menjadi pemimpin dalam keluarga, bertanggungjawab dalam mendidik, dan menjamin ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan magna cum maghza,  pendekatan ini dalam penafsiran menggunakan makna asal literal (makna historis, yang tersurat) sebagai landasan awal untuk memahami pesan utama teks  (makna yang tersirat). Pendekatan ma’na cum maghza terdiri dari ma’na (makna) teks al-Qur’an yang dipahami oleh pendengar pertama dan dikembangkan menjadi signifikansi (maghza) untuk situasi kontemporer. Oleh demikian, menemukan makna tersirat dari kalimat arrijalu qowwamuna ala an-Nisa akan menjadi tujuan dari penelitian ini. Setelah diteliti menggunakan pendekatan ma’na cum maghza tidak ada larangan mutlak dalam agama yang melarang perempuan ikut terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi pemimpin, akan tetapi menurut ulama klasik dan kontemporer ada beberapa jabatan agama yang tidak bisa dilakukan oleh wanitaKata Kunci: Rijal, Qowwam, , an-Nisa, Ma’na cum Maghza
TRADISI PEMBACAAN SURAT AL-MU’MINU Edy Nor Sobah; Nimatuz Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.284 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3602

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian living Qur’an yang merupakan bagian dari penelitian dengan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, prosesi, dan fungsi serta manfaat dari Tradisi Pembacaan  Surat  al-Mu’minu>n   di  Pondok  Pesantren  Darussalam  Gontor Putri 4. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan ilmu tafsir. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi Pembacaan Surat al- Mu’minu>n  di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri 4 hanya dilakukan apabila hujan turun menjelang acara besar atau ketika ada tamu istimewa. Tradisi ini pada mulanya dilakukan serentak di dalam masjid, namun pada tahun 2019 tradisi ini diubah, hanya beberapa santriwati saja yang ditunjuk untuk melaksanakan tradisi tersebut. Tradisi ini berfungsi untuk memohon kelancaran acara, keberkahan acara, dan perlindungan dari berbagai macam gangguan, manfaat dari tradisi ini adalah acara menjadi lancar, mempererat Ukhuwah antar santriwati, memperlancar bacaan Al-Qur’an para santriwati, dan menentramkan hati para santriwati. Secara garis besar tidak ada dalil terkait tradisi tersebut, baik dalam hal latarbelakang, prosesi, maupun fungsi, namun tradisi ini merupakan bentuk tawassul untuk kepentingan hajat yang akan dilaksanakan.Kata Kunci: Living Qur’an, Tradisi, Surat al-Mu’minu>n
ETIKA BERHIAS WANITA MUSLIMAH DALAM Q.S AL-AHZAB [33] : 33 (STUDI KASUS DI DESA SINDANG KASIH, KEC. RANOMEETO BARAT, KAB. KONAWE SELATAN) Reski Saputri Utami; Samrin Samrin; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.312 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3312

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran, pengamalan dalam etika berhias kaum wanita muslimah di Desa Sindangkasih dengan Qur’an Surah Al-Ahzab / 33 : 33. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif, yang berusaha menyajikan data sesuai hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Menurut penafsiran para ulama dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab / 33 : 33 yang paling mendekati kebenaran adalah Allah melarang Istri-istri nabi dan kaum wanita muslimah untuk bertingkah laku seperti wanita jahiliyah. (2) pelaksanaan berhias kaum wanita muslimah di Desa Sindangkasih  yang telah di teliti yaitu mayoritas dari mereka di lakukan ketika hendak keluar dari rumah  kebanyakan berhias. (3) Pengamalan masyarakat dengan  penafsiran Qur’an Surah  Al-Ahzab/33 :33 memiliki persamaan dan perbedaan yaitu tetap berada di dalam  rumah  jika tidak ada keperluan dan kepentingan yang mendesak. Sedangkan perbedaan nya yaitu ketika hendak keluar rumah mayoritas kaum wanita muslimah  selalu BertabarrujKata kunci : Etika,  Berhias, Wanita,
KISAH NABI YUNUS DALAM AL-QUR’AN DAN AL-KITAB; PENDEKATAN INTERTEKSTUAL JULIA KRISTEVA Samratul Aini
EL-MAQRA' Vol 2, No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.77 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5262

Abstract

Penulis akan membahas kisah Nabi dalam al-Qur’an dan Alkitab yaitu kisah Nabi Yunus, yang memiliki peran sangat penting untuk dibahas sehingga dapat ditemukan perbedaan dan persamaan antara al-Qur’an dan Alkitab. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah intertekstual yang digagas oleh Julia Kristeva dengan tujuan untuk membandingkan keduanya. Sehingga dengan menggunakan pendekatan ini ditemukan beberapa perbedaan antara keduanya. Dari segi struktur, al-Qur’an ada melakukan beberapa penyederhanaan, sehingga teori haplologi menjadi yang tepat dalam fragmen tersebut. Dalam fragmen lain juga ditemukan prinsip konversi dan modifikasi. Dalam prinsip ini terdapat perbedaan yang mendasar yaitu jumlah perhitungan waktu dan jumlah orang dalam kisah tersebut. Sehingga analisis kisah Yunus dalam al-Qur’an bertemakan monoteisme atau berkenaan dengan ajaran tauhid, sedangkan dalam Alkitab hampir sama dengan al-Qur’an yang berisi seruan dan ajakan kepada kaumnya.
PEMBACAAN SURAH AL-TAUBAH DALAM TRADISI KUPATAN MASYARAKAT MUSLIM SUKU SUNDA (STUDI LIVING QUR’AN DI DESA LIPU MASAGENA KONAWE SELATAN) Ita Maesaroh; Abdul Gaffar
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.675 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3986

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, teknis serta implikasi dari pembacaan surah al-Taubah tradisi kupatan di Desa Lipu Masagena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan surah al-Taubah dalam tradisi tersebut lebih dititikberatkan pada pemaknaan terhadap nama surah al-Taubah itu sendiri yang berarti tobat atau pengampunan, agar sorang wanita hamil semakin kuat berusaha kembali (tobat) kepada Allah Swt sebelum datangnya masa persalinan yang merupakan perjuangan hidup dan mati seperti halnya peperangan yang menjadi pembahasan dominan dalam surah tersebut. Pembacaan Surah al-Taubah dalam tradisi ini diawali dengan membaca Surah al-Fatihah beberapa kali, kemudian membaca shalawat nabi serta diakhiri dengan pembacaan Surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas masing-masing tiga kali. Pembacaan Surah al-Taubah tersebut berimplikasi pada timbulnya ketenangan dan percaya diri bagi  keluarga pelaksana serta pribadi wanita hamil yang bersangkutan.Kata Kunci: Tradisi, Kupatan, At Taubah

Page 2 of 10 | Total Record : 95