cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
KESETARAAN DALAM JODOH (PENDEKATAN TAFSIR MAQASIDI Q.S. AN-NUR : 26 Riska Riska; Hasdin Has; Abdul Gafar; Ni’matu zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.808 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3318

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji kesetaraan dalam jodoh Q.S. al-Nu>r [24] : 26 dengan pendekatan tafsi>r maqa>sidi> Q.S. al-Nu>r[24]:26 dengan tiga sub masalah; 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r[24:26. 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26. 3) Konsep kesetaraan jodoh dalam al-Qur’an dan Masyarakat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, menggunakan metode tah}lili yang mengumpulkan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, makna lugawi, i’ra>b dan bala>gah serta penafsiran ulama tentang Q.S. al-Nu>r [24] : 26. Kemudian diinterpretasi dengan interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah tentang pembelaan Allah terhadap A<isyah ra. dan Safwan dalam hadi>s} al-ifkih, 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah bagaimana kesetaraan jodoh akan memberi peluang yang lebih besar untuk membentuk keluarga yang langgeng, saki>nah mawaddah warrahmah.Kata Kunci: kesetaraan, jodoh, tafsi>r maqa>s}idi>.
PERAN IMAM AS-SYAFI’I TERHADAP PERKEMBANGAN HADIS Masyhuri Rifai; Hasniran Hasniran
EL-MAQRA' Vol 2, No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.118 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5267

Abstract

Artikel ini membahas seorang tokoh hadis, yang tergolong sebagai ulama mutaqaddimin, yakni Imam al-Syafi’i (wafat 206 H/820 M). Ulama  mutaqaddimin dalam istilah ilmu hadis adalah ulama hadis yang hidup sampai abad ketiga hijriyah. Pembahasan ini mengarah pada tinjauan historis dan sosiologis, obyeknya dioprasionalkan sebagai suatu upaya mengungkap keterlibatan Imam al-Syafi’i terhadap usaha pengembangan hadis. Dengan menggunakan Oleh karena penelitian ini termasuk dalam kategori kajian kepustakaan (library research), maka secara otomatis pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan merujuk pada buku-buku literatur atau kepustakaan yang penulis anggap relevan dengan permasalahan penelitian, hasilnya menyimpulkan bahwa ternyata kontribusi Iman al-Syafi’i bagi kemajuan hadis Nabi sangat kuat, oleh karena itu Imam al-Syafi’i disebut sebagai Nashir al-Sunnah  sehingga kredibilitas Imam al-Syafi’i dalam bidang hadis sudah tidak diragukan lagi.
PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG MUKAAN DAN TASDIYAH (SUATU KAJIAN MAUDU’I) Zulkarnain Zulkarnain; Syahrul Mubarak
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.34 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3993

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dengan praktek tepuk tangan di Baitullah yang secara nyata disebutkan dalam al-Qur’an, namun dengan penekanan yang negatif. Kemudian rumusan masalah ini yaitu: pertama, Hakikat muka>an dan tas}diyah. kedua, Wujud muka>an dan tas}diyah. ketiga, Dampak bagi pelaku dan penerima muka>an dan tas}diyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau (library research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir, Psikologis, dan Antropologis dengan menggunakan data primer berupa al-Qur’an dan data sekunder berupa kitab-kitab tafsir. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir Maud}u>’i. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ayat yang serupa dengan Muka>an dan Tas}diyah terdapat dalam al-Qur’an sebanyak 28 ayat, kemudian yang peneliti jadikan bahan penafsiran yaitu QS. al-Anfa>l/8:35, QS. al-Hujurat/49:11, Hud/11:38, Luqman/31 6 dan al-Hajj/22: 25. Dari beberapa ayat di dalam al-Qur’an terdapat kata mengejek, mengganggu, mengolok-olok dan menghalangi. Hakikat muka>an dan tas}diyah dari berbagai penafsiran, bahwasanya ada beberapa kata yang berbeda mengenai muka>an dan tas}diyah, tetapi memiliki hakikat yang sama yaitu mengejek dengan berbagai jenis ejekan perkataan atau perbuatan. Kemudian wujud muka>an dan tas}diyah mengejek dengan perkataan dan perbuatan. Adapun dampak muka>an dan tas}diyah yaitu kepada pelaku, penerima, dan masyarakat yang dapat merugikan dan bersifat negatif.Kata Kunci: Muka>an, Tas}diyah and al-Qur’an.
MAKNA KHALIFAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR MUQARAN QS. AL-BAQARAH/2:30 DAN QS. SAD/38:26) Muh. Lubis; Muhammad Hasdin Has, Hasdin Has
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.388 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3603

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode muqa>ran bertujuan untuk menganalisis makna khali>fah dalam dua ayat yang berbeda yaitu QS. Al-Baqarah/2:30 Dan QS. S{a>d/38:26, jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) Sumber data, berupa al- Qur’an dan kitab tafsir al-Tabari>, Mafa>tih al-Gaib al-Misbah dan lain-lain. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi dan analisis literatur tafsir, data kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan kategori kemudian disimpulkan dengan metode muqa>ran (perbandingan) dengan menggunakan pendekatan kebahasaan bersifat denotatif dan konotatif. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa: 1). Para mufassir menjelaskan makna khali>fah pada QS. Al- Baqarah/2:30 antara lain: penciptaan manusia tanpa melibatkan makhluk,manusia pilihan yang memiliki tanggung jawab secara pribadi terhadap dirinya dan makhluk disekitarnya dan memiliki kehendak dan perilaku yang tidak terbatas bahkan diberi ilmu untuk menentukan sikap yang benar dan tepat dalam memilih kehendak dan perilaku tersebut. Lain halnya dengan penafsiran khali>fah pada QS.S}a>d}/38:26 yakni pemimpin yang dipilih oleh Allah dan diangkat rakyatnya serta memiliki tanggung jawab menegakkan keadilan dan tidak mengambil kepentingan secara sepihak dalam jabatannya dan tidak terikat pada sistem tertentu. 2). Persamaan makna khali>fah yaitu menjadi pengganti dari sebelumnya dan meneruskan tanggung jawab sebagai khalifah, objek penugasan khalifah dan tempat penugasannya adalah bumi dan makhluk yang ada didalamnya, nabi Adam maupun nabi Daud telah melakukan kesalahan dan menjadi lebih baik dengan diangkatnya menjadi khalifah. Sedangkan perbedaannya yaitu makna khali>fah dalam QS.al-Baqarah/2:30 diangkat oleh Allah Swt. tanpa melibatkan manusia di dalamnya sedangkan pada QS.S}a>d}}}/38:26, khali>fah diangkat Allah dan melibatkan manusia di dalamnya. Khali>fah dalam QS.al-Baqarah/2:30 bermakna lebih umum mencakup semua pemimpin sedangkan khali>fah pada QS.S}a>d}}}/38:26 lehih khusus yaitu pemimpin dalam organisasi, suku atau negara.Kata Kunci: Khalifah, al-Qur’an, Muqarran.
TAHIYYAH DALAM Q.S AN-NISA’ [4] : 86 M. Syawal Rosyid; Fatirawahidah Fatirawahidah; Aminudin Aminudin; Hasan Basri
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.676 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3313

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Tah}iyyah Dalam Q.S Al-Nisa>’[4] : 86 (Suatu Kajian Tahlili). Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. dengan teknik interpretasi yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual, dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah tafsir tahlili. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, tah}iyyah berasal dari kata h}ayya> yang berarti hidup. Jadi, tah}iyyah berarti doa untuk memperpanjang usia. sedangkan tah}iyyah yang di maksud dalam Q.S al-Nisa<’ [4] : 86 yakni pemberian penghormatan dengan yang semisalnya atau yang lebih baik. Kedua, kontekstualisasi makna tahiyyah dalam bentuk perbuatan yakni penghormatan kepada Rasulullah dengan mengikuti sunnahnya, penghormatan kepada orang tua, penghormatan terhadap orang yang berilmu, penghormatan kepada sesama manusia, penghormatan dengan mencium tangan, menundukkan badan sebagai penghormatan, dan berdiri menyambut seseorang.Kata Kunci : Tah}iyyah, Q.S Al-Nisa>’, Kontekstualisasi.
ANAK SEBAGAI UJIAN DAN MUSUH KAJIAN TAFSIR KONTEKSTUAL Fitriani Fitriani; Muh. Syahrul Mubarak; Akbar Akbar; Danial Danial
EL-MAQRA' Vol 2, No 2 (2022): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.001 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i2.5263

Abstract

Penelitian ini membahas tentang anak sebagai ujian dan musuh kajian tafsir kontekstual. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis makna anak sebagai ujian dan musuh, mengeplorasi penafsiran al-Qur’an tentang anak sebagai ujian dan musuh dan mengetahui relevansi al-Qur’an tentang anak dalam merespon fenomena childfree. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, dengan data primer berupa kitab-kitab tafsir dan al-Qur’an di dukung dengan beberapa data sekunder. Data tersebut menggunakan metode kontekstual. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa makna anak sebaga ujian dan musuh yang berarti cobaan buruk atau cobaan yang menyusahkan seperti bencana dan kelaparan termasuk juga perbuatan-perbuatan yang menyimpang dan menentang kebenaran, fitnah yang berarti cobaan baik yaitu cobaan melalui kenikmatan dan kesenangan, fitnah yang berarti cobaan secara umum. Artinya, secara umum dijelaskan bahwa dalam kehidupan ini pasti ada ujian baik maupun buruk. Adapun makna musuh musuh merujuk kepada syaitan, lebih khusus lagi bahwa kata aduww atau musuh memiliki dua bentuk kata yaitu jin dan manusia. Adapun Penafsiran al-Qur’an anak sebagai ujian dan musuh peneliti menemukan beberapa ayat di dalam al-Qur’an tentang ujian dan musuh yaitu berjumlah 13, kemudian peneliti mengambil dua ayat yang penafsiran kontekstualnya secara tegas menjaskan Anak sebagai ujian dan musuh dalam al-Qur’an QS. al-Anfal/28 dan QS. at-Taghabun/14 jika diklasifikasikan menurut penafsiran kontekstual, anak sebagai ujian sudah ada pada zaman Rasulullah Saw, yang pada saat itu suatu kaum ahli Mekkah yang masuk Islam. Akan tetapi istri dan anak-anaknya menolak untuk hijrah ke Madinah untuk beribadah kepada Allah Swt. Terkait dengan konteks masa kini, ketika orangtua bekerja membanting tulang tak kenal lelah demi sang anak mencurahkan segenap upaya demi kebahagiaan anak, tetapi melalaikan kewajiban sebagai hamba untuk beribadah kepada Allah Swt. Terkait Relevansi penafsiran al-Qur’an tentang anak dalam merespon fenomena childfree. Peneliti, tidak menyalahkan orang yang melakukan childfree hanya saja dari segi pemikiran, dimana pemikiran tersebut tidak ingin mempunyai anak. Sementara didalam al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa anak merupakan penyambung keturunan, harapan untuk menjadi sandaran di kala usia lanjut
IMPLEMENTASI LAFADZ INSYA ALLAH DALAM QS. AL-KAHFI AYAT 23-24 PADA MAHASISWA FUAD IAIN KENDARI (Kajian Living Qur’an) Lilis Anshoriyah Utami; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.378 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3987

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Implementasi Lafaz Insya Allah dalam QS. al-Kahfi ayat 23-24 pada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Kendari (Kajian Living Qur’an). Dengan tujuan untuk mengetahui penafsiran insya Allah dalam surah al-Kahfi ayat 23-24 dan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa serta pengamalan lafaz insya Allah pada mahasiswa Fuad. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara  reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan verifikasi data (Conclusion Data). Adapun Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, yaitu: (1) Triangulasi Waktu, (2)Triangulasi Sumber, (3) Triangulasi Teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Insya Allah dimaknai sebagai kesanggupan seorang hamba dalam melakukan sesuatu dengan tetap bersandarkepada kehendak Allah Swt. Kedua, Pada mahasiswa Fuad sudah lebih banyak yang memahami makna insya Allah yaitu menyatakan kesanggupan dengan tetap bersandar kepada kehendak Allah Swt. Ketiga, Pada  pengamalannya, 10 informan telah memahami dan menerapkan makna insya Allah dengan benar sesuai dengan maksud dari Q.S al-Kahfi:23-24, 7 yang belum memahami dengan baik dan ada 3 informan yang tidak sejalan antara pemahaman dan pengamalan.Kata Kunci: Implementasi, insya Allah, Mahasiswa Fuad 
MAHAR SEBAGAI UPAH (UJUR) DALAM PERNIKAHAN (KAJIAN TAHLILI QS. AN-NISA/4:24 Ahmad Sona Hafadzah; Fatirawahidah Fatirawahidah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.674 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3599

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna uju>r dalam Q.S. al-Nisa>’/4: 24, untuk mengetahui genealogi/ perkembangan penafsiran dari para ulama terhadap ayat ini serta untuk mengetahui bagaimana implementasi uju>r di masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian dengan model kepustakaan atau library research. Data primer yang digunakan yaitu Q.S. al-Nisa>’/4: 24, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadis, kamus dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian serta literatur lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Data kemudian dianalisis berdasarkan isi dengan mengacu pada kerangka analisis metode tahli>li> serta teknik interpretasi yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Uju>r secara umum menunjukkan arti yang sepadan dengan maksud pemberian upah atau imbalan, sedangkan uju>r dalam konteks Q.S. al-Nisa>’/4: 24 ulama berbeda pendapat di mana ada yang mengartikan sebagai upah dari dipergunakannya alat kelamin perempuan, dan ada juga yang mengartikannya murni sebagai mahar/maskawin perempuan. 2) Secara umum dalam penafsiran para ulama mengaitkan ayat tersebut dengan konteks kawin kontrak atau nikah mut‘ah namun tidak membenarkan jika ayat tersebut digunakan untuk membolehkan praktik nikah mut‘ah pada zaman sekarang. 3) Adapun dalam implementasinya uju>r diberikan dalam 3 hal, yaitu implementasi pemberian uju>r di Indonesia, implementasi pemberian uju>r di negara lain dan implementasi pemberian uju>r pada pekerjaan.Kata Kunci: Mahar, Upah, Nikah Mut‘ah.
REINTERPRETASI AYAT JILBAB DAN CADAR STUDI ANALISIS MA’NA CUM MAGHZA ATAS Q.S AL-AHZAB : 59 DAN Q.S AN-NUR : 31 Ziska Yanti
EL-MAQRA' Vol 2, No 1 (2022): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.279 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v2i1.3994

Abstract

AbstrakJilbab dan cadar merupakan pakaian yang menjadi identitas perempuan muslim, ayat yang dijadikan.dalil dimaknai beragam oleh mufassir. Secara ijma’ ulama sepakat bahwa jilbab hukumya wajib, meskipun tidak terjadi kesepakatan mengenai apa yang harus ditutupi oleh jilbab. Sebagian ulama mengatakan jilbab harus menutupi seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan,  sebagian lagi mengatakan jilbab harus menutupi seluruh badan termasuk muka kecuali mata sebelah.  Untuk itu perlu dilakukan Reinterpretasi ayat jilbab dan cadar studi analisis ma’na cum maghza atas QS. Al-Ahzab : 59 dan QS : an-Nur : 31, penelitian ini akan menjawab makna, pemahaman dan implikasi ayat jilbab. Melalui pendekatan ma’na cum maghza didapatkan kesimpulan bahwa jilbab adalah sesuatu yang wajib yang tidak terpengaruh dalam konteks budaya, berbeda dengan cadar yang hukumnya sesuai dengan konteks budaya. Meskipun demikian cadar tidak seharusnya dilarang di daerah yang tidak menganjurkannya karena sesuai dengan hak asasi manusia.Kata Kunci: Reinterpretasi, Jilbab, Cadar, Ma’na cum Maghza.
KARAKTER BERNIAGA DALAM QS. AL-NUR/24:37 KAJIAN TAHLILI Muh. Taufiq; Fatirawahidah Fatirawahidah
EL-MAQRA' Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.533 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i2.3604

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul ‚Perniagaan Akhirat dalam QS. al-Nur/24:37. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat perniagaan dalam QS. al-Nur/24:37, untuk mengetahui cara berniaga dalam QS. al-Nur/24:37, juga untuk mengetahui manfaat perniagaan dalam QS. al-Nur/24:37. Penelitian ini merupakan kajian pustaka atau library research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir dan pendekatan bahasa. Data primer yang digunakan adalah QS. al-Nur/24:37, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadits dan kamuskamus yang berkaitan dengan penelitian ini serta literatur ke Islaman lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah metode tahlili, yaitu menjelaskan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, makna lugawi, i’ra>b dan bala>gah serta penafsiran ulama tentang QS. al-Nur/24:37. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. al-Nur sedikitnya memberikan tiga poin penting yaitu, 1) Hakikat perniagaan, yaitu ketika melakuan transaksi perniagaan tidak lalai dalam kewajiban berdzikir dan shalat, 2) melakukan perniagaan dengan cara tidak terlepas dari berdzikir, menenuaikan shalat, dan mengeluarkan zakat serta memberikan rasa takut, 3) dan memperoleh balasan atas apa yang dikerjakan di dunia untuk menuju akhirat dengan balasan yang berlipat ganda.Kata Kunci: Karakter Berniaga, QS. al-Nur/24:37, Tahlili.

Page 3 of 10 | Total Record : 94