cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
TRADISI PENGGUNAAN BUSANA HAJI DALAM SUKU BUGIS (STUDI LIVING QUR’AN TERHADAP PEREMPUAN DESA PUUREMA SUBUR KABUPATEN KONAWE SELATAN) Nirwanti Nirwanti; Hasdin Has; Muh. Ikhsan
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.389 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3314

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan praktik tradisi penggunaan busana haji dalam masyarakat Bugis dan mengaitkan dengan dalil QS. al-Nur [24] : 31. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode living Qur’an dengan pendekatan tafsir yaitu pendekatan kebahasaan, historis, fikih (hukum), dan sosial budaya (kemasyarakatan). Tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara partisipatif dan mendalam serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman perempuan yang sudah berhaji perihal aurat dan batasannya terbagi menjadi dua jenis. Pertama, sebagian besar perempuan yang sudah berhaji di desa Puurema Subur Kabupaten Konawe Selatan memahami tentang aurat dan batasannya dalam syari’at Islam, akan tetapi status sosial menjadi perhatian yang paling penting bagi mereka daripada perolehan predikat haji mabrur yang sesungguhnya. Kedua, sebagian kecil dari mereka sama sekali tidak memahami perkara aurat dalam Islam.Kata Kunci: Busana, Haji, Bugis, Desa Puurema Subur.
SHALAT SEBAGAI PENCEGAH PERBUATAN FAHSYA’ DAN MUNKAR (ANALISIS MUQARAN TAFSIR AL-QURTUBI DAN TAFSIR AL-AZHAR TERHADAP Q.S. AL ‘ANKABUT/29:45) Muhammad Shabrun Algifari; Ni’matuz Zuhra
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6278

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang terdapat pada Q.S. Al-‘Ankabu>t/29:45 dalam memahami maksud shalat yang dapat mencegah perbuatan fah{sya>’ dan munkar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara penafsiran Al-Qurt}ubi> dalam Tafsi>r al-Jami’ Li Ah}kam al-Qur’an dan penafsiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar yang merupakan dua ulama dari bidang keilmuan tafsir yang berbeda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif melalui riset kepustakaan (library research). Dan menggunakan metode muqa>ran untuk membandingkan kedua kitab tafsir tersebut. Hasil yang ditemukan mengungkapkan bahwa Al-Qurt}ubi> memahami shalat yang dapat mencegah perbuatan fah}sya> dan munkar adalah yang di dalam setiap gerakan pergerakan atau setiap amalan yang dikerjakan baik dari niat untuk wudhu, niat melaksanakan shalat, masuk ke mihrab, takbiratul ihram, sampai salam, masing-masing terdapat zikir di dalamnya. Sehingga zikir yang diulang-ulangi tersebut menjadi kekuatan yang memberikan efek hingga di luar shalat dan menjadikan pelaku yang mengerjakan shalat tersebut terhindar dari perbuatan fah}sya> dan munkar. Sedangkan Hamka tidak memahami ayat ini dari hal tersebut, beliau memaknai shalat yang mencegah perbuatan fah}sya> dan munkar yang dimaksud adalah shalat secara keseluruhan, yakni gerakan dan zikir mencakup suatu kesatuan yang utuh. Kemudian hal itulah yang memberikan dampak pada aktifitas diluar shalat dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan pelaku shalat tersebut terhindar dari perbuatan-perbuatan fah}sya> dan munkar. Perbedaan penafsiran keduanya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dan bidang keilmuan kedua mufassir. Sehingga mempengaruhi cara penafsiran mereka dalam memaknai Q.S. al-‘Ankabu>t/29:45, yang mana Al-Qurt}ubi> merupakan ulama pada Era klasik yang terkenal dengan keilmuan fiqihnya dan kitabnya yang bercorak Fiqih, sedangkan Hamka merupakan ulama pada Era kontemporer yang terkenal dengan tasawuf modernnya dan kitabnya yang bercorak al-Adab al-Ijtima’i.
SEJARAH HIJRAH DALAM KAJIAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN Siti Farrohah Alimina; Finsa Adhi Pratama; Ahmad Ridho
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6272

Abstract

Pasca baiat Aqabah kedua para kafir Mekah dan sekutunya bersepakat untuk menghabisi Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam hingga turun izin hijrah. Hijrah kemudian menjadi simbol  gerakan perubahan. Hijrah mengajarkan tentang perubahan besar yang syarat akan nilai teladan. Penelitian bertujuan menkaji pristiwa hijrah dari sudut pemikiran Islam modern dalam kajian nilai (filosofis). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan satu kesimpulan bahwa hijrah mengajarkan nilai kerelaan dalam meninggalkan kesenangan dunia, menghindari praktik politik tak sehat, mengahdirkan model interaksi yang sehat.
PEMAHAMAN TABZIR DAN ETIKA KONSUMSI MASYARAKAT SORUE JAYA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Resky Esa Saputra
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6279

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mencermati bagaimana pemahaman masyarakat muslim konsumtif  Sorue   Jaya   terhadap   ayat  Tabz|i>r serta   korelasinya   terhadap   perilaku konsumsi mereka sertamengidentifikasi apa yang mempengaruhi ragam pemahaman ayat masyarakat dan pola konsumsi mereka yang tidak proporsional dan bagaimana formulasi Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman perilaku konsumsi masyarakat muslim. penelitian ini adalah berjenis field research dengan menggunakan metode kualitatif yang berbasis pendekatan Sosiologi Qurani. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini yakni masyarakat terdampak yang terindikasi mengalami problem ekonomi dan sosial pasca ganti rugi. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisa data yaitu: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemahaman terkait mubazir masyarakat sekedar menyiakan makanan dan membeli barang tak berguna dan ditemukanlah korelasi antara pemahaman serta praktek mubazir. Pemahaman tersebut ditunjang oleh beberapa diantaranya kurangnyaliterasi agama, faktor lingkungan sekitar serta literasi ekonomidan kontrol diri yang kurang. Maka untuk mengatasi perilaku tersebut dikemukakan konsep Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman dan perilaku konsumsi masyarakat muslim yaitu senantiasa memberikan kepada kerabat keluarga haknya, senantiasa mengeluarkan zakat dan sedekah serta menjauhi perilaku mubazir dan berlebihan.
JAMINAN REZEKI ANAK PERSPEKTIF AL- QUR’AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Vera Vetasleni; Danial Danial
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6275

Abstract

Kajian ini berkhaitan dengan pengungkapan makna jaminan rezeki anak di dalam al- qur’an terhadap asumsi yang telah menyebar bahwa berdasarkan fakta yang dirasakan setiap orangtua mengenai kebutuhan anak di dalam rumah tangga baik dalam jumlah yang relatif kecil maupun besar menjadi semakin terpuruk s@ebab pembiayaan dari segi ekonomi yang semakin meningkat. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif (library research). Pengumpulan data menggunakan metode tematik dengan mengumpulkan ayat-ayat yang setema berdasarkan kata kunci rezeki dan anak. Prosedur interpretasi data dilakukan melalui tahapan penemuan makna yakni secara tekstual, lingusitik, dan sosio-historis. Rezeki anak dijelaskan dalam al- qur’an mencakup materi yang berupa sandang, pangan, dan papan serta non materi diantaranya timbul perasaan kasih sayang, diberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan serta segala bentuk pemberian. Pencapaian rezeki tersebut dapat diraih dengan ketentuan dalam tiga hal, yakni bekerja, kepedulian orang lain, dan ketakwaan kepada Allah Swt. Temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa perspektif banyak anak banyak rezeki menjadi konsep yang dibenarkan dengan beberapa persyaratan untuk memperoleh rezeki.
MEMBONGKAR TEORI ANTI-SINONIMITAS AISYAH BINTU SYATIH’ DAN IMPLIKASINYA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN Wardania Wardania; Siti Nurhalisa; Abdul Gafur; Basri Mahmud
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6280

Abstract

Sinonim atau persamaan kata dalam bahasa Arab disebut sebagai muradif/taraduf. Dalam kaidah penafsiran al-qur’an, muradif memiliki peran tersendri. Salah satu bagian menarik dari persoalan ini adalah teori anti-sinonimitas yang diyakini oleh seorang mufassir perempuan, yakni Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang didasarkan pada buku dan juga jurnal (telaah pustaka). Fokus penelitian ini adalah pada tokoh Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ serta teori yang dikembangkannya tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa teori anti-sinonimitas memandang tidak ada persamaan makna pada lafadz-lafadz yang ada dalam al-qur’an, masing-masing memiliki makna tersendiri. Salah satu yang mempengaruhi pemikirannya adalah dosennya sendiri yang kemudian menjadi pendamping hidupnya yakni Amin al-Khulli yang juga menganut teori anti-sinonimitas. Karya Aisyah Abdurrahman bintu Syathi’ dalam bidang tafsir adalah Al-Bayan li Al-qur’an Al-Karim yang memuat empat belas surah-surah pendek dan terdiri dari dua jilid.
ANALISIS PENGAMALAN KALIMAH HIJAB QS AL-AHZAB/33:53 PADA MAHASISWA IAIN KENDARI (STUDI LIVING QUR’AN) Mudzakkir Mudzakkir; Aminuddin Aminuddin; Fatirawahidah Fatirawahidah; Sitti Fauziah
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6276

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif dengan metode Living Qur’an ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengamalan mahasiswa terhadap kalimah hijab pada QS. al- Ah}zab /33:53 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field), sumber data berupa hasil wawancara, daftar kegiatan, kitab rujukan tafsi>r Al-Muni>r, Ibnu> Kas\ir, Al-Qurtubi>, At-T{abari>,. Data yang dikumpulkan melalui tehnik observasi, wawancara, dokumentasi. Data kemudian di analisis berdasarkan kesamaan kategori kemudian disimpulkan dengan metode perbandingan literatur. Dari hasil analisis peneliti menemukan 3 poin sebagai hasil dari penelitian, yaitu: 1) Mayoritas ulama mamaknai h}ija>b pada QS. al Ah}za>b/33:53 memberikan definisi bahwa hijab merupakan tirai atau kain pembatas yang pada dasarnya di peruntukan sebagai media terbaik untuk menghidarkan wanita dari pandangan lelaki yang tidak memiliki hak atasnya, walaupun media-media yang lain telah terpenuhi seperti pakaian yang telah disyariatkan untuk seorang wanita. 2). Pemahaman mahasiswa IAIN Kendari terhadap makna hijab dalam QS al-Ah}zab/33:53 tidak jauh berbeda   memaknai kata hijab itu sebagai kain atau tirai pembatas antara laki-laki dan perempuan agar terhindar dari hal-hal yang buruk. Adapula yang memaknainya dengan penutup kepala hingga dada, dan adapula yang memaknainya sebagai pakaian yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh. 3) Pengamalan ayat, mahasiswa IAIN Kendari mempunyai beberapa cara untuk mengamalkan QS al-Ah}zab/33:53 yaitu memakai cadar, duduk dengan terpisah dan menjaga interaksi sosial
PERILAKU SOMBONG DALAM MASYARAKAT DESA LANGGOMALI KEC. WOLO, KAB. KOLAKA (PERSPEKTIF QS LUQMAN/31:18) Asmaul Husna; Fatirawahidah Fatirawahidah; Syamsu Syamsu; Muhammad Hasdin Has
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6277

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Ayat-ayat al-Qur’an Tentang Perilaku Sombong dan tafsirannya (2) Persepsi Tentang Perilaku Sombong dalam Masyarakat Desa Langgomali (3) Untuk Mengetahui Perilaku Sombong Menurut Al-Qur’an Surah Luqman/31:18 di Desa Langgomali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, teknik wawancara dengan 7 informan yang terdiri dari aparat desa 1 orang, perlemen desa 1 orang, tokoh agama 1 orang, 4 tokoh masyarakat dan menggunakan teknik dokumentasi. Sebagai informannya adalah masyarakat desa Langgomali Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: (1) Reduksi Data (Data Reduction), (2) Penyajian Data (Data Display), (3) Verifikasi Data (Conclusion Data). Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah tringulasi, yaitu: (1) Tringulasi Waktu. (2) Tringulasi Sumber. (3) Tringulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama tentang ayat-ayat al-Qur’an tentang perilaku sombong yang menunjukkan kesesuaian antara perilaku sombong dengan keadaan masyarakat. Kedua persepsi tentang perilaku sombong dalam masyarakat Desa Langgomali mudah untuk merendahkan orang, tidak mau menerima kebenaran, selalu ingin dipuji, tidak saling bertegur sapa, tidak menghargai, merasa cantik dan merasa tinggi hati. Ketiga perilaku sombong menurut al-Qur’an surah Luqma>n/31:18 di Desa Langgomali ialah adanya perilaku-perilaku memalingkan muka, berjalan dengan perasaan angkuh, merendahkan orang lain serta berlaku pamer.
MADUAI PINAH: INTERSEKSI ANTARA ISLAM DAN TRADISI LOKAL PADA MASYARAKAT BAJO KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.7110

Abstract

Penelitian ini tentang tradisi maduai pinah: interseksi Islam dengan tradisi lokal pada masyarakat Bajo Konawe Utara. Penelitian ini mengungkap 1) gambaran tentang tradisi maduai pinah. 2) Hubungan Islam dengan Adat Nenek Moyang dalam Ritual Maduai pinah. 3) Dampak Ritual Maduai pinah Dalam Kehidupan Suku Bajo Konawe Utara Pesisir Sulawesi Tenggara? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dari observasi dengan mengamati langsung proses tradisi maduai pinah dan wawancara dengan tokoh adat dan tokoh agama dan masyarakat serta dokumentasi. Data kemudian diolah pengolahan data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Tradisi maduai pinah merupakan salah satu bentuk sedekah kepada penjaga/penguasa laut. 2)Interaksinya terlihat dalam beberapa hal: a.Maduai pinah sebagai kalimat doa dan bacaan dalam tradisi ini, mayoritas menggunakan ayat Alquran seperti QS al-Fatihah dan penyebutan nama-nama nabi yang akrab diamati oleh umat Islam. seperti Adam dan Yesus.b, sebagai sarana untuk menghargai makhluk lain. . 3) Dampak tradisi maduai pinah dalam kehidupan suku Bajo pesisir Konawe Utara Sulawesi Tenggara terdapat pada: a.Adab menghormati makhluk lain. B. Etos kerja.c. Rejeki nomplok yang melimpah
IMPLEMENTASI PENGAJIAN TAFSIR TEMATIK DI MASJID MARDHIYYAH MAKASSAR (STUDI TERHADAP PERSEPSI JEMAAH MASJID MARDHIYYAH KOMPLEK P & K PEMDA TALASALAPANG MAKASSAR TAHUN 2021-2023)
EL-MAQRA' Vol 3, No 2 (2023): November
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i2.6778

Abstract

Mengkaji Al-Qur’an sangat penting dilakukan oleh umat muslim. Spirit dalam mengkaji Al-Qur’an penting untuk diperhatikan dengan baik oleh seluruh elemen. Memahami serta mengkaji Al-Qur’an bisa belajar langsung dengan guru yang ahli di bidangnya yakni dengan mengikuti kegiatan pengajian yang diadakan di masjid-masjid, di antaranya mengikuti pengajian tafsir Tematik yang dilaksanakan secara rutin di Masjid Mardhiyyah Makassar. Kegiatan rutin ini dapat menjadi jembatan bagi umat masyarakat untuk memahami serta mengkaji Al-Qur’an yang menjadi pegangan pokok umat Muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk : melihat bagaimana eksistensi, persepsi, serta dampak bagi jemaah yang diadakan secara rutin di masjid Mardhiyyah Komplek P & K Pemda Talasalapang Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajian rutin dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan pemahaman jemaah Masjid Mardhiyyah dalam rangkaian  mantap  iman, takwa dan akhlak mulia. Pengajian salah satu wadah bagi jemaah untuk memenuhi kebutuhan ilmu agama. Secara strategis pengajian menjadi sarana dakwah yang berperan meningkatkan kualitas hidup umat. Tanggapan para jemaah memberikan kesan yang positif, apalagi mengenai tafsir Al-Qur’an. Biasanya para jemaah hanya membaca Al-Qur’an saja sambil sesekali membaca terjemahannya. Akan tetapi, dengan mengikuti pengajian ini mereka dapat memahami bahwa ayat yang dibaca ternyata memiliki makna dan hikmah yang lebih mendalam. Melalui pengajian ini mereka dapat mengetahui tujuan diperintahkannya suatu amalan. Dengan memperdalam ilmu aqidah, ibadah serta akhlak para jemaah akan memiliki kepribadian yang teguh dalam beragama. Ketiga nilai ini merupakan hal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Dampak positif yang dihasilkan dari pengajian tafsir tematik ini adalah bahwa  menambah wawasan terkait iman, islam dan ihsan serta dapat memberikan kesejahteraan spiritual bagi jemaah.

Page 4 of 10 | Total Record : 94