Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM)
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) adalah jurnal yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi (UP3), Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, merupakan media diseminasi atas penelitian-penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) menerima artikel ilmiah dengan topik penelitian Psikologi dalam konteks industri dan organisasi, klinis dan kesehatan mental, pendidikan dan perkembangan, serta sosial dan komunitas.
Articles
286 Documents
Pengaruh Anxiety terhadap Job Reattachment pada Karyawan dengan Leader Safety Commitment sebagai Variabel Moderator
Pasya, Adita Metha;
Handoyo, Seger
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.685 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.33820
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara anxiety terhadap job reattachment pada karyawan dengan leader safety commitment sebagai variabel moderator. Penelitian ini dilakukan pada karyawan yang sebelumnya pernah menjalani work from home dan saat ini kembali melakukan work from office. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah partisipan sebanyak 200 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara anxiety terhadap job reattachment (p<0,05). Selanjutnya, ditemukan bahwa leader safety commitment tidak mengurangi pengaruh antara anxiety terhadap job reattachment (p=0,662).
Hubungan Perfeksionsime dengan Parental Burnout Ibu Bekerja yang Dimoderasi oleh Perceived Social Support
Damastuti, Alfitra;
Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.451 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34194
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dan parental burnout pada ibu bekerja dengan perceived social support sebagai variabel moderator. Hal ini mengacu pada studi sebelumnya yang telah menunjukkan perfeksionisme sebagai faktor penting terjadinya parental burnout. Di sisi lain, sejumlah studi juga membuktikan perceived social support sebagai stress buffer yang dapat memproteksi individu dari burnout. Data dikumpulkan dengan metode survei menggunakan skala Frost Multidimentional Perfectionism Scale, Parental Burnout Assessment, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Melalui analisis moderasi dengan Bootstrap pada data 263 partisipan, didapatkan hasil bahwa perfeksionisme berhubungan signifikan dengan parental burnout (p=<"‰0,001), serta perceived social support memiliki peran moderasi yang juga signifikan terhadap hubungan keduanya (p=0,022). Sehingga, dalam hal ini intervensi dapat lebih difokuskan pada peningkatan dukungan sosial terhadap ibu bekerja, daripada upaya mengubah sifat perfeksionis itu sendiri.
Pengaruh Keberfungsian Keluarga terhadap Regulasi Emosi pada Remaja Awal
Farih, Yusrina Naily;
Wulandari, Primatia Yogi
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (754.27 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34367
Remaja awal merupakan individu yang berusia 12 sampai 15 tahun. Pada masa remaja awal, individu akan lebih sering untuk mengalami fluktuasi emosi dan cenderung meledak-ledak serta tidak mampu mengontrol emosinya. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi regulasi emosi salah satunya, yaitu keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Partisipan penelitian adalah 162 remaja awal yang berusia 13-15 tahun dan sedang tinggal bersama keluarga. Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan dua instrumen, yaitu skala family assessment device dan emotion regulation questionnaire. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja awal (p=0,001). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga memiliki pengaruh sebesar 7% pada regulasi emosi.
Peran Atribusi dalam Memoderasi Pengaruh Supervision Incivility terhadap Psychological Safety pada Karyawan
Khairunnisa, Farah Dina;
Syarifah, Dewi
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (763.316 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34523
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh supervision incivility pada psychological safety serta apakah terdapat efek moderasi dari atribusi performance promotion motives dan injury initiation motives. Partisipan penelitian ini adalah 118 karyawan yang memiliki atasan langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui survei daring berisi Workplace Incivility Scale (WIS), skala atribusi performance promotion motives dan injury initiation motives, dan skala psychological safety. Analisis data dilakukan menggunakan uji moderated regression menggunakan Jamovi 1.6.23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervision incivility berpengaruh negatif terhadap psychological safety. Lebih lanjut, pengaruh negatif supervision incivility terhadap psychological safety dimoderasi oleh atribusi performance promotion motives dan injury initiation motives dalam kondisi yang berbeda.
Determinan Protokol Jaga Jarak pada Usia Dewasa berdasarkan Reasoned Action Approach
Rahmadianti, Shafira;
Kurniawan, Afif
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.868 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34535
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan dari perilaku jaga jarak minimal 1 meter pada kelompok usia dewasa awal dan madya di Indonesia berdasarkan Reasoned Action Approach. Reasoned Action Approach (RAA) merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji dan memprediksi perilaku. Penelitian ini melibatkan 254 partisipan berusia 18-65 tahun dan menggunakan skala perilaku jaga jarak berdasarkan RAA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan Partial Least-Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan penghasilan keluarga berhubungan perilaku jaga jarak partisipan. Hasil uji PLS-SEM menunjukkan bahwa intensi pada kelompok usia dewasa awal dan madya dapat memprediksi perilaku jaga jarak minimal 1 meter. Selain itu, intensi pada kelompok dewasa awal ditemukan dideterminasi oleh sikap dan persepsi kontrol terhadap perilaku sedangkan intensi pada kelompok dewasa madya ditemukan hanya dideterminasi oleh persepsi kontrol terhadap perilaku saja.
Hubungan Moral Disengagement dan Kecenderungan Perilaku Ghosting dalam Kencan Online Tinder
Azura, Ria Tata
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (800.487 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34564
ABSTRAK Aplikasi Tinder memberikan pengguna kemudahan dengan fitur-fitur yang ditawarkan, misalnya terkait kemudahan mengakhiri hubungan dengan ghosting. Bagi ghostee, ghosting menjadi pengalaman pemutusan hubungan yang paling tidak diinginkan. Namun, beberapa studi menemukan ghostee yang juga melakukan ghosting dan membenarkan perilakunya. Penelitian ini memiliki tujuan eksplanatori untuk mengetahui hubungan moral disengagement dan kecenderungan perilaku ghosting dalam kencan online Tinder; dan eksploratori untuk menguji peran variabel gender dalam hubungan kedua variabel penelitian. Penelitian ini melibatkan 70 emerging adult (18-25 tahun) pengguna Tinder. Pengumpulan data menggunakan skala moral disengagement (α= 0,921) dan skala kecenderungan perilaku ghosting (α= 0,840). Hasil menunjukkan hubungan positif moral disengagement dan kecenderungan perilaku ghosting yang signifikan. Terdapat pula perbedaan kekuatan hubungan yang signifikan antarvariabel dimoderasi oleh gender (f2 = 0,783), dengan efek moderasi yang lebih tinggi pada laki-laki. Hasil ini dapat menjelaskan mengapa ditemukan ghostee yang menilai ghosting tidak pantas juga dapat melakukan ghosting.
Perbedaan Fear of Intimacy berdasarkan Gaya Kelekatan Romantis Dewasa pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai
Farahdilla, Farahdilla;
Indrijati, Herdina
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.894 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34570
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan fear of intimacy berdasarkan gaya kelekatan romantis dewasa pada dewasa awal dengan orang tua bercerai. Fear of Intimacy adalah keterbatasan kemampuan individu untuk bertukar pikiran dan perasaan kepada orang lain yang disebabkan oleh kecemasan. Gaya kelekatan romantis dewasa adalah interaksi yang terjadi dalam hubungan percintaan orang dewasa yang memiliki pola yang mirip dengan interaksi antara anak dengan figur lekatnya. Penelitian ini dilakukan pada 191 dewasa awal dengan orang tua bercerai. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner Fear of Intimacy Scale oleh Descutner & Thelen dan kuesioner Revised Adult Attachment Scale oleh Collins & Read. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan pada fear of intimacy berdasarkan gaya kelekatan romantis dewasa pada dewasa awal dengan orang tua bercerai (p=0,000 < 0,05).
Hubungan antara Asertivitas dengan Kekerasan dalam Pacaran pada Wanita Dewasa Awal
Pratita, Hanindha Syasti;
Herdiana, Ike
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (733.127 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34579
Penelitian ini dilakukan untuk menguji secara signifikan hubungan antara asertivitas dengan kekerasan dalam pacaran pada wanita dewasa awal. Kekerasan dalam pacaran pada penelitian ini mengacu pada korban, baik kekerasan fisik, seksual, dan emosional atau verbal. Terdapat 104 responden dengan kriteria wanita, usia 18–25 tahun, pernah mengalami kekerasan dalam pacaran yang berpartisipasi dalam kuesioner online. Metode survei yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Skala Asertivitas untuk mengukur asertivitas dan Skala The Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur kekerasan dalam pacaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara asertivitas dengan kekerasan dalam pacaran pada wanita dewasa awal. Hubungan antara kedua variabel menunjukkan nilai yang negatif, sehingga semakin tinggi asertivitas maka semakin menurunnya kekerasan dalam pacaran, dan semakin rendah asertivitas maka semakin meningkatnya kekerasan dalam pacaran.
Hubungan Sikap terhadap Perceraian dengan Komitmen Hubungan Romantis pada Wanita Dewasa Awal
Nurcahya, Fitri;
Herdiana, Ike
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.008 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34580
Maraknya kasus perceraian yang terjadi di Indonesia tidak hanya memberikan dampak pada kehidupan orang tua, namun juga pada perkembangan anak. Dampak perceraian yang dirasakan harus diperhatikan, khususnya ketika anak memasuki usia dewasa awal dan menjalin hubungan romantis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap perceraian dengan komitmen hubungan romantis pada wanita dewasa awal yang orang tuanya bercerai. Penelitian ini melibatkan 199 wanita dewasa awal dengan orang tua bercerai, serta pernah atau sedang menjalin hubungan romantis (pacaran). Data dikumpulkan menggunakan attitudes toward divorce scale oleh Kinnard & Gerrard dan item–item dari skala komitmen berpacaran oleh Prasetyaningtyas. Teknik korelasi Spearman's rho digunakan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perceraian dengan komitmen hubungan romantis pada wanita dewasa awal yang orang tuanya bercerai (p=0.000; r=0.324).
Hubungan Self-compassion dengan Resiliensi Perempuan Dewasa Awal Korban Kekerasan dalam Pacaran
Azzahra, Adinda Putri;
Herdiana, Ike
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.545 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34581
Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan atau situasi sulit. Resiliensi dapat dicapai apabila individu mampu menerima secara positif kondisi apapun yang terjadi dalam hidupnya tanpa menyalahkan diri, dimana hal ini berkaitan dengan sikap self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan resiliensi perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran. Penelitian dilakukan pada 120 perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran. Alat ukur yang digunakan adalah Self-compassion Scale oleh Neff dan The Connor Davidson Resilience Scale oleh Connor dan Davidson. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 23.0 for Mac. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara self-compassion dengan resiliensi perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran (p=0,000; r=0,614).