cover
Contact Name
Nido Dipo Wardana
Contact Email
nidodipo@psikologi.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
up3@psikologi.unair.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Jalan Airlangga 4-6 Surabaya Jawa Timur, Indonesia 60286
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : 27761851     DOI : https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i2.36571
Core Subject : Social,
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) adalah jurnal yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi (UP3), Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, merupakan media diseminasi atas penelitian-penelitian yang dilakukan oleh civitas akademik Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) menerima artikel ilmiah dengan topik penelitian Psikologi dalam konteks industri dan organisasi, klinis dan kesehatan mental, pendidikan dan perkembangan, serta sosial dan komunitas.
Articles 286 Documents
Hubungan Kekerasan dalam Pacaran dengan Self-esteem pada Korban Wanita Dewasa Awal Ramadhani, Devia Putri; Herdiana, Ike
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.934 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34583

Abstract

Masa perkembangan pada dewasa awal sering kali menjalin hubungan berpacaran. Namun banyaknya kasus kekerasan dalam pacaran yang dapat memberikan dampak perasaan tidak berdaya menghadapi kekerasan dari pasangannya, merasa tidak berarti, dan memiliki self-esteem yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerasan dalam pacaran dengan self-esteem pada korban wanita dewasa awal. Sampel penelitian ini merupakan wanita dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran (18-25 tahun). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 106 responden. Data dikumpulkan menggunakan metode survei daring yang disebarkan melalui media sosial. Instrumen yang digunakan adalah CTS2 dan RSES. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang negatif dan kuat antara kekerasan dalam pacaran dengan self-esteem pada korban wanita dewasa awal.
Pengaruh Social Support terhadap Resiliensi Remaja Putri dengan Latar Belakang Orangtua Bercerai Wimanda, Kirana Adila; Herdiana, Ike
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.356 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara social support terhadap resiliensi yang dirasakan oleh remaja putri dengan orangtua bercerai. Resiliensi merupakan kualitas personal seseorang yang mampu bertahan ketika menghadapi masa sulitnya. Salah satu faktor protektif eksternal yang mempengaruhi resiliensi adalah social support. Social support merupakan proses hubungan yang terbentuk dengan persepsi bahwa seseorang dicintai, dihargai, disayangi ketika individu mengalami tekanan dalam hidupnya. Penelitian ini dilakukan pada 103 subjek remaja perempuan dengan usia 10 sampai 21 tahun yang memiliki orang tua bercerai hidup. Metode yang digunakan ialah kuantitatif survey melalui kuesioner. Penelitian ini menggunakan instrumen Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur resiliensi dan Social Provision Scale untuk mengukur social support. Analisis data penelitian ini menggunakan uji regresi linier dengan software IBM SPSS 24.00.. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa social support berpengaruh signifikan terhadap resiliensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p<0,05) dan nilai koefisien regresi sebesar 0,383.
Hubungan Gaya Kelekatan Romantis dengan Ide Bunuh Diri pada Dewasa Awal dalam Hubungan Pacaran Mutiara, Nabilla Ayu; Ariana, Atika Dian
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.913 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34594

Abstract

Gaya kelekatan romantis dapat digunakan untuk mengidentifikasi cara individu berperilaku dan berpikir terhadap pasangan. Sedangkan, ide bunuh diri merupakan keinginan, pikiran ataupun rencana untuk mengakhiri hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gaya kelekatan romantis, spesifiknya kelekatan tidak aman, dengan ide bunuh diri pada dewasa awal dalam hubungan pacaran. Terdapat 133 partisipan dalam penelitian ini yang sedang menjalani hubungan pacaran dan sedang atau pernah mengalami ide bunuh diri. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Experiences in Close Relationship-Revised oleh Fraley dkk. (2000) dan Scale for Suicide Ideation oleh Beck dkk. (1979). Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman's rho dengan bantuan Jamovi 2.5.5 for macOS. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan tidak signifikan antara kelekatan menghindar dengan ide bunuh diri (r=0.003; p=0.974) namun terdapat hubungan signifikan antara kelekatan cemas dengan ide bunuh diri (r=0.472; p=<.001). 
Regulasi Emosi Orang Tua yang Memiliki Anak Korban Kekerasan Seksual Luthfia, Gardenia; Cahyanti, Ika Yuniar
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.008 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34600

Abstract

Kasus kekerasan seksual tidak hanya memberikan dampak kepada korban kekerasan seksual tetapi akan memberikan dampak juga kepada orang tua dari korban tersebut. Dukungan dari orang tua memiliki peran penting terhadap kondisi korban. Maka dari itu kemampuan regulasi emosi orang tua yang memiliki anak korban kekerasan seksual dirasa penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi emosi orang tua yang memiliki anak korban kekerasan seksual. Peneliti ingin mengetahui lebih dalam bagaimana regulasi emosi orang tua yang mendampingi anak korban kekerasan seksual. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pedekatan studi kasus instrumental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua dari korban kekerasan seksual mampu meregulasi emosinya dengan baik. Kemampuan tersebut dibantu oleh faktor religiusitas dan peran keluarga.
Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga terhadap Kecerdasan Emosional Remaja Pada Keluarga Single Parent Akibat Perceraian Indriani, Pandu; Hendriani, Wiwin
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.223 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi keluarga terhadap kecerdasan emosional remaja pada keluarga single parent akibat perceraian. Pola komunikasi keluarga adalah salah satu dari banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional remaja. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan berjumlah 131 orang dengan usia 12-18 tahun yang tinggal bersama keluarga single parent akibat perceraian. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan pola komunikasi keluarga memberikan pengaruh sebesar 26,9% terhadap kecerdasan emosional remaja pada keluarga single parent akibat perceraian.
Hubungan Job Insecurity dan Perceived Stress Karyawan Swasta Hastuti, Lintang Elok Dewi; Hadi, Cholichul
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.511 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34608

Abstract

Pandemi Covid-19 berimbas pada ketidakstabilan perusahaan. Situasi ini dapat memicu ketakutan karyawan akan keberlanjutan perusahaan dan kehilangan pekerjaan, sehingga karyawan yang merasa terancam akan menunjukkan gejala stres. Perasaan ketidakamanan ini cenderung dirasakan oleh karyawan perusahaan swasta. Job insecurity merupakan persepsi akan ancaman kehilangan pekerjaan serta kekhawatiran yang berhubungan dengan ancaman tersebut. Sementara perceived stress merupakan perasaan/ pikiran yang dapat membuat stres serta kemampuan untuk mengatasinya. Penelitian ini dilakukan pada 143 karyawan swasta di Surabaya. Peneliti menggunakan Job Insecurity Scale (JIS) milik De Witte dan Perceived Stress Scale (PSS) milik Cohen dkk. Hasil uji korelasi pearson product moment menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,443 dan nilai p=0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara job insecurity dan perceived stress.
Pengaruh Psychological Safety terhadap Job Engagement pada Karyawan dengan Leader Safety Commitment sebagai Moderator Nurullah, Muhammad Ridla; Handoyo, Seger
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.466 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological safety terhadap job engagement karyawan yang kembali bekerja di kantor setelah periode WFH dengan leader safety commitment sebagai variable moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah partisipan pada penelitian ini sebanyak 114 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara psychological safety dan job engagement, dengan arah pengaruh yang positif (p=0,005). Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa leader safety commitment tidak memoderasi pengaruh psychological safety terhadap job engagement (p=0,675). Selain itu, ditemukan juga bahwa leader safety commitment memiliki pengaruh secara langsung terhadap job engagement (p=0,000).
Peran Trait Mindfulness dan Dukungan Sosial terhadap Stres Pengasuhan Ibu dari Anak dengan Autisme Wulandari, Mellisa Ayu Putri Aprilia; Cahyanti, Ika Yuniar
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.956 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34614

Abstract

Ibu dari anak dengan gangguan spektrum autisme rentan mengalami stres pengasuhan. Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh trait mindfulness dan dukungan sosial terhadap stres pengasuhan ibu dari anak dengan gangguan spektrum autisme. Instrumen penelitian adalah Five Facet Mindfulness Questionnaire, Medical Outcomes Study: Social Support Survey, dan Parenting Stress Index–Short Form. Analisis regresi berganda pada 77 partisipan menunjukkan trait mindfulness dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap stres pengasuhan sebesar 23,6% (F=11,434; p=0,000; R2=0,236). Ketika dilihat secara terpisah pun trait mindfulness dapat memprediksi signifikan terhadap stres pengasuhan (β=-0,408; p=0,001). Sebaliknya, dukungan sosial tidak dapat memprediksi stres pengasuhan (β=-0,124; p=0,307). Trait mindfulness lebih dapat memprediksi secara signifikan terhadap stres pengasuhan daripada dukungan sosial. Temuan ini memberikan alternatif bagi ibu untuk mengembangkan praktik mindfulness yang harapannya dapat mengurangi stres pengasuhan.
Pengaruh Strategic Human Resource Management terhadap Organizational Resilience Abidin, Annisa; Purba, Herison Pandapotan
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.446 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategic human resource management terhadap organizational resilience. Potret bisnis dan ekonomi yang terus berubah mendesak organisasi untuk menjadi resilien guna memastikan kelangsungan dan pertumbuhan bisnis. Meningkatnya tingkat ketidakpastian di lingkungan eksternal menjadikan resiliensi organisasi sebagai perhatian utama dalam literatur manajemen strategis sebagai konsep penting bagi organisasi. Data diperoleh dengan metode survei dan menggunakan instrumen Strategic Human Resource Management 27 item () dan Benchmark Resilience Scale (BRT-13) 13 item (), Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa SHRM berpengaruh secara signifikan terhadap resiliensi organisasi (p < 0,001). Analisis lebih lanjut juga menemukan adanya pengaruh variabel demografis yakni masa kerja dalam mempengaruhi organizational resilience.
Hubungan antara Career Adaptability dengan Subjective Well-Being pada Emerging Adult Mudijatmoko, Dyah Ratri Adyatma; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.345 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara career adaptability dengan subjective well-being pada emerging adult. Penelitian dilakukan pada 141 partisipan, yang terdiri atas 33 laki-laki dan 108 perempuan dari usia 18-25 tahun. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei dengan jenis cross-sectional study. Alat ukur kuesioner yang digunakan untuk career adaptability adalah CAAS-Indonesia dan untuk subjective well-being menggunakan SWLS dan PANAS. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan uji korelasi Pearson's Product Moment. Hasil temuan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara career adaptability dengan subjective well-being, yang artinya semakin tinggi tingkat kemampuan career adaptability yang dimiliki pada diri individu, maka semakin tinggi tingkat subjective well-being individu.