cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli Sapi Bali dengan Sistem Oper Nota di Peternak Sapi Motekar Farm Ikhsanizar Raihan Firdaus; Nandang Ihwanuddin; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.14831

Abstract

Abstract. Buying and selling is one of the activities that has become popular among mankind and Islam has provided regulations and a basis that is quite clear and firm, one important characteristic that must be practiced in a sale and purchase is honesty because it is very important as a characteristic that will help the human person himself. In addition to the variety of forms of contracts and methods of implementing contracts, in the practice of buying and selling there are also various payment methods. Over time, the problems and models of buying and selling have increased and their implementation is different. One of them is buying and selling using the transfer note system. Motekar Farm carries out buying and selling practices with the transfer note system method, the inconsistency of buying and selling with the transfer note system at Motekar Farm lies in the failure to fulfill the pillars and conditions of the sale and purchase itself. This is an attraction for researchers to research more deeply about the practice of buying and selling with the transfer note system carried out by Motekar Farm and is connected to the Fiqh of Muamalah as a source of law that is the basis for buying and selling practices as a comparison. Then a qualitative method with a descriptive analysis approach was used as a research study, with the aim of comparing the practice of buying and selling that occurred at Motekar Farm with the related Fiqh Muamalah so that it can be concluded that in practice Motekar Farm carries out buying and selling with a note transfer system and this is not in accordance with the concept of buying and selling practices in Fiqh Muamalah which does not fulfill the requirements of the goods being bought and sold. Abstrak. Jual beli merupakan salah satu kegiatan yang telah memasyarakat di kalangan umat manusia dan agama islam telah memberi peraturan dan dasar yang cukup jelas dan tegas, adapun satu sifat yang penting dan harus di praktekkan dalam suatu jual beli adalah kejujuran karena sangat penting sebagai sifat yang akan menolong pribadi manusia itu sendiri. Selain variatifnya bentuk akad dan cara pelaksanaan akad, dalam praktik jual beli juga terdapat macam-macam cara pembayaran. Seiring dengan berjalannya waktu, permasalahan maupun model jual beli semakin banyak dan dalam pelaksanaannyapun berbeda-beda. Salah satunya adalah jual beli dengan menggunakan sistem oper nota. Motekar Farm menjalankan praktik jual beli dengan metode sistem oper nota tersebut, adapun ketidaksesuaian jual beli dengan sistem oper nota di Motekar Farm terletak pada tidak terpenuhinya rukun dan syarat jual beli itu sendiri. Hal ini menjadi daya tarik bagi peneliti untuk meneliti lebih dalam lagi tentang praktik jual beli dengan sistem oper nota yang dilakukan Motekar Farm dan dihubungkan dengan Fikih Muamalah sebagai sumber hukum yang menjadi dasar dari praktik jual beli sebagai perbandingannya. Kemudian digunakanlah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis sebagai kajian penelitiannya, dengan tujuan membandingkan praktik pelaksaan jual beli yang terjadi di Motekar Farm dengan Fikih Muamalah terkait sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Praktiknya Motekar Farm melaksanakan jual beli dengan sistem oper nota dan hal ini tidak sesuai dengan konsep praktik jual beli dalam Fikih Muamalah yang tidak terpenuhinya syarat dari barang yang dijual belikan.
Implementasi Akad Mukhabarah Menurut Fatwa DSN-MUI No. 91/IV/2014 pada Sistem Pertanian di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung Jessinta Shilva Bintan Namita; Popon Srisusilawati; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15053

Abstract

Abstract. Mukhabarah is an agreement in the agricultural sector between land owners and land managers, where land owners will hand over a plot of land to land managers who are willing to provide seeds and manage the land, the results of which will be divided according to the agreement. This study discusses how to apply the cooperation practice agreement to the agricultural system in Sugihmukti Village, Pasirjambu District, Bandung Regency. This study uses a qualitative descriptive method. The type of research uses field data with primary data sources, namely observation and interviews. Secondary data sources, namely the DSN-MUI Fatwa, books, and relevant journals. The method of collecting research data uses Library studies, observations and interviews with data analysis through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The results of the study conducted in Sugihmukti Village, Pasirjambu District, Bandung Regency are a cooperation system with a mukhabarah agreement, in practice the cooperation carried out is in accordance with the mukhabarah agreement according to the DSN-MUI Fatwa No. 91/IV/2014 by implementing an equal profit sharing system between land owners and cultivators where neither party is harmed by the other. Abstrak. Mukhabarah adalah suatu akad dalam bidang pertanian anatar pemilik lahan dan pengelola lahan, dimana pemilik lahan akan menyerahkan sebidang tanah kepada pengelola lahan yang bersedia untuk menyediakan bibit dan mengelola lahan yang hasilnya akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penerapan akad praktik kerja sama pada sistem pertanian di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis Penelitian menggunakan data lapangan dengan sumber data primer, yaitu observasi dan wawancara. Sumber data sekunder, yaitu Fatwa DSN-MUI, buku, dan jurnal-jurnal yang relevan. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan studi Pustaka, observas dan wawancara dengan analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung adalah sistem Kerjasama dengan akad mukhabarah, dalam praktiknya kerja sama yang dilakukan sesuai dengan akad mukhabarah menurut Fatwa DSN-MUI No. 91/IV/2014 dengan menerapkan sistem bagi hasil sama rata antara pemilik lahan dan penggarap yang Dimana tidak ada pihak yang dirugikan satu sama lain.
Dampak Praktik Kredit Bank Keliling terhadap Usaha Mikro Masyarakat dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah di pasar Wahana Rancaekek Rifki Adam Rachim; Redi Hadiyanto; Yandi Maryandi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15069

Abstract

Abstract. Mobile Banks often operate in various villages in response to the needs of people in areas that are remote or difficult to reach by formal financial institutions. One of the markets frequently visited by mobile banks is Pasar Wahana located in Rancaekek. Rancaekek District, Bandung Regency. In this market, most businesses sell clothing, food and shelter. A mobile bank is a type of banking service that comes directly to the customer’s location, so the costumer does not need to visit the bank to conduct transactions or apply for loans. This service makes is easy for customers with an uncomplicated process. Mobile banks often reach out to groups such as housewives who gather for social or other activities. They provide loans without the need for collateral, which is particularly attractive to housewives and traders who need capital quickly. Due to unstable income, many traders rely on mobile banks for financial matters, especially in urgent situations. However, this reliance can have a negative impact on the community’s economy, as it can exacerbate their economic difficulties in the long run. While mobile banks can help drive the local economy, they can also cause economic problems. Some communities even get stuck in debt with more than one mobile bank to cover previous loans, which are often difficult to repay. In addition, some are aware that loans from mobile banks involve interest, which is against Islamic teachings, but they still make use of the service due to urgent economic needs. This situation shows that while mobile banks provide a temporary solution to some people’s financial problems, they can also present long-term challenges to the financial stability of individuals. Abstrak. Bank keliling sering kali beroperasi di berbagai desa sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat di daerah yang terpencil atau sulit dijangkau oleh institusi keuangan formal. Salah satu pasar yang sering dikunjungi oleh Bank Keliling adalah Pasar Wahana yang terletak di Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Di pasar ini, sebagian besar pelaku usaha menjual bahan sandang, pangan, papan. Bank keliling adalah jenis layanan perbankan yang datang langsung ke lokasi nasabah, sehingga nasabah tidak perlu mengunjungi bank untuk melakukan transaksi atau mengajukan pinjaman. Layanan ini memudahkan nasabah dengan proses yang tidak rumit. Bank keliling seringkali menjangkau kelompok-kelompok seperti ibu-ibu rumah tangga yang berkumpul untuk kegiatan sosial atau lainnya. Mereka menyediakan pinjaman tanpa memerlukan jaminan, yang sangat menarik bagi ibu rumah tangga dan pedagang yang membutuhkan modal secara cepat. Karena pendapatan yang tidak stabil, banyak pedagang mengandalkan bank keliling untuk masalah keuangan, terutama dalam situasi mendesak. Namun, ketergantungan ini dapat berdampak negatif pada perekonomian masyarakat, karena dapat memperburuk kesulitan ekonomi mereka dalam jangka Panjang. Meskipun bank keliling dapat membantu menggerakan perekonomian lokal, mereka juga dapat menimbulkan masalah ekonomi. Beberapa masyarakat bahkan terjebak dalam utang dengan lebih dari satu bank keliling untuk menutupi pinjaman sebelumnya, yang sering kali sulit dilunasi. Selain itu, ada yang menyadari bahwa pinjaman dari bank keliling melibatkan bunga yang bertentangan dengan ajaran islam, namun mereka tetap memanfaatkan layanan tersebut karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Situasi ini menunjukan bahwa meskipun bank keliling memberikan solusi sementara untuk masalah keuangan sebagian masyarakat, mereka juga dapat menghadirkan tantangan jangka Panjang terhadap kestabilan keuangan individu.
Implementasi Fatwa DSN-MUI Nomor 01/DSN-MUI/IV/2000 pada Produk Simpanan Giro di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Bengkulu Muhammad Rafif; Udin Saripudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15084

Abstract

Abstract. BSI Giro products with wadiah contracts are one of the important funding products for banks to generate profits. However, the implementation of wadiah contracts on this product must comply with the provisions of muamalah jurisprudence and applicable regulations. This study aims to examine the implementation of wadiah contracts on giro products in general and specifically on wadiah giro products at BSI Bengkulu City. This study uses a descriptive analysis method to evaluate the implementation of BSI Giro products at BSI Bengkulu City in accordance with the perspective of muamalah jurisprudence and existing regulations. The results of the study indicate that the implementation of wadiah contracts on BSI Giro products uses the wadiah yad dhammah type, where Islamic banks can manage customer funds and are entitled to profits from managing these funds and receive compensation from deposit services. This implementation is in accordance with muamalah jurisprudence and applicable regulations.‎ Abstrak. Produk Giro BSI dengan akad wadiah adalah salah satu produk pendanaan yang penting bagi bank untuk menghasilkan keuntungan. Namun, pelaksanaan akad wadiah pada produk ini harus mematuhi ketentuan fikih muamalah dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan akad wadiah pada produk giro secara umum dan khususnya pada produk giro wadiah di BSI Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengevaluasi pelaksanaan produk Giro BSI di BSI Kota Bengkulu sesuai dengan perspektif fikih muamalah dan peraturan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad wadiah pada produk Giro BSI menggunakan jenis wadiah yad dhammah, di mana bank syariah dapat mengelola dana nasabah dan berhak atas keuntungan dari pengelolaan dana tersebut serta mendapatkan imbalan dari jasa titipan. Implementasi ini telah sesuai dengan fikih muamalah dan peraturan yang berlaku.‎
Pelayanan terhadap Nasabah pada Bank Syariah Indonesia TBK Kantor Cabang Citarum Bandung Ditinjau dari Perspektif Islamic Service Quality Zilan Fauzi Rahman; Udin Saripudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15090

Abstract

Abstract. As one of the largest Islamic banks in Indonesia, BSI implements a Service Quality system to attract sympathy from customers and potential customers. This Service Quality system, which is based on Islamic teachings, is known as Islamic Service Quality and covers a wider dimension than conventional service systems. However, in practice, there are still some complaints from customers regarding product service information provided by frontline officers. Therefore, this study aims to analyze the implementation of policies and service implementation through the Islamic Service Quality system at BSI KC Citarum, Bandung City, and to assess how the concept of Islamic Service Quality is applied in customer service there. The research method used is descriptive with data collection techniques through interviews, documentation, and observation, and data analysis is carried out qualitatively. The results of the study indicate that the implementation of policies and services through the Service Quality system at BSI KC Citarum, Bandung City is based on a corporate culture that reflects the characteristics of the Prophet SAW, namely Shiddiq, Istiqamah, Fathonah, Amanah, and Tabligh. In addition, customer service at BSI KC Citarum, Bandung City has been running well and in accordance with the concept of Islamic Service Quality.‎ Abstrak. Sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menerapkan sistem Service Quality untuk menarik simpati dari nasabah dan calon nasabah. Sistem Service Quality ini, yang didasarkan pada ajaran Islam, dikenal sebagai Islamic Service Quality dan mencakup dimensi yang lebih luas dibandingkan sistem pelayanan konvensional. Namun, dalam praktiknya, masih ada beberapa keluhan dari nasabah mengenai informasi layanan produk yang diberikan oleh petugas frontliner. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan dan pelaksanaan pelayanan melalui sistem Islamic Service Quality di BSI KC Citarum Kota Bandung, serta menilai bagaimana konsep Islamic Service Quality diterapkan dalam pelayanan nasabah di sana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi, serta analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan dan pelayanan melalui sistem Service Quality di BSI KC Citarum Kota Bandung didasarkan pada budaya perusahaan yang mencerminkan karakteristik Nabi SAW, yaitu Shiddiq, Istiqamah, Fathonah, Amanah, dan Tabligh. Selain itu, pelayanan nasabah di BSI KC Citarum Kota Bandung telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan konsep Islamic Service Quality.‎
Analasis Prinsip-Prinsip Muamalah dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal Terkait Pendampingan Proses Sertifikasi Halal dengan Mekanisme Self Declare Intan Rahmawati; Panji Adam Agus Putra; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15091

Abstract

Abstract. Halal certification with self-declaration mechanism is designed to accelerate halal certification in Indonesia. In practice, this mechanism must be supported by the PPH accompaniment. Many of the groups that participate in this PPH, on one side can help the efficiency of the process of halal certification but on the other side the emergence of the problem of halal accompanying can be seen. Based on the phenomenon, then the problems in this study are formulated as follows: (1) How does the mechanism of accompanying PPH on halal certification with self declare mechanism? (2) How is the review of the principles of abuse and Government Regulation No. 39 of 2021 on the maintenance of the field of guarantee of halal products against the attachment of PPH to halal certification with self-declaration mechanism? The researchers used normative jurisprudential methods using legislative and conceptual approaches. The data collection technique used in this research is a library study. The results of this study are: halal certification with self-declaration mechanisms has gone pretty well. However, there are still obstacles, including the lack of halal awareness to the obstacles of the application of SIHALAL. From the perspective of the principles of abuse and Government Regulation No. 39 Year 2021, the accompanying of PPH on halal certification with self declare mechanisms has not fully met the applicable requirements. In particular, there are shortcomings in the application of the principles of fairness, trust, and written principles. Abstrak. Sertifikasi Halal dengan mekanisme self declare dirancang untuk akselerasi sertifikat halal di Indonesia. Dalam praktiknya mekanisme ini harus di dampingi oleh pendamping PPH. Banyaknya kalangan yang berpartisipasi menjadi pendamping PPH ini, disatu sisi dapat membantu efisiensi proses sertifikasi halal akan tetapi disisi lain terlihat munculnya problematika pendamping halal. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana mekanisme pendampingan PPH pada sertifikasi halal dengan mekanisme self declare? (2) Bagaimana tinjauan prinsip-prinsip muamalah dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang jaminan produk halal terhadap pendampingan PPH pada sertifikasi halal dengan mekanisme self declare?. Peneliti menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan Konseptual. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: sertifikasi halal dengan mekanisme self declare telah berjalan cukup baik. Namun, masih terdapat kendala yaitu meliputi kurangnya halal awareness sampai kendala dari aplikasi SIHALAL. Dari perspektif prinsip-prinsip muamalah dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021, pendampingan PPH pada sertifikasi halal dengan mekanisme self declare belum sepenuhnya memenuhi ketentuan yang berlaku. Khususnya, ada kekurangan dalam penerapan prinsip maslahah , prinsip amanah, dan prinsip tertulis.
Analisis Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah terhadap Kebijakan Top Up Gopay pada Aplikasi Gojek di Kota Bandung Allika Rafaldini; Udin Saripudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15094

Abstract

Abstract. Go-Pay, as a form of electronic money, has a significant impact on increasing non-cash transactions in Indonesia. Go-Pay is used for various types of payments, including in the GO-JEK application which is widely used by the public, including Muslims. Therefore, it is important to examine the validity of Go-Pay top-ups from the perspective of sharia economic law. Based on the background description, this study aims to analyze the Go-Pay balance top-up mechanism on the GO-JEK application in Bandung City and see its compliance with DSN Fatwa No. 116 / DSN-MUI / IX / 2017 concerning Sharia Electronic Money. The research method used is qualitative descriptive with a juridical-empirical approach. The results of the study show that Go-Pay top-ups in Bandung City are carried out through four methods, namely bank transfers (ATM or Mobile Banking), payments at minimarkets or retail partners, the Gojek application, and transfers between GoPay users. This top-up mechanism is in accordance with the Ijarah contract according to DSN Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017. Abstrak. Go-Pay, sebagai salah satu bentuk uang elektronik, memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan transaksi non-tunai di Indonesia. Go-Pay digunakan untuk berbagai jenis pembayaran, termasuk dalam aplikasi GO-JEK yang banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk umat Islam. Karena itu, penting untuk meneliti keabsahan top-up Go-Pay dari perspektif hukum ekonomi syariah. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme top-up saldo Go-Pay pada aplikasi GO-JEK di Kota Bandung serta melihat kesesuaiannya dengan Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa top-up Go-Pay di Kota Bandung dilakukan melalui empat metode, yaitu transfer bank (ATM atau Mobile Banking), pembayaran di minimarket atau retail partner, aplikasi Gojek, dan transfer antar pengguna GoPay. Mekanisme top-up ini sudah sesuai dengan akad Ijarah menurut Fatwa DSN No 116/DSN-MUI/IX/2017.
Analisis Status Kehalalan Produk Bersertifikasi Halal dalam Konteks Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Larangan Mendukung Agresi Israel Muhamad Joelfa Fauzi; Liza Dzulhijjah; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15201

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the halal status of products certified by the Indonesian Ulema Council (MUI) in the context of Fatwa Number 83 of 2023, which prohibits supporting Israeli aggression. This fatwa emphasizes that supporting entities that endorse Israeli aggression, either directly or indirectly, is haram. The study employs a descriptive-analytical approach, utilizing secondary data obtained from various sources, including MUI fatwas, literature on the concepts of halal and haram, as well as case studies on products affiliated with Israel. Data were collected through document and literature analysis and then analyzed using content analysis methods to assess the implications of the fatwa on the halal status of products. The results indicate that technically halal products may lose their halal status if affiliated with entities supporting Israeli aggression. The principle of haram li ghairihi is also applied in this case, where external factors such as a company's affiliation with actions contrary to Islamic principles can render previously halal products haram. These findings highlight the importance of halal certification bodies like MUI to update their certification procedures to include ethical dimensions and business affiliations, and to encourage Muslim consumers to be more critical in their product choices. This research provides important insights for producers, certification bodies, and consumers in ensuring that the halal status of products is not only evaluated based on ingredients and production processes but also from the perspective of affiliation and economic impact. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kehalalan produk yang telah disertifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam konteks Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang larangan mendukung agresi Israel. Fatwa ini menekankan bahwa dukungan terhadap entitas yang mendukung agresi Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah haram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk fatwa MUI, literatur tentang konsep halal-haram, serta studi kasus mengenai produk yang terafiliasi dengan Israel. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dan literatur, lalu dianalisis menggunakan metode konten analisis untuk mengevaluasi implikasi fatwa terhadap status kehalalan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang secara teknis halal dapat kehilangan status kehalalannya jika terafiliasi dengan entitas yang mendukung agresi Israel. Prinsip haram li ghairihi juga diterapkan dalam kasus ini, di mana faktor eksternal seperti afiliasi perusahaan dengan tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dapat menyebabkan produk yang sebelumnya halal menjadi haram. Implikasi ini menekankan pentingnya lembaga sertifikasi halal seperti Majelis Ulama Indonesia untuk memperbarui prosedur sertifikasi agar mencakup dimensi etis dan afiliasi bisnis, serta mendorong konsumen Muslim untuk lebih kritis dalam memilih produk. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi produsen, lembaga sertifikasi, dan konsumen dalam memastikan kehalalan produk tidak hanya dari segi bahan dan proses produksi, tetapi juga dari perspektif afiliasi dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Analisis Pengendalian Internal terhadap Pembiayaan Bermasalah pada Produk Pembiayaan Musyarakah Konstruksi Kredit Yasa Griya Berdasarkan SEOJK NO.35/SEOJK.03/2017 Di BTN Syariah Cabang Cirebon Ikrimah Syarah Fauziah; Nanik Eprianti; Liza Dzulhijjah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15225

Abstract

Abstract. Banks are one solution to the economic problems that exist in society, one of their functions is as a provider of financing. Bank BTN Syariah Cirebon Branch has the Musyrakah Construction Yasa Griya financing product with the highest NPF level every year. This research aims to understand how the implementation and internal controls at BTN Syariah Cirebon branch are in accordance with the principles of SEOJK No.35/SEOJK.03/2017. This research uses a normative-empirical approach in qualitative research with data sources from primary and secondary data through interviews, literature studies and documentation studies. The research results show that BTN Syariah Cirebon Branch has almost implemented the 5 components of the internal control system with SEOJK No.35/SEOJK.03/2017. Even though internal controls are running well, BTN Syariah Cirebon Branch still faces the problem of high NPF on KYG products that use Musyarakah contracts. Risk mitigation efforts, which are one part of the internal control principles, namely risk identification and assessment based on SEOJK No.35/SEOJK.03/2017, are not yet fully comprehensive, especially in anticipating external risks that can affect the quality of financing. Abstrak. Bank merupakan salah satu solusi dari permasalahan ekonomi yang ada di masyarakat salah satu fungsinya sebagai pemberi pembiayaan, pada Bank BTN Syariah Cabang Cirebon memiliki produk pembiayaan Musyrakah Konstruksi Yasa Griya yang tingkat NPFnya paling tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penerapan serta pengendalian internal yang ada di BTN Syariah cabang Cirebon apakah sudah sesuai dengan prinsip SEOJK No.35/SEOJK.03/2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris dalam penelitian kualitatif dengan sumber data dari data primer dan sekunder melalui wawancara, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BTN Syariah Cabang Cirebon telah hampir mengimplementasikan ke-5 komponen sistem pengendalian internal dengan SEOJK No.35/SEOJK.03/2017. Meskipun pengendalian internal sudah berjalan dengan baik, BTN Syariah Cabang Cirebon masih menghadapi masalah tingginya NPF pada produk KYG yang menggunakan akad Musyarakah. Upaya mitigasi risiko yang merupakan salah satu bagian dari prinsip pengendalian internal yaitu identifikasi dan penilaian risiko berdasarkan SEOJK No.35/SEOJK.03/2017, belum sepenuhnya komprehensif, terutama dalam mengantisipasi risiko-risiko eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas pembiayaan.
Analisis Hukum Islam terhadap Pengecekan Kualitas Jual Beli Beras dan Implikasinya terhadap Berat Timbangan Muhammad Rizky Taruna Miftah; Iwan Permana; Arif Rizal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.15231

Abstract

Abstract. One of the principles that people who make transactions must know is the basics of muamalah so that the results they will get from the transaction are good and correct income. From the perspective of Islamic teachings, buying and selling ethics is very important for anyone who does it. Because to ensure that buying and selling transactions can run well and in accordance with ethics and sharia, sellers and buyers must have ethics. In Islam, buying and selling is not just a business, but buying and selling is done with the aim of trading. In Islamic trade, justice, religious laws, and basic ethics of freedom are established, which can be the main foundation in a clean Islamic market. These are the principles of business ethics that have been conveyed in the Koran. This research aims to analyze the practice of checking rice quality and its implications for reducing weight by considering Islamic law, as well as involving a case study at the Puri Rice Shop. Then, a qualitative method with an empirical juridical approach was used as a research study and the fact was discovered that in the practice of checking rice at the Puri Rejeki Rice Shop there was a nonconformity with the provisions of the ethical principles of buying and selling. Because in practice the Puri Rejeki Rice Shop checks the rice without re-weighing the rice and does not notify consumers first. This is not in accordance with the basis of Islamic law regarding weights and measures as stated in the Word of Allah SWT in Q.S Hud verses 84-85 and is not in accordance with Islamic business ethics which prioritizes the concept of transparency and honesty in business. Abstrak. Salah satu prinsip yang wajib diketahui bagi orang yang bertransaksi ialah dasar-dasar dari muamalah sehingga hasil yang akan didapat dari transaksi tersebut adalah penghasilan yang baik dan benar. Dalam perspektif ajaran Islam, etika jual beli sangat penting diterapkan bagi siapa saja yang melakukannya. Karena untuk memastikan transaksi jual beli dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan etika dan syara’, para penjual dan pembeli harus memiliki etika. Dalam Islam, jual beli bukan hanya bisnis, namun jual beli dilakukan dengan tujuan berdagang. Dalam perdagangan Islam, keadilan, Undang-Undang agama, dan etika dasar kebebasan yang ditetapkan, yang dapat dijadikan landasan utama dalam pasar Islami yang bersih. Demikian prinsip etika bisnis yang telah disampaikan didalam al-Qur’an. penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pengecekan kualitas beras dan implikasinya terhadap pengurangan berat timbangan dengan mempertimbangkan hukum Islam, serta melibatkan studi kasus di Toko Beras Puri. Kemudian digunakanlah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris sebagai kajian penelitiannya dan ditemukan fakta bahwa pada praktik pengecekan beras di Toko Beras Puri Rejeki terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan prinsip-prinsip etika jual beli. Karena dalam praktiknya Toko Beras Puri Rejeki melakukan pengecekan beras tanpa menimbang ulang kembali berat beras dan tidak diberitahukan kepada konsumen terlebih dahulu. Hal ini tidak sesuai dengan dasar hukum Islam terhadap timbangan dan takaran yang tertuang didalam Firman Allah SWT dalam Q.S Hud ayat 84-85 serta tidak sesuai dengan etika bisnis islam yang mengedepankan konsep transparansi dan kejujuran dalam bisnis.