cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 85 Documents
Pengaruh Komik Makanan Sehat terhadap Pengetahuan Makanan Sehat pada Anak Usia Dini Carissa Izza Shafa; Ferry Darmawan; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.93 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.3935

Abstract

Abstract. Healthy food is a major factor in the growth and development of early childhood, the nutrients in food affect the health and intelligence of children. Through the educational process provided in schools, children are able to form understanding and knowledge about healthy food. In Early Childhood Education learning activities cannot be separated from the use of learning media, one of which is the use of visual media. One of the visual communication media that is interesting for early childhood is comics. This comic media was developed into a book, namely Healthy Food Comics. The subjects in this study were 15 children aged 5-6 years. With a pre-experimental research design with an analytical design of "One-Group Pretest-Posttest Design". This study aims to determine the effect of using Healthy Food Comics media on the knowledge of children aged 5-6 years. The results showed that the average pre-test score was 6.67 and the post-test average increased to 11.6 with a very well developed score category, while the Wilcoxon difference test results obtained a sig. (2tailed) of 0.001 < from a probability value of 0.025 which shows significant results, that the alternative hypothesis (Ha) is accepted. In line with the results of recalling through interviews conducted on each child, they showed a good understanding of healthy food knowledge that had been conveyed through the Healthy Food Comics media. Abstrak. Makanan sehat menjadi faktor utama dalam tumbuh kembang anak usia dini, zat gizi dalam makanan berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak. Melalui proses pendidikan yang diberikan di sekolah mampu membentuk pemahaman dan pengetahuan anak untuk mengenal makanan sehat. Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan media pembelajaran, salah satunya yaitu penggunaan media visual. Salah satu media komunikasi visual yang menarik bagi anak usia dini yaitu komik, Media komik ini dikembangkan menjadi sebuah buku yaitu Komik Makanan Sehat. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 15 orang. Dengan desain penelitian pra-eksperimental design dengan rancangan analisis “One-Group Pretest-Posttest Design”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunan media Komik Makanan Sehat terhadap pengetahuan anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 6,67 dan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi sebesar 11,6 dengan kategori nilai berkembang sangat baik (BSB), sedangkan hasil uji beda Wilcoxon diperoleh nilai sig. (2tailed) sebesar 0,001 < dari nilai probabilitas 0,025 yang menunjukkan hasil signifikan, bahwa hipotesis alternative (Ha) diterima. Sejalan dengan hasil recalling melalui wawancara yang dilakukan pada setiap anak menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pengetahuan makanan sehat yang telah disampaikan melalui media Komik Makanan Sehat.
Hubungan Kegiatan Bercerita sebelum Tidur dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun di Mekar Rahayu, RW 02 Salvia Kemala; Erhamwilda; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.405 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4085

Abstract

Abstract. The problem of this research is to find a relation between bedtime storytelling with the social emotional development of children aged 4-5 years in Mekar Rahayu RW 02. The purpose of this study was to determine the relation between bedtime storytelling and the social emotional development of children aged 4-5 years. in Mekar Rahayu RW 02. This study uses a correlational quantitative approach with a survey method. The sample of this study were parents who have children aged 4-5 years totaling 30 people. This study used an instrument in the form of a closed questionnaire. The results in this study showed that the value of tcount > ttable was 3.741 > 2.052 and a correlation coefficient of 0.455 which can be concluded that there is a significant relationship with the level of closeness of a significant relation between bedtime storytelling with the social emotional development of children aged 4-5 years. Abstrak. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah mencari hubungan antara kegiatan bercerita sebelum tidur dengan perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di Mekar Rahayu RW 02. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kegiatan bercerita sebelum tidur dengan perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di Mekar Rahayu RW 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei. Sampel dari penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 4-5 tahun yang berjumlah sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner tertutup. Hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai thitung > ttabel yaitu 3,741 > 2,052 dan koefisien korelasi sebesar 0,455 dimana dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang cukup berarti antara kegiatan bercerita sebelum tidur dengan perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun pada Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera 1 di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat Fauziyyah Khoirunnisaa; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.236 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4216

Abstract

Abstract. The role of parents is very important in shaping the independence of children because children get their first education from both parents. One of the factors that can affect a child's independence is parenting because most of the child's time is spent with their parents. However, in Cilame Village, there are still some parents who like to ban their children because they think that children cannot solve things alone. This study uses a quantitative approach to Ex Post facto studies. The sample in this study were 50 respondents of parents who have children aged 4-5 years. This study aims to determine the effect of parenting on children's independence in Cilame Village, West Bandung Regency. The data collection technique used is a questionnaire (questionnaire). The results of this study indicate that there is an influence of parenting patterns on children's independence in Cilame Village, West Bandung Regency with a percentage of 16.2% and an Fcount of 9.281. The parenting styles that have the greatest positive influence on children's independence are democratic parenting with a percentage of 62.3%, authoritarian parenting 23.7%, and permissive parenting 14%. Abstrak. Peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemandirian anak karena anak memperoleh pendidikan yang pertama dari kedua orang tua nya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian anak adalah pola asuh orang tua karena sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama dengan orang tua nya. Tetapi di Desa Cilame masih ada beberapa orang tua yang suka melarang anak karena menganggap anak belum bisa menyelesaikan suatu hal sendirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi Ex Post Facto. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden orang tua yang memiliki anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner (angket). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat dengan persentase sebesar 16,2% dan Fhitung sebesar 9,281. Adapun pola asuh yang paling besar memberi pengaruh positif terhadap kemandirian anak adalah pola asuh demokratis dengan persentase sebesar 62,3%, pola asuh otoriter 23,7%, dan pola asuh permisif 14%.
Pola Asuh Orang Tua terhadap Perilaku Sulit Makan Anak pada Keluarga Ekonomi Lemah di Desa Cilame Dwi Rizky; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.183 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4291

Abstract

Abstract. In children aged 3-6 years there is a period of rapid physical growth. So that children need the most nutritional needs compared to the next period. Difficulty eating is one of the problems that exist in children. Difficulty eating can result in a child's lack of nutritional needs. Therefore, parents must apply appropriate parenting patterns so that children do not have difficulty eating and fulfill their nutrition. Here the author conducts research in Cilame Village, because in this village there are still many people who have early childhood 3-6 years and are included in the classification of prosperous families according to the BKKBN. This study uses a descriptive correlational method with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 50 parents who have early childhood 3-6 years. This study uses data sourced from questionnaires using probability sampling, namely sampling area (cluster) sampling. The analytical technique used is quantitative analysis using two variables, namely the parenting style variable and the child's eating pattern variable. The results of this study indicate that the parenting pattern applied by most parents in Cilame Village is democratic parenting with a percentage of 52%, and the eating pattern of children in Cilame Village has a tendency to have difficulty eating with a percentage value of 58%. And after testing using a linear regression test to find out which eating patterns affect difficulty eating, and the result is an authoritarian parenting pattern that affects eating habits with a percentage of 7.7%. Abstrak. Pada anak usia 3 – 6 tahun terjadi masa pertumbuhan fisik yang cepat. Sehingga anak memerlukan kebutuhan gizi yang paling banyak dibandingkan pada masa-masa berikutnya. Sulit makan menjadi salah satu masalah yang ada pada anak. Sulit makan dapat mengakibatkan kurangnya kebutuhan nutrisi anak. Maka dari itu orang tua harus menerapkan pola asuh yang sesuai agar anak tidak mengalami sulit makan dan terpenuhi nutrisinya. Disini penulis melakukan penelitian di Desa Cilame, karena di Desa ini masih banyak masyarakat yang mempunyai anak usia dini 3 – 6 tahun dan termasuk kedalam klasifikasi keluarga sejahtera menurut BKKBN. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang tua yang memiliki anak usia dini 3-6 tahun. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari kuisioner dengan menggunakan probability sampling yaitu sampling area (cluster) sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis kuantitatif menggunakan dua variabel, yaitu variabel pola asuh orang tua dan variabel pola makan anak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua yang diterapkan kebanyakan orang tua di Desa Cilame yaitu pola asuh demokratis dengan persentase 52%, dan pola makan anak di Desa Cilame mempunyai kecenderungan sulit makan dengan nilai persentase 58%. Dan setelah dilakukan pengujian menggunakan uji regresi linear untuk mengetahui pola makan manakah yang mempengaruhi sulit makan, dan hasilnya yaitu pola asuh otoriter yang mempengaruhi perilaku sulit makan dengan persentase 7,7%.
Analisis Pengasuhan Orangtua terhadap Pengendalian Gadget yang Berhubungan dengan Pemeliharaan Proposial Anak Usia Dini Silmi Hunafa Azzahra
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.123 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4333

Abstract

Abstract. The problem that can be found in the field is that there are many parents who are busy working so that the time to accompany their children is reduced, therefore parents give gadgets to children but when children play gadgets it becomes out of control. This study focuses on analyzing how early childhood care for gadget control is related to prosocial maintenance of children through the role of parents and building good interactions with children so that children can communicate properly and correctly with those around them. This study aims to examine the role of parents in educating their children. To identify the steps taken by parents in regulating the use of gadgets. To find prosocial attitudes that appear in children after controlling gadgets. This research uses case study method. Data collection techniques used are interviews and observation. The research was conducted by using interview and observation data collection. The results showed that the form of parenting in educating their children, the steps of parents in controlling gadgets, prosocial attitudes that appeared in children after controlling gadgets. Abstrak. Masalah yang di dapat di lapangan terlihat bahwa banyaknya orangtua yang sibuk bekerja sehingga waktu menemani anaknya berkurang, maka dari itu orangtua memberikan gadget pada anak namun waktu anak bermain gadget menjadi tidak terkendali. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis bagaimana pengasuhan anak usia dini terhadap penggendalian gadget yang berhubungan dengan pemeliharaan prososial anak melalui peran orang tua dan membangun interaksi yang baik dengan anak agar anak dapat berkomunikasi dengan baik dan benar dengan orang disekitarnya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengkaji terkait peran orangtua dalam pengasuhan mendidik anaknya. Untuk mengidentifikasikan langkah yang dilakukan orang tua dalam mengatur penggunaan gadget. Untuk menemukan sikap prososial yang muncul pada anak setelah dilakukannya pengendalian gadget. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Penelitian dilakukan dengan manggunakan pengambilan data wawancara dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bentuk pengasuhan orang tua dalam mendidik anaknya, langkah orangtua dalam mengendalikan gadget, sikap prososial yang muncul pada anak setelah dilakukannya pengendalian gadget.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus melalui Kegiatan Melukis dengan Menggunakan Bahan Bekas pada Anak Kelompok A Usia 4-5 Tahun di TK Beyna Ceria Kota Bandung Reggy Tania; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.854 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4407

Abstract

Abstract. This research is motivated by the lack of development of fine motor skills, children in coloring activities and imitating pictures still look untidy, the results of coloring are out of line, when imitating pictures they still find it difficult, and need teacher assistance. This is because in learning activities in class there are more activities of sticking, cutting, and folding. This study aims to improve fine motor skills through painting activities using used materials in group A children aged 4-5 years at Beyna Ceria Kindergarten, Bandung City. The method in this study uses the Class Action Research method. This research consisted of three cycles and each cycle carried out three meetings or actions. The subjects of this study were 14 children consisting of 4 girls and 10 boys. Data analysis techniques were carried out qualitatively. In the first cycle with an average percentage of 33.37% in the Developing As Expected category, in the second cycle with an average percentage of 59.5% in the Developing As Expected category, and in the third cycle with an average percentage of 78.6% in the category Developing As Expected. Based on the results of the study, it showed that children's fine motor skills could increase after the action taken through painting activities using used materials. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang berkembangnya keterampilan motorik halus, anak dalam kegiatan mewarnai dan meniru gambar masih terlihat belum rapi, hasil mewarnai keluar garis, ketika meniru gambar masih merasa kesulitan, dan membutuhkan bantuan guru. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas lebih banyak kegiatan menempel, menggunting, dan melipat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan melukis dengan menggunakan bahan bekas pada anak kelompok A usia 4-5 Tahun di TK Beyna Ceria Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan atau tindakan. Subjek penelitian ini adalah 14 orang anak yang terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 10 orang anak laki-laki. teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Pada siklus I dengan rata-rata persentase 33,37% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, pada siklus II dengan rata-rata persentase 59,5% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, dan di siklus III dengan rata-rata persentase 78,6% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan motorik halus anak dapat meningkat setelah adanya tindakan yang ditempuh melalui kegiatan melukis dengan menggunakan bahan bekas.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemberian Makanan Gizi Seimbang pada Anak Usia 4-6 Tahun Syamsiah Iskandar; Erhamwilda; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.395 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4418

Abstract

Abstract. Parenting patterns are parenting practices applied by parents in meeting the physical and non-physical needs of children. The provision of balanced nutrition is a way for parents to provide food to their children by taking into account the nutritional needs of children, which are processed in various ways according to the nutritional needs of children. The purpose of this research is to find out how much parenting style is about giving balanced nutrition to children.The research conducted is ex post facto quantitative research, the subject of this research is the parents of children aged 4-6 years in the city of Bandung as many as 98 parents. data collection techniques through questionnaires. The data analysis technique uses simple regression analysis where to see whether or not there is an effect using the t test. The results showed that there was an influence of parenting patterns on the provision of balanced nutrition to children by 28.1%. Abstrak. Pola asuh orangtua adalah praktik-praktik pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan fisik maupun non fisik anak. pemberian makanan gizi seimbang merupakan cara orangtua memberikan makanan kepada anak dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi anak, yang diolah dengan bervariasi sesuai dengan kebutuhan gizi anak. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif ex post facto, subjek penelitian ini adalah orangtua dari anak usia 4-6 tahun di kota bandung sebanyak 98 orangtua. teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dimana untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang lemah pola asuh orangtua terhadap pemberian makanan gizi seimbang pada anak sebesar 28.1%.
Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Media Permainan Telur Angka di Tk Al-Amin Kecamatan Panyileukan Kota Bandung Pipih Sopiah; Huriah Rachmah; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.352 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4479

Abstract

Abstract. Cognitive development is an important aspect in developing children's thinking skills, one of which is counting. This study aims to find out how to increase numeracy skills using the Numeric Egg media for children aged 4-5 years in group A of Al-Amin Kindergarten, Panyileukan District, Bandung City. This research is a classroom action research (CAR) using the Kemmis and Mc Taggart model which was carried out for 2 cycles. The subjects of this study were 14 children, consisting of 6 boys and 8 girls. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative using simple statistical calculations. Based on the results of the study, it is known that there is an increase in the ability to count using the Number Egg game. This can be seen from the results of the research in the first cycle of 63% and an increase in the second cycle of 77%. Abstrak. Perkembangan kognitif merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak, salah satunya yaitu berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan berhitung dengan menggunakan media Telur Angka untuk anak usia 4-5 tahun tahun di kelompok A TK Al-Amin, Kecamatan Panyileukan Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan selama 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah 14 anak, yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan perhitungan statistika sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan berhitung dengan menggunakan permainan Telur Angka. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian siklus I sebesar 63% dan meningkat pada siklus II sebesar 77%.
Peran Nilai Budaya Sunda dalam Pola Asuh Orang Tua bagi Penanaman Nilai Moral dan Agama Anak di Kampung Pasirgede Desa Sindangpanon Banjaran Astri Mahesa; Fitroh Hayati; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.243 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4483

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to find out the Sundanese Cultural Values ​​and parenting patterns for inculcating moral and religious values, which were applied in Pasir Gede Village and how the role of parents in the Sundanese Cultural Tradition Values. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation which then test the validity of the data using data triangulation. Based on the results of the study, it was found that: (1) The Sundanese cultural values ​​that still exist in the Pasirgede village are the values ​​of penance, compassion and nurturing, ethical values ​​and politeness and religious values. , kapamalian, Traditions related to religion such as thanksgiving for pregnancy, celebration of holidays, the tradition of marriage using Sundanese customs. (2) In this case the family does not play a role in the value of Sundanese cultural traditions. because, there are inhibiting factors that hinder the role of the family on the values ​​of Sundanese cultural traditions, such as the play environment for children who have different parental upbringing, the school environment, the home environment that has mingled with immigrants. The widespread use of mobile phones and television in all circles makes the Sundanese family of Pasirgede village easier to find information, one of which is about the value of cultural traditions that are no less left behind by the times. (3) Parenting for girls has a tendency to pay more attention to ethics, because today's young generation looks less in proper manners. Parenting applied by parents will also shape the habits of children in their daily lives. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai Budaya Sunda dan Pola asuh orang tua bagi penanaman nilai moral dan agama, yang diterapkan di Kampung Pasir Gede serta Bagaimana Peran orang tua terhadap Nilai Tradisi Budaya Sunda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa: (1)Nilai budaya sunda yang masih ada di kampung pasirgede ialah nilai silih asah, silih asih dan asuh, Nilai etika dan kesopanan dan Nilai keagamaan, Kemudian Tradisi yang masih ada di kampong Pasir gede ialah Tradisi berbahasa sunda, kapamalian, Tradisi yang berkaitan dengan keagamaan seperti syukuransyukuran kehamilan, perayaan hari besar, tradisi menikah dengan menggunakan adat sunda. (2) Dalam hal ini keluarga tidak berperan terhadap nilai tradisi budaya sunda. sebab, terdapat faktor penghambat yang menghalangi peran keluarga terhadap nilai tradisi budaya sunda yaitu seperti lingkungan sepermainan anak yang memiliki didikan orangtua yang berbedabeda, lingkungan sekolah, lingkungan rumah yang sudah berbaur dengan warga pendatang. Maraknya penggunaan handphone dan televisi disemua kalangan membuat keluarga sunda kampung Pasirgede dapat mempermudah mencari informasi salahsatunya mengenai nilai tradisi kebudayaan yang tidak kalah tertinggal oleh zaman. (3) Pola asuh kepada anak perempuan memiliki kecenderungan lebih memperhatikan dalam etika, karena generasi muda masa sekarang terlihat kurang dalam bertatakrama yang sesuai. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pun akan membentuk kebiasaan-kebiasaan anak dalam kesehariannya.
Meningkatkan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia 4-5 Tahun melalui Program Bercerita di Kober Riyadlul Ulum Nila Nur sinta; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.212 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4486

Abstract

Abstract. The social-emotional abilities studied were putting on and untying their own shoelaces, willing to part with their mother without crying, daring to ask and answering questions, tidying up toys after use, being able to complete their own tasks, telling their own tasks, throwing garbage in its place, listening. stories and opinions of friends, able to help and help friends who are in trouble, greet friends and invite to play, able to queue, willing to cooperate with other friends, and persuade friends who are crying. This type of research is classroom action research developed by Kurt Lewin. The subjects of this study were 9 children of Group A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. The method of data collection is through observation and documentation. The data analysis technique used was descriptive analysis. The results showed that social-emotional abilities can be improved through storytelling activities. The results of the observations can be seen from the increasing social-emotional abilities of children in each cycle. During the pre-cycle, it shows that there are still many children who are not able to be independent, have not been able to believe in themselves, have not been able to interact with other friends. After improvements were made in Cycle I, the results showed an increase in the child's ability to begin to develop in showing independence, and interacting with other friends. Then in Cycle II, the results showed that more and more children were self-confident and began to be independent and play with other friends. And in Cycle III, it shows that many children are able to be confident, be independent, and interact with other friends. Abstrak. Kemampuan sosial-emosional yang diteliti yaitu memasang dan membuka tali sepatu sendiri, mau berpisah dengan ibu tanpa menangis, berani bertanya dan menjawab pertanyan, merapikan mainan setelah selesai digunakan, mampu menyelesaikan tugas sendiri, menceritakan tugas yang dibuat sendiri, membuang sampah pada tempatnya, mendengarkan cerita dan pendapat temannya, mampu menolong dan membantu teman yang sedang kesusahan, menyapa teman dan mengajak bermain, mampu mengantri, mau bekerjasama dengan teman lain, dan membujuk temannya yang sedang menangis. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Subjek penelitian ini adalah 9 anak Kelompok A Kober Riyadlul Ulum Banjaran. Metode pengumpulan data melalui pengamatan /observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan secra analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan sosial-emosional dapat ditingkatkan melalui kegiatan bercerita. Hasil observasi dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan sosial-emosi anak pada setiap siklusnya. Pada saat pra siklus menunjukan bahwa masih banyak anak yang belum mampu mandiri, belum mampu percaya diri, belum mampu berinteraksi dengan teman lainnya. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus I menunjukkan hasil mulai terjadi peningkatan kemampuan anak menjadi mulai berkembang dalam menunjukkan kemandirian, dan berinteraksi dengan teman lainnya. Kemudian pada Siklus II menunjukan hasil semakin banyak anak yang perecaya diri dan mulai mandiri dan bermain dengan teman lainnya. Dan pada Siklus III menunjukan banyak anak yang mampu percaya diri, bersikap mandiri, dan berinteraksi dengan teman lainnya.