cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 85 Documents
Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Sopan Santun Berbicara Anak Usia Dini (4 -6 Tahun) di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Dini Aisyah Fauziah; Erhamwilda; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.01 KB) | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4589

Abstract

Abstract. The main problem is formulated as follows: 1) How is the parenting pattern in shaping the behavior of polite speech for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 2) What are the obstacles faced by parents in shaping the polite behavior of speaking for early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? 3) How do parents overcome these obstacles, so that polite behavior is formed in early childhood (4-6 years) in Cileunyi sub-district, Bandung district? This research method uses quantitative research, with survey research methods. The population and sample of the study were all parents in Cileunyi District, Bandung Regency who had children aged 4-6 years. The main data collection tool is using a questionnaire. The questionnaire instrument before being used was tested to determine the validity and reliability of the instrument. Analysis of the data used is Univariate Analysis. The results showed that the parenting pattern owned by parents was mostly authoritarian parenting as much as 68.8% and the obstacles faced by parents were parents were confused in overcoming the polite behavior of children in their daily lives. .3% fall into the fairly good category. Applying habituation daily behavior towards children as one of the parents almost entirely 93.8% always tell children to say thank you when getting help from others with almost all of them being applied using the method of educating children through attention from parents 78.8%. Abstrak. Pokok masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut: 1) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 2) Kendala apa yang dihadapi orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun berbicara anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? 3) Bagaimana cara orang tua mengatasi kendala tersebut,agar terbentuknya perilaku sopan santun berbicara pada anak usia dini (4-6 Tahun) di kecamatan cileunyi kabupaten bandung? Metode penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian Survei. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang memiliki anak usia 4-6 Tahun. Alat pengumpul data yang utama menggunakan angket. Instrumen angket sebelumdigunakan, dilakukan pengujian untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dimiliki orangtua yaitu sebagian besar pola asuh otoriter sebanyak 68,8% dan kendala yang dihadapi orangtua yaitu orangtua kebingungan mengatasi perilaku sopan santun anak dalam keseharian, Perilaku sopan santun berbicara anak usia dini yang diterapkan oleh orangtua hampir seluruhnya 76,3% masuk ke dalam kategori cukup baik. Menerapkan perilaku keseharian pembiasaan terhadap anak sebagai salah satunya orangtua hampir seluruhnya 93,8% selalu memberitahu anak untuk mengucapkan terimakasih apabila mendapatkan bantuan dari orang lain dengan hampir seluruhnya diaplikasikan menggunakan metode mendidik anak melalui perhatian dari orangtua 78,8%.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Teknik Stencil Print pada Anak Kelompok A di TK Al – Amin 2 Kota Bandung Nur Aulia Mursalin; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v2i2.4663

Abstract

Abstract. The background of this research is based on the problems that the researchers found in group A Tk Al-Amin 2, children's fine motor skills are hampered because of online learning activities, children's movements become less so that they experience limitations in the media in online learning and activities that involve fine motor skills are lacking. varies, so that children's fine motor skills are hampered. This study aims as an alternative to improve children's fine motor skills through printing activities with the stencil print technique in group A in TK Al - Amin 2. The method used is Class Action Research (action research) The subjects of this study were 10 children. The data were collected using observation, documentation, and interview techniques. The analysis technique in this study was carried out by selecting the results of observations of the learning process carried out by educators and students in class. The data obtained in this study were in the form of observations and field notes. Data analysis carried out by researchers was the results of research in each cycle. The success in this study was 75%. The results of the observation showed that the pre-cycle results scored before the action with the criteria of BSH 0%, BB 30%, Cycle I at meeting 1 with criteria for MB 70%, BSH 30%, Cycle I Meeting 2 reached 50%, and the first cycle meeting 3 got the criteria for MB 40%, BSH 60%, in the second cycle meeting 1 with the results of MB 40%, BSH 60%, the second cycle meeting 2 with the results of MB 30%, BSH 70%, the second cycle meeting 3 with the results of MB 20%, BSH 80%. So it can be concluded that the results of this study prove that through printing activities with the stencil print technique can improve children's fine motor skills in toddlers. group A ages 4-5 years. Abstrak. Latar belakang penelitian ini yaitu berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan pada kelompok A Tk Al –Amin 2 kemampuan motorik halus anak menjadi terhambat di karenakan pada kegiatan pembelajaran daring pergerakan anak menjadi kurang sehingga mengalami keterbatasan dalam media pada pembelajaran online adapun dan kegiatan yang melibatkan motorik halus kurang bervariasi,sehingga keterampilan motorik halus anak menjadi terhambat.Penelitian ini bertujuan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencetak dengan teknik stencil print pada kelompok A di TK Al – Amin 2.Metode yang di gunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (action research).Subjek penelitian ini sebanyak 10 anak.Pengumpulan data menggunakan teknik observasi,dokumentasi,dan wawancara. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyeleksi hasil observasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dan anak didik dikelas .Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil observasi dan catatan lapangan.Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu hasil penelitian pada tiap siklus.Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 75%.Hasil observasi menunjukkan hasil prasiklus mencetak sebelum tindakan dengan kriteria BSH 0 %,BB 30 %, Siklus I pada pertemuan 1 dengan kriteria nilai MB 70%, BSH 30%, Siklus I Pertemuan 2 mencapai 50 %, dan siklus I pertemuan 3 mendapat kriteria MB 40%, BSH 60%, Pada siklus ke II pertemuan 1 dengan hasil MB 40%,BSH 60%, siklus ke II pertemuan 2 dengan hasil MB 30%, BSH 70%, siklus ke II pertemuan 3 dengan hasil MB 20%,BSH 80%.Maka dapat di simpulkan bahwa hasil penelitian ini membuktikan bahwa melalui kegiatan mencetak dengan teknik stencil print dapat meningkatkan motorik halus anak pada anak kelompok A usia 4 -5 tahun.
Efektivitas Metode Bermain Peran Makro terhadap Kemampuan Mengungkapkan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun di Kelompok Bermain Fattahul Fikri Triastuti, Yulis; Fitroh Hayati; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.7622

Abstract

Abstract. Children today have some constraints in ability expressing language such as lack of confidence to express what you want, the child cannot compose sentences correctly. This matter because parents are busy with their work so when children watch Television or playing YouTube on a cellphone makes this ability reveals that the child's language does not develop optimally. Through macro role playing method researchers hope to help children to improve the ability to express their language without feeling afraid of being wrong The purpose of this research is to find out how effective the playing method is macro role on the ability to express language in children aged 4-5 years. This type of research is descriptive quantitative using quasi method experiment with the Control Group Pretest – Posttest Design design used two groups, namely the experimental group and the control group. The results showed that the macro role playing method was effective in improve the ability to express the language of children aged 4-5 years with increasing the ability to express children's language by 73% (Partly Big). Abstrak. Anak anak saat ini mempunyai beberapa kendala dalam kemampuan mengungkapan bahasa seperti kurangnya rasa percaya diri untuk mengungkapkan apa yang diinginkan, anak tidak dapat menyusun kalimat dengan benar. Hal ini karena sibuknya orang tua dengan perkerjaannya sehingga ketika anak menonton Televisi atau memutar youtube di handphone menjadikan kemampuan mengungkapkan bahasa anak menjadi tidak berkembang secara oprimal. Melalui metode bermain peran makro peneliti berharap dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan bahasanya tanpa merasa takut salah Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektifnya metode bermain peran makro terhadap kemampuan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 Tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain Control Group Pretest – Posttest Design yang menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran makro efektif dalam meningkatkan kemampuan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 Tahun dengan meningkatnya kemampuan mengungkapkan bahasa anak sebanyak 73% (Sebagian Besar).
Permainan Kooperatif untuk Mengurangi Perilaku Agresif Anak Usia Dini di TK Al-Istiqomah Ridolloh Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Sri Rosita; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.7685

Abstract

Abstract. This classroom action research was motivated by the anxiety of researchers and teachers regarding aggressive behavior which is an act of hurting or harming other people both physically and verbally. This study aims to determine the implementation of cooperative game activities carried out by researchers and teachers to reduce aggressive behavior in early childhood. This research was conducted from February to April 2023, taking place at Al-Istiqomah Ridolloh Kindergarten, Bumiwangi Village, Ciparay District, Bandung Regency. The method used in this research is Classroom Action Research which refers to Kurt Lewin's pattern of action, which consists of planning, implementing, observing and reflecting. This research was carried out in four cycles. The techniques used for data collection in this study include observation, interviews and documentation. This research was carried out collaboratively between researchers and other teachers. The results showed that in the first cycle there were four children who showed aggressive behavior, then in the second cycle it was reduced to one child, then in the third cycle no children showed aggressive behavior as well as in the fourth cycle none of the children showed aggressive behavior. It was concluded that cooperative play is able to reduce aggressive behavior of early childhood in Al-istiqomah ridolloh Kindergarten, Bumiwangi Village, Ciparay District, Bandung Regency. Abstrak. Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh keresahan peneliti dan guru-guru mengenai perilaku agresif yang merupakan suatu tindakan menyakiti atau merugikan orang lain baik secara fisik maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan permainan kooperatif yang dilakukan peneliti dan guru-guru untuk mengurangi perilaku agresif anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2023, bertempat di TK Al-Istiqomah Ridolloh Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang merujuk pada pola tindakan Kurt Lewin, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, penelitian ini dilaksanakan sebanyak empat siklus. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru-guru lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama terdapat empat anak yang menunjukkan perilaku agresif, selanjutnya pada siklus kedua berkurang menjadi satu orang anak, kemudian pada siklus ke tiga tidak ada anak yang menunjukkan perilaku agresif begitu juga pada siklus keempat tidak satupun anak menunjukkan perilaku agresif. Disimpulkan bahwa permainan kooperatif mampu mengurangi perilaku agresif anak usia dini di TK Al-istiqomah ridolloh desa bumiwangi kecamatan ciparay kabupaten bandung.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture untuk Mengembangkan Kognitif melalui Kegiatan Sains pada Anak Usia Dini Kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim Devi, Shalsa Pramitha; Dedih Surana; Afrianti, Nurul
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8085

Abstract

Abstract. Cognitive ability problems (logical thinking) such as looking for differences, analyzing, solving problems, and recognizing cause and effect in material are also found in group B children in Minhajul Muslim Islamic Kindergarten Subang Reality shows that the ability is still known with children not understanding in observing a simple action in their environmentthis study aims to determine the cognitive development of group B children in Minhajul Muslim Islamic Kindergarten (logical thinking) in the model This research is a quasi-experimental quantitative research The research design used is randomized pre-test, post test control group design, data collection techniques used in testing, namely converting raw scores into z and t scores, conducting statistical tests, and hypothesis testing. The cognitive ability of group B children in Minhajul Muslim Subang Islamic Kindergarten after the application of the picture and picture type cooperative learning model showed an increase based on the results of the study showed that the average score of the pretest control group was 36.69 and the experimental group posttest was 41.19 meaning that there was an increase in children's logical thinking after getting the Picture and picture Type Cooperative Learning Model treatment. Thus, it can be concluded that the provision of Picture and Picture Type Cooperative Learning Model provides a significant improvement to the development of logical thinking in experimental group children. Based on the results of the researchers, the picture and picture type cooperative learning model is effective to become one of the models used in improving cognitive abilities (logical thinking). Abstrak. Permasalahan kemampuan kognitif (berfikir logis) seperti mencari perbedaan, menganalisa, memecahkan masalah, dan mengenal sebab-akibat dalam materi juga ditemukan pada anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim Subang Realitas menunjukkan kemam puan masih diketahui dengan anak tidak mengerti dalam mengamati suatu tindakan sederhana yang ada di lingkungannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim (berpikir logis) dalam model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen desain penelitian yang digunakan adalah randomized pre-test, post test control group design, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengujian yaitu mengubah skor mentah ke dalam z dan t skor, melakukan uji statistik, dan pengujian hipotesis. Kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Minhajul Muslim subang setelah diterapkannya model pembelajaraan kooperatif tipe picture and picture menunjukkan ada nya peningkatan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok kontrol pretest 36.69 dan posttest kelompok eksperimen 41.19 artinya terjadi peningkatan berpikir logis anak setelah mendapatkan perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and picture. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and picture memberikan peningkatan secara signifikan terhadap perkembangan berpikir logis pada anak kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil peneliti maka model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture efektif untuk menjadi salah satu model yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan kognitif (berpikir logis).
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B (Usia 5-6 Tahun) dengan Permainan Treasure Hunt di TK Rian Kumarajaya Padalarang Kabupaten Bandung Barat Shafira, Shafanissa Alifia
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8105

Abstract

Abstract. Physical motor contribution is necessary as the other six aspects of development. Motor development could adjust the first standard for children in their growth and development. If the child's physical and motor skills develop well, it will affect the other aspects. Play and games methods involve most of the child's limbs in the gross motor development process. It represents a quasi-experimental study using a nonequivalent control group design (preliminary test-posttest design). This experimental method was carried out in experimental and control groups. Group B of Rian Kumarajaya Kindergarten Padalarang consists of 14 children in the research population using a random sampling technique between the experimental and control groups. This study used direct practice test sheets on gross motor skills and the Treasure Hunt game. The data obtained from the test results used the normality test, homogeneity test, and the independent sample T-test (T-test). Constructed on the initial gross motor skills (Pretest) result, the experimental group obtained an average result of 14.14, while the control group obtained 14.43. From the analysis of the hypothetical data through the calculation of Sig. 0.000 <0.05, so Ha is accepted and proven correct with a difference from the posttest results of the experimental group that is greater than 17.00. Besides that, the posttest control group obtained 15.14. In conclusion, the Treasure Hunt game is more effectively used to develop children's gross motor skills. Abstrak. Fisik motorik memegang kontribusi sama pentingnya dengan keenam aspek perkembangan yang lainnya. Perkembangan motorik mampu digunakan sebagai tolak ukur pertama bagi anak dalam tumbuh kembangnya. Bila fisik motorik anak berkembang dengan baik, aspek yang lainnya pun akan mengikuti. Bermain dan permainan merupakan metode yang melibatkan sebagian besar anggota tubuh anak dalam proses pengembangan motorik kasar. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian nonequivalent control group design (rancangan tes awal-tes akhir). Dimana metode eksperimen yang dilaksanakan pada suatu kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok B TK Rian Kumarajaya, Padalarang yang terdiri dari 14 anak merupakan populasi penelitian dengan teknik random sampling antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar tes praktik langsung tentang motorik kasar dan permainan Treasure Hunt. Data yang diperoleh dari hasil tes menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample T tes (uji T). Berdasarkan hasil kemampuan awal (Pretest) motorik kasar kelompok eksperimen memperoleh hasil rata-rata 14,14 sedangkan kelompok kontrol memperoleh 14,43. Dari analisis data hipotesis melalui perhitungan Sig. 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan terbukti benar serta adanya perbedaan dari hasil posttest kelompok eksperimen yang lebih besar sebanyak 17,00. Sementara posttest kelompok kontrol memperoleh 15,14. Sehingga dapat dismpulkan permainan Treasure Hunt lebih efektif digunakan untuk mengembangkan motorik kasar anak.
Penerapan Metode Bermain Sensory Wall Number untuk Meningkatkan Kognitif dan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di Unisba Preschool Kota Bandung Putri, Larasaty Hermalia
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8118

Abstract

Abstract. This study aims to improve cognitive and fine motor skills in Group A children aged 4-5 years at UNISBA Preschool through the sensory wall number play method. The research uses a descriptive qualitative approach and a Classroom Action Research method that refers to the Kemmis and McTaggart research models. The subjects in this study were six children in Group A aged 4-5 years at UNISBA Preschool, consisting of three girls and three boys. Data collection techniques using observation sheets were employed. The researcher chose the data analysis technique developed by Miles and Huberman, which consists of three streams of activities that occur simultaneously: data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The success criterion of this study was that the average percentage of cognitive and fine motor skills in Group A was ≥75%. In cycle I, the average percentage was 77.73% in the Developing According to Expectations category, and in cycle II, the average percentage was 100% in the Developing According to Expectations category. Based on the results of the study, it was shown that after the action was taken through sensory wall number playing activities. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kognitif dan motorik halus pada anak Kelompok A usia 4-5 tahun di UNISBA Preschool melalui metode bermain sensory wall number. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada penelitian model Kemmis dan McTaggart. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang anak Kelompok A usia 4-5 tahun di UNISBA Preschool, yang terdiri dari 3 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Peneliti memilih teknik analisis data yang dikembangkan Miles dan Huberman terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Kriteria keberhasilan penelitian ini yaitu rata-rata persentase kemampuan kognitif dan motorik halus Kelompok A sebesar ≥75. Pada siklus I dengan rata-rata persentase 77,73% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, pada siklus II dengan rata-rata persentase 100% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa setelah adanya tindakan yang ditempuh melalui kegiatan bermain sensory wall number.
PERBEDAAN KREATIVITAS MELALUI PERMAINAN BALOK MODEL PERMAINAN KONSTRUKTIF (PKPK) ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KELOMPOK B DI TK AN-NASYA fadilah mutmainah, teni; Marhun, Masnipal; Sobarna, Ayi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8224

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dimiliki anak sebab dapat menentukan suksesnya hidup seseorang. Salah satu kemampuan yang turut menentukan suksesnya hidup seseorang adalah kemampuan kreativitas. Pada dasarnya setiap anak memiliki dasar potensi kreativitas walaupun dalam tingkatan berbeda-beda. Salah satu yang tampak oleh peneliti adalah perbedaan perlakuan yang diberikan terhadap anak laki-laki dan perempuan, ternyata pandangan guru terhadap kreativitas seorang anak masih dipengaruhi oleh jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tentang kreativitas antara anak laki-laki dan perempuan dalam permainan balok menggunakan model PKPK dari Masnipal (PKPK-Masnipal). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Alat pengumpulan data menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) yang di standarisasi oleh Prof. Utami Munandar dari circle test dari Torrance yang sudah diadaptasi oleh Masnipal tahun 2008. Analisis data menggunakan teknik analisi Independent Sample T-test diperoleh t = -0,206 dengan signifikasi 0,842 (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kreativitas yang signifikan antara kreativitas anak laki-laki dan perempuan dlam total aspek kreativitas (kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi).
Program Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini : Studi Deskriptif di Taman Kanak-Kanak Assalam Kota Bandung Ghina Fauziah; Asep Dudi; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8232

Abstract

Abstract. This article will explain about the Sex Education Program in Assalaam Kindergarten. Cases of crime and sexual deviation always occur every year. This is due to the lack of attention from the community, teachers and government regarding sex education for early childhood. Therefore, this study aims to determine the teacher's strategy in implementing sex education in Assalaam Kindergarten. This study used qualitative research methods. The results of this study indicate that the sex education program is divided into 2, namely integrated activities (inside the learning material) and special activities (outside the material). Sex education included in the learning material is when the theme I am special. Materials given to children include the names of body parts, procedures for dressing, procedures for washing, how to behave with strangers. As for sex education outside of learning materials, namely the separation of toilets, separation of beds, separation of associations, training children to wear Muslim clothes, health counseling, exemplary and parenting for children's parents. This research can be a source of ideas for educators in implementing sex education programs for early childhood, besides that it can open up avenues of thought for further research. Abstrak. Tulisan ini akan menjelaskan tentang Program Pendidikan Seks di Taman Kanak-Kanak Assalaam. Kasus kejahatan dan penyimpangan seksual selalu terjadi di setiap tahun. Hal ini dikarenakan kurangnya perhatian masyarakat, guru dan pemerintah mengenai pendidikan seks untuk anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menerapkan pendidikan seks di Taman Kanak-kanak Assalaam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan seks dibagi menjadi 2, yaitu kegiatan terintegrasi (di dalam materi pembelajaran) dan kegiatan khusus (di luar materi). Pendidikan seks yang masuk dalam materi pembelajaran yaitu ketika tema aku istimewa. Materi yang diberikan pada anak antara lain nama-nama anggota badan, tata cara berpakaian, tata cara bersuci, bagaimana bersikap pada orang asing. Adapun pendidikan seks di luar materi pembelajaran yaitu pemisahan toilet, pemisahan tempat tidur, pemisahan pergaulan, melatih anak untuk memakai baju muslim, penyuluhan kesehatan, keteladanan serta parenting untuk orang tua anak. Penelitian ini dapat menjadi sumbang pemikiran kepada pendidik dalam mengimplementasikan program pendidikan seks untuk anak usia dini, selain itu dapat membuka jalan pemikiran untuk penelitian lanjutan.
Strategi Guru dalam Pengenalan Geometri di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Jatiwangi De’ Vivi Alvioni Maulidini; Masnipal Marhun; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8252

Abstract

Abstract. The importance of introducing geometry to early childhood is the first step to understanding concepts that children will master in cognitive development. Through the initial concept of introducing geometry, it will have an impact on the learning experience of children so that it will support mathematical concepts at the next level. Introducing geometric shapes well will improve their cognitive abilities, besides that, children will be able to think mathematically logically and children will be able to understand simple concepts in everyday life. in this study used a qualitative approach with descriptive methods using triangulation data collection techniques or combining several techniques, namely, interviews, questionnaires, documentation and observation. The research was conducted to find out about teacher strategies in introducing geometry to early childhood. Based on the research results, in lesson planning, teachers will make annual programs, semester programs, weekly learning implementation plans and daily weekly implementation plans. The material is in accordance with the basic competence and developmental level of the child. The method is carried out by packaging learning and using various methods. Solutions to further improve strategies in learning geometry recognition for early childhood are (1) the need for the use of a variety of media (2) the form of teaching and learning activities places more emphasis on child-centered (student center). Abstrak. Pentingnya mengenalkan geometri pada anak usia dini merupakan langkah awal untuk memahami konsep yang akan dikuasai anak dalam pengembangan kognitif. Melalui konsep awal dalam pengenalan geometri ini akan berdampak pada pengalaman belajar pada anak sehingga akan menunjang konsep matematika di tingkat selanjutnya. Mengenalkan bentuk geometri dengan baik akan meningkatkan kemampuan kognitifnya, selain itu, anak akan mampu berpikir matematis logis dan anak akan mampu memahami konsep sederhana di kehidupan sehari-hari. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi atau menggabungkan beberapa teknik yaitu, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan observasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui terkait strategi guru dalam pengenalan geometri anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian, pada perencanaan pembelajaran, guru akan membuat program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan dan rencana pelaksanaan mingguan harian. Materi sesuai dengan kompetensi dasar dan tingkat perkembangan anak. Metode yang dilakukan dengan mengemas pembelajaran dan menggunakan metode bervariasi. Solusi untuk lebih meningkatkan strategi dalam pembelajaran pengenalan geometri anak usia dini adalah (1) perlu adanya penggunaan media yang bervariasi (2) bentuk kegiatan belajar mengajar lebih menekankan untuk berpusat pada anak (student center).