cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 85 Documents
Pembelajaran Sains dalam Pemulihan Learning Loss pada Anak Usia 5-6 Tahun di PG/TK Dunia Anak Cerdas Bandung Hasna Afifah Nuraini; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8260

Abstract

Abstract. During the post-Covid-19 learning period, all educational institutions reviewed and redesigned the process of providing education from univertisy to early childhood education during the Covid-19 pandemic. The emergence of difficulties in the online learning process that takes too long can cause learning loss. Learning loss is a phenomenon where generetions lose the opportunity to acquire knowledge due to delays in the education and learninf process. This study used a qualitative approach with a descriptive study method using triangulation data collection techniques or combining several techniques, namely interviews, observation, and documentation. The research was conducted to find out the description of science learning in the recovery of learning loss in children aged 5-6 years at PG/TK World Smart Children Bandung. Based on the findings of the research data, it was concluded that the science learning plan in Smart Childrems World PG/Kindergarten includes the Semester Program, Weekly Learning Implementation Plan (RPPM), and Daily Implementation Plan (RPPH). Science learning is carried out 1 time in 1 week. The impact of the Application od science learning on the recovery if learning loss is found in children’s learning outcomes. Science learning activites that require large funds are an inhibiting factor in the implementation of science learning in the Smart Children’s World PG/Kindergarten because they need to wait for funds from the government, namely BOP funds. Abstrak. Pada masa pembelajaran pasca Covid-19, seluruh lembaga pendidikan mengkaji dan mendesain ulang proses penyelenggaraan pendidikan mulai dari universitas hingga pendidikan anak usia dini selama pandemic Covid-19. Munculnya kesulitan dalam proses pembelajaran daring yang terlalu lama dapat menyebabkan learning loss. Learning loss merupakan fenomena dimana generasi kehilangan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan karena penundaan dalam proses pendidikan dan pebelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi atau menggabungkan beberapa teknik, yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pembelajaran sains dalam pemulihan learning loss pada anak usia 5-6 tahun di PG/TK Dunia Anak Cerdas Bandung. Berdasarkan hasil temuan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa perencanaan pembelajaran sains di PG/TK Dunia Anak Cerdas meliputi Program Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPH). Pembelajara sains dilakukan sebanyak 1 kali dalam 1 minggu. Dampak dari penerapan pembelajaran sains terhadap pemulihan learning loss terdapat pada hasil capaian belajar anak. Kegiatan pembelajaran sains yang membutuhkan dana besar menjadi faktor pemhambat dalam pelaksanaan pembelajaran sains di PG/TK Dunia Anak Cerdas dikarenakan perlu menunggu dana dari pemerintah yaitu dana BOP.
Pemanfaatan Balok Membangun dalam Rangka Optimalisasi Motorik Halus Anak: Studi Deskriptif di TK Cahaya Indonesia Febriansyah; Masnipal Marhun; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8338

Abstract

Abstract. Building blocks are one of the media that focuses on children's fine motor skills to provide a stimulus for the muscles in the children's fingers so that they are more optimal, to get optimal results, a more sustainable stimulus is needed, one of which is by utilizing building blocks games to optimize children's fine motor skills To do this, good facilities or institutions are needed, one of which is a Kindergarten. With this research, researchers will examine the use of building blocks in the context of optimizing the fine motor skills of children in Kindergarten in Cahaya Indonesia including planning, implementing, and knowing the results of assessing children's fine motor skills through the use of building blocks with the checklist technique. This study aims to find out how the use of building block games in Kindergartens in Cahaya Indonesia. Approaches and methods used in this study using a qualitative approach with descriptive methods. Abstrak. Balok membangun merupakan salah satu media yang menitik beratkan pada motorik halus anak guna memberikan stimulus otot otot pada jari jemari anak agar semakin optimal, untuk mendapatkan hasil optimal maka dibutuhkan stimulus yang lebih dan bekelanjutan salah satunya dengan memanfaatkan permainan balok membangun dalam rangka mengoptimalisasi motorik halus anak, untuk melaksanakan hal itu dibutuhkan sarana atau wadah yang baik salah satunya Taman Kanak kanak. Dengan adanya penelitian ini maka peneliti akan mengkaji tentang pemanfaatan balok membangun dalam rangka optimalisasi motorik halus anak di TK Cahaya indonesia meliputi, perencanaan, pelaksanaan, dan mengentahui hasil penilaian motorik halus anak melalui pemanfaatan balok membangun dengan teknik ceklis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan permainan balok membangun di TK Cahaya Indonesia. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Meningkatkan Keterampilan Menyimak Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Kenanga Melalui Metode Bercerita Menggunakan Wayang dari Kardus Bekas Rizqa Saroya Agnia; Nan Rahminawati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8454

Abstract

Abstract. Changes in education system policy have resulted in a shift in communication patterns where it can be seen that communication is closely related to language, on the ability of early childhood language development, this can have positive and negative impacts. One of the negative impacts is the problem that appears in listening skills that do not match the level of language development according to the child’s age, so it is important for education staff, educational institutions and parents to stimulate children’s listening skills, namely by using the storytelling method and utilizing used goods in the form of cardboard which will later be turned into wayang as interesting learning medium. The subjects of this study were 100 boys and 7 girls aged 5 – 6 years at Kenanga Kindergarten, Cimenyan district. This study aims to obtain relevant data by examining the process of listening skills in order to find the results of improving the listening skills of children aged 5 – 6 years at Kenanga Kindergarten through the storytelling method using puppets from used cardboard. This research method uses classroom action research with a collaborative approach. Data collection technique used in this study is descriptive with percentages. The results of the research contained in the initial description of children’s listening ability there were 30% in the criteria not yet development (BB) but after the stimulus process there were significant changes in each cycle, namely cycle 1 increased to 35.5% cycle 2 increased 41.5% and cycle 3 increased 76.5% for all cycles in very well develop criteria (BSB). Abstrak. Perubahan – perubahan kebijakan sistem pendidikan belakangan ini menjadikan adanya pergeseran pola komunikasi dimana dapat diketahui bahwa komunikasi erat kaitannya dengan bahasa. Pada kemampuan perkembangan bahasa anak usia dini hal ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif adapun salah satu dampak negatif adalah masalah yang tampak pada keterampilan menyimak yang tidak sesuai tingkat perkembangan bahasa menurut usia anak sehingga penting bagi tenaga pendidikan, lembaga pendidikan maupun orang tua agar melakukan stimulus keterampilan menyimak anak yaitu dengan mengunakan metode bercerita serta memanfaatkan barang bekas berupa kardus yang nantinya diubah menjadi wayang sebagai media pembelajaran yang menarik. Subjek penelitian ini adalah 10 anak laki – laki dan 7 anak perempuan usia 5 – 6 tahun di TK Kenanga Kecamatan Cimenyan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang relevan dengan mengkaji proses keterampilan menyimak agar dapat menemukan hasil peningkatan keterampilan menyimak anak usia 5 - 6 tahun di TK Kenanga melalui metode bercerita menggunakan wayang dari kardus bekas. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan, dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian yang terdapat pada gambaran awal kemampuan menyimak anak terdapat 30% dalam kriteria belum berkembang (BB) tapi setelah adanya proses stimulus maka didapatkan perubahan secara signifikan di setiap siklusnya yaitu siklus 1 meningkat menjadi 35.5% siklus 2 meningkat 41.2% dan siklus 3 meningkat 76.5% seluruh siklus dalam kriteria berkembang sangat baik (BSB).
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Menggunakan Loose Parts Usia 5 - 6 Tahun di PAUD Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung Puspito Riyanto, Lindawati; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8563

Abstract

Abstract. Loose part is one of the media that can be used in learning activities. This study aims to determine the extent to which the use of loose parts increases the creativity of children aged 5-6 years in Early Childhood Education, Kebon Pisang Village, Sumur Bandung District, so that learning activities are not monotonous using LKA and children do not just follow what the teacher exemplifies. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques carried out during the research are observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the use of loose parts in Early Childhood Education Melati, Kebon Pisang Village, Sumur Bandung District, in increasing children's creativity has been carried out quite well through the preparation and steps of using loose parts media carried out by the teacher through 3 stages, namely exploration, experimentation and creativity. The results obtained were an increase from Pra-cycle, Cycle I, Cycle II and then Cycle III which started in the pre-cycle where there was one child in the exploratory stage while in cycle III there were four children in the creative stage as seen from the calculation of the percentage results. Abstrak. Loose part merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan loose part dalam meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Paud Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung sehingga kegiatan pembelajaran tidak monoton menggunakan LKA dan anak tidak mengikuti apa yang dicontohkan guru saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data yang dilakukan saat penelitian adalah tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan loose parts di Paud Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung dalam meningkatkan kreativitas anak sudah dilaksanakan dengan cukup baik melalui persiapan dan langkah penggunaan media loose parts yang dilakukan oleh guru melalui 3 tahapanyaitu eksplorasi, eksperimen dan kreatif. Hasil yang di dapatkan terjadi peningkatan dari Prasiklus, Siklus I, Siklus II lalu Siklus III yang berawal pada prasiklus ada satu orang anak dalam tahap eksplorasi ketika di siklus III ada empat anak dalam tahap kreatif terlihat dari perhitungan hasil persentase.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia 5 - 6 Tahun di TKQ Riyadlul Jannah Jl. Karang Tinggal, Cipedes, Kota Bandung Amanda, Rinetha
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8936

Abstract

Abstract. This study aims to find social emotional abilities, identify the implementation of the use of project based learning learning models, analyze the social emotional abilities of children aged 5-6 years at TKQ Riyadlul Jannah. As for the subjects of this study were children aged 5-6 years, totaling 22 students. This research approach uses a quantitative approach to the experimental method. Then this data collection was carried out through documentation studies, observations, interviews and performance appraisal. Data analysis technique is done by correlation test. The results of the study show that the project based learning model which consists of three dimensions, namely: self-awareness, responsibility and social awareness is included in the growing category according to expectations. This is proven based on the results of the correlation test that the level of relationship between project based learning and social emotional learning models is at the level of a strong relationship with a positive form of relationship. Thus it can be concluded that there is an influence of the project based learning model at TKQ Riyadlul Jannah Bandung City to improve the social emotionality of children aged 5-6 years. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kemampuan sosial emosional, mengidentifikasi pelaksanaan penggunaan model pembelajaran project based learning, menganalisis kemampuan sosial emosional anak usia 5- 6 tahun di TKQ Riyadlul Jannah. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 22 orang siswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Kemudian pengumpulan data ini dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, wawancara dan penilaian unjuk kerja. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran project based learning yang terdiri dari tiga dimensi yaitu: kesadaran diri, tanggung jawab dan kesadaran sosial masuk kedalam kategori berkembang sesuai harapan. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil uji korelasi bahwa tingkat hubungan antara model pembelajaran project based learning dan sosial emosional terdapat di tingkat hubungan kuat dengan bentuk hubungan yang positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning di TKQ Riyadlul Jannah Kota Bandung untuk meningkatkan sosial emosional anak usia 5-6 tahun.
Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Perilaku Prososial Anak Usia 5 - 6 Tahum di Sekolah TK Smart Kindergarten Cahyani, Novianti Ayu; Erhamwilda; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9092

Abstract

Abstract. When an early child enters the school environment, they show prosocial behavior that is visible when they begin to interact and socialize with their peers. With the characteristics of child learning acquired through the imitation of adult behavior, their basic abilities in prosocial behavior are picked up from the upbringing and cultivation of both parents at home as the primary source of the child's first education. From the 27 children in Smart Kindergarten class B, there are four who appear to be more prominent in prosocial behavior than the other children. Among the four children, there are two who have developed very well and consistently, while the other two are still developing according to expectations and are beginning to develop. This research uses case study methods intended to demonstrate how parenting can play a role in the development of children's prosocial behavior in school. Data collection techniques using interviews and observations The results obtained through this research show that a kind of democratic and consistent parenting generates a child’s well-developed prosocial behavior. Parents who are newly trying to implement the democratic parenting model generate children whose prosocial behavior develops according to expectations, while the child whose prosocial behavior begins to develop is retrieved by parents who apply the permissive parenting model. Abstrak. Pada saat anak usia dini memasuki lingkungan sekolah, anak menunjukan perilaku prososial yang terlihat ketika anak mulai berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Dengan karakteristik pembelajaran anak yang didapat melalui meniru tingkah laku orang dewasa, kemampuan dasar anak dalam perilaku prososial pada anak tidak lepas dari pengasuhan dan pembiasaan kedua orang tua di rumah sebagai sumber utama anak dalam mendapat pendidikan pertamanya. Dari sejumlah 27 anak kelas B di TK Smart Kindergarten terdapat empat anak yang perilaku prososialnya terlihat lebih menonjol dibanding anak-anak lainnya. Diantara keempat anak tersebut, terdapat dua anak yang perkembangan perilaku prososialnya sudah berkembang sangat baik dan konsisten sedangkan dua anak lainnya masih berkembang sesuai harapan dan mulai berkembang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bermaksud untuk menunjukan bagaimana pola asuh orang tua dapat berperan dalam perkembangan perilaku prososial anak di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil yang didapat melalui penelitian ini adalah jenis pola asuh orang tua yang demokratis dan konsisten menghasilkan perilaku prososial anak yang berkembang sangat baik. Orang tua yang baru mencoba menerapkan jenis pola asuh demokratis menghasilkan anak yang perilaku prososialnya berkembang sesuai harapan, sedangkan anak yang perilaku prososialnya mulai berkembang dihasilkan dari orang tua yang menerapkan jenis pola asuh permisif.
Penerapan Teknik Token Economy dalam Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia 5 - 6 Tahun di Kelompok Bermain Taman Ceria Bandung Maryono, Awanis Ghassani; Erhamwilda; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9160

Abstract

Abstract. This research is motivated by the discipline of children aged 5-6 years in the Taman Ceria Bandung Playgroup which is not optimal. The purpose of this research is to improve children's discipline through the application of token economy techniques. The research method used is collaborative action research or collaborative classroom action research. The research subjects were children aged 5-6 years, totaling 8 people consisting of 4 boys and 4 girls. Data collection techniques using observation and documentation. The data analysis technique performed was a qualitative descriptive analysis. Success indicators set at least 75% average score per child. The research was carried out in two cycles. The results of this study indicate that there is an increase in discipline after implementing the token economy technique. Referring to the percentage of Arikunto's assessment indicators in the pre-cycle observations, it showed that 5 out of 8 children had an average score that entered the growing category. In Cycle 1 it showed that 8 children had an average score that entered the developing category as expected. In cycle 2 it shows that 7 children with an average score enter the very well developed category and 1 child with an average score enter the developing category according to expectations. This shows an increase in discipline using the token economy technique. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Kelompok Bermain Taman Ceria Bandung yang belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui penerapan teknik token economy. Metode penelitian yang digunakan adalah collaborative action research atau penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian adalah anak umur 5-6 tahun yang berjumlah 8 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan adalah analisis deskriptip kualitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan minimal 75% rata-rata skor per anak. Penelitian dilaksanakan dalam dua Siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kedisiplinan setelah diterapkan teknik token economy. Merujuk pada presentase indicator penilaian Arikunto pada observasi Pra Siklus menunjukan 5 dari 8 anak memiliki rata-rata skor yang memasuki kategori mulai berkembang. Pada Siklus 1 menunjukan 8 anak memiliki rata-rata skor yang memasuki kategori berkembang sesuai harapan. Pada siklus 2 menunjukan bahwa 7 anak rata-rata skor memasuki kategori berkembang sangat baik dan 1 anak rata-rata skor memasuki kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kedisiplinan menggunakan teknik token economy.
Efektivitas Metode Pembelajaran Eksperimen terhadap Peningkatan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5 - 6 Tahun di TKQ Miftahul Manan Kota Bandung Nurazqia, Mila; Saepudin, Aep; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9217

Abstract

Abstract. A child full of imagination and high curiosity. However, not all children have a high self-confidence to explore their abilities. As a result, there are still children who feel doubtful, sometimes desperate, avoid others, feel pessimistic, less optimistic, less creative, and low self-confidence. The child’s self-confidence is derived from the interaction of the child with his environment. In addition, the use of learning methods can affect a child’s self-confidence. The study aims to increase the self-confidence of 5-6-year-olds and to analyze the effectiveness of experimental learning methods against the improvement of the confidence of children 5-6 years old. The study uses a quantitative approach with quasi-experimental method with the design of control group pre-test – post test. The results of the study showed an increase in self-confidence seen from the average difference between pre-test and post-test values in the experimental class of 33%. Then performed gain normalization test or test the effectiveness of experimental learning methods, the test results obtained a score of 72% in the category quite effective. Thus, it can be concluded that experimental learning methods are quite effective in increasing the self-confidence of children aged 5-6 years. Abstrak. Anak sosok penuh imajinasi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tidak semua anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengeksplor kemampuannya. Akibatnya, masih ada anak yang merasa ragu, kadang putus asa, menghindari orang lain, merasa pesimis, kurang optimis, kurang kreatif, dan rendah kepercayaan dirinya. Sesungguhnya, kepercayaan diri anak diperoleh dari interaksi anak dengan lingkungannya. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun dan menganalisis efektivitas metode pembelajaran eksperimen terhadap peningkatan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan desain control group pre test-post test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri dilihat dari selisih nilai rata-rata pre test-post test pada kelas eksperimen sebesar 33%. Kemudian dilakukan uji normalisasi gain untuk uji efektivitas metode pembelajaran eksperimen, hasil pengujian tersebut diperoleh nilai sebesar 72% dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran eksperimen cukup efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun.
Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Panca Indah Agistiana; Enoh; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9222

Abstract

Abstract. Emotional intelligence is something that parents need to pay attention to because it affects children's development. This study aims to determine the emotional intelligence of children in Pembina Pagelaran Public Kindergarten, Pringsewu Regency, Lampung Province. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected through interviews with parents of class A1 children at Pembina Pagelaran Public Kindergarten, Pringsewu Regency, Lampung Province, and direct observation in the school environment and using documentation. Data analysis follows the procedure of data collection, data reduction, data presentation, conclusion, and verification. Based on these results it is stated that emotional intelligence is still in the BB category (Not Developed), then the role of parents in developing children's emotional intelligence in Pembina Pagelaran Public Kindergarten, Pringsewu Regency, Lampung Province has been carried out properly, namely parents will advise, entertain children, forgive each other, share, and express gratitude to others. Parents already understand that actually parents have an empathetic role in helping the growth and development of children. Abstrak. Kecerdasan emosional merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua sebab hal ini berpengaruh terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan emosional anak di TK Negeri Pembina Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua anak kelas A1 di TK Negeri Pembina Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, dan observasi langsung dilingkungan sekolah serta menggunakan dokumentasi. Analisis data mengikuti prosedur pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan verfikasi. Berdasarkan hasil ini menyatakan bahwa kecerdasan emosional masih pada kategori BB (Belum Berkembang), kemudian peran orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak di TK Negeri Pembina Pagelaran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung sudah dilaksanakan dengan baik , yaitu orang tua akan menasehati, membiasakan anak saling memaafkan saling berbagi, dan mengucapkan terimakasih kepada orang lain. Orang tua sudah memhami bahwa sebenarnya orang tua memiliki empati peranan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak anak.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bermain dengan Alat Permainan Edukatif di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Zahra Nada Nabila; Aep Saepudin; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9236

Abstract

Abstract. This research was carried out based on the problems that existed in the children of Group B of Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency, namely the suboptimal independence of children. Therefore, learning stimulation is needed which can be an alternative to increasing children's independence, one of which is through the playing method using Educational Game Tools in Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency. This type of research uses Classroom Action Research along with observational data collection techniques, interviews, and documentation. The research location was at Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency with 14 children participating. Preliminary research results show that most children are still in the undeveloped category. At the end of cycle I to the end of cycle II, most of the children were in the starting to develop and developing as expected category. Learning through playing with educational game tools can increase the independence of Group B children in Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang ada pada anak-anak Kelompok B TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, yaitu ketidakoptimalan kemandirian anak. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembelajaran yang dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemandirian anak, salah satunya melalui metode bermain dengan menggunakan Alat Permainan Edukatif di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas disertai teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian bertempat di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dengan partisipan sebanyak 14 orang anak. Hasil penelitian awal menunjukkan sebagian besar anak masih berada pada kategori belum berkembang (BB). Pada akhir siklus I hingga akhir siklus II, sebagian besar anak berada pada kategori mulai berkembang (MB) dan berkembang sesuai harapan (BSH). Pembelajaran melalui bermain dengan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kemandirian anak Kelompok B TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang.