cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 91 Documents
Implementasi Pengembangan Motorik Kasar pada Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional TK Azizah Inten Novianti, Lanie; Rachmah, Huriah; Hakim, Arif
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20482

Abstract

Abstract. This study aims to describe the implementation of gross motor development in early childhood through traditional games at TK Azizah. Traditional games such as engklek are used as a learning medium to develop gross motor skills in children aged 5–6 years. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that planning is carried out collaboratively by teachers, principals, and the curriculum team. The implementation involves stages such as introduction of the game, giving instructions and examples, playing activity, and evaluation. The obstacles faced include children's low initial interest due to the influence of gadgets, limited space, short activity time, and lack of parental involvement. However, the results show improvement in children's gross motor skills such as balance, coordination, muscle strength, and self-confidence. The engklek game also proves effective in instilling cultural and social values. Therefore, the application of traditional games in early childhood education needs to be continuously supported and developed. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pengembangan motorik kasar pada anak usia dini melalui permainan tradisional di TK Azizah. Permainan tradisional seperti engklek digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru, kepala sekolah, dan tim kurikulum. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tahapan pengenalan permainan, pemberian instruksi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hambatan yang ditemui meliputi rendahnya minat awal anak karena pengaruh gadget, keterbatasan ruang, waktu, serta kurangnya keterlibatan orang tua. Namun, hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak, seperti keseimbangan, koordinasi, kekuatan otot, dan kepercayaan diri. Permainan engklek juga terbukti efektif dalam menanamkan nilai budaya dan sosial. Oleh karena itu, penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini perlu terus didukung dan dikembangkan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Flash Card pada Kelompok Belajar TK B Usia 5-6 Tahun Ayunda Fauziah, Najma; Erhamwilda, Erhamwilda; Hakim, Arif
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20858

Abstract

Abstract. This study aims to improve early reading skills among children aged 5–6 years in TK B learning groups through the use of flash card media. The research employed a quasi-experimental method with a pre-test and post-test design. The study subjects consisted of two groups: an experimental group that used flash cards and a control group that applied conventional teaching methods. The findings revealed a significant improvement in early reading skills among children in the experimental group following the implementation of flash cards. In contrast, the control group showed only minimal improvement in the post-test results. Based on data analysis, it can be concluded that the use of flash cards is significantly effective in enhancing early reading skills in young children. This study is expected to contribute to the development of reading instruction methods in early childhood education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di kelompok belajar TK B melalui penggunaan media flash card. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan flash card dan kelompok control yang menggunakan metode pembelajaran konvensional Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca permulaan anak setelah penggunaan media flash card. Sebaliknya, kelompok control post-test menunjukkan peningkatan yang minimal. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flash card secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran membaca pada pendidikan anak usia dini.
Penerapan Penggunaan Metode Bercerita dengan Boneka Jari untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini Utami, Rani; Sobarna, Ayi; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20934

Abstract

Abstract. This research was motivated by preliminary findings indicating low listening skills in 20 early childhood students in Class B of Inten Sewu Kindergarten due to limited facilities, inadequate learning media, and suboptimal implementation of learning strategies. Based on these conditions, the researcher designed a classroom action research with the aim of evaluating the effectiveness of the storytelling method using finger puppets in improving the listening skills of children aged 5–6 years. The current research involved 20 students from the 2022–2023 academic year as research subjects and was carried out through three action cycles, each covering the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The method used in this study combined qualitative and quantitative approaches to obtain valid and factual data regarding the development of children's listening skills. The results showed that the implementation of the storytelling method using finger puppets significantly improved the listening skills of early childhood students in Class B of Inten Sewu Kindergarten, indicated by increased attention to the teacher during storytelling, concentration on the material, the ability to recognize characters and storylines, as well as skills in answering questions and expressing the content of the story orally. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal yang menunjukkan rendahnya kemampuan menyimak pada 20 anak usia dini di Kelas B TK Inten Sewu yang disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, media pembelajaran yang kurang mendukung, serta penerapan strategi pembelajaran yang belum optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti merancang sebuah penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode bercerita menggunakan boneka jari dalam meningkatkan keterampilan menyimak anak usia 5–6 tahun. Penelitian saat ini melibatkan 20 peserta didik dari tahun ajaran 2022–2023 sebagai subjek penelitian dan dilaksanakan melalui tiga siklus tindakan yang masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif guna memperoleh data yang valid dan faktual mengenai perkembangan kemampuan menyimak anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media boneka jari secara signifikan meningkatkan kemampuan menyimak anak usia dini di Kelas B TK Inten Sewu, terindikasi dari meningkatnya perhatian terhadap guru saat bercerita, konsentrasi terhadap materi, kemampuan mengenali tokoh dan jalan cerita, serta keterampilan dalam menjawab pertanyaan dan mengungkapkan isi cerita secara lisan.
Studi Kasus Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 2-3 Tahun Hidayat, Syifa Rahma
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.20363

Abstract

The high involvement of early childhoods in the use of gadgets, especially in children aged 2 to 3 years, is feared to have a negative impact on their language development. Many children are more accustomed to using gadgets than to communicating with their surroundings, which raises concern about speech delayed, insufficient vocabulary, and poor communication skills. This research is intended to gain an understanding of how patterns of use of gadgets by children and how these gadgets affest children’s language development at aged 2 to 3 years. This study utilizes qualitative methods trough a case study framework, Data were collected through in-depth interviews with parents, observations, and documentation. The study involved three children aged 2 to 3 years, each with different patterns of gadget use. These different patterns resulted in varied insights regarding the impact of gadget use on children's language development. The result of this study show that children who have used gadgets with high duration and frequency without parental assistance tend to experience problems in language development, such as speech delay, limited vocabulary, and language development. The pronunciation of sentences that are unclear and less responsive in communication. But, children who use gadgets with clear boundaries and parental guidance show more optimal language development. Gadget use affects the language development of children aged 2 to 3 years depending on the duration of use, type of content accessed, and the involvement of parents during gadget use.
Penerapan Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Menggunakan Boneka untuk Meningkatkan Pengetahuan Anak Tentang Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan pada Bagian Tubuh 10030218016, Raden Ashri Salsabila; Erhamwilda; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i1.23700

Abstract

Abstract. This research aims to determine the effectiveness of storytelling using puppet media in introducing sex education to early childhood. Sex education is important to be introduced from an early age in a simple, age-appropriate, and developmentally suitable manner so that children can understand their bodies, learn self-protection, and recognize appropriate and inappropriate touches. The background of this study is the lack of children's understanding of private body parts and the limited availability of suitable educational media to address this sensitive topic. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a pretest-posttest control group design. The subjects were Group B children at Madrasah Roudhotul Fawaid, divided into two groups: the experimental group received treatment using storytelling with puppet media, while the control group received treatment using storytelling with flash card. Data were collected through structured observation using assessment instruments covering five key aspects of basic sex education: identifying private body parts, recognizing good and bad touches, knowing whom to report to, understanding body boundaries and self-protection, and recognizing gender differences in a simple way. The results showed a significant increase in the understanding of children in the experimental group after the treatment. Statistical analysis indicated a significance value of 0.000 < 0.05, meaning the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Therefore, it can be concluded that storytelling using puppet media is effective in introducing sex education to early childhood. Keywords: sex education, early childhood, storytelling method, puppet media, self-awareness. Abstrak. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita men ggunakan media boneka dalam mengenalkan pendidikan seks kepada anak usia dini. Pendidikan seks penting dikenalkan sejak dini secara tepat, sederhana, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, agar mereka dapat memahami tubuhnya, menjaga diri, serta mengetahui batasan sentuhan yang pantas dan tidak pantas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman anak terhadap bagian tubuh pribadi dan keterbatasan media pembelajaran yang sesuai dalam mengenalkan topik sensitif ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah anak kelompok B Madrasah Roudhotul Fawaid yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan metode bercerita menggunakan media boneka, dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen penilaian yang mencakup lima aspek pemahaman dasar pendidikan seks: mengenal bagian tubuh pribadi, mengenal sentuhan baik dan tidak baik, mengetahui kepada siapa harus mengadu, menjaga diri dan batas tubuh, serta mengenali perbedaan jenis kelamin secara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman anak kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan statistik yang menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita menggunakan media boneka efektif dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini. Kata kunci: pendidikan seks, anak usia dini, metode bercerita, media boneka,kesadaran diri.
Analisis Konseptual Stimulasi Wicara Anak Usia Dini melalui Pendekatan Deep Learning Abdul Fattah Al Mubdi; Silmi Kapatan Inda Robby
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i1.23451

Abstract

Abstract. Speech stimulation in early childhood is crucial for optimal language development. However, traditional approaches often face limitations in providing personalized and adaptive interventions. This conceptual analysis explores the potential integration of deep learning approaches in early childhood speech stimulation. The study employs a literature review methodology, analyzing recent publications from 2020-2025 regarding deep learning applications in speech therapy and early childhood education. Key findings indicate that deep learning techniques, particularly Recurrent Neural Networks (RNN) and Convolutional Neural Networks (CNN), demonstrate significant potential in: (1) automatic speech pattern recognition, (2) real-time pronunciation assessment, and (3) personalized intervention recommendations. The conceptual framework developed in this study proposes an integrated model combining speech recognition technology, natural language processing, and adaptive learning systems. This research concludes that deep learning-based approaches offer promising solutions for enhancing speech stimulation effectiveness in early childhood, though careful consideration of ethical implications, data privacy, and age-appropriate implementation strategies remains essential. Future research should focus on empirical validation and practical implementation guidelines. Abstrak. Stimulasi wicara pada anak usia dini merupakan aspek krusial dalam pengembangan kemampuan berbahasa yang optimal. Namun, pendekatan tradisional sering menghadapi keterbatasan dalam menyediakan intervensi yang personal dan adaptif. Analisis konseptual ini mengeksplorasi potensi integrasi pendekatan pembelajaran deep learning dalam stimulasi wicara anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metodologi kajian literatur dengan menganalisis publikasi terkini periode 2020-2025 mengenai aplikasi deep learning dalam terapi wicara dan pendidikan anak usia dini. Temuan utama menunjukkan bahwa teknik deep learning, khususnya Recurrent Neural Networks (RNN) dan Convolutional Neural Networks (CNN), menunjukkan potensi signifikan dalam: (1) pengenalan pola bicara otomatis, (2) penilaian pelafalan secara real-time, dan (3) rekomendasi intervensi yang dipersonalisasi. Kerangka konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini mengusulkan model terintegrasi yang menggabungkan teknologi pengenalan suara, pemrosesan bahasa alami, dan sistem pembelajaran adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis deep learning menawarkan solusi menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas stimulasi wicara pada anak usia dini, meskipun pertimbangan cermat terhadap implikasi etis, privasi data, dan strategi implementasi yang sesuai usia tetap esensial. Penelitian mendatang perlu fokus pada validasi empiris dan pedoman implementasi praktis.
Implementasi Pembelajaran Bilingual Untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Al Biruni Kota Bandung Lia Yulistia Dewi Wibowo 10030222019
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23758

Abstract

Abstarct. This study is motivated by the importance of developing English language skills from an early age as a foundation for facing 21st-century global communication challenges. Despite its strategic role, the general English proficiency of Indonesian society remains in the low category. This research aims to describe in depth the planning, implementation, evaluation, results, and obstacles of bilingual learning at TK Al Biruni Bandung. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that: (1) Planning is systematically designed through an internal foundation curriculum integrated into theme-based teaching modules. (2) Implementation is carried out in three stages (opening, core, closing) using interactive methods and gamification techniques (star point system) to motivate children. (3) Evaluation is conducted continuously using direct observation, checklists, and video documentation. (4) Results show that children's English skills are in the "developing" category, with receptive skills being more dominant than spontaneous expression. (5) Primary obstacles include diverse initial language backgrounds and variations in children's confidence levels. In conclusion, adaptive and interactive bilingual learning effectively supports the development of speaking skills in children aged 5-6. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini sebagai fondasi menghadapi tantangan komunikasi global abad ke-21. Meskipun memiliki peran strategis, tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat Indonesia secara umum masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil, serta hambatan dalam implementasi pembelajaran bilingual di TK Al Biruni Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan disusun secara sistematis melalui kurikulum internal yayasan yang diintegrasikan ke dalam modul ajar berbasis tema. (2) Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap (pembukaan, inti, penutup) dengan metode interaktif dan teknik gamifikasi (sistem poin bintang) untuk memotivasi anak. (3) Evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan menggunakan observasi langsung, daftar ceklis, dan dokumentasi video. (4) Hasil menunjukkan kemampuan bahasa Inggris anak berada pada kategori "berkembang", dengan kemampuan reseptif yang lebih dominan dibandingkan ekspresi spontan. (5) Hambatan utama meliputi perbedaan latar belakang bahasa awal serta variasi kepercayaan diri anak. Kesimpulannya, pembelajaran bilingual yang adaptif dan interaktif efektif mendukung pengembangan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD DI KELURAHAN TAMANSARI KECAMATAN BANDUNG WETAN KOTA BANDUNG Hermayanti Purnama Sari 10030222033; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23778

Abstract

This study aims to determine the levels of psychological well-being and professional competence, as well as the relationship between these two variables, among early childhood education (PAUD) teachers in Tamansari Urban Village, Bandung Wetan District, Bandung City. The study employs a quantitative approach using a correlational method. The sample consists of 48 PAUD teachers, selected using a saturated sampling technique. Data were collected via a Likert-scale questionnaire that had undergone validity and reliability testing. Data analysis involved descriptive analysis, normality testing, linearity testing, Pearson Product-Moment correlation analysis, and the calculation of the coefficient of determination. The results indicate that the levels of psychological well-being and professional competence among the PAUD teachers fall into the moderate category. Furthermore, a positive and significant relationship exists between psychological well-being and professional competence. These findings suggest that teachers with higher levels of psychological well-being tend to possess higher levels of professional competence. Therefore, enhancing teachers' psychological well-being should be a priority in efforts to support the development of professional competence among PAUD teachers.
POLA PENGASUHAN ORANG TUA GENERASI Z TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI (5-6 TAHUN) Amelia Listianti Putri 10030222010
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23864

Abstract

Abstract. Generation Z parents grew up in the digital era and bring a different parenting approach than previous generations, particularly in supporting the social-emotional development of early childhood. This study aims to examine the social-emotional parenting patterns implemented by Generation Z parents toward early childhood (5-6 years old) at RA Al-Islamiyah, Bandung Regency. The study used a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through semi-structured interviews with four Generation Z parents and two classroom teachers, direct observation, and documentation of learning activities. The results show: (1) the main values underlying parenting are empathy and role modeling, while the parenting principles include open communication, positive discipline, mindful parenting, and active parental involvement; (2) forms of implementation include emotion coaching, dialogue-based discipline, active involvement, technology mediation (digital parenting), behavioral modeling, and mindful parenting; (3) the main obstacles are inconsistency in parenting practice, poorly controlled technology use, and social pressure from digital media, while the efforts to overcome them include improving parenting literacy, wise digital parenting, open communication, and strengthening emotional involvement. Overall, the children's social-emotional development ranges from Beginning to Developing as Expected, indicating a positive impact of Generation Z parenting patterns. Keywords: Parenting Patterns, Generation Z Parents, Social-Emotional Development, Early Childhood. Abstrak. Orang tua Generasi Z tumbuh di era digital dan membawa pendekatan pengasuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya, khususnya dalam menunjang perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola pengasuhan sosial emosional yang diimplementasikan oleh orang tua Generasi Z terhadap anak usia dini (5-6 tahun) di RA Al-Islamiyah Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada empat orang tua Generasi Z dan dua guru kelas, observasi langsung, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai utama yang melandasi pengasuhan adalah empati dan keteladanan, sedangkan prinsip pengasuhan mencakup komunikasi terbuka, disiplin positif, mindful parenting, dan keterlibatan aktif orang tua; (2) bentuk penerapan pengasuhan meliputi pendampingan emosi, disiplin berbasis dialog, keterlibatan aktif, mediasi teknologi (digital parenting), keteladanan perilaku, dan pengasuhan sadar; (3) hambatan utama mencakup ketidakkonsistenan pola asuh, penggunaan teknologi yang kurang terkontrol, dan tekanan sosial dari media digital, serta upaya mengatasinya meliputi peningkatan literasi parenting, penerapan digital parenting yang bijak, komunikasi terbuka, dan penguatan keterlibatan emosional. Secara keseluruhan, perkembangan sosial emosional anak berada pada rentang Mulai Berkembang hingga Berkembang Sesuai Harapan, yang mengindikasikan dampak positif pola pengasuhan orang tua Generasi Z. Kata Kunci: Pola Pengasuhan, Orang Tua Generasi Z, Sosial Emosional, Anak Usia Dini.
Pengaruh Pola Asuh terhadap Keterampilan Membantu Diri Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Persepsi Orang Tua di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Kota Bandung Alifia Fitriyanti 10030222022; Arif Hakim; Sobar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23884

Abstract

Abstract. This study aimed to find out the picture of parental parenting, the level of self-help skills of children aged 5-6 years, and the influence of parental parenting on the self-help skills of children aged 5-6 years. The research used a quantitative approach with a survey method. The research subjects consisted of 86 parents of group B students at Aisyiyah Kindergarten 14, Aisyiyah Kindergarten 24, Aisyiyah Kindergarten 9, and Aisyiyah Kindergarten 4 Bandung City for the 2025/2026 Academic Year. The data collection technique used a Likert scale questionnaire which was analyzed using the help of the SPSS Statistics version 27 program. The results of the study showed that the majority of parents implemented a democratic parenting style and children's self-help skills were mostly in the medium category. This study also showed that parental parenting had an effect on the self-help skills of children aged 5-6 years. Partially, democratic parenting had a positive influence on children's self-help skills while permissive parenting had a negative effect. Meanwhile, authoritarian patterns did not show a significant influence on children's self-help skills. Parental parenting contributed 31.6% to children's self-help skills, while the rest was influenced by other factors outside the study. This research implied the importance of implementing parenting style through independent habituation, good communication, and appropriate mentoring so that children's self-help skills can develop optimally.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua, tingkat keterampilan membantu diri anak usia 5-6 tahun, serta pengaruh pola asuh orang tua terhadap keterampilan membantu diri anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari 86 orang tua peserta didik kelompok B di TK Aisyiyah 14, TK Aisyiyah 24, TK Aisyiyah 9, dan TK Aisyiyah 4 Kota Bandung Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert yang dianalisis menggunakan bantuan program SPSS Statistik versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis dan keterampilan membantu diri anak sebagian besar berada pada kategori sedang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap keterampilan membantu diri anak usia 5-6 tahun. Secara parsial, pola asuh demokratis memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan membantu diri anak sedangkan pola asuh permisif berpengaruh negatif. Sementara itu, pola otoriter tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan membantu diri anak. Pola asuh orang tua memberikan kontribusi sebesar 31,6% terhadap keterampilan membantu diri anak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penerapan pola asuh melalui pembiasaan mandiri, komunikasi yang baik, dan pendampingan yang sesuai agar keterampilan membantu diri anak dapat berkembang secara optimal.

Page 9 of 10 | Total Record : 91