cover
Contact Name
Rohmayanti
Contact Email
bnur@unimma.ac.id
Phone
+6282226870730
Journal Mail Official
bnur@unimma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang Jln. Mayjend Bambang Soegeng KM.5, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang, Jawa Tengah (56172) Telp/Fax: (0293) 32694
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Borobudur Nursing Review
ISSN : -     EISSN : 27770788     DOI : 10.31603/bnur
Core Subject : Health,
Aim Borobudur Nursing Review (BNUR) provides a forum for scholars in nursing field to share their works and research about health care delivery, organization, management, workforce, policy, and research method that relevant to nursing. BNUR aims to support evidence based that can be enriched the practice and policy in nursing field by publishing research, review, critical discussion, and case report of the highest standard. Scope Borobudur Nursing Review will accept articles that focus on medical-surgical nursing, maternity nursing, pediatric nursing, psychiatric nursing, emergency nursing, nursing management, community nursing, gerontology nursing/aged care, palliative care nursing, critical nursing, and holistic nursing. Reports of original work, research, policy papers, reviews, and insightful opinion that related to nursing studies will be published in this journal.
Articles 85 Documents
Peran Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien PRB di Klinik Blimbing Malang Nizam, Moh. Syahrul; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16688

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit kronis, khususnya pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun, ketidakpatuhan masih menjadi tantangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien PRB di Klinik Blimbing Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 73 pasien PRB dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Variabel independen adalah tingkat pendidikan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Analisis menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (82,2%). Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p = 0,003), sedangkan variabel lain tidak menunjukkan hubungan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan yang memengaruhi perilaku kepatuhan. Oleh karena itu, penguatan edukasi pasien diperlukan untuk mengoptimalkan hasil terapi.
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Risiko Gaya Hidup Multipel pada Pasien Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer: Studi Cross-Sectional di Indonesia Ali, Sugandi; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16916

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan perilaku gaya hidup tidak sehat dapat memperburuk luaran penyakit. Identifikasi faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan Risiko gaya hidup multipel penting untuk mendukung pengembangan intervensi yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosiodemografi dan Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan memanfaatkan data sekunder dari UPT Puskesmas Ome selama periode 2025–2026. Sebanyak 50 pasien tuberkulosis dilibatkan dalam penelitian ini. Risiko gaya hidup multiple didefinisikan sebagai adanya kombinasi perilaku merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik rendah. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25.0 melalui statistik deskriptif, uji Chi-square, dan uji Fisher’s exact. Sebagian besar responden merupakan kelompok dewasa (90,0%), laki-laki (54,0%), bekerja (60,0%), dan termasuk dalam kategori risiko tinggi gaya hidup multipel (66,0%). Jenis kelamin (p < 0,001) dan status pekerjaan (p < 0,001) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan risiko gaya hidup multipel. Pasien laki-laki dan pasien yang bekerja lebih cenderung memiliki perilaku hidup berisiko tinggi. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan dengan risiko gaya hidup multipel. Jenis kelamin dan status pekerjaan merupakan determinan penting Risiko gaya hidup multipel pada pasien tuberkulosis. Intervensi berbasis perilaku dan gaya hidup perlu diprioritaskan terutama pada pasien laki-laki dan pasien yang bekerja guna meningkatkan keberhasilan pengelolaan tuberkulosis dan luaran kesehatan pasien.
Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Gaya Hidup dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia Budiman, Cindria; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16917

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi serta gaya hidup. Namun, bukti mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat hipertensi pada lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dan gaya hidup dengan derajat hipertensi pada lansia di pusat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis di Puskesmas Gogagoman pada April 2026. Sebanyak 68 lansia dengan hipertensi dilibatkan dalam penelitian ini. Variabel sosiodemografi meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan status pekerjaan, sedangkan faktor gaya hidup meliputi kebiasaan merokok, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 dengan uji Chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (66,2%), berusia 60–69 tahun (88,2%), dan mengalami hipertensi stadium 1 (77,9%). Kebiasaan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat hipertensi (p<0,001), di mana perokok menunjukkan proporsi hipertensi stadium 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan non-perokok. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, maupun aktivitas fisik (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berhubungan dengan peningkatan derajat hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, penguatan program berhenti merokok, modifikasi gaya hidup, dan pemantauan hipertensi secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan primer sangat penting untuk mengurangi komplikasi hipertensi pada populasi lansia.
Efektivitas Model Pembelajaran Disaster Nutrition Community-Based Learning (DNCBL) dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Kedokteran tentang Manajemen Gizi Bencana: Studi Kuasi-Eksperimental Putra Nagaring, Sulaiman; Yusuf, Zuhriana K; Nuryana, Riska; Mulyadi, Jesica; Lahay, Sitty Fadhilla Fitrianty
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16923

Abstract

Abstract Introduction: Disaster nutrition management is an important competency for medical students, particularly in disaster-prone areas where vulnerable groups are at risk of nutritional problems due to limited access to food and health services. The Disaster Nutrition Community-Based Learning (DNCBL) model was developed as an educational innovation that integrates disaster nutrition concepts, community-based learning, case discussion, and contextual problem solving. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of the DNCBL model in improving medical students’ understanding of disaster nutrition management. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study was conducted among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Negeri Gorontalo, in the 2025/2026 academic year. Data were collected using pre-test and post-test instruments and analyzed descriptively and inferentially using a paired sample t-test. Results: The mean score increased from 14.20 ± 1.166 before the intervention to 14.79 ± 0.581 after the intervention. The number of students achieving the maximum score increased from 35 students (57.4%) to 52 students (85.2%). The paired sample t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000). Conclusion: The DNCBL model was effective in improving medical students’ understanding of disaster nutrition management and may serve as an innovative learning approach in disaster-related medical education.
Hubungan Penerapan  Australasian Triage Scale  dengan  Response Time Perawat di Instalasi Gawat Darurat Aulia, Salshabilla Ramadhisa; Hidayah, Nurul; Purborini, Nurul
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16947

Abstract

Background: The Emergency Department (ED) is a vital hospital unit that provides prompt and accurate care for patients in critical condition. The Australasian Triage Scale (ATS) classifies patients according to the severity of their condition, and accurate implementation can reduce nurses’ response times and improve service quality. At the ED of Tidar regional public hospital Magelang, nurses’ understanding of ATS is generally good; however, its application is not always consistent. Objective: The objective of this study is to investigate the correlation between the implementation of the Australasian Triage Scale (ATS) and nurses response time at the Emergency Department of Tidar regional public hospital Magelang. Method: This quantitative study employed a correlational observational design. A total of 33 ED nurses were selected using total sampling. Data were collected through observation and questionnaires, analyzed descriptively using univariate analysis for respondent characteristics, and tested using the Lambda correlation in bivariate analysis. Results: Most respondents were aged 26–45 years (93.9%), male (75.8%), held a Diploma in Nursing (93.9%), and had more than two years of work experience (100%). The majority demonstrated accurate ATS implementation (87.9%), and most had very fast response times (60.6%). Bivariate analysis revealed a significant correlation between ATS implementation and nurses’ response time (p = 0.033; r = 0.471), indicating a moderate positive relationship. Conclusion: There is a significant positive correlation between accurate ATS implementation and faster nurse response times. Improved ATS application contributes to enhanced quality and patient safety in the Emergency Department.