cover
Contact Name
Marssel Michael Sengkey
Contact Email
mmsengkey@unima.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikopedia@unima.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/psikopedia/editorialboard
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
PSIKOPEDIA : Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27746836     DOI : https://doi.org/10.36582/pj.v2i4
Jurnal Psikopedia is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikopedia accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles 217 Documents
PENGARUH FEAR of MISSING OUT TERHADAP IMPULSIVITAS PEMBELIAN PADA WANITA DEWASA AWAL DI KOTA TOMOHON Timban, Meily C. M.; Tiwa, Tellma M.; Lovihan, Mike A. K.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fear of missing out terhadap impulsivitas pembelian pada wanita dewasa awal di Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 110 subjek yang menggunakan teknik pengambilan data yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat FoMO dan impulsivitas pembelian. Uji Validitas pada variabel fear of missing out ditemukan 20 item valid dan pada variabel impulsivitas pembelian ditemukan 19 item valid. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari fear of missing out terhadap impulsivitas pembelian pada wanita dewasa awal di Kota Tomohon, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 13.728 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 yang artinya semakin tinggi fear of missing out pada seseorang, maka semakin tinggi pula seseorang melakukan impulsivitas pembelian, dan sebaliknya.
PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII PADA SMKS KATOLIK SANTA FAMILIA TOMOHON Evangelina, Chrismara; Lumapow, Harol R.; Kapahang, Gloridei L.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap kesiapan kerja pada siswa kelas XII di SMKS Katolik Santa Familia Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana populasi penelitian berjumlah 119 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert, yang mengukur tiga dimensi efikasi diri dan enam aspek kesiapan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan kerja dengan koefisien determinasi sebesar 51,1%. Ini berarti lebih dari setengah variabel kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh efikasi diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa efikasi diri memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan siswa SMK untuk memasuki dunia kerj
PSYCHOLOGYCAL WELL-BEING KORBAN PELECEHAN SEKSUAL WANITA DEWASA AWAL DI KELURAHAN MATANI 2 KOTA TOMOHON Sahabat, Evita V.; Rindengan, Mersty E.; Naharia, Melkian
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi psychological well-being pada wanita dewasa awal yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh anggota keluarga di Kelurahan Matani 2, Kota Tomohon. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesejahteraan psikologis korban berdasarkan enam aspek psychological well-being yang dikemukakan oleh Carol D. Ryff, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, pengembangan diri, dan tujuan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu subjek utama dan dua informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun subjek pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecil, ia mampu membangun kembali kesejahteraan psikologisnya melalui refleksi diri, dukungan sosial, dan keterlibatan dalam aktivitas positif. Proses penerimaan diri dan dukungan lingkungan sosial terbukti berperan penting dalam pemulihan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemulihan korban pelecehan seksual dan menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang mendukung penguatan aspek-aspek psychological well-being korban.
PENERIMAAN DIRI PADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Saing, Sitti R.; Mandang, Jofie H.; Sengkey, Stevi B.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerimaan diri pada korban yang pernah mengalami kekerasan seksual. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi, di mana data yang dikumpulkan melalui  wawancara yang mendalam pada subjek. Subjek pada penelitian ini berjumlah dua orang yakni perempuan yang pernah menjadi korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan diri pada kedua subjek memiliki penerimaan diri yang berbeda-beda. Penerimaan diri setelah mengalami kekerasan seksual ditunjukan oleh setiap subjek dalam penelitian ini adalah subjek cantik menunjukan tingkat penerimaan diri yang baik, sedangkan subjek budo menunjukan tingkat penerimaan diri yang cukup. Proses penerimaan diri ini terbukti penting dalam membantu subjek untuk mengatasi dampak psikologis dari pengalaman traumatis dan membangun kembali kepercayaan diri mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika penerimaan diri pada korban kekerasan seksual dan menekankan pentingnya dukungan sosial serta intervensi psikologis yang dapat memperkuat proses pemulihan pada korban.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP WORK-LIFE BALANCE GURU SD DI PULAU LEMBEH UTARA Tumei, Cindy C. N.; Mandang, Jofie H.; Kapahang, Gloridei L.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap work-life balance. Penelitian ini dilakukan pada guru sekolah dasar di pulau Lembeh Utara, Kota Bitung. Dengan sampel sebanyak 87 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dukungan sosial keluarga dan work-life balance dengan skala 4 poin untuk menjawab pertanyaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis regresi linear sederhana. Mengacu kepada analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai R Squere sebesar 0,260 yang artinya pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap work-life balance pada guru SD di Pulau Lembeh Utara sebesar 26,0% dan berada pada kategori lemah sedangkan sisanya 74,0% dijelaskan faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini. Hasilnya, dari 87 responden yang dijadikan sampel menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berpengaruh positif terhadap work-life balance.
PENERIMAAN DIRI PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL YANG DILAKUKAN OLEH KELUARGA (INCEST) Rantung, Vichela G.; Mandang, Jofie H.; Sengkey, Marssel M.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i2.12043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai penerimaan diri dari korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga. Subjek dari penelitian ini adalah seorang Perempuan berinisial UR (18) yang merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakeknya yang juga merupakan ayahnya yang melecehkan subjek sehingga melahirkan seorang anak. Penelitian ini dilakukan di sekretariat Yayasan Meiva Ervina Warokka, Kelurahan Watulambot, Kabupaten Minahasa, tempat subjek direhabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan aspek-aspek penerimaan diri yang dikemukakan oleh Hurlock (2015) dengan hasil yaitu 1. Merasa puas terhadap diri sendiri, ataupun bangga terhadap diri sendiri, subjek bangga bisa melewati masa-masa sulitnya selama lebih dari tujuh bulan setelah proses rehabilitasi yang dilakukan oleh subjek. 2. Tidak prihatin akan adanya reaksi sosial, subjek sudah bisa berinteraksi dengan orang lain, serta subjektif dalam menerima dan merespons kritik dari orang lain terhadap dirinya maupun keluarganya. 3. Memiliki kemandirian, subjek mampu untuk melakukan dan menjalankan aktivitas yang bisa dilakukannya sendiri tidak bergantung pada orang lain. 4. Menghargai diri subjek memperhatikan dirinya sendiri seperti mempunyai aktivitas yang disukainya, merancangkan masa depannya, dan mampu mengerjakan sesuatu.
DINAMIKA PENERIMAAN DIRI ORANG TUA YANG MENIKAHKAN ANAKNYA DENGAN PELAKU KEKERASAN SEKSUAL (STUDI KASUS DI KELURAHAN MAHAKERET TIMUR) Halid, Eliana; Solang, Deetje J.; Naharia, Melkian
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.11721

Abstract

The purpose of this study is to determine and describe the dynamics of parental acceptance of marrying off their children to people who commit sexual violence against their children. This research method uses a qualitative research approach with a phenomenological study. The implementation of the research will be carried out sequentially and structured. It will be carried out within a period of 1-2 months. Located at the subject's residence in Mahakeret Timur Village, Wenang District, Manado City. The data collection technique will use research instruments. The research instruments are considered appropriate to the needs of this study, including observation, interviews, and documentation. Based on the results of the research analysis of the two research subjects. Subject Ros showed a good sense of equality. Because through the observations obtained, subject Ros actively socializes and almost never disagrees with anyone, which is a very good ability considering the location where the subject lives, namely Mahakeret, showing a sense of equality is one aspect of self-acceptance. Subject Ros and Edy both agree that the concept of both of them is that they have fulfilled their responsibilities towards their children, namely sending their children to school until they complete 12 years of compulsory education, even though in the end they marry young, as parents they feel they have fulfilled their responsibilities.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA ANAK BINAAN KASUS PERSETUBUHAN DENGAN ANAK Parinding, Indah N.; Lumapow, Harol R.; Sengkey, Stevi B.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebermaknaan hidup pada remaja akhir yang terlibat dengan kasus persetubuhan dengan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon. Dengan memaknai hidup, anak binaan akan merasakan arti dan tujuan hidupnya dalam menjalani kehidupan meskipun harus berada di LAPAS Anak dan dapat melanjutkan hidup dengan baik dalam masyarakat setelah masa tahanan selesai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melihat kebermaknaan hidup dengan pengalaman subjektif pada anak binaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan yakni dengan wawancara dan observasi, anak binaan dengan kasus persetubuhan anak telah mendapatkan kebermaknaan hidup selama menjalani masa pidana di LPKA II Tomohon. Anak binaan mampu menghayati kehidupannya dengan mengambil pengalaman dari kesalahan yang ditelah dilakukan di masa lalu. Adapun 6 aspek yang berpengaruh terhadap anak binaan dalam menemukan kebermaknaan hidup antara lain aspek pemahaman diri, makna hidup, pengubahan sikap, keikatan diri, kegiatan terarah, dan dukungan sosial.
ANALISIS EFIKASI DIRI PADA KARYAWAN PEDRO MANADO TOWN SQUARE Pindan, Deasy I.; Mandang, Jofie H.; Sengkey, Marssel M.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12165

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efikasi diri karyawan Pedro Manado Town Square dalam konteks industri retail fashion premium. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif karyawan. Subjek penelitian adalah dua orang karyawan yang telah bekerja selama 10 bulan, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan wawancara dengan significant others. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri karyawan terbentuk melalui empat sumber utama menurut teori Bandura: (1) pengalaman keberhasilan, (2) pengalaman orang lain, (3) persuasi sosial, dan (4) kondisi fisik dan emosional. Pengalaman kerja sebelumnya di bidang retail fashion menjadi faktor dominan dalam pembentukan efikasi diri. Efikasi diri karyawan teridentifikasi dalam tiga dimensi (level, strength, generality) dengan profil yang berbeda antara individu. Program pelatihan seperti GUEST dan Product Display Manual (PDM) memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efikasi diri melalui standardisasi keterampilan dan pengetahuan produk. Tantangan utama dalam membangun efikasi diri meliputi tekanan target penjualan, dinamika pelanggan kompleks, perubahan tren fashion, dan ekspektasi brand premium. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan teori efikasi diri pada konteks retail fashion premium dan implikasi praktis bagi manajemen Pedro dalam merancang strategi pengembangan karyawan yang efektif.
HUBUNGAN TOXIC MASCULINITY DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA LAKI-LAKI UNIVERSITAS NEGERI MANADO Bawangun, Yulia; Tiwa, Tellma M.; Kaunang, Sinta E. J.
PSIKOPEDIA Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v6i3.12169

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu, khususnya dalam pembentukan identitas dan konsep diri. Konsep diri yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang kesehatan mental, perilaku sosial yang adaptif, serta pencapaian prestasi individu. Namun, perkembangan konsep diri remaja sangat rentan dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan budaya, termasuk nilai-nilai maskulinitas yang berlaku dalam masyarakat. Stigma masyarakat mengenai maskulinitas, atau angapan bahwa laki-laki harus maco, kuat, tegas, berani dan tidak menggunakan sesuatu yang berkaitan dengan perempuan karena laki-laki yang kurang maskulin dalam situasi sosial adalah laki-laki yang dianggap lemah sehinggah mempengaruhi konsep  diri mahasiswa. Konsep diri merupakan  pendapat,  pandangan,  atau  gambaran  seseorang  terhadap  dirinya  penilain tentang diri merupakan hal penting yang diperhatikan remaja karena perasaan tidak diterima oleh orang lain akan membuat konsep diri individu rendah. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas beracun dengan konsep diri, serta juga mengetahui gambaran tingkat maskulinitas dan konsep diri pada remaja laki-laki fakultas ilmu Pendidikan dan Psikologi. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling, dan analisis data menggunakan uji parametik pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara maskulinitas beracun dengan konsep diri dengan arah hubungan yang negatif.  Kata Kunci : Maskulinitas , Konsep diri Adolescence is a critical stage in individual development, especially in the formation of identity and self-concept. A healthy self-concept serves as a vital foundation for supporting mental health, adaptive social behavior, and individual achievement. However, the development of adolescents' self-concept is highly susceptible to the influence of social and cultural environmental factors, including the prevailing values of masculinity in society. Societal stigma surrounding masculinity—such as the belief that men must be macho, strong, assertive, brave, and must not engage with anything associated with femininity—can lead to the perception that men who appear less masculine in social situations are weak, thus negatively impacting male students’ self-concept. Self-concept refers to an individual's opinion, view, or perception of themselves. This self-assessment is particularly important for adolescents, as feelings of rejection from others can lead to a low self-concept. The purpose of this study is to examine the relationship between toxic masculinity and self-concept, as well as to provide an overview of the levels of masculinity and self-concept among male students in the Faculty of Education and Psychology. The research method used is correlational, with a sample size of 100 participants selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using Pearson's parametric test. The results indicate a significant relationship between toxic masculinity and self-concept, with a negative correlation.