cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsies@unisba.ac.id
Phone
+6281214569091
Journal Mail Official
bcsies@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
ISSN : -     EISSN : 28282132     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsies.v2i2
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi Layanan Administrasi, Basis Data, Cetak biru Pelayanan, Failure Mode And Effect (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), First Come First Served, Framework for the Application of Systems Thinking (FAST), Hay Method, Human Resource Scorecard, Kuesioner 7 waste, Model tingkat aspirasi Quality Function Deployment (QFD), Model-driven development Six sigma, Multichannel Single Phase, NASA-TLX, Notasi kendall, Pelayanan, Pergudangan, Persediaan Sistem informasi, PIECES, Proses antrian, QFD (Quality Function Deployment) Lean manufacturing, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), Root Cause Analysys, Seven Tools, Sistem Antrian, Sistem Informasi, Strategi Pengembangan Model Driven, Stripping Obat Kualitas, Take Home Pay, Traffic Light System, TRIZ Kualitas, Work Sampling. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 247 Documents
Rekomendasi Perbaikan pada Proses Produksi Helm Menggunakan Pendekatan 5W+1H Isprasetyo, Nugy Nugroho; Renosori, Puti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8886

Abstract

Abstract. Efforts to maintain product quality to meet the requirements are an important preventive step in quality control. Constraints in quality control can lead to losses for the company. PT Helmindo Pratama, a helmet manufacturing company, faced challenges in quality control, especially dealing with product defects during the year 2022, with an average rate of 7.10% of its production. This research aims to identify the causes of product defects and provide recommendations for quality control improvement in the helmet production process. The method used in this research employs Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to analyze and address the defects, using the 5W+1H approach. The study identified 5 types of defects in the helmets, namely bubbles on the surface, imprecise visor positioning, low helmet durability, loose helmet strap, and detached helmet edge rubber. The defect with the highest Risk Priority Number (RPN) scored 392. Based on the research findings, several improvements are proposed for quality control in the helmet production process. These improvements include increased supervision during helmet production activities, replacement of damaged production facilities, scheduling maintenance for production facilities, and the implementation of standard operating procedures tailored to production needs. It is expected that these quality control improvements will reduce product defects in helmets, enhance product quality, and prevent losses for the company. Abstrak. Upaya menjaga kualitas produk agar sesuai ketentuan merupakan suatu langkah preventif yang penting dalam pengendalian kualitas. Kendala pada pengendalian kualitas dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. PT Helmindo Pratama, perusahaan yang memproduksi helm, mengalami kendala dalam pengendalian kualitas, terutama dalam menghadapi kecacatan produk selama tahun 2022 dengan tingkat rata-rata 7,10% dari hasil produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan produk dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam pengendalian kualitas pada proses produksi helm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis kecacatan dan perbaikan kecacatan menggunakan pendekatan 5W+1H. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 5 jenis kecacatan pada helm, yaitu bubble pada permukaan helm, posisi visor tidak presisi, durabilitas helm rendah, tali strap kendur, dan karet pinggiran helm lepas. Kecacatan dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi memiliki skor 392. Berdasarkan hasil penelitian, diusulkan beberapa perbaikan dalam pengendalian kualitas pada proses produksi helm. Perbaikan meliputi peningkatan pengawasan selama aktivitas produksi helm, penggantian fasilitas produksi yang mengalami kerusakan, penjadwalan perawatan fasilitas produksi, serta penerapan standar operasional prosedur yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Upaya perbaikan pengendalian kualitas ini diharapkan dapat mengurangi kecacatan produk helm, meningkatkan kualitas produk, dan menghindari kerugian bagi perusahaan.
Usulan Pola Shift Kerja Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja Fisik dengan Menggunakan Metode 10 Denyut Irawan, Melia Fitri; Achiraeniwati, Eri; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8922

Abstract

Abstract. Shift workers often experience complaints such as back pain, muscle aches, neck pain, fever, colds, drowsiness and often lose focus in doing their jobs. CV. Kezka Diastama is a company that produces headscarves by implementing a 6-6-6 work pattern (6 working days in the morning shift, 6 working days in the afternoon shift and 6 working days at night shift). Companies experience 6.22% of defective products, while company standards set 1%–2% defects. The highest defects occurred at the laser cut work station by 4.12%, during the night shift by 2.9%. The night shift can reduce the ability to work because working at night is very easy to get tired because the rest time is used for work. Another cause, the job demands that require operators to pursue product targets to finish on time. This condition causes complaints conveyed by operators such as back pain, muscle and neck pain, fever, colds, drowsiness and loss of focus. The aim of the study is to propose improvements to work patterns at laser cut workstations. The research method used is the quantitative method using the 10 pulse method. The results of the measurements are used to calculate energy consumption and %.Cardiovascular (CVL). The results of energy consumption measurements in the morning shift and evening shift show the operator's workload in the moderate category and for the night shift in the heavy category. The percentage of %CVL operators is in the range of 30-60% which states that all operators need improvement. Proposed improvements change the 6-6-6 work pattern to a 2-2-2 work pattern. This change in work shift patterns is expected to reduce the number of product defects produced. Abstrak. Pekerja shift sering mengalami keluhan seperti, sakit punggung, nyeri otot, nyeri leher, demam, masuk angin, mengantuk dan sering kehilangan fokus dalam melakukan pekerjaannya. CV. Kezka Diastama perusahaan yang memproduksi kerudung dengan memberlakukan pola kerja 6-6-6 (6 hari kerja shift pagi, 6 hari kerja shift sore dan 6 hari kerja shift malam). Perusahaan mengalami produk cacat sebanyak 6,22%, sedangkan standar perusahaan menetapkan kecacatan 1%–2%. Kecacatan tertinggi terjadi pada stasiun kerja laser cut Sebesar 4,12%, pada shift malam sebesar 2,9%. Shift malam dapat menurunkan kemampuan bekerja karena bekerja pada malam hari sangat mudah lelah karena waktu istirahat digunakan untuk bekerja. Penyebab lain, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan operator mengejar target produk selesai tepat waktu. Kondisi ini menyebabkan keluhan yang disampaikan oleh operator seperti, sakit punggung, nyeri otot dan leher, demam, masuk angin, mengantuk dan kehilangan focus. Tujuan penelitian memberikan usulan perbaikan pola kerja pada stasiun kerja laser cut. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif mengggunakan metode 10 denyut. Hasil dari pengukuran digunakan untuk menghitung konsumsi energi dan %.Cardiovaskular (CVL). Hasil pengukuran konsumsi energi pada shift pagi dan shift sore menunjukkan beban kerja operator pada katagori sedang dan untuk shift malam pada katagori berat. Persentase %CVL operator berada dalam rentang 30-60% yang menyatakan bahwa seluruh operator memerlukan perbaikan, Usulan perbaikan merubah pola kerja 6-6-6 menjadi pola kerja 2-2-2. Perubahan pola shift kerja ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kecacatan produk yang dihasilkan.
Penerapan Pengukuran Kinerja Untuk Peningkatan Daya Saing dengan Menggunakan Metode SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System Mardian Anggini Rachmawati; Nugraha; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8927

Abstract

Abstract. Cicalengka Dreamland is a natural tourist attraction located in Tanjungwangi Village, Cicalengka and has a land area of 69 hectares and 24 rides in it. Based on the data obtained from the observations, it is known that the number of visitors to this natural tourist spot has not increased. This also affects the amount of company revenue and the process of providing incentives to employees. The cause of this phenomenon is because the company does not innovate or add much to the rides in tourist areas. Apart from that, competitor tourist attractions have also started to appear in the area so that the competitiveness of natural tourism in Cicalengka Dreamland has also decreased. A performance measurement approach using the SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System model is used to solve these problems and integrate the company's needs from both financial and non-financial aspects. The identification process between the target and the actual condition of the company is carried out in accordance with the steps of the SMART System, namely the identification stage of objective strategies and key performance indicators (KPI), the KPI structuring stage based on 9 SMART System perspectives, the KPI weighting stage using Expert Choice 11 software, and the performance appraisal stage using the Objective Matrix (OMAX) score calculation system. By measuring performance using the SMART System, companies can identify aspects that need improvement in order to increase employee competitiveness and performance. Abstrak. Cicalengka Dreamland merupakan tempat wisata alam yang berada di Desa Tanjungwangi, Cicalengka dan memiliki luas lahan 69 hektar serta 24 wahana didalamnya. Berdasarkan data yang didapat dari hasil observasi diketahui bahwa jumlah pengunjung di tempat wisata alam ini tidak kunjung mengalami peningkatan. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan serta proses pemberian insentif pada karyawan. Penyebab terjadinya fenomena tersebut dikarenakan pihak perusahaan yang tidak banyak melakukan inovasi maupun penambahan pada wahana di kawasan wisata. Selain itu juga mulai bermunculan tempat wisata pesaing yang berada di kawasan tersebut sehingga daya saing wisata alam Cicalengka Dreamland inipun ikut menurun. Pendekatan pengukuran kinerja dengan model SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengintegrasikan antara kebutuhan perusahaan baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Proses identifikasi antara target dan kondisi aktual perusahaan ini dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SMART System yaitu tahap identifikasi strategi objektif dan key performance indicator (KPI), tahap penstrukturan KPI berdasarkan 9 perspektif SMART System, tahap pembobotan KPI dengan menggunakan bantuan software Expert Choice 11, dan tahap penilaian kinerja dengan menggunakan sistem perhitungan skor Objective Matrix (OMAX). Dengan pengukuran kinerja menggunakan SMART System ini maka perusahaan bisa mengetahui aspek yang membutuhkan perbaikan guna meningkatkan daya saing dan kinerja karyawan.
Penerapan Konsep Lean Manufactuting untuk Mengurangi Pemborosan (Waste) pada Proses Produksi di PT. Kayo Makmur Indonesia Thalitha, Inas Ayu; Prasetyaningsih, Endang; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8942

Abstract

Abstract. PT Kayo Makmur Indonesia is a company engaged in the production of spare parts for refrigerators, freezers and showcases. In carrying out the production process there are several activities that cause waste, namely the presence of defective products, rework, excessive amounts of products produced, unnecessary operator movements, transportation activities, and long production processes at the end enlargement workstation. The waste that occurs can result in the company taking longer to complete the products it produces. This research uses the Lean Manufacturing approach as an effort to reduce waste. Based on the results of waste identification using Value Stream Mapping (VSM) and E-DOWNTIME form, there are three highest types of waste, namely transportation, waiting, and defects. The waste is identified to determine the factors that cause waste. Recommendations for improvement proposals that will be made are the addition of production process transfer tools, redesigning production layouts, and designing visual work standardization. If the recommendations are implemented, the total production lead time will decrease from 16,987.98 seconds to 15,695.18 seconds. In addition, the Process Cycle Efficiency (PCE) value has increased from 51,02% to 55,22%. Abstrak. PT. Kayo Makmur Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi suku cadang untuk lemari es, freezer, dan showcase. Dalam melakukan proses produksi terdapat beberapa aktivitas yang menyebabkan pemborosan, yaitu adanya produk cacat, rework, jumlah produk yang diproduksi berlebihan, gerakan operator yang tidak diperlukan, aktivitas transportasi, serta proses produksi yang lama di stasiun kerja pembesaran ujung. Pemborosan yang terjadi dapat mengakibatkan perusahaan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan produk yang dihasilkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing sebagai upaya untuk mengurangi pemborosan. Berdasarkan hasil identifikasi pemborosan dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan formulir E-DOWNTIME, terdapat tiga jenis pemborosan tertinggi yaitu transportasi, waiting, dan defect. Pemborosan tersebut diidentifikasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan. Rekomendasi usulan perbaikan yang akan dilakukan yaitu penambahan alat bantu pemindahan proses produksi, perancangan ulang layout produksi, dan perancangan standarisasi kerja secara visual. Apabila rekomendasi usulan perbaikan tersebut diimplementasikan, maka akan menghasilkan total production lead time yang menurun dari 16.987,98 detik menjadi 15.695,18 detik. Selain itu, nilai Process Cycle Efficiency (PCE) mengalami peningkatan dari 51,02% menjadi 55,22%.
Rancangan Perbaikan Produk Filter Oil GL Untuk Meminimasi Kecacatan Menggunakan Seven Tools dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Firmansyah, Dicky; Nugraha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8950

Abstract

Abstract. CV. Grand Manufacturing Indonesia is a company engaged in manufacturing, the product produced by the company is an oil gl filter made of metal. With the fact that there are still many defective products within the company, it is necessary to improve in terms of production planning and control with the aim of identifying the factors that cause defects, preventing defects from occurring and providing appropriate quality improvement proposals to reduce defects. At the company there are several constraints from the operator or even from the machine. This resulted in several types of defects, namely dented defects, torn defects and perforated defects. The defect ratio obtained by the company averages 4% while the tolerance given is 3%. One thing that can be done by the company is to make improvements to reduce the number of product defects and find out the causes of product defects. The method chosen to be able to solve the problems above, we need a method that can reduce the level of damage. The method used to identify the causes of defects is using the Seven Tools Quality tool and using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. The causes of product defects are caused by human factors, materials, methods and machines. Based on the problems above, it is obtained that the highest value of the type of defect is the highest value of the type of dent defect caused by a careless operator with an RPN value of 245, the highest value of the type of tear defect is caused by a worn molding machine component with a value of RPN 245, the highest type of hole defect is caused by machine accuracy is reduced with an RPN value of 280. The proposed improvements given to minimize defective products are to provide supervision to operators when carrying out work, making written SOPs that are easy to understand and follow by operators as work instructions and making service schedules for machines on a regular basis.. Keywords: Quality, Seven Tools Quality, Failure Mode And Effect Analysis Abstrak. CV. Grand Manufacturing Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, produk yang dihasilkan perusahaan berupa fiilter oil gl yang terbuat dari logam. Dengan kenyataan yang terjadi didalam perusahaan masih banyaknya produk cacat sehingga perlu adanya perbaikan dari segi perencanaan dan pengendalian produksi dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan, mencegah terjadinya kecacatan dan memberikan usulan perbaikan kualitas yang tepat untuk mengurangi kecacatan. Pada perusahaan terdapat beberapa kendala dari operator atau pun dari mesin. Hal tersebut mengakibatkan beberapa jenis cacat yaitu cacat penyok, cacat sobek dan cacat berlubang. Rasio kecacatan yang didapat pada perusahaan rata-rata sebanyak 4% sedangkan toleransi yang diberikan adalah 3%. Salah satu yang dapat dilakukan perusahaan yaitu harus melakukan perbaikan untuk mengurangi jumlah kecacatan produk dan mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kecacatan produk. Metode yang dipilih untuk dapat memecahkan permasalahan diatas, maka diperlukan suatu metode yang dapat mengurangi tingkat kerusakan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kecacatan menggunakan alat Seven Tools Quality dan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penyebab kecacatan produk disebabkan oleh faktor manusia, bahan, metode dan mesin. Berdasarkan permasalah diatas maka didapatkan nilai kecacatan terbasar yaitu nilai jenis cacat penyok yang tertinggi di sebabkan oleh operator kurang teliti dengan nilai RPN 245, nilai jenis cacat sobek yang tertinggi disebabkan oleh komponen mesin cetak aus dengan nilai RPN 245, jenis cacat berlubang yang tertinggi disebabkan oleh akurasi mesin berkurang dengan nilai RPN 280. Usulan perbaikan yang diberikan untuk meminimasi produk cacat adalah memberikan pengawasan kepada operator pada saat melakukan pekerjaan, pembuatan SOP secara tertulis yang mudah dipahami dan diikuti oleh operator sebagai petunjuk kerja dan membuat jadwal servis untuk mesin secara berkala. Kata Kunci: Seven Tools Quality, Failure Mode And Effect Analysis.
Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders pada Stasiun Kerja Pencetakan Produk Ubin Tempel Repansah, Gusti Deka; As’ad, Nur Rahman
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8984

Abstract

Abstract. Posko Suara Tanah is a home industry company operating in Majalengka Regency, specializing in the production of pottery according to customer demand. The pottery-making process is still carried out traditionally, especially at the tile molding workstation, resulting in two workers experiencing pain and discomfort in various parts of their bodies. These complaints are caused by the manual and repetitive nature of the molding activities. Additionally, the discomfort is also attributed to the non-ergonomic work methods employed by the operators, particularly due to inadequate work facilities. For instance, there is no table that forces the operators to sit hunched over with improper chairs, leading to a curved back and bent legs for both operators. The objective of this research is to design a molding workstation that can improve the operators' body posture, reduce repetitive movements, alleviate complaints and work-related risks, and enhance productivity. In this study, the Nordic Body Map (NBM) questionnaire was used to assess the level of bodily complaints among the operators, and the Assessment of Repetitive Tasks (ART) Tools were employed to measure the risk value of the work. Based on the data analysis, the results from the Nordic Body Map (NBM) questionnaire indicate that both operators experience severe pain in the neck, elbows, and wrists. They also experience disruptive pain in the upper back and shoulders. In terms of the knees, both operators experience quite bothersome pain, while they encounter slightly bothersome pain in the lower back and buttocks. Abstrak. Posko Suara Tanah adalah suatu perusahaan home industry yang beroperasi di Kabupaten Majalengka bergerak dalam bidang produksi gerabah sesuai permintaan konsumen Proses pembuatan gerabah masih dilakukan secara tradisional khususnya pada stasiun kerja pencetakan ubin tempel mengakibatkan dua orang pekerja mengalami keluhan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh. Keluhan tersebut disebabkan oleh kegiatan pencetakan yang dilakukan secara manual dan berulang. Selain itu, keluhan rasa sakit juga disebabkan oleh cara kerja operator yang tidak ergonomis, terutama karena fasilitas kerja yang disediakan tidak memadai. Seperti, tidak ada meja yang memaksa operator untuk duduk membungkuk dengan kursi yang tidak layak, sehingga punggung kedua operator membungkuk dan kaki tertekuk. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang fasilitas kerja pencetakan yang dapat memperbaiki postur tubuh operator, mengurangi gerakan yang berulang, mengurangi keluhan dan risiko kerja, serta meningkatkan produktivitas. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk menilai tingkat keluhan tubuh operator, dan Assessment of Repetitive Tasks (ART) Tools digunakan untuk mengukur nilai risiko kerja. Berdasarkan analisis data, hasil kuesioner Nordic Body Map (NBM) menunjukkan bahwa kedua operator mengalami rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian leher, siku, dan pergelangan tangan. Pada bagian punggung atas dan bahu, kedua operator mengalami rasa sakit yang mengganggu. Sedangkan pada bagian lutut, kedua operator mengalami rasa sakit yang cukup mengganggu, dan pada bagian punggung bawah dan bokong, kedua operator mengalami rasa sakit yang sedikit mengganggu.
Analisis Beban Kerja Mental Operator pada Bagian Pengantongan Semen dengan Metode National Aeronautics And Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) Aprilia, Nurul Suci; Nugraha; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9096

Abstract

Abstract. Production activities certainly can’t be separated from various resources. One of the resources that plays an important role is workers. In order to work optimally, workers need attention. One of the concerns that companies can give is to pay attention to the workload. Based on interviews with 10 workers in the packing section, including 6 workers in three rotary inline packer machines, 2 workers in chute, and 2 workers in loading channels. Some of the symptoms experienced by workers such as feeling lethargic, often sleepy, dizzy, not concentrating, losing passion to work, experiencing fever, dizziness and heart rate. Based on the symptoms of fatigue experienced by workers, it can be indicated that operators experience some complaints that are felt mentally, so there is a formulation of the problem in this study, namely "How to classify the level of mental workload of operators in the packing section at PT.ISemenIJawaISCG?"The data collection and processing technique used is the NASA-TLX method, to determine the level of operator workload and design the number of operators. The results obtained that there are cement bagging operators in shift 1 and shift 2 on average obtain a mental workload value exceeding 80 which means it is in the very high category. Abstrak. Kegiatan produksi tentunya tidak lepas dari berbagai sumber daya. Salah satu sumber daya yang berperan penting adalah pekerja. Agar dapat bekerja dengan maksimal, pekerja memerlukan perhatian. Salah satu perhatian yang bisa diberikan perusahaan adalah dengan memperhatikan beban kerja. Berdasarkan kegiatan wawancara kepada 10 orang pekerja di packing section, diantaranya 6 orang pekerja di tiga mesin rotary inline packer, 2 orang pekerja di chute, dan 2 orang pekerja di loading channel. Beberapa gejala yang dialami pekerja seperti perasaan lesu, sering mengantuk, pusing, tidak konsentrasi, kehilangan gairah untuk bekerja, mengalami demam, pusing dan heart rate. Berdasarkan gejala kelelahan yang dialami pekerja, dapat diindikasikan bahwa operator mengalami beberapa keluhan yang dirasakan secara mental, sehingga terdapat perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana klasifikasi tingkat beban kerja mental operator pada packing section di PT.ISemenIJawaISCG?” Adapun teknik pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan yaitu metode NASA-TLX, guna mengetahui tingkat beban kerja operator dan merancang jumlah operator. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat operator pengantongan semen di shift 1 dan shift 2 rata-rata memperoleh nilai beban kerja mental melebihi 80 yang artinya masuk dalam kategori tinggi sekali.
Perbaikan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pipa Sqr 50/25 X 1.2 X 407 dengan Menggunakan Metode Pendekatan Mrp pada PT. Chitose Internasional Tbk Fitria Zahrannisa; Chaznin R. Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9142

Abstract

Abstract. PT. Chitose Internasional Tbk is a company engaged in the furniture sector which is divided into 5 production lines, namely hotel and restaurant furniture production lines, office and school production lines, residential production lines, hospital mattress and infusion support production lines, chair and piano table production lines . PT. Chitose Internasional Tbk has not been able to control its raw material inventory, so the inventory costs incurred by the company are still relatively large. The problems faced by PT. Chitose Internasional Tbk, sometimes when product demand increases, the company is unable to fulfill it due to a lack of existing raw material supplies. And conversely, when product demand decreases and there is too much inventory, losses will occur because the number of raw materials shrinks. Therefore the company needs to carry out raw material inventory control which is proposed to support and minimize problems that occur in raw material inventory control for SQR 50/25 x 1.2 x 407 pipes, namely by using the MRP approach method, because to find out the amount of product that must be produced in each period and timing of output over a certain period of time (3 months to 1 year) by adjusting the variables of employee production levels, inventory, other controllable variables and to find out how big the relationship is between required capacity and available capacity, is it sufficient or not. Abstrak. PT. Chitose Internasional Tbk merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor furnitur yang terbagi pada 5 lini produksi yaitu lini produksi mebel hotel dan restoran, lini produksi kantor dan sekolah, lini produksi rumah tinggal, lini produksi kasur rumah sakit dan penyangga infus, lini produksi kursi dan meja piano. PT. Chitose Internasional Tbk belum mampu mengendalikan persediaan bahan bakunya, sehingga biaya pesediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan terbilang masih besar. Adapun masalah yang dihadapi oleh PT. Chitose Internasional Tbk, terkadang saat permintaan produk meningkat, perusahaan tidak mampu untuk memenuhinya karena kurangnya persediaan bahan baku yang ada. Dan sebaliknya, ketika permintaan produk menurun dan terlalu banyaknya persediaan, maka akan terjadi kerugian yang ditimbulkan karena banyaknya bahan baku yang menyusut. Maka dari itu perusahaan perlu melakukan pengendalian persediaan bahan baku yang diusulkan untuk mendukung dan meminimalisir permasalahan yang terjadi dalam pengendalian persediaan bahan baku pipa SQR 50/25 x 1.2 x 407 yaitu dengan menggunakan metode pendekatan MRP, karena untuk mengetahui jumlah produk yang harus diproduksi pada tiap periode dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (3 bulan sampai 1 tahun) melalui penyesuaian variabel-variabel tingkat produksi karyawan, persediaan, variabel yang dapat dikendalikan lainnya serta untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kapasitas yang dibutuhkan dengan kapasitas yang tersedia, apakah mencukupi atau tidak.
Perancangan Fasilitas Kerja Ergonomis Menggunakan Pendekatan Antropometri pada Stasiun Kerja Pemotongan Fadel, Muhammad; Achiraeniwati, Eri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9155

Abstract

Abstract. Work facilities are important for a work environment that supports the smooth operation of operators. CV. Nur Rahmat Teknik is a company that produces heating elements. At the cutting work station, the operator's attitude is unnatural, such as squatting, bending the back, bowing the neck which is at risk of developing musculoskeletal disorders. The research objective of designing cutting work facilities is to reduce risk. The method used to identify risks is using the Nordic Body Map, risk determination is using the Workplace Ergonomic Risk Assessment method and designing work facilities using Anthropometry. The identification results of complaints and pain were found in the neck, upper back, lower back, shoulders, buttocks/thighs causing discomfort. The risks experienced by workers are at a medium level, meaning that further identification is needed and changes in work patterns are recommended. The proposed design is in the form of a work table with multifunction, namely a work table that can place all cutting tools, a storage area for scissors, grinders, knife blades. Simulation is carried out by Catia V5 simulation with low risk results, meaning that the work is accepted and can be continued. The results of the work risk analysis on cutting produce a medium risk value. The proposed work facility design is in the form of work tables and pipe storage locations. The proposed table size is 120 cm long, 100 cm wide, 100 cm high. Along with an additional table 80 cm long, 100 cm wide and 100 cm high. Along with additional shelves with a height of 45 cm. The simulation results using CATIA V5 software show that the design of work facilities resulting from a risk assessment results in a low risk, this score indicates that the work is safe and there is no work risk. Abstrak. Fasilitas kerja penting bagi lingkungan kerja yang menunjang kelancaran operator bekerja. CV. Nur Rahmat Teknik merupakan perusahaan yang memproduksi heating element. Pada stasiun kerja pemotongan sikap operator tidak alamiah seperti jongkok, punggung membungkuk, leher menunduk yang berisiko terjadinya musculoskeletal disorder. Tujuan penelitian untuk mengurangi risiko. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko menggunakan Nordic Body Map, penentuan risiko dengan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment dan perancangan fasilitas kerja menggunakan Antropometri. Hasil identifikasi keluhan dan rasa sakit didapatkan pada leher, punggung atas, punggung bawah, bahu, bokong/paha sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Risiko yang dialami pekerja pada level medium artinya perlu identifikasi lagi dan disarankan perubahan postur kerja. Rancangan yang diusulkan berupa meja dengan multifungsi yaitu meja kerja yang dapat menempatkan seluruh alat potong, tempat penyimpanan gunting, gerinda, mata pisau. Simulasi rancangan dilakukan dengan simulasi Catia V5 dengan hasil risiko pada level low artinya pekerjaan diterima dan dapat dilanjutkan. Hasil analisis risiko kerja pada pemotongan menghasilkan nilai risiko medium. Usulan perancangan fasilitas kerja berupa meja kerja dan letak penyimpanan pipa. Ukuran usulan meja adalah panjang meja 120 cm, lebar 100 cm, tinggi 100 cm. Beserta meja tambahan panjang 80 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 100 cm. Beserta tambahan rak dengan tinggi 45 cm. Hasil simulasi menggunakan software CATIA V5 didapat perancangan fasilitas kerja hasil penilaian risiko menghasilkan risko rendah (low), skor tersebut mengindikasikan bahwa pekerjaan aman dan tidak ada risiko kerja yang ditimbulkan.
Perbaikan Pengendalian Kualitas Menggunakan Alat Bantu Seven Quality Control Tools dan Metode 5W+1H Agustin, Desi Riri; Aviasti; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9156

Abstract

Abstract. CV. Wijaya Teknik is a company engaged in the field of plastic injection molding. Based on interview data, it was found that in the production process of pot cendo products, around 315,000 units produced product defects, which reached 2-5% each month. Product defects are caused by the number of defective products found and complaints from consumers to the company. To overcome quality problems regarding product defects that occur in the company, it is necessary to identify related problems that occur and the need for improvement proposals to reduce consumer returns. This study aims to identify and plan improvement proposals using the Seven Quality Control Tools and the 5W+1H method. The Seven Tools used consist of checksheets, stratification, histograms, pareto diagrams, and causal diagrams. The research data taken is the company's historical data for 2020–2022. The results showed that there were product defects caused by several factors, such as humans, machines, methods, materials, and the environment. Criteria for defects that often occur in companies are damaged products due to broken packaging, corrugated packaging, and cracked packaging. Judging from the criteria for these defects, the proposed improvements are in the form of improving the quality of the work of operators, providing training to operators, which is carried out alternately once a month, and carrying out scheduled periodic maintenance on the machine. Abstrak. CV. Wijaya Tehnik merupakan perusahan yang bergerak di bidang injeksi molding plastik. Berdasarkan data wawancara yang didapatkan bahwa pada proses produksi produk pot cendo sekitar 315.000 unit menghasilkan cacat produk yang mencapai 2-5% setiap bulannya. Kecacatan produk disebabkan karena banyaknya produk cacat yang ditemukan serta komplain dari konsumen kepada perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan kualitas mengenai cacat produk yang terjadi di perusahaan perlu dilakukannya identifikasi terkait dengan permasalahan yang terjadi dan perlu adanya usulan perbaikan untuk mengurangi return konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merencanakan usulan perbaikan menggunakan alat bantu Seven Quality Control Tools dan metode 5W+1H. Seven Tools yang digunakan terdiri dari checksheet, stratifikasi, histogram, diagram pareto dan diagram sebab akibat. Data penelitian yang diambil merupakan data historis perusahaan tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukan adanya cacat produk yang disebabkan karena beberapa faktor seperti manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Kriteria cacat yang sering terjadi di perusahaan yaitu produk rusak karena kemasan yang pecah, kemasan bergelombang, dan kemasan retak. Dilihat dari kriteria cacat tersebut, perbaikan yang diusulkan yaitu berupa meningkatkan kualitas kerja operator, memberikan pelatihan terhadap operator yang dilaksanakan 1 kali dalam sebulan secara bergantian dan melakukan periodic maintenance (perawatan berkala) yang terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin.