cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Strategi Marketing Public Relation melalui Media Online dalam Mempromosikan Produk Helipad.id Ivan Agara Ivan; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5902

Abstract

Abstract.Marketing Public Relations is a planned activity and a continuous effort to strengthen and develop goodwill and mutual understanding between an organization and the public. Helipad.id is a fashion business in the city of Bandung which was founded in 2019. Having many fashion categories, fashionable designs, and high quality makes Helipad.id a local Indonesian brand that deserves thumbs up. This study aims to look further at the product promotion strategy carried out by Helipad.id through online media as part of Marketing Public Relations (MPR). The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. The research results obtained are First, the online media used by Helipad.id are Tokopedia, Shopee, Lazada, Instagram, and Tiktok. Second, using online media to promote Helipad.id products are about strengthening brand identity and awareness. Third, the use of Helipad.id social media in the context of product promotion focuses on the Instagram application. Instagram @helipad.id uses the caption & hashtag features (#hlpd, #weirdworld, and #OOTDBarengHlpd) and uploads images/videos every day integrated with Facebook and maximizes promotional strategies (promotion-mix) on Instagram and all e-commerce owned through an advertising promotion strategy focused on online media. In addition, sales promotion strategies were also used in the form of coupons/discounts, outfit of the day (OOTD) contest prizes, as well as holding endorsements with several fashion content creators. Abstrak.Marketing Public Relation adalah suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (good will) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Helipad.id merupakan salah satu usaha fashion di Kota Bandung yang berdiri sejak tahun 2019. Mempunyai banyak kategori fashion, desain yang fashionable, serta berkualitas tinggi, menjadikan Helipad.id sebagai salah satu brand lokalIndonesia yang patut diacungi jempol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana strategi promosi produk yang dilakukan oleh Helipad.id melalui media online sebagai bagian dari Marketing Public Relations (MPR). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pedekatan penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat yaitu Pertama, media online yang digunakan oleh Helipad.id adalah Tokopedia, Shopee, Lazada, Instagram dan Tiktok. Kedua, pemanfaatan media online dalam promosi produk Helipad.id adalah untuk membangun brand identity serta brand awareness. Ketiga, pemanfaatan media sosial Helipad.id dalam rangka promosi produk berfokus pada aplikasi Instagram. Instagram @helipad.id menggunakan fitur caption & hastag (#hlpd, #weirdworld, dan #OOTDBarengHlpd) serta melakukan aktivitas upload gambar/video setiap hari yang terintegrasi dengan Facebook dan memaksimalkan strategi promosi (promotion-mix) pada Instagram serta semua e- commerce yang dimiliki melalui strategi promosi periklanan yang difokuskan pada media online. Selain itu, digunakan pula strategi promosi penjualan dalam berbentuk kupon/diskon, hadiah kontes outfit of the day (OOTD), serta mengadakan endorsement dengan beberapa content creator fashion.
Dramaturgi Tiktokers Lokal Bandung: (Studi Dramaturgi Pada Akun TikTok @raihanrfii_) Farhan Putra Ghaisani; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5910

Abstract

Abstract. Social media is a very important thing at this time, especially now that there are so many things that can be done on social media, and at this time social media is a new media that can support social life, such as branding or marketing a product or personal. Of the many social media currently available, Tik Tok is a social media that is quite loved by the public, Tik Tok is an audio-visual-based application that has various uses in it, many people use this application to make themselves better known to the public by making interesting content. As with other social media, Tik Tok has calls for people who claim to have a lot of followers or followers, namely Tik Tokers. The subject that the writer examines is Raihan Rafi Al Hakim who is a local Bandung Tik Toker who has followers reaching 732.000 accounts, Raihan uses Tik Tok to present himself. The purpose of this research is to find out more about Raihan's front stage and back stage, where Raihan has a front stage as Tik Tokers, and a back stage as a hijab entrepreneur. Achievement's front stage is seen from the activities on his Tik Tok account including the content that Raihan has created, and the back stage is the activities carried out while managing his hijab business. This study uses a qualitative methodology with Erving Goffman's dramaturgy approach, this is because this research must be carried out in depth and specifically. In this approach, Goffman mentions that life is no different from a theater stage which has a front stage and a back stage. Raihan has a front stage that seems humorous and appears as he shows on his TikTok account, while on the back stage, Raihan is a person who is more serious and responsible for his businesses. Abstrak. Media sosial merupakan suatu hal yang sangat penting pada saat ini terlebih lagi saat ini banyak sekali hal yang dapat dilakukan di media sosial, dan pada saat ini media sosial merupakan media baru yang bisa menunjang kehidupan sosial, seperti branding atau memasarkan suatu produk ataupun personal. Dari sekian banyak media sosial yang ada saai ini Tik Tok merupakan media sosial yang cukup banyak digandrungi oleh masyarakat, Tik Tok merupakan aplikasi berbasis audio visual yang memiliki berbagai keguaan didalamnya, banyak orang yang menggunakan aplikasi ini untuk membuat dirinya lebih dikenal oleh khalayak dengan cara membuat konten yang menarik. Sama halnya dengan media sosial yang lain, Tik Tok memiliki penggilan untuk orang-orang yang akunya memiliki banyak followers atau pengikut, yaitu Tik Tokers. Subjek yang penulis teliti adalah Raihan Rafi Al Hakim yang merupakan seorang Tik Tokers lokal Bandung yang memiliki pengikut mencapai 732.000 akun, Raihan mengginakan Tik Tok Untuk mempresentasikan dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panggung depan dan panggung belakang Raihan lebih mendalam, yang mana Raihan memiliki panggung depan sebagai Tik Tokers, dan panggung belakang sebagai pengusaha hijab. Panggung depan raihan ditinjau dari aktifitas pada akun Tik Tok miliknya meliputi konten-konten yang Raihan buat, dan panggung belakangnya adalah kegiatan yang dilakukan selama mengantur usaha hijab yang ia miliki. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan dramaturgi milik Erving Goffman hal ini dikarenakan penelitian ini harus dilakukan secara mendalam dan spesifik. Dalam pendekatannya ini Goffman menyebutkan bahwa kehidupan tak berbeda dengan panggung teater yang memiliki panggung depan dan panggung belakang. Raihan memiliki panggung depan yang terkesan humoris dan tampil apa adanya seperti apa yang ia tunjukan pada akun TikToknya, sedangkan pada panggung belakang, Raihan merupakan orang yang lebih serius dan bertanggung jawab terhadap usaha-usaha yang ia miliki.
Hubungan Marketing Public Relations dengan Brand Awareness Indriani Putri Amadea; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5927

Abstract

Abstract: Pijar Mahir is an online certified training platform that is one of the partners of Kartu Prakerja along with seven other partners. Given the covid-19 pandemic conditions that we are facing, all promotions and marketing carried out must be changed to be all online by using social media as a medium with the aim of achieving brand awareness on the Pijar Mahir platform. This study aims to obtain data and information that provides an overview of how @pijarmahir.id's Instagram digital marketing strategy is related to the brand awareness of Instagram followers @pijarmahir.id using the Stimulus Theory of Response Organisms (SOR) with the help of the three ways strategy model of public relations marketing with the Brand Awareness Level . In this study, researchers used correlational quantitative methods with a population of 30,069 people. From this population, researchers used the Yamane formula to find out the sample results and there were sample results of 395 people as respondents using a simple random sampling technique. Data collection is carried out using an online questionnaire through google form, after the data is collected according to the target data will be processed using the IBM SPSS application and analyzed using The Spearman Rank. The results of this study show that there is a significant relationship between the marketing public relations used by @pijarmahir.id and the brand awareness of @pijarmahir.id's Instagram followers. Abstrak: Pijar Mahir adalah platform pelatihan bersertifikat online yang menjadi salah satu mitra Kartu Prakerja bersama dengan tujuh mitra lainnya. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang sedang kita hadapi, seluruh promosi serta marketing yang dilakukan harus dirubah konsepnya menjadi serba online dengan menggunakan media sosial sebagai medianya dengan tujuan mencapai kesadaran merk (Brand Awareness) pada platform Pijar Mahir . Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh data dan informasi yang memberikan gambaran tentang bagaimana hubungan strategi digital marketing instagram @pijarmahir.id dengan brand awareness pengikut Instagram @pijarmahir.id dengan menggunakan Teori Stimulus Organisme Respons (SOR) dengan dibantu model three ways strategy marketing public relations dengan Tingkatan Brand Awareness. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 30.069 orang. Dari populasi tersebut peneliti menggunakan rumus Yamane untuk mengetahui hasil sampelnya dan terdapat hasil sampel sebanyak 395 orang sebagai responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner online melalui google form, setelah data terkumpul sesuai target data akan diolah dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS dan dianalisis dengan menggunakan Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara marketing public relations yang digunakan oleh @pijarmahir.id dengan brand awareness pengikut instagram @pijarmahir.id.
Hubungan antara Komunikasi Peruasif Clarissa di Instagram dengan Loyalitas Pelanggan: (Studi Korelasional Hubungan antara Komunikasi Persuasif dengan Loyalitas Pelanggan pada Akun Instagram @Clarissaputri_ tentang Produk Yellow Fit Kitchen) Tita Rahmayadi; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5940

Abstract

Abstract. Culinary business people need to have a strategy to maintain customer loyalty, one of these strategies is persuasive communication. Persuasive communication by influencers who have influence on their followers (Followers) can attract and create a desire to do the same thing that is done by the program's program. Instagram is a social media that is being loved by the community as a digital promotional medium. Based on data from Napoleon Cat, there were 92.53 million Instagram users in Indonesia in the fourth quarter of 2021, the number obtained proved to be an increase of 3.9 million, an increase of 4.37% compared to the previous quarter of 88.65 million users. Researchers conducted a study on Clarissa Beauty Vlogger, who weighed 145 kg and was successful on a diet accompanied by diet food products from the Yellow Fit Kitchen. The formulation of the problem in this study is how big is the relationship between persuasive communication and customer loyalty on the Instagram account @Clarissaputri_ about Yellow Fit Kitchen products. The purpose of this study is to analyze and discuss the AIDDA dimensions (Attention, Interest, Desire, Decision, and Action) of persuasive communication via Instagram with customer loyalty. Researchers used Simple Random Sampling quantitative approach to correlational studies. The results showed that there was a significant coefficient between Clarissa's persuasive communication and customer loyalty with a strong interpretation and a correlation coefficient of R=0.639. The attention dimension has the strongest correlation with customer loyalty. This means that Clarissa has a strong appeal in persuasive communication. Abstrak. Pebisnis kuliner perlu memiliki strategi dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, salah satu strategi tersebut ialah komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif yang dilakukan influencer yang memiliki pengaruh terhadap pengikutnya (Followers) dapat menarik dan menimbulkan keinginan untuk melakukan hal yang sama dilakukan oleh selebgramnya. Instagram merupakan media sosial yang tengah digandrungi masyarakat sebagai media promosi digital. Berdasarkan data dari Napoleon Cat terdapat 92,53 juta pengguna Instagram di Indonesia pada kuartal IV-2021 jumlah yang didapatkan terbukti bertambah 3,9 juta atau naik sebesar 4,37% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 88,65 juta pengguna. Peneliti melakukan penelitian terhadap Clarissa beauty vlogger yang memiliki berat badan 145 kg dan berhasil melakukan diet yang diiringi dengan produk makanan diet dari Yellow Fit Kitchen. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Seberapa besar Hubungan antara Komunikasi persuasif dengan Loyalitas Pelanggan pada akun instagram @Clarissaputri_ tentang produk Yellow Fit Kitchen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membahas terkait dimensi AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, dan Action) dari komunikasi persuasif melalui instagram dengan loyalitas pelanggan. Peneliti menggunakan Simple Random Sampling pendekatan kuantitatif studi korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat koefisien signifikan antara komunikasi persuasif Clarissa dengan loyalitas pelanggan dengan interpretasi kuat dan koefisien korelasi R=0,639. Dimensi attention memiliki korelasi yang paling kuat dengan loyalitas pelanggan. Artinya Clarissa memilki daya tarik yang kuat dalam melakukan komunikasi persuasif.
Aktivitas Komunitas Sepeda dalam Gerakan Membangun Budaya Bersepeda di Kota Bandung Arya Rivandra; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5944

Abstract

Abstract. This study aims to see the activities of the bicycle community in the cityof Bandung in the campaign to build a cycling culture. Cycling culture refers to ahabit of using bicycle transportation in their daily lives, there are still many cyclistswho are still not orderly in traffic. The presence of Forkom Bandung Raya is analternative forum in carrying out activities regarding the movement to build acycling culture in the city of Bandung. This study looks at the communication sideof the community who are members of the Forkom Bandung Raya. The grandtheory for this research is social interaction, the interaction here is behavior that iscarried out in groups, so that it has an influence on the environment in accordancewith the goals to be achieved. The method used in this research is a qualitativemethod, with a case study approach. Data collection techniques used are interviews,observation. The informants in this study were the management of the BandungRaya Forkom and several leaders of the bicycle community. The results of thisstudy indicate that there are several factors that support the process of campaignactivities by Forkom Bandung Raya together with the bicycle community in the cityof Bandung. Collaborative activities, both in the planning process and in theimplementation of campaign activities, focus on delivering educational messagesrelated to the cycling movement and building a culture of orderly cycling, both tobicycle users and to the wider community, especially in the city of Bandung.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas komunitas sepeda di KotaBandung dalam kampanye membangun budaya bersepeda. Budaya bersepedamerujuk pada sebuah kebiasaan untuk menggunakan transportasi sepeda dalamkesehariannya, masih banyak pesepeda yang masih belum tertib dalam berlalulintas. Hadirnya Forkom Bandung Raya sebuah forum dalam melakukan aktivitasmengenai gerakan membangun budaya bersepeda di Kota Bandung. Penelitian inimelihat sisi komunikasi yang dilakukan oleh komunitas yang tergabung dalamForkom Bandung Raya. Teori yang menjadi pijakan dalam penelitian ialah interaksisosial, interaksi disini perilaku yang dilakukan secara berkelompok, sehinggamemberikan pengaruh bagi lingkungannya sesuai dengan tujuan yang hendakdicapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif,dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahwawancara, observasi. Yang menjadi informan pada penelitian ini KepengurusanForkom Bandung Raya dan beberapa ketua komunitas sepeda. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa terdapat bebrapa faktor yang menjadi pendukung dalam proseskegiatan kampanye oleh Forkom Bandung Raya bersamaan dengan komunitassepeda di Kota Bandung. Kegiatan kolaborasi baik itu pada proses perencanaan danpada pelaksanaan kegiatan kampanye ini berfokus pada penyampaian pesan edukasiterkait dengan gerakan bersepeda dan membangun budaya tertib bersepeda baik itukepada para pengguna sepeda maupun kepada masyarakat luas khusnya di KotaBandung.
Proses Humas Pemerintahan Kota Bandung dalam Meningkatkan Citra Pemerintah : Studi Deskriptif di Humas Pemerintah Kota Bandung dalam Program "Bandung Menjawab" Muhammad Muzakki; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5945

Abstract

Abstract—This study aims to find out how the public relations process in the city of Bandung in improving the image through the program "Bandung Responds". As one of the big cities in Indonesia, of course it is very important to maintain and improve its image in the eyes of the public, but in forming a good image in the eyes of the public it cannot be done instantly and definitely through several processes. Therefore this research was conducted to find out what steps public relations Bandung took in improving the government's image through the "Bandung Responds" program. This research uses quantitative research methods with a descriptive study approach, the data collection technique used is data triangulation. . Before creating the "Bandung Responding" program, there are four stages of public relations that must be carried out, namely the first is fact finding which aims to find out what issues or problems are currently happening among the community along with the facts and data obtained by coordinating with related parties, the second is the planning stage which aims to plan how the "Bandung Menhasil" " program is carried out starting from non-technical preparation to technical preparation for the implementation of activities, after that the third stage is implementation in which the "Bandung Responding" program is carried out according to the plans that have been made, and which the last is the evaluation stage which aims to evaluate the progress that has been carried out during the process of carrying out the "Bandung Responding" program by means of which each section will describe all progress that has been carried out along with the obstacles encountered and will be discussed together with others. Abstrak—Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses humas kota Bandung dalam meningkatkan citra melalui program “Bandung Menjawab”. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia tentunya sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan citra di mata masyarakat, akan tetapi dalam pembentukan citra yang baik di mata masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan dan pasti melalui beberapa proses. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja langkah humas kota Bandung dalam meningkatkan citra pemerintah melalui program “Bandung Menjawab”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah triangulasi data. Sebelum membuat program “Bandung Menjawab” ada empat tahapan humas yang harus dilaksanakan yaitu yang pertama pencarian fakta yang bertujuan untuk mengetahui apa saja isu atau permasalahan yang sedang terjadi dikalangan masyarakat beserta fakta dan data yang diperoleh dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait , yang kedua adalah tahap perencanaan yang bertujuan untuk merencanakan bagaimana program “Bandung Menjawab” dijalankan dimulai dari persiapan non-teknis hingga persiapan teknis pelaksanaan kegiatan, setelah itu tahap yang ketiga adalah pelaksanaan yang mana program “Bandung Menjawab” dijalankan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan yang terakhir adalah tahap evaluasi yang bertujuan untuk mengevaluasi progress yang telah dilaksanakan selama proses menjalankan program “Bandung Menjawab” dengan cara masing-masing bagian akan memaparkan seluruh progress yang telah dilaksanakan beserta dengan kendala-kendala yang dihadapi dan akan dibahas bersama-sama dengan yang lainnya.
Strategi Creative Branding Hijack Sandals untuk Meningkatkan Brand Image Ilham Akbar Zam Zamy; Dadi Ahmadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6019

Abstract

Abstract.Hijack Sandals is a fashion brand that was born in Bandung in 2010 which until now is still very consistent in selling products that focus on footwear, namely sandals. They were born and appeared in that year because of the concern of the people around them, who made the shoes very comfortable. In fact, the climate in Indonesia is suitable for wearing sandals. Hijack Sandals has dozens of products filled with various kinds of sandals with different motifs and colors. This research is entitled "Creative Branding Hijack Sandals Strategy to Improve Brand Image (Case Study Regarding Hijack Sandals Creative Branding Strategy in Sustain the Culture Collection via Instagram)". The purpose of this research is to find out how Hijack Sandals' Creative Branding Strategy is in the Sustain the Culture collection and also what makes this research unique is that Hijack Sandals continues to consistently echo this campaign so that the sandal culture in this country never stops and is packaged as attractively as possible by creating content-content posted on Hijack Sandals Instagram. This research uses a case study approach that aims to find out how the strategy of Hijack Sandals' creative team in promoting the Sustain the Culture collection to improve Brand Image. Supporting data in this study is the presence of two key informants and two supporting informants. Founder and Creative Director as key informants, and supporting informants are followers of Hijack Sandals' Instagram account. Abstrak.Hijack Sandals adalah salah satu brand fashion yang lahir di Bandung pada tahun 2010 yang sampai saat ini masih sangat konsisten menjual produk berfokus pada alas kaki yaitu sandal. Mereka lahir dan muncul di tahun itu atas keresahan orang-orang sekitar yang sangat banyak membuat sepatu padahal sejatinya iklim di Indonesia itu cocok dengan memakai sandal. Hijack Sandals memiliki puluhan produk yang diisi oleh berbagai macam sandal dengan motif dan warna yang berbeda-beda. Penelitian ini berjudul “Strategi Creative Branding Hijack Sandals Untuk Meningkatkan Brand Image (Studi Kasus Mengenai Strategi Creative Branding Hijack Sandals Pada Koleksi Sustain the Culture melalui Instagram)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Creative Branding Hijack Sandals pada koleksi Sustain the Culture melalui Instagram, yang menjadikan penelitian ini unik adalah Hijack Sandals terus konsisten menggaungkan campaign ini agar budaya bersandal di negara ini tidak pernah berhenti dan mereka kemas dengan semenarik mungkin dengan pembuatan konten-konten yang dimuat di Instagram Hijack Sandals. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mencari tahu bagaimana strategi tim kreatif Hijack Sandals melakukan promosi pada koleksi Sustain the Culture untuk meningkatkan Brand Image. Data pendukung dalam penelitian ini adalah dengan adanya dua key informan dan satu informan pendukung. Founder dan Creative Director sebagai key informan, dan informan pendukung adalah followers akun Instagram Hijack Sandals.
Adaptasi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Riau di Universitas Islam Bandung: Studi Fenomenologi Adaptasi Antarbudaya Mahasiswa Riau di Unisba Muhammad Fajar Taufiqqurrahman; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6103

Abstract

AbstractIntercultural communication is one of the sciences of communication that discusses how people can exchange information verbally or non-verbally with different cultural backgrounds. The method used in this research is qualitative. Riau students who experienced intercultural communication experience several obstacles, and they can overcome these obstacles by adapting intercultural communication of course. Abstrak. Komunikasi antarbudaya adalah salah satu ilmu komunikasi yang membahas bagaimana cara agar seesorang bisa melakukan kegiatan pertukaran informasi secara verbal ataupun non-verbal dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Mahasiswa Riau yang mengalami komunikasi antarbudaya ini mengalami beberapa hambatan, dan mereka bisa mengatasi permasalahan hambatan tersebut dengan adaptasi komunikasi antarbudaya tentunya.
Komunikasi Pelayanan Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung: Studi Deskriptif Data Kualitatif Customer Relationship Management Di Media Sosial Instagram Pada Akun @disdikbdg Rhiezky Andes Dito Auliyaa Gutama; Tresna Wiwitan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6115

Abstract

Abstract. Bandung City Education Office is a government agency engaged in education. In every government agency there are communication activities carried out by the institution to the public. Communication activities can be carried out using media or not media. In harmony with the development of an all-digital era, social media is currently being used by government agencies or institutions to carry out public services. At present social media is one of the mainstay media for Public Relations of the Bandung City Education Office to provide information to the public. The purpose of this study is to identify and analyze various service communication indicators based on the concept of customer relationship management (CRM), namely the people indicator, the process indicator, and the technology indicator carried out by the Bandung City Education Office in Media Social on the Instagram account @disdikbdg. Researchers used quantitative methods with a descriptive study approach to analysis with qualitative data. Data collection techniques in this study were in-depth interviews, observation, and literature studies. Interviews were conducted with informants using a purposive sampling technique, in which researchers select informants based on the interests or needs of this study. The results of the study show that the people indicator in this study shows that the Public Relations of the Bandung City Education Office carries out service communication activities on Instagram social media on the @disdikbdg account. The process indicator has a public relations strategy for the Bandung city education office, namely by looking at what is currently trending among the public, then public relations can create educational content mixed with current trends, both in determining the photos, graphic tones, video and audio used so that it is interesting and not boring when seen by the public. The technology (technology) indicator for the Bandung City Education Office's public relations uses Instagram features to provide services in the form of complaints or questions that are included in post comments and personally via direct messages (DM). Abstrak. Dinas Pendidikan Kota Bandung adalah instansi pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan. Di setiap instansi pemerintah ada aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh lembaga kepada publik. Kegiatan aktivitas komunikasi itu bisa dilakukan menggunakan media atau tidak bermedia. Dengan selarasnya perkembangan zaman yang serba digital, media sosial saat ini dipergunakan instansi pemerintah atau lembaga untuk melakukan pelayanan publik. Saat ini media sosial menjadi salah satu media andalan Humas Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis berbagai indikator komunikasi pelayanan berdasarkan konsep customer relationship management (CRM), yaitu indikator people (manusia), indikator process (proses), dan indikator technology (teknologi) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung di Media Sosial pada akun Instagram @disdikbdg. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif analisis dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Wawancara dilakukan terhadap narasumber dengan menggunakan teknik penarikan sampel purposif, dimana peneliti memilih narasumbernya berdasarkan kepentingan atau kebutuhan dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan indikator people (manusia) dalam penelitian ini menunjukan bahwa humas dinas pendidikan kota bandung yang melakukan aktivitas komunikasi pelayanan di media sosial instagram pada akun @disdikbdg. Indikator process (proses) terdapat strategi humas dinas pendidikan kota bandung yaitu dengan melihat apa yang saat itu sedang tren di kalangan masyarakat yang nantinya humas bisa buatkan konten pendidikan dicampur dengan tren saat itu baik dalam menentukan foto, tone grafis, video, dan audio yang digunakan agar menarik dan tidak membosankan saat dilihat oleh masyarakat. Indikator technology (teknologi) humas dinas pendidikan kota bandung menggunakan fitur-fitur instagram untuk melakukan pelayanan berupa pengaduan atau pertanyaan yang masuk kedalam komentar postingan dan secara pribadi melalui direct message (DM).
Manajemen Krisis Humas Pesantren Persatuan Islam 67 Benda dalam Penangganan Pandemi Klaster COVID-19 di Pesantren Zahra Aulina; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6197

Abstract

ABSTRACT Crisis is something that can be avoided and can happen to anyone, anywhere and anytime. Therefore, the emergence of a crisis can bring risks to an agency or company. However, not all crises carry risks, on the contrary, crises can also create good opportunities if good crisis management is carried out. Through good and correct crisis management, the possibility of a crisis can be resolved properly. In this study, the author aims to describe how crisis management and the role of public relations are carried out by the PR of the Islamic Association of Islamic Boarding School 67 Benda Tasikmalaya when dealing with the crisis during the pandemic with the emergence of the Covid-19 cluster. The COVID-19 crisis is an unexpected crisis caused by external factors, namely a pandemic or outbreak. This study uses a qualitative descriptive approach methodology to obtain in-depth research results so that it can understand the existing problems, with in-depth interviews, observations used as data collection. Based on the results of the study, the crisis that occurred in Islamic boarding schools was caused by external factors, namely pandemics and the crisis management strategy carried out was divided into four stages, namely: the Prodomal Stage, namely prediction of the emergence of a crisis with the emergence of symptoms of anosmia in a student, the Acute Stage, namely the crisis surfaced when it was discovered. as many as 377 tested positive in the pesantren and became a hot topic of discussion. The Chronic Stage is the stage of carrying out crisis management efforts that arise, namely as a stage of cleaning up the remnants of problems due to the crisis and the Resolution Stage, which is the healing stage after the crisis so that it returns to normal and can resume activities normally and smoothly. by implementing the Covid-19 health protocol. In addition, there is also a public relations role in it, namely as Expert Advisors, Communication Facilitators, Problem Solvers and Communication Technicians. ABSTRAK Krisis merupakan hal yang dihindari dan bisa terjadi kepada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Oleh karena itu kemunculan krisis dapat membawa risiko bagi sebuah instansi maupun perusahaan. Namun tidak semua krisis membawa risiko, sebaliknya krisis juga dapat menciptakan peluang baik jika dilakukan manajemen krisis yang baik. Melalui manajemen krisis yang baik dan benar, maka kemungkinan krisis dapat teratasi dengan baik. Dalam penelitian ini penulis bertujuan mendeskripsikan bagaimana manajemen krisis serta peranan humas yang dilakukan oleh humas Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Tasikmalaya ketika menangani krisis pada masa pandemi dengan munculnya klaster Covid-19. Krisis covid-19 merupakan krisis tak terduga disebabkan faktor eksternal yaitu pandemi atau wabah. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh hasil penelitian yang mendalam sehingga dapat memahami permasalahan yang ada dengan wawancara mendalam, observasi yang digunakan sebagai pengumpulan data. Berdasarkan hasil penelitian, krisis yang terjadi di pesantren disebabkan oleh faktor eksternal yaitu pandemi dan strategi manajemen krisis yang dilakukan dibagi menjadi empat tahapan yaitu: Tahap Prodomal yaitu prediksi kemunculan krisis dengan munculnya gejala anosmia pada seorang santri, Tahap Akut yaitu krisis muncul ke permukaan ketika diketahui sebanyak 377 dinyatakan positif di pesantren dan menjadi ramai dibicarakan. Tahap Kronik yaitu tahap dilakukannya upaya-upaya penanggulangan krisis yang muncul yaitu sebagai tahap pembersihan sisa-sisa masalah akibat krisis dan Tahap Resolusi yaitu tahap penyembuhan setelah krisis agar kembali seperti semula dan dapat melanjutkan aktivitas dengan normal dan lancar Pada tahapan ini, pesantren membuka kembali pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Selain itu terdapat juga peranan humas didalamnya yaitu sebagai Penasihat Ahli, Fasilitator Komunikasi, Pemecah Masalah dan Teknisi Komunikasi.