cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Strategi Pengelolaan Konten Morgy Coffee (Studi Kasus Mengenai Strategi Pengelolaan Konten Morgy Coffee di Instagram) Irsyad Nugraha Ritonga; Muhammad.E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5546

Abstract

Abstract—The activity of drinking coffee has now become a lifestyle carried out by most people, this can be seen from the increasing proliferation of coffee shop outlets in Indonesia, especially the city of Bandung. Coffee shops are not only used as a place to drink coffee, but many are also used as gathering places, meetings, or other activities. Morgy Coffee is a coffee shop that has a pretty good impression in the community, especially in the city of Bandung. This can be seen in reviews on various platforms, one of which is Instagram social media for food bloggers, influencers, and people who have visited. Social media becomes a medium as a necessity in creating good branding. Therefore it is very important to manage social media content to make it easier for audiences to get the information they need and to become a medium of communication between companies and their audiences. The purpose of this research is to find out how Morgy Coffee's content management strategy is. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques used by researchers are observation, interviews, and documentation. The results of the research that has been done are that the reason Instagram is used as a marketing medium for Morgy Coffee products is because Instagram is considered flexible, interactive and has many Instagram features. The process of managing content through Instagram @morgycoffee carries out the process or planning, namely the first stage is preparing content, determining the type of content and target market, then posting content. The obstacles faced by Morgy Coffee are non-technical obstacles, where employees make negligence and the content ideas are similar to other competitors. Abstrak—Kegiatan minum kopi saat ini sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dari semakin menjamurnya gerai coffee shop di Indonesia khususnya kota Bandung. Coffee shop tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk meminum kopi saja, namun banyak dijadikan juga sebagai tempat berkumpul, meeting, ataupun aktivitas lainnya. Morgy Coffee merupakan salah satu coffee shop yang memiliki kesan yang cukup baik di tengah masyarakat terutama di Kota Bandung. Hal tersebut dapat dilihat dalam review di berbagai platform salah satunya media social Instagram para food blogger, influencer, maupun masyarakat yang penah berkunjung. Media sosial menjadi media sebagai kebutuhan dalam menciptakan branding yang baik. Oleh karena itu sangat penting mengelola konten media sosial untuk mempermudah khalayak dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya dan menjadi media komunikasi antara perusahan dengan khalayaknya. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan konten Morgy Coffee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu alasan Instagram digunakan sebagai media pemasaran produk Morgy Coffee yaitu karena Instagram dinilai fleksible, interaktif dan memiliki banyak fitur Instagram. Proses pengelolaan konten melalui Instagram @morgycoffee melakukan proses atau perancanaan yaitu tahap yang pertama adalah mempersiapkan konten, menentukan jenis konten dan target pasar, lalu memposting konten. Hambatan yang dihadapi oleh Morgy Coffee adalah hambatan non teknis, dimana karyawan melakukan kelalaian dan kesamaan ide konten dengan pesaing lainnya.
Telegram sebagai Media Pemasaran di Era Pandemi: Studi Kasus Pemasaran Jasa Pelatihan PT. Layanan Cerdas Indonesia Rafii Muhammad Ris Zikrullah; Oji Kurniadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5565

Abstract

Abstract. The use of Telegram social media as a Marketing Media in the Pandemic Era was chosen by PT. Indonesia Smart Services (LCI) because social media is considered effective to use with some of the features it has. This study aims to find out the reasons for using telegrams in the marketing media of PT. Smart Indonesia Services, the role of telegram as a digital marketing tool for PT. Smart Indonesia Services, and the use of telegrams in the concept of social media ROI at PT. Indonesian Smart Services. This study uses a qualitative method with a case study approach and a constructivist paradigm. Researchers use the theoretical perspective of Social Media ROI (Return of Investment) in discussing this research. Researchers also use the perspective of digital marketing communication theory and new media theory in this study. This research was conducted in the city of Bandung, precisely at the head office of PT. Indonesia Smart Services which is located on Jl. Sadang Sari I, Sekeloa, Coblong since May 2022. The results of this study are: (1) PT. Indonesia Smart Services has three reasons for using telegram as its marketing medium, namely productive age users, low investment, and effectiveness, (2) PT. The Smart Indonesia service uses the telegram feature to share photos, videos, files, group and supergroup features, channel features on telegram with posters, pamphlets, advertisements and videos that are marketed 4-2 weeks before the event takes place. (3) the use of telegrams in the concept of social media ROI is very effective. Abstrak. Pengggunaan media sosial Telegram sebagai Media Pemasaran di Era Pandemi ini dipilih PT. Layanan Cerdas Indonesia (LCI) oleh sebab media sosial tersebut dinilai efektif untuk digunakan dengan beberapa fitur yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan penggunaan telegram pada media pemasaran PT. Layanan Cerdas Indonesia, peran telegram sebagai alat pemasaran digital PT. Layanan Cerdas Indonesia, dan penggunaan telegram dalam konsep social media ROI pada PT. Layanan Cerdas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta paradigma konstruktivis. Peneliti menggunakan perspektif teori Social Media ROI (Return of Investment) dalam membahas penelitian ini. Peneliti juga menggunakan perspektif teori komunikasi pemasaran digital serta teori media baru dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Kota Bandung, tepatnya di kantor pusat PT. Layanan Cerdas Indonesia yang berlokasi di Jl. Sadang Sari I, Sekeloa, Coblong sejak bulan Mei 2022. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) PT. Layanan Cerdas Indonesia memiliki tiga alasan dalam menggunakan telegram sebagai media pemasarannya, yakni pengguna berusia produktif, low investment, dan efektifitas, (2)PT. Layanan Cerdas Indonesia menggunakan fitur telegram berbagi foto, video, file, fitur grup dan supergrup, fitur channel pada telegram dengan isi konten poster, pamphlet, iklan, dan video yang dipasarkan 4-2 minggu sebelum kegiatan berlangsung. (3) penggunaan telegram dalam konsep media social ROI sangat efektif.
Marketing Public Relations MGT Radio 101.1 FM dalam Menarik Pengiklan Mahdawanti Dian Bachtiar; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5570

Abstract

Abstract The development of mass media in Indonesia is quite rapid, especially radio, now radio has become a medium that is very loved by listeners to accompany their time, such as working, studying, or spending spare time. The rapid development in the radio industry makes competition very tight between radio within the city and outside the city. Marketing Public Relations has a very important role at this time, not only about the company's self-image but also about marketing and programs run by the radio company. It has very good listeners so that it can maintain its existence in the radio industry or can be a reference to attract advertisers. With so many radio industries today, the competition is getting tougher. Especially in the world of advertising cooperation, which will support radio companies in the future. The purpose of this study is to find out how the Marketing Public Relations carried out by MGT Radio 101.1 FM in attracting advertisers in the midst of its competition with other radio industry companies, and how to keep advertisers and listeners. In this study using the theory of Three Ways Strategy, Pull, Push, and Pass Strategy. Then this research also uses qualitative descriptive in its method. This research has an object of research, namely MGT Radio 101.1 FM, where the radio is adult and youth radio which is currently being loved by the public. MGT Radio 101.1 FM Bandung has many programs that can be enjoyed by listeners at any time, the program is said to be able to attract advertisers and listeners, as well as many other radio industries have programs to attract listeners and advertisers. The results of this study indicate that: The process of pull strategy (push), push strategy (pull), and pass strategy (expand marketing) is carried out by MGT Radio by implementing good coordination, the way marketing public relations is carried out, and always applying a good image. positive. Abstrak Perkembangan Media Massa di Indonesia cukup pesat khususnya radio, kini radio menjadi media yang sangat digandrungi oleh para pendengar untuk menemani sela-sela waktu mereka seperti bekerja,belajar,atau mengisi waktu luang. Perkembangan yang pesat dalam industry radio membuat persaingan yang sangat ketat antar radio dalam kota maupun luar kota. Marketing Public Relations mempunyai peranan yang sangat penting saat ini, bukan hanya tentang self image perusahaan saja tetapi mengenai marketing dan program yang dijalankan oleh perusahaan radio tersebut mempunyai pendengar yang sangat bagus sehingga dapat mempertahankan eksistensinya dalam industry radio ataupun dapat menjadi acuan untuk menarik para pengiklan. Dengan banyaknya industry radio kini, makin ketat pula persaingannya. Apalagi dalam dunia Kerjasama iklan , yang nantinya akan menunjang perusahaan radio kedepannya. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Marketing Public Relations yang dilakukan MGT Radio 101.1 FM dalam menarik pengiklan di tengah-tengah persaingannya dengan perusahaan industry radio yang lainnya, serta bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan pengiklan dan para pendengarnya. Dalam penelitian ini menggunakan teory Three Ways Strategy, Pull,Push, dan Pass Strategy. Lalu penelitian ini juga menggunakan deskriptif kualitatif dalam metodenya. Penelitan ini mempunyai objek penelitian yaitu MGT Radio 101.1 FM, yang dimana radio tersebut adalah radio dewasa dan anak muda yang saat ini sedang banyak digandrungi oleh masyarakat. MGT Radio 101.1 FM Bandung mempunyai banyak sekali program yang dapat dinikmati oleh para pendengar di setiap waktunya, program tersebut di sebut dapat menarik para pengiklan dan pendengar, begitupun industry radio yang lain pun banyak mempunyai program untuk menarik para pendengar dan juga para pengiklan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Proses pull strategy (mendorong),push strategy (menarik), dan pass strategy (memperluas pemasaran) yang dilakukan oleh MGT Radio dengan menerapkan koordinasi yang baik, cara marketing public relations yang dilakukan, dan senantiasa menerapkan citra yang positif.
Promosi Industri Fashion Clothing: Studi Deskriptif Kualitatif Promosi dalam Bentuk Web Series “Tracing Forward” pada Instagram TV @Screamous_55 Aulia Ramadhan; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5651

Abstract

Abstract. Screamous clothing has been established since 2004 and is able to maintain its existence ntil now. To assist its promotional activities, Screamous utilizes the Instagram TV feature by making web series titled “Tracing Forward”. The series consist of 8 episodes and air on Instagram TV. This web series is specially made for followers or viewers who are 17-34 years old on average. The purpose of this research is to find out how the concept, implementation, obstacles and evaluation of the promotional activities. This study employs a qualitative method with a descriptive study approach. The data were collected through interviews, observations, documentations and literature review. The results of this study describe the implementation of promotions carried out by Screamous clothing on Instagram by utilizing the Instagram TV feature through the web series "Tracing Forward". This research discusses about; 1) The concept of promotion of Screamous clothing in the form of a web series “Tracing Forward”. 2) The process of implementing Screamous clothing promotions in the “Tracing Forward” web series. 3) The internal and external obstacles during the creation and delivery of the web series. 4) Evaluation carried out after the activity took place. The promotion through the web series “Tracing Forward” on Instagram @Screamous_55 went well and achieved the goals expected by the company. Abstrak. Screamous merupakan sebuah clothing yang sudah berdiri sejak tahun 2004 dan mampu mempertahankan eksistensinya hingga hari ini. Dengan media sosial Instagram, clothing Screamous memanfaatkan fitur Instagram TV untuk membantu kegiatan promosinya melalui konten web series berjudul “Tracing Forward” dalam 8 episode yang tayang di Instagram TV dan dibuat oleh clothing Screamous. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep, implementasi, hambatan serta evaluasi dari pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Metode yang digunakan pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menggambarkan pelaksanaan promosi yang dilakukan oleh clothing Screamous di Instagram dengan memanfaatkan fitur Instagram TV melalui web series “Tracing Forward”. Web series ini dibuat secara khusus untuk para followers atau viewers yang rata-rata berusia 17-34 tahun. Peneltian ini membahas mengenai; 1) Konsep promosi clothing Screamous dalam bentuk web series”Tracing Forward”; 2) Proses implementasi promosi clothing Screamous pada web series “Tracing Forward”; 3) Terdapat hambatan internal dan eksternal pada saat pembuatan dan penayangan web series; 4) Evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Pelaksanaan promosi melalui web series “Tracing Forward” di Instagram @Screamous_55 berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.
Aktivitas Komunikasi Sanggar Seni dalam Upaya Melestarikan Budaya Sunda: (Studi Kasus Di Sanggar Leuweung Seni Kabupaten Purwakarta) Tyas Chandra Purnama; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5659

Abstract

Abstract. Sanggar Leuweung Seni is a non-profit arts organization in Purwakarta Regency. The reason for the researchers researching the Communication Activities of the Studio was because the Leuweung Seni Studio was able to actively return to building Sundanese art and cultural activities after a year of hiatus due to the Covid-19 Pandemic and cultural issues regarding the inclusion of communication information technology in western cultural understanding which could affect society so that it was feared the erosion of Sundanese culture in Purwakarta Regency. This study used a qualitative method with a case study approach, using a constructivism paradigm with data collection techniques through interviews, observation, and documentation as a form of triangulation. The results of the study of the Leuweung Seni Studio carry out internal activities with formal and informal networks, external activities of information dissemination, and good cooperation, Leuweung Seni Studio overcomes psychological and semantic communication barriers with two-way interpersonal communication. By holding activities to preserve Sundanese culture at the Leuweung Art Studio, the verbal and nonverbal messages conveyed are useful for carrying out in everyday life. Abstrak. Sanggar Leuweung Seni merupakan salah satu organisasi seni nonprofit di Kabupaten Purwakarta. Alasan peneliti melakukan penelitian terhadap Aktivitas Komunikasi Sanggar yaitu karena Sanggar Leuweung Seni dapat aktif kembali membangun kegiatan-kegiatan seni budaya sunda setelah satu tahun vakum disebabkan Pandemi Covid-19 dan isu budaya mengenai masuknya teknologi informasi komunikasi pada paham budaya barat yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga dikhawatirkan tergerusnya budaya sunda di Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan paradigma konstruktivisme dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dokumentasi sebagai bentuk triangulasi. Hasil dari penelitian Sanggar Leuweung Seni melakukan kegiatan internal dengan jaringan formal dan informal, kegiatan eksternal penyebaran informasi dan kerjasama yang baik, Sanggar Leuweung Seni mengatasi hambatan komunikasi psikologis, semantik dengan komunikasi interpersonal dua arah. Dengan diadakannya kegiatan pelestarian budaya sunda di Sanggar Leuweung Seni, pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan bermanfaat untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Corporate Social Responsibility PT Bio Farma dalam Membangun Ketahanan Pakan Ternak (Studi Kasus di PT Bio Farma Mengenai CSR di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat) Agung Setiawan; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5707

Abstract

Abstract One of the state-owned companies that always provides innovation and opportunities for the progress of the country, namely PT. Bio Farma (Persero) is a state-owned company (BUMN) that does business in the pharmaceutical sector as a producer of medicines and vaccines in Indonesia. PT Bio Farma's social responsibility program itself refers to ISO 26000: 2010 as the Guideline for Social Responsibility in the form of a form of concern and donation to national development. In this Corporate Social Responsibility program, issues and problems were found regarding the difficulty of obtaining good quality animal feed where this feed is for the needs of horse feed which incidentally is very much needed as a raw material for making vaccines produced by PT Bio Farma (Persero) and is also a problem that the same for dairy farmers in Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. So a breakthrough is needed that can support the company and the surrounding community with a Corporate Social Responsibility program in building animal feed security in the region. The research objective was to find out how the implementation process was, the obstacles that occurred, and the reasons for choosing Kertawangi Village, Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods were carried out using interview techniques, observation, literature studies, and documentation studies. The results of this study are: 1) The implementation process carried out by PT Bio Farma in its Corporate Social Responsibility program builds animal feed resilience, using four stages of CSR, namely the planning stage by conducting social mapping, implementation by carrying out programs based on social mapping, evaluation as an assessment of implemented programs, and reporting as a form of responsibility to relevant stakeholders. 2) There were obstacles during the implementation of activities, namely there were technical, non-technical, and planting land obstacles for breeders. 3) The reason why PT Bio Farma implemented the CSR program in Kertawangi Village was in accordance with the social mapping carried out where both the company and the community experienced difficulties in obtaining good quality animal feed. Geographically, in Cisarua District, with an altitude of 1350 meters above sea level, it is very suitable for planting the BBU variant of odot grass (Biofarma-BRIN-UNPAD). Then as an increase in community human resources. Abstrak Salah satu perusahaan milik negara yang selalau memberikan inovasi dan peluang untuk kemajuan negara yaitu PT. Bio Farma (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbisnis dibidang farmasi sebagai produsen obat-obatan dan vaksin yang ada di Indonesia. Program tanggung jawab sosial PT Bio Farma itu sendiri mengacu pada ISO 26000: 2010 selaku Guideline For Social Responsibility berbentuk wujud kepedulian serta donasi kepada pembangunan nasional. Pada program Corporate Social Responsibility ini Isu dan permasalahan yang ditemukan mengenai sulitnya mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas baik dimana pakan ini untuk kebutuhan pakan kuda yang notabennya sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) dan juga menjadi permasalahan yang sama bagi para peternak sapi perah yang ada di Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dibutuhkanlah sebuah terobosan yang dapat mendukung perusahaan maupun masyarakat sekitarnya dengan suatu program Corporate Social Responsibility dalam membangun ketahanan pakan ternak di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana proses implementasi, hambatan yang terjadi, dan alasan memilih Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Teknik wawancara, observasi, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses Implementasi yang dilaksanakan oleh PT Bio Farma dalam program Corporate Social Responsibility membangun ketahanan pakan ternak, menggunakan empat tahapan CSR yaitu tahap perencanaan dengan melakukan pemetaan sosial, pelaksanaan dengan melakukan program berdasarkan pemetaan sosial, evaluasi sebagai penilaian atas program yang dijalankan, dan pelaporan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stakeholder terkait. 2) Adanya hambatan saat pelaksanaan kegiatan, yakni terdapat hambatan teknis, non teknis, dan hambatan lahan tanam bagi para peternak. 3) Alasan PT Bio Farma melaksanakan program CSR di Desa Kertawangi adalah sesuai dengan pemetaan social yang dilakukan dimana perusahaan dan masyarakat sama-sama mengalami kesulitan dalam mendapatkan pakan ternak yang memiliki kualitas bagus. Secara geografis di Kecamatan Cisarua dengan ketinggian 1350 mdpl sangat cocok untuk ditanami rumput odot varian BBU (Biofarma-BRIN-UNPAD). Kemudian sebagai peningkatan SDM masyarakat.
Pengelolaan Kesan Petugas Protokoler Berkarakter Islami Haifa Khoirunnisa; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5776

Abstract

Abstract.Organizing good activities in an event can give a positive image to the agency or those who organize it. Not only government institutions that have protocols, but also in the university, for example, the Student Protocol Corps owned by Bandung Islamic University. The protocol is a bridge of information between officials or guests and the event committee so that all preparations and the event can run well. A protocol officer must be prepared with extensive knowledge and good communication, so that his competence must be trained and continuously improved so that his performance can be even better. Protocolers are in the spotlight when they are working, which means that in the front stage when they are working they are required to perform as much as possible without any gaps or mistakes. The purpose of this study is how to manage the impression that is carried out as a protocol officer in which there is also a way to build self-image as a protocol officer. In this study, Erving Goffman's Dramaturgical Theory was used. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. This study has a research object, namely the Unisba Student Protocol Corps in which there are six protocol officers who will becomereportin this research. The results of this study indicate that: the preparation made as a protocol officer is mental and knowledge preparation, the front stage of a protocol officer iszero mistake, and impression management is carried out in protocol activities in order to build self-image. Abstrak.Pengaturan kegiatan yang baik dalam sebuah acara dapat memberikan citra positif terhadap instansi atau yang menyelenggarakannya. Tidak hanya lembaga pemerintahan saja yang mempunyai protokoler, namun juga di ranah universitas, contohnya adalah Korps Protokoler Mahasiswa yang dimiliki oleh Universitas Islam Bandung. Protokoler merupakan jembatan penghubung informasi antara pejabat atau tamu dengan panitia acara agar segala persiapan dan keberlangsungan acara dapat berjalan dengan baik. Seorang protokoler harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas dan komunikasi yang baik, sehingga kompetensinya harus dilatih dan ditingkatkan terus menerus agar kinerjanya pun dapat lebih baik. Protokoler menjadi sorotan saat mereka sedang bekerja, yang artinya dalam panggung depan ketika mereka bekerja dituntut untuk tampil semaksimal mungkin tanpa adanya celah atau kesalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan kesan yang dilakukan sebagai petugas protokoler yang di dalamnya juga terdapat cara membangun citra diri sebagai petugas protokoler. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memiliki objek penelitian yaitu Korps Protokoler Mahasiswa Unisba yang di dalamnya terdapat enam petugas protokoler yang akan menjadi informan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: persiapan yang dilakukan sebagai petugas protokoler adalah persiapan mental dan pengetahuan, panggung depan seorang petugas protokoler ialah zero mistake, dan pengelolaan kesan dilakukan pada aktivitas protokoler agar bisa membangun citra diri.
Representasi Pesan Moral pada Film Inside out: Analisis Semiotika Charless. S. Pierce Pesan Moral pada Film Inside Out Mohamad Zulfikar Amir Hasan; Muhammad.E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5777

Abstract

Abstrak. Film merupakan salah satumedia saluran penyampaian pesan, apakah itu pesan verbal atau nonverbal. Film juga dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadapmassa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitugambar dan suara yang hidup sehinggamembuat penonton seakan-akan dapatmenembus ruang dan waktu yang dapatmenceritakan kehidupan dan bahkandapat mempengaruhi audiens. Pesanmoral yang disampaikan melalui media komunikasi salah satunya adalahmelalui media film yang bersifatkomprehensif bagi masyarakat. Namun, kebanyakan dari masyarakatkurang memperhatikan adanya pesanmoral yang terdapat pada sebuah film sehingga masyarakat terkadang tidakpaham dan kurang mengambil pesanmoral yang ingin disampaikan darisebuah film. Film Inside Out adalahfilm animasi yang diproduksi oleh studio PIXAR ANIMATION pada tahun2015. Metode penelitian inimenggunakan metode penelitiankualitatif dengan pendekatanparadigma post-positivistik dan menggunakan analisis semiotikapendekatan Charless Sanders Pierce. Hasil yang ditemukan mengenai pesanmoral pada film yaitu adanyakecerdasan emosional agar stabil di segala situasi, dan tidak berbuatmelenceng dari moral dan norma, bersikap optimis dan pantangmenyerah, pentingnya kejujuran, sertabersabar untuk menahan amarah karenaamarah adalah sifat yang banyakmerugikan orang lain. Abstract. Film is one of the media channels for delivering messages, whether it is verbal or nonverbal messages. Film is also considered as a powerful medium of communication to the target masses, because of its audio-visual nature, namely images and sounds that come to life so as to make the audience seem to be able to penetrate space and time, which can tell life stories and can even influence the audience. One of the moral messages conveyed through communication media is through film which is comprehensive for the community. However, most of the public pay less attention to the moral message contained in a film so that people sometimes do not understand and do not take the moral message to be conveyed from a film. Inside Out is an animated film produced by PIXAR ANIMATION studio in 2015. This research method uses a qualitative research method with a post-positivistic paradigm approach and uses a semiotic analysis of the Charless Sanders Pierce approach. The results found regarding the moral message in the film are the presence of emotional intelligence to be stable in all situations, and not to deviate from morals and norms, to be optimistic and unyielding, the importance of honesty, and to be patient to hold back anger because anger is a trait that harms others a lot.
Oversharing Behaviour di Media Sosial Instagram: Studi Komparatif pada Story dan Feeds Instagram pada Dua Individu dari Keluarga Broken Home Julia Natasya; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5830

Abstract

Abstract. The role of the family is very important in shaping the child's behavior in communicating and interacting. Children from broken home families tend to have different behaviors than children from intact families because they are mentally and psychologically injured. To divert it, they use social media. The most used social media today is Instagram, where they can share whatever they want. But because of these freedoms, consciously or not, they become oversharing. The theory used as a perspective to analyze research problems is Attribution Theory. The method used in this study is qualitative with a comparative study approach. The subjects in the study were two individual active Instagram users from broken home families. The results showed how the forms of oversharing behaviour on Instagram, why oversharing behaviour on Instagram is carried out, and how to overcome oversharing behavior on Instagram. Abstrak. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk perilaku anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Anak dari keluarga broken home cenderung memiliki perilaku yang berbeda dengan anak dari keluarga yang utuh karena mereka terluka secara batin dan psikologis. Untuk mengalihkannya, mereka menggunakan media sosial. Media sosial yang paling banyak digunakan saat ini adalah Instagram, di sana mereka dapat membagikan apapun yang diinginkannya. Namun karena kebebasan tersebut, secara disadari atau tidak, mereka menjadi berperilaku oversharing. Teori yang digunakan sebagai perspektif untuk menganalisis masalah penelitian adalah Teori Atribusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua individu pengguna aktif Instagram dari keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana bentuk-bentuk oversharing behaviour di Instagram, mengapa oversharing behaviour di Instagram dilakukan, serta bagaimana cara mengatasi oversharing behaviour di Instagram.
Peran Media Sosial Instagram dalam Membentuk Self Image Reina Fauzi Lestari; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5846

Abstract

Abstract. Social activities carried out on social media can be formed to create self-image. celebgram Nadhia did the same thing by making Instagram a place for self-image. The purpose of this study is to find meaning, the front stage which always presents itself as an influencer to share diet tips, food recipes or do preloved and back stage Nadhia herself becomes a child and student figure, and also wants to know what Instagram social media looks like. visualize. Informants in the study, namely Nadhia as an influencer in the city of Bandung, M Raihan as a friend of Nadhia, Ika Ayu Nuraini and Andez Harrera who have been followers since 2 years ago. This research method is qualitative through a dramaturgy approach. With the concept of dramaturgy role play someone will get its own meaning. In this study, researchers conducted indirect observation, documentation, and literature study as data collection techniques. The results of the study show that self-image awareness is very influential on self-confidence to foster a good self-image. The front and back sides of a person's stage are not always contradictory, requiring careful preparation to maximize the actors on the front stage. In visualization there is always a meaning shared by actors which contains motivational and persuasive messages on the Instagram account @nadhiass. . Abstrak. Kegiatan sosial yang yang dilakukan di media sosial dapat dibentuk untuk membuat self image. hal yang sama juga dilakukan oleh selebgram Nadhia menjadikan Instagram sebagai wadah pembentukan self image. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menemukan makna, front stage yang selalu menampilkan dirinya sebagai influencer untuk membagikan tips-tips diet, resep makanan ataupun melakukan preloved dan back stage Nadhia sendiri menjadi figur anak dan mahasiswi, dan juga ingin mengetahui tampilan media sosial Instagram yang di visualisasikan.Informan pada penelitian ini, yaitu Nadhia sebagai nfluencer di Kota Bandung, M Raihan sebagai sahabat dari Nadhia, Ika Ayu Nuraini dan Andez Harrera yang merupakan followers Nadhia semenjak 2 tahun lalu. Metode penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan dramaturgi. Dengan konsep dramaturgi role play seseorang akan mendapatkan makna tersendiri. Pada penelitian ini, peneliti melakukan observasi secara tidak langsung, dokumentasi, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran citra diri sangat berpengaruh pada kepercayaan diri untuk menumbuhkan citra diri yang baik. Sisi panggung depan dan belakang seseornag tidaklah selalu bertolak belakang, membutuhkan persiapan yang matang untuk memaksimalkan aktor pada panggung depan. Pada visualisasi selalu ada makna yang di bagikan oleh aktor yang berisikan pesan motivasi dan bersifat persuasif pada akun Instagram @nadhiass.