cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 185 Documents
Dampak reformasi terhadap elektabilitas Partai Golkar pada pemilu 1999 di Kabupaten Malang Ahmad Hibatullah Al Asari; Ari Sapto
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p97-113

Abstract

The Golkar Party had considerable influence in Indonesia during the New Order era, not least in Malang Regency. This high enough electability was enough to make Golkar's power firmly entrenched, at least until the 1997 elections. This study focuses on the discussion on the electability of the Golkar party in Malang Regency in the 1999 election and its comparison with the 1997 election which is quite contradictory, as well as its relationship to reform events in 1998. Research It uses a historical method that involves in-depth reading of sources from archives, articles, books, interviews, photographs and news articles in newspapers. This study shows that as a result of the reform event, the electability of the Golkar party in Malang Regency fell drastically, in contrast to the 1997 election, however, of the 48 parties that participated in the 1999 election, the Golkar party was still able to occupy the third position for the Malang Regency legislative election.Partai Golkar memiliki pengaruh cukup besar di Indonesia pada masa Orde Baru, tak terkecuali di Kabupaten Malang. Elektabilitas yang cukup tinggi cukup untuk membuat kekuasaan Golkar melekat kuat, setidaknya sampai pemilu 1997.  Studi ini memfokuskan pembahasan pada elektabilitas partai Golkar di Kabupaten Malang pada pemilu 1999 dan perbandingannya dengan pemilu 1997 yang cukup bertolak belakang, serta hubungannya dengan peristiwa reformasi pada 1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang melibatkan pembacaan yang mendalam terhadap sumber dari arsip, artikel, buku, wawancara, foto dan berita di koran. Penelitian ini menunjukkan bahwa akibat peristiwa reformasi, elektabilitas partai Golkar di Kabupaten Malang menjadi turun drastis, berbanding balik dengan pemilu 1997, meskipun demikian dari 48 partai yang mengikuti pemilu 1999 partai Golkar masih dapat menduduki posisi ke tiga untuk pemilihan legislatif Kabupaten Malang.
Perkembangan pabrik gula tanggulangin di Sidoarjo tahun 1835-1933: kajian sejarah ekonomi Alfin Ganendra Albar; Reza Hudiyanto; Ronal Ridhoi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p44-58

Abstract

The Tanggulangin sugar factory was one of the sugar factories that reach its peak production in late nineteenth century. As a production unit that involved many labors and capital, this Sugar Factory significantly has ead to the changin on adjacent people. This study described the growth of the Tanggulangin Sugar Factory which affected the surrounding area in 1835-1933. In order to reconstruct its development, the researcher uses historical research methods. The historical research method is achieved by several stages, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. Based on the sources found and with an economic history study approach, this research shows that the Tanggulangin Sugar Factory was the first Chinese-owned sugar factory in Sidoarjo in 1835. Infrastructure was also built to expedite the process of the Tanggulangin Sugar Factory with the Tanggulangin Railway Station and an irrigation system. adequate. The Open-Door Political Policy gave rapid progress to the Tanggulangin Sugar Factory. Tanggulangin Sugar Factory experienced rapid progress after being acquired by Oei Tiong Ham by updating its machines and expanding its land. Even so, this sugar factory has an impact on population growth and employment opportunities as well as the occurrence of social conflicts that arise from the workers and their surroundings. The existence of the Tanggulangin Sugar Factory also gives impetus to the emergence of local economic passion in the surrounding area. The triumph of this factory ended which was marked by a decline in production and a temporary closure during the Malaise Crisis. This study of the development of the sugar factory provides a wealth of writing about Indonesia's economic history.Pabrik Gula Tanggulangin merupakan salah satu pabrik gula yang pernah berjaya di Sidoarjo pada masa Kolonial. Sebagai sebuah unit produksi yang melibatkan banyak tenaga kerja dan modal, pabrik gula ini sangat mempengaruhi masyarakat yang ada di sekelilingnya. Penelitian ini berusaha untuk melihat perkembangan Pabrik Gula Tanggulangin yang mempengaruhi wilayah sekitar pada tahun 1835-1933. Dalam rangka merekonstruksi perkembangannya, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah dicapai dengan beberapa tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan dari sumber-sumber yang ditemukan dan dengan pendekatan kajian sejarah ekonomi, penelitian ini menunjukkan bahwa Pabrik Gula Tanggulangin merupakan pabrik gula pertama milik Tionghoa di Sidoarjo pada tahun 1835. Infrastruktur juga dibangun untuk melancarkan proses Pabrik Gula Tanggulangin dengan Stasiun Kereta Api Tanggulangin dan sistem irigasi yang memadai. Kebijakan Politik Pintu Terbuka memberikan kemajuan pesat terhadap Pabrik Gula Tanggulangin. Pabrik Gula Tanggulangin mengalami kemajuan yang pesat setelah diakuisisi oleh Oei Tiong Ham dengan memperbarui mesin-mesinnya dan meluaskan lahannya. Sekalipun demikian, pabrik gula ini berdampak pada pertumbuhan penduduk dan adanya lapangan pekerjaan serta terjadinya konflik sosial yang muncul dari para pekerja dan sekitarnya. Keberadaan Pabrik Gula Tanggulangin juga memberikan dorongan terhadap munculnya gairah ekonomi lokal di wilayah sekitar. Kejayaan pabrik ini berakhir yang ditandai dengan penurunan produksi dan penutupan sementara ketika terjadi Krisis Malaise. Kajian perkembangan pabrik gula ini memberikan kekayaan terhadap penulisan sejarah ekonomi Indonesia
Persepsi siswa X IPS 3 terhadap penggunaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada Penilaian Akhir Tahun (PAT) dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia di SMA Negeri 9 Malang Rizky Apria Bakti; Ulumia Hayatunnufus; Wiranti Ayuning Safitri; Kasimanuddin Ismain; Melda Amelia Rohana
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p114-125

Abstract

Writing this article aims to find out the perceptions or views of X IPS 3 students on the use of Minimum Competency Assessment (AKM) in Year-End Assessment (PAT) in Indonesian History (Compulsory History) subjects at SMA Negeri 9 Malang. To find out, the researchers used qualitative research methods with data collection instruments, namely questionnaires, in which the Likert scale was used. In addition, interviews were also used as a data collection method. The data obtained are then analyzed. From the results of the analysis, the researcher can find out that the perceptions or views of X IPS 3 students on the application of AKM in PAT Indonesian history subjects at SMA Negeri 9 Malang are not good.Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui persepsi atau pandangan siswa X IPS 3 terhadap penggunaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dalam Penilaian Akhir Tahun (PAT) pada mata pelajaran Sejarah Indonesia (Sejarah Wajib) di SMA Negeri 9 Malang. Untuk mengetahui hal tersebut, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan instrumen pengambilan data yaitu angket, di dalamnya menggunakan skala likert. Selain itu, wawancara juga digunakan sebagai metode pengambilan data. Data – data yang diperoleh kemudian dianalisis. Dari hasil analisis tersebutlah peneliti dapat mengetahui bahwa persepsi atau pandangan siswa X IPS 3 terhadap penerapan AKM dalam PAT mata pelajaran sejarah Indonesia di SMA Negeri 9 Malang kurang baik.
Pengembangan media historiografis interaktif berbasis Adobe Flash tentang Candi Surawana untuk kelas X SMK Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang Erlika Nila Anggraini; Slamet Sujud Purnawan Jati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p59-72

Abstract

Study atmosphere and learning process must arranged that student potential can’t touched so that it can grow and useful in the future. In historical learning the still one in material lesson student worksheet actually still not meet effectiveness that can convey the meaning of the material. This research done with the aim of developming media historiography interactive use assistance software Adobe Flash about Surawana Temple in clas X SMK Diponegoro Tumpang Regency Malang. Types of research used is research R&D (Research and Development). Researcher try to make new media infographic interactive packaged in shape application that can be installed at smartphone each student. Validation result by material experts show result 90.0 percent (very valid) while validation media product show result 92.5 percent (very valid). For testing small group show percentange as large as 79.5 percent (effective) while the large group trial show percentange result 86.9 percent (verry effective). The result can draw that use media historiography interactive based on Adobe Flash about Surawana temple is very proper used learning history at SMK Diponegoro Tumpang regency Malang.Suasana belajar dan proses pembelajaran harus disusun agar potensi siswa dapat tersentuh sehingga dapat berkembang dan bermanfaat di masa yang akan datang. Dalam pelajaran sejarah yang masih berpacu pada bahan ajar lembar kerja siswa sesungguhnya masih belum menemui keefektifan yang dapat menyampaikan maksud daripada materi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan media historiografis interaktif memanfaatkan bantuan software Adobe Flash tentang materi Candi Surawana pada kelas X SMK Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian R&D (Research and Development). Peneliti mencoba membuat media baru berupa infografis interaktif yang dikemas dalam bentuk aplikasi yang bisa diinstal di smartphone masing-masing siswa. Hasil validasi produk oleh ahli materi menunjukkan hasil 90.0 persen (sangat valid) sedangkan validasi ahli media menunjukkaan hasil 92.5 persen (sangat valid). Untuk hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 79.5 persen (efektif) sedangkan uji coba kelompok besar menunjukkan persentase sebesar 86.9 persen (sangat efektif). Dari hasil tersesbut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media historiografis interaktif berbasis Adobe Flash tentang Candi Surawana sangat layak untuk dipakai dalam pembelajaran sejarah di SMK Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. 
Analisis dan perancangan mobile learning berbasis cagar budaya di Kabupaten Sragen sebagai media pembelajaran sejarah Atik Dwi Kurniasih; Sunardi Sunardi; Sariyatun Sariyatun
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p126-139

Abstract

In welcoming Indonesia's golden generation in 2045, the world of education has a big challenge, namely realizing quality education where the teacher's role is significant, especially in becoming creative, innovative, and inspiring teachers in designing meaningful learning activities. The existence of the times makes learning history a big challenge, and teachers must be able to adapt to the nature of the times, one of which is the rapid development of technology and communication. This study analyzes the urgency of developing smart history learning media for cultural heritage-based smartphones. The method used in this research is research and development. Data were collected through observation and literature study for reference in the early stages of the investigation. They were taking samples from questionnaires to analyze the need for designing mobile learning based on cultural heritage as a medium for learning history to 264 high school students in Sragen Regency. The initial stage of product design explains the materials and media in the form of various cultural heritages in the Sragen district. This study's results are quite significant: 97.7 percent have smartphones, almost 46.1 percent of respondents use smartphones to study, and 97.7 percent answered that it is important to take advantage of cultural heritage in history learning.Dalam menyongsong generasi emas Indonesia di tahun 2045, dunia pendidikan memiliki tantangan besar yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas dimana peran guru sangat besar, terutama menjadi guru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif dalam merancang kegiatan pembelajaran yang bermakna. Adanya perkembangan zaman membuat pembelajaran sejarah menjadi tantangan besar, dan guru harus mampu beradaptasi dengan alam perkembangan zaman, salah satunya perkembangan teknologi dan komunikasi yang begitu pesat. Penelitian ini menganalisis urgensi pengembangan media pembelajaran sejarah pintar untuk smartphone berbasis cagar budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi literatur sebagai referensi pada tahap awal penelitian. Kemudian dilakukan penyebaran kuesioner untuk menganalisis kebutuhan perancangan mobile learning berbasis cagar budaya sebagai media pembelajaran sejarah kepada 264 siswa SMA di Kabupaten Sragen. Tahap awal perancangan produk menjelaskan materi dan media berupa berbagai cagar budaya yang ada di kabupaten Sragen. Hasil penelitian ini cukup signifikan: 97.7 persen memiliki smartphone, hampir 46.1 persen responden menggunakan smartphone untuk belajar, dan 97.7 persen menjawab penting untuk memanfaatkan cagar budaya dalam pembelajaran sejarah.
Jalur trem Modjoagoeng-Ngoro: pendapatan dan pengaruhnya bagi masyarakat Jombang tahun 1890-1900 Dimas Bagus Aditya
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p1-11

Abstract

The Modjoagoeng-Ngoro tramway is a branch of the Mojokerto-Gemekan-Ngoro tramway. The Oost-Java Stoomtram Maatschappij railway line with the Mojoagung-Ngoro segment is used to transport plantation products at several sugar factories connected to this line, such as the Soekodhono Sugar Factory, Seloredjo Sugar Factory, and Ngoro Sugar Factory. The construction of the Mojoagung-Ngoro railway has an impact on the lives of the people of Jombang so that a small market is formed near the station stop. This paper aims to describe the Modjoagoeng-Ngoro tramline which includes the history of the establishment of the OJS tramline in Surabaya Regency, including Mojoagung-Ngoro line, the income earned by the OJS line in the Modjoagoeng-Ngoro segment, and the effects caused by the establishment of the OJS line. The method used in this paper is the historical method which consist of heuristics, source critism, interpretation, and historiography. The results obtained in this study are the gross income obtained by the Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS) company experiencing ups and downs in income. This reflects that the OJS line is highly dependent on the fluctuations in sugar and coffee production along this railway. The impact felt by the community due to the construction of the Modjoagoeng-Ngoro tramline is the formation of a small trading area around the OJS stop station. Jalur trem Modjoagoeng-Ngoro merupakan rangkaian cabang dari jalur trem Mojokerto-Gemekan-Ngoro. Jalur rel kereta api Oost-Java Stoomtram Maatschappij dengan segmen Mojoagung-Ngoro digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan dibeberapa pabrik gula yang terhubung dengan jalur ini, seperti Pabrik Gula Soekodhono, Pabrik Gula Seloredjo, dan Pabrik Gula Ngoro. Pembangunan jalur rel Mojoagung-Ngoro berdampak terhadap kehidupan masyarakat Jombang sehingga terbentuk pasar kecil di dekat stasiun pemberhentian. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan mengenai jalur trem Modjoagoeng-Ngoro yang didalamnya mencakup sejarah pendirian jalur trem OJS di Karasidenan Surabaya termasuk jalur lintas Mojoagung-Ngoro, pendapatan yang diperoleh jalur OJS segmen Modjoagoeng-Ngoro, dan pengaruh yang ditimbulkan akibat didirikannya jalur OJS. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pendapatan bruto yang diperoleh oleh perusahaan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS) mengalami pasang surut pendapatan. Hal ini mencerminkan bahwa jalur OJS sangat bergantung pada naikturunnya produksi gula dan kopi di sepanjang jalur rel ini. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat dibangunkannya jalur trem Modjoagoeng-Ngoro adalah terbentuknya tempat perdagangan kecil di sekitar stasiun pemberhentian OJS.
Wabah malaria di Kulon Progo tahun 1930-an Shofi Sani; H.Y. Agus Murdiyastomo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p73-81

Abstract

This study aims to examine malaria which was endemic in Kulon Progo in the 1930s, including the spread of the outbreaks, causes, and also the countermeasures taken to control it. The research uses historical research methods consisting of heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that in the 1930s, malaria outbreaks infected many people in Kulon Progo, especially in Adikarto Regency. Poor drainage was the main cause that drove malaria to become an epidemic in Kulon Progo. In this case, the malaria outbreak that was spreading in Kulon Progo was handled by bringing the orderlies to give medicine to the sufferers and improving the quality of water drainage.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang malaria yang mewabah di Kulon Progo pada tahun 1930-an, yakni meliputi persebaran, penyebab, dan juga penanggulangan yang dilakukan. Adapun metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1930-an, wabah malaria banyak menjangkit masyarakat di Kulon Progo terutama di Kabupaten Adikarto. Drainase yang tidak begitu baik menjadi penyebab utama yang mendorong malaria dapat mewabah di Kulon Progo. Wabah malaria yang menjangkit di Kulon Progo ditanggulangi dengan cara mendatangkan para mantri untuk memberikan obat kepada para penderita dan meningkatkan kualitas drainase air. 
Strategi pembelajaran sejarah berbasis clarification and disclosure techniques /CDT Cici Setyowati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p140-153

Abstract

In the educational process, so that the learning process or student learning can achieve its goals, an appropriate strategy is needed in implementing the learning program. Learning strategies have many forms, but in history subjects the strategies used must be goal oriented from history subjects and have characteristics that are unique to history subjects. Theoretically, strategies that are considered to be able to assist in the process of learning history in achieving its goals, through the method of literature review, one of which is by using a learning strategy based on Clarification and Disclosure Techniques/CDT. The development of this strategy is oriented towards four things: 1) the objectives of the history curriculum itself, 2) learning theory, 3) developing learning strategies, and 4) developing pre-existing learning models. The Clarification and Disclosure Techniques/CDT learning strategy has five stages in its steps, namely 1) orientation, 2) stimulus, 3) exploration and performance, 4) clarification and disclosure, 5) inference and reflection. As a learning strategy, Clarification and Disclosure Techniques/CDT also has many advantages and disadvantages theoretically, so that as a practitioner, in order to know the accuracy of the Clarification and Disclosure Techniques/CDT learning strategy in learning history, there are efforts to take direct action and real action for teachers. teachers in schools to directly practice these learning strategies.Pada proses pendidikan, agar proses pembelajaran atau belajar peserta didik dapat mencapai tujuannya, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam pelaksanaan program pembelajaran. Strategi pembelajaran memiliki banyak macam bentuk, namun dalam mata pelajaran sejarah strategi yang digunakan harus berorientasi pada tujuan dari mata pelajaran sejarah dan memiliki ciri ke khasan terhadap mata pelajaran sejarah. Secara teoritis strategi yang dianggap dapat membantu dalam proses pembelajaran sejarah dalam mencapai tujuannya, dengan melalui metode kajian pustaka, salah satunya adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis Clarification and Disclosure Techniques/CDT. Pengembangan strategi ini berorientasi pada empat hal yaitu 1) tujuan dari kurikulum sejarah sendiri, 2) teori belajar, 3) pengembangan strategi pembelajaran, dan 4) pengembangan model pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Strategi pembelajaran Clarification and Disclosure Techniques/CDT memiliki lima tahapan dalam langkah-langkahnya yaitu 1) orientasi, 2) stimulus, 3) eksplorasi dan unjuk kerja, 4) klarifikasi dan pengungkapan, 5) penyimpulan dan refleksi. Sebagai strategi pembelajaran Clarification and Disclosure Techniques/CDT juga memiliki banyak kelebihan dan kelemahan secara teoritis, sehingga secara praktisi agar dapat mengetahui ketepatan dari strategi pembelajaran Clarification and Disclosure Techniques/CDT dalam pembelajaran sejarah, maka ada upaya tindakan secara langsung dan tindakan nyata bagi guru-guru di sekolah untuk mempraktikan secara langsung strategi pembelajaran tersebut. 
Kemandirian gereja Batak Karo protestan 1893-1948 Karin Regina Tarigan
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p12-28

Abstract

Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) is a tribal church in Indonesia originating from North Sumatra, precisely in the Karo highlands. Its existence is inseparable from the contribution of the Dutch who once colonized Indonesia. Through the assistance of the Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) Mission Institute, the Netherlands wants to change the belief in Pemena, which is the first religion of the Karo Tribe, and at the same time wants to weaken the resistance of the Karo Tribe by converting them to Christianity. Then in 1940 there was an international political event that forced GBKP to be independent. There have been many studies examining the history of GBKP, but there has been no in-depth study regarding the independence of GBKP. This study aims to determine the factors causing the birth of GBKP and how the GBKP independence process occurs. This study adopts historical research methods, which are divided into several stages of topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This study shows that at first the Karo tribe adhered to the Pemena belief and then converted to Christianity after the arrival of NZG to Tanah Karo. As well as the independence of the church due to international political events. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) adalah sebuah gereja suku di Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara, tepatnya di dataran tinggi Karo. Keberadaanya tidak terlepas dari kontribusi Belanda yang pernah menjajah di Indonesia. Melalui bantuan Lembaga Misi Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) Belanda ingin mengubah kepercayaan Pemena yang merupakan agama pertama suku Karo, sekaligus ingin melemahkan perlawanan suku Karo dengan jalan menjadikan mereka menjadi Kristen. Kemudian pada tahun 1940 terjadi peristiwa politik internasional yang membuat GBKP harus mandiri. Telah banyak penelitian yang mengkaji sejarah GBKP, namun belum ada kajian mendalam terkait kemandirian GBKP. Sehingga melalui penelitian ini penulis bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab lahirnya GBKP serta bagaimana proses kemandirian GBKP terjadi. Penelitian kemandirian GBKP mengadopsi metode penelitian sejarah, yang terbagi dalam beberapa tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada awalnya masyarakat suku Karo menganut kepercayaan Pemena kemudian beralih menjadi Kristen setelah kedatangan NZG ke Tanah Karo, serta terjadi kemandirian gereja akibat peristiwa politik internasional.
Pembelajaran sejarah berbasis proyek membuat mading digital pada topik Kolonialisme untuk menumbuhkan kecakapan abad ke-21 bagi siswa kelas XI SMAN 3 Blitar Imam Ropi'i
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v3i12023p82-96

Abstract

Project-based learning on teaching history makes a digital wall magazine with the theme of colonialism designed for generation Z students who are fluent in IT technology. This article uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The research subjects were students of class XI MIPA 2 SMAN 3 Blitar. The application of project-based learning makes students collaborate with their groups to play an active role as planners, implementers, to reporting and evaluating projects for making digital wall boards. Each group is given a main theme and the flexibility to choose the structure or content of the digital magazine, such as infographics, essays, posters, crossword puzzles, to historical memes packaged in contemporary products. Project learning activities for making digital wall magazines encourage students to engage in learning activities that foster 21st century skills, namely information literacy, critical thinking, creative, media and technology literacy, communication, and collaboration.Pembelajaran sejarah berbasis proyek membuat mading digital tema kolonialisme dirancang untuk siswa generasi Z yang fasih teknologi IT. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 3 Blitar. Penerapan pembelajaran berbasis proyek membuat siswa berkolaborasi bersama kelompoknya berperan aktif sebagai perencana, pelaksana, hingga pelaporan dan evaluasi proyek pembuatan mading digital. Setiap kelompok diberikan tema pokok dan keleluasaan pilihan struktur atau konten mading digital yang dibuat seperti infografis, esai, poster, teka-teki silang, hingga meme sejarah yang dikemas secara kekinian. Kegiatan pembelajaran proyek membuat mading digital memacu siswa terlibat aktivitas pembelajaran yang menumbuhkan kecakapan abad ke-21 yaitu literasi informasi, berpikir kritis, kreatif, literasi media dan teknologi, komunikasi, serta kolaborasi. 

Page 11 of 19 | Total Record : 185