cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 214 Documents
Genealogi Intelektual Pesantren Bungkuk Singosari: Sebuah Studi Awal Athifa Raissa Putri; Husnul Mufidaty Lutfiyah; Muhammad Chaesar Aman; Muhammad Zihni Haidar; Muhammad Syaifudin; Nanda Rosa Illiasa
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p94-108

Abstract

Abstract Genealogy was originally a study that examined family relationships and traced the path of descent as well as history, or what was called biological genealogy. Meanwhile, Islamic boarding schools are religious educational institutions that provide knowledge and teaching with the aim of developing and spreading the Islamic religion. In the past, Islamic boarding schools played an important role in the Islamization process in the archipelago. During its journey, Pondok Bungkuk played a major role in the Islamization of the Malang area and its surroundings. Using a historical approach, the author conducted research related to the intellectual genealogy of the Bungkuk Islamic Boarding School. This research is aimed at narrating the relationship or intellectual genealogical network of both the dzurriyah and the students of the Bungkuk Islamic Boarding School. The research was carried out using a research method that seeks to analyze critically through literature review (Library Research) and interviews in the form of oral history (Oral History).Abstrak Genealogi pada awalnya merupakan sebuah kajian yang meneliti tentang hubungan keluarga dan penelusuran jalur keturunan juga sejarahnya atau yang disebut dengan genealogi biologis. Sedangkan pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan agama yang memberikan pengetahuan serta pengajaran dengan tujuan untuk mengembangkan serta menyebarkan agama Islam. Pesantren di masa lampau berperan penting dalam proses islamisasi di Nusantara. Selama perjalanannya, Pondok Bungkuk memiliki peran besar dalam islamisasi di wilayah Malang dan sekitar. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, penulis melakukan penelitian terkait genealogi intelektual pesantren Bungkuk. Penelitian ini ditujukan untuk menarasikan hubungan atau jaringan silsilah intelektual baik dari dzurriyah maupun santri Pesantren Bungkuk. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian yang berusaha menganalisis secara kritis melalui kajian kepustakaan (Library Research) dan wawancara yang berbentuk menjadi sejarah lisan (Oral History). 
Nilai Penting dan Urgensi Pelindungan Situs-Situs Hunian Prasejarah di Kawasan Karst Gunungkidul, Yogyakarta Adinda Tasya Namira; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p103-118

Abstract

Kawasan karst Gunungkidul, khususnya Subzona Gunung Sewu, merupakan wilayah yang menyimpan banyak situs-situs hunian prasejarah berupa gua dan ceruk yang merekam jejak kehidupan manusia sejak kala Pleistosen hingga Holosen Awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai penting dari sepuluh situs hunian prasejarah yang telah diekskavasi, serta menjelaskan urgensi pelindungan situs sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak dapat tergantikan. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka yang dilakukan terhadap laporan penelitian, artikel jurnal, dan karya akhir mahasiswa. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi tinggalan arkeologis, karakter geomorfologi gua, dan konteks spasial situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepuluh situs memiliki nilai penting sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, meliputi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya. Nilai tersebut tercermin dari kompleksitas temuan arkeologis (artefak dan ekofak), kondisi lingkungan yang mendukung hunian, dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis warisan budaya. Namun demikian, situs-situs tersebut kini menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas penambangan, alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, dan vandalisme. Oleh karena itu, pelindungan situs memerlukan kebijakan berbasis data arkologis, regulasi daerah yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dan para pemangku kepentingan yang berperan penting dalam kegiatan pelestarian warisan budaya.
Peranan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui Yayasan Pendidikan Kristen (Yapendik) GPIB Cabang Immanurl Kediri Tahun 1983-2013 Zulfi Nur Azizi; Grace Tjandra Leksana
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i42025p298-311

Abstract

Pada awal abad-17 ditandai dengan kehadiran Bangsa Belanda di Indonesia. Pendidikan di Indonesia yang mulanya dibawah kekuasaan Portugis beralih ke tangan Belanda. Namun karena kongsi dagang Belanda (VOC) kurang melibatkan diri dalam pendidikan maka seluruh kegiatan pendidikan ini diserahkan ke pihak gereja. Yapendik GPIB Cabang Immanuel Kediri merupakan sebuah pelayanan dari gereja GPIB Immanuel Kediri sebagai upaya untuk pelayanan kesaksian dalam pendidikan. Yapendik GPIB Cabang Immanuel melayani pendidikan untuk anak usia dini. Telah banyak penelitian yang mengkaji sejarah GPIB Immanuel di Kediri, namun belum ada kajian mendalam terkait Yapendik GPIB Cabang Immanuel Kediri yang dimiliki oleh gereja GPIB Immanuel Kediri. Sehingga melalui penelitian ini, peneliti bertujuan mengetahui bagaimana peran GPIB Immanuel dalam pengembangan Yapendik GPIB di Kediri dan bagaimana visi misi dari Yapendik GPIB dapat diimplementasikan dalam PAUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terbagi dalam beberapa tahapan: pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jemaat GPIB Immanuel serta Gereja Pospel Marganing rahayu banyak berkontribusi untuk mengembangkan Yapendik GPIB Cabang Immanuel Kediri baik secara material maupun imaterial. Implementasi visi misi Yapendik GPIB dilaksanakan dan disesuaikan melalui pembelajaran oleh guru, sehingga pencapaian visi misi tidak terlepas dari usaha para guru.
Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Digital "Ngandjoek Era Prasejarah-Hindu Budha" Khamidatur Rofiah; Aditya Nugroho Widiadi
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan isi buku teks digital berjudul "Ngandjoek Era Prasejarah-Hindu Budha". Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kualitas isi berdasarkan kriteria kelayakan yang telah diatur oleh Permendikbud nomor 22 tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan studi pustaka. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kelebihan dan kekurangan buku teks digital ini, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan bahan ajar yang lebih efektif dan relevan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sumber belajar digital yang mendukung pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.
Ismail Marzuki : komponis pejuang 3 zaman (1914-1958) Tanty Aulia Syahbani; Raden Wisnubroto; Kurniawati Kurniawati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i32025p239-250

Abstract

AbstractThis study aims to find out the story of Ismail Marzuki's struggle and Ismail Marzuki's contribution to the struggle for Indonesian independence. The method used is the historical method. The research in this thesis discusses Ismail Marzuki's life from childhood to adolescence, the emergence of Ismail Marzuki's nationalism awareness, the beginning of Ismail Marzuki's foray into the world of music which was pioneered when he joined Lief Java in 1936. Ismail Marzuki's name became popular when filling broadcasts. on the NIROM radio. from 1937 to 1940. Ismail Marzuki was also involved in VORO radio in 1937 which was known as rebel radio. During the Japanese colonial period, Ismail was involved in two institutions, namely Keimin Bunka Sidosho radio and Hoso Kanri Kyoku. During the independence revolution, Ismail Marzuki took part in the progress of RRI which began in 1945, was stopped in 1947 as a form of anti-colonial attitude and worked again in 1950-1956. This study also includes the creation of a nationalist song by Ismail Marzuki that can describe the reality of life in 3 eras, namely the era of colonialism, Japanese colonialism to the independence revolution. The results of the research in this thesis prove that Ismail Marzuki is a composer who devoted his life to the advancement of music in Indonesia and gave birth to creative works in the form of national songs.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisah perjuangan Ismail Marzuki serta kontribusi Ismail Marzuki pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Metode yang digunakan yaitu metode historis. Penelitian pada skripsi ini membahas kehidupan Ismail Marzuki dari kecil hingga remaja, munculnya kesadaran nasionalisme Ismail Marzuki, awal mula Ismail Marzuki menyelami dunia seni musik yang dirintis saat bergabung dengan Lief Java pada tahun 1936. Nama Ismail Marzuki mulai populer ketika mengisi siaran di radio NIROM pada tahun 1937 hingga tahun 1940. Ismail Marzuki juga terlibat pada radio VORO pada tahun 1937 yang dikenal sebagai radio pemberontak. Dizaman penjajahan Jepang, Ismail terlibat pada dua lembaga yaitu Keimin Bunka Sidosho dan radio Hoso Kanri Kyoku. Pada masa revolusi kemerdekaan, Ismail Marzuki berkontribusi membesarkan kemajuan RRI yang dimulai tahun 1945, sempat berhenti ditahun 1947 sebagai bentuk sikap anti penjajahan dan bekerja kembali pada tahun 1950-1956. Penelitian ini juga memuat karya cipta lagu nasionalis dari Ismail Marzuki yang dapat menggambarkan realitas kehidupan pada 3 zaman yaitu zaman kolonialisme, penjajahan Jepang hingga revolusi keemerdekaan. Hasil penelitian pada skripsi ini yaitu membuktikan bahwa Ismail Marzuki merupakan seorang komponis yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan musik di Indonesia dan melahirkan karya cipta berupa lagu-lagu nasional.
Pelestarian Rumah Adat Betawi Pada Masa Orde Baru 1995-1997 Aisyah Syahtul Ridha
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i22025p109-125

Abstract

Abstract Betawi culture is very diverse and has characteristics that can be found to this day, such as its art, food, language, and house architecture, which makes Betawi culture have an identity that can be used as legacy from each generation to be preserved. One of the cultural heritages that can captivate the Betawi soul when seeing in person is the Betawi traditional house in Jakarta. This article aims to preserve the preservation of Betawi traditional houses during the New Order era as a Betawi identity and is important for research as a form of Betawi cultural heritage that can continue to be preserved and preserved. This research uses historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. From this research, the results obtained show that Betawi traditional houses play a role maintaining Betawi heritage through distinctive characteristics that are different from traditional houses of other tribes. Through Betawi traditional houses, many Jakarta also make this place a place for Betawi ethnic gatherings in Jakarta to stay in touch and hold various art performances, and as a Betawi rental place during the New Order era. This shows that the Betawi traditional house is not only a place for the Betawi tribe to live but also a gathering place for Betawi families for social and religious events.Abstrak PBudaya Betawi sangatlah beragam dan mempunyai ciri khas yang bisa ditemukan sampai saat ini, seperti keseniannya, makanannya, bahasanya, dan arsitektur rumahnya, yang membuat budaya Betawi mempunyai identitas yang dapat dijadikan warisan dari setiap generasi ke generasi untuk bisa dilestarikan. Salah satu warisan budaya yang dapat memikat jiwa Betawi ketika melihat secara langsung yaitu rumah adat Betawi di Jakarta. Artikel ini bertujuan mengkaji pelestarian rumah adat Betawi pada masa Orde Baru sebagai identitas Betawi dan penting untuk dijadikan penelitian sebagai bentuk dari warisan budaya Betawi agar dapat terus dipertahankan dan dilestarikan. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah yaitu heutistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa rumah adat Betawi berperan dalam mempertahankan warisan Betawi melalui ciri khas yang berbeda dari rumah adat lainnya. Melalui rumah adat Betawi juga, banyak masyarakat Jakarta menjadikan tempat tersebut menjadi tempat perkumpulan etnis Betawi di Jakarta untuk bersilaturahmi serta melakukan berbagai pertunjukkan kesenian dan sebagai tempat kontrakkan Betawi pada masa Orde Baru. Dengan demikian menunjukkan bahwa rumah adat Betawi selain menjadi tempat tinggal suku Betawi namun juga sebagai tempat berkumpulnya para keluarga Betawi untuk acara sosial maupun keagamaan.  
Ideologi Pembangunan dalam Buku Cerita Anak di Masa Orde Baru Siti Faizatun Nisa'
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p119-130

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran muatan ideologi pembangunan dalam buku cerita anak di masa Orde Baru. Setelah masa Demokrasi Terpimpin runtuh, haluan bernegara Indonesia berubah. Orientasi utama kehidupan bernegara tidak lagi aspek politik melainkan ekonomi. Selain Pancasila, pembangunan menjadi ideologi utama. Dengan menggunakan metode penelitian Sejarah, penulis berusaha melacak sumber yang relevan lalu membedah keberadaan ideologi pembangunan di dalam buku-buku tersebut. Agar dapat mengetahui mengapa buku cerita anak mengandung pesan pembangunan, penting untuk melihat kerangka kurikulum pendidikan Sekolah Dasar (SD). Buku-buku ini disebarkan di SD melalui arahan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Narasi cerita di setiap buku akan mampu memperlihatkan bahwa ternyata buku-buku cerita anak juga bersifat politis. Ada tiga temuan berkaitan dengan ideologi pembangunan dalam tulisan ini: (1) program pembangunan di bidang infrastruktur, industri, dan pertanian, (2) transmigrasi, serta (3) tugas dan fungsi ABRI.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila (P3) Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Kota Malang Intan Kurnia Padma Safa; Indah Wahyu Puji Utami
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p56-72

Abstract

Pengembangan karakter dimulai sejak seseorang dilahirkan, namun sangat dipengaruhi oleh lingkungan sepanjang kehidupannya. Dalam konteks kemajuan teknologi yang pesat, teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan karakter. Oleh karena itu, peran guru dan sekolah menjadi semakin penting dalam mewujudkan tujuan pembentukan karakter nasional. Pembelajaran sejarah yang dilaksanakan melalui Kurikulum Merdeka di Indonesia menjadi salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila, dengan tujuan utama memperkuat karakter siswa sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Pancasila. Penelitian ini mengkaji implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Malang, dengan fokus pada siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran sejarah telah berjalan secara umum sesuai dengan pedoman Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Namun demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti alokasi waktu yang tumpang tindih, keterlibatan siswa dalam diskusi yang masih terbatas, serta kekurangan guru sejarah yang kompeten, yang semuanya berdampak pada optimalisasi proses pembelajaran sejarah. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterpaduan antara desain kurikulum, strategi pembelajaran, dan kapasitas guru dalam meningkatkan capaian pendidikan karakter.
Taman siswa: upaya perjuangan pendidikan lokal Indonesia Muhammad Lingga Andana; Dewi Azzahroh
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i32025p203-212

Abstract

Education is an important thing in human life. Education has its own characteristics and challenges. Likewise with this article which discusses Taman Siswa as an Indonesian local education effort. Taman Siswa is the antithesis of the majority of education carried out by education. The method in compiling this article uses the historical method. Ki Hajar Dewantara became the pioneer of the formation of Taman Siswa and the fruits of his thoughts in Taman Siswa are still being carried out until now. As time went on, there were many dynamics experienced by Taman Siswa which became the basis for the struggle for independence through local education in accordance with the characteristics of the humanist, populist and nationalist Eastern nation.
Soedarjo Tjokrosisworo: Riwayat Jurnalis-Nasionalis dari Surakarta (1902–1960) Nasta Ayundra Oktavian Mahardi; Reza Khoirul Huda; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p31-43

Abstract

zaman, masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, dan awal kemerdekaan, serta perannya sebagai nasionalis dari Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri latar belakang sosial, perjalanan karier jurnalistik, keterlibatan organisasi, serta sumbangsih Soedarjo dalam bidang pers, bahasa, dan pergerakan nasional. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi melalui kritik sumber, interpretasi, dan penulisan historiografi. Data dikumpulkan melalui sumber primer berupa karya autobiografis Soedarjo, surat kabar dan majalah sezaman, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah terkait sejarah pers dan pergerakan nasional. Analisis data dilakukan dengan menempatkan aktivitas jurnalistik dan organisatoris Soedarjo dalam konteks sosial-politik zamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Soedarjo tidak hanya berperan sebagai wartawan yang kritis dan produktif, tetapi juga sebagai organisator Boedi Oetomo, tokoh Persatuan Wartawan Pribumi, penggagas Kongres Bahasa Indonesia I, serta nasionalis yang memandang pers sebagai instrumen perjuangan kebangsaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kontribusi Soedarjo Tjokrosisworo memperlihatkan peran penting jurnalis lokal dalam membentuk kesadaran nasional, memperjuangkan bahasa Indonesia, dan mengartikulasikan nasionalisme melalui media, organisasi, dan kebudayaan.