cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
PENGARUH PERBEDAAN LATIHAN FOUR SQUARE STEP EXERCISE DAN LATIHAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN LANSIA Veni Fatmawati; Indriani Indriani
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.622 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i3.736

Abstract

Latar belakang: keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak jatuh. Keseimbangan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi dan stabilitas ketika bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain. Akibat dari gangguan keseimbangan adalah jatuh dan sering mengarah pada injuri, kecacatan, kehilangan kemandirian dan berkurangnya kualitas hidup. Fisioterapis berperan dalam pemberian intervensi salah satunya dengan four square step exercise dan ankle strategy exercise.  Tujuan: untuk mengetahui pengaruh four square step exercise dan ankle strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode: quasi ekperimental dengan pre dan post desain pada lansia di PRA Palbapang Barat,Bantul. Alat ukur dengan TUTG (Time Up and Go Test). Lansia duduk pada kursi dengan bersandar. Lutut fleksi 90°, lengan bersandar. Selanjutnya lansia berdiri, berjalan 3 meter (10 ft), berputar, jalan kembali menuju kursi dan duduk kembali bersandar. Saat berjalan dapat menggunakan alas kaki atau tanpa alas kaki. Waktu diukur dengan stopwatch mulai dari awal berdiri sampai duduk bersandar Kembali. Hasil: hasil pengujian dengan Independent t-test didapatkan nilai t = -2,353 dan nilai p=0,040 (p < 0,05). Kesimpulan: perlakuan pada kelompok four square step exercise lebih efektif dari pada ankle strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan lansia .
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MP ASI DIBAWAH USIA 6 BULAN DENGAN KERENTANAN PENYAKIT DI DESA PAYUNG AGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017 Ana Samiatul Milah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.014 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i2.177

Abstract

MP-ASI (Makanan Pendamping-Air Susu Ibu) adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrisi yang diberikan kepada bayi setelah bayi siap atau berusia 6 bulan. Makanan pendamping ASI merupakan makanan tambahan bagi bayi. Makanan ini harus menjadi pelengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bayi. Jadi selain makanan pendamping ASI, ASI harus tetap diberikan kepada bayi paling tidak sampai usia 24 bulan. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2013 diketahui bahwa pemberian ASI Ekslusif hanya meningkat sekitar 10% dalam periode 2011-2014. Pada SDKI tahun 2012 angka pemberian ASI Ekslusif itu hanya sekitar 32%, dan di SDKI tahun 2016 meningkat menjadi 42%, meskipun ada peningkatan hal ini masih jauh dari angka sempurna. Keberhasilan ASI Ekslusif di Jawa Barat tercapai 42% dari target 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP ASI kurang dari 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis tahun 2017. Jenis penelitian yaitu menggunakan survey analitik dengan pendekatan case control (retrospective). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis periode Juni-Oktober 2017 sebanyak 357 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Proporsional Random Sampling sebanyak 78 orang. Hasil penelitian diketahui pemberian MP ASI adalah kategori memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan sebanyak 55 orang (70,5%), kerentanan penyakit adalah kategori mengalami sebanyak 58 orang (74,4%) dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2014 ditunjukan dengan nilai ρ value 0,000 < α (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar memberikan MP ASI dibawah usia 6 bulan, sebagian besar mengalami kerentan penyakit dan terdapat hubungan antara pemberian MP ASI dibawah usia 6 bulan dengan kerentanan penyakit di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis 2017.  Kata Kunci          : Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Kerentanan Penyakit Pada Balita/Anak
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BALITA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF BALITA 1-3 TAHUN DI POSYANDU JINTEN 12 RW XII BADRAN,BUMIJO, JETIS,YOGYAKARTA Sudarti, Afroh Fauziah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.087 KB) | DOI: 10.35842/mr.v9i4.44

Abstract

Latar Belakang : Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih di dalam kandungan. Upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih didalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal. Menurut data yang di peroleh dari dinas kesehatan data tumbuh kembang balita 2009 di puskesmas kabupaten kota jumlah balita 21.414, yang terdeteksi 3.150 balita (14,71%) yang mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya. Salah satu antisipasi untuk menurunkan angka balita yang mengalami masalah dengan cara melakukan penilai perkembangan balita dengan menggunakan KPSP.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita dengan perkembangan kognigtif balita 1 - 3 tahun di Posyandu Jinten,Badran,Jetis Yogyakarta.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif analitik dengan menggunakan metode cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu - ibu yang mempunyai anak 1- 3 tahun di Posyandu Jinten, Badran,Jetis,Yogyakarta yang berjumlah 43 ibu. Data yang dikumpulkan mengacu pada kohort di Posyandu Jinten, Badran, Jetis, Yogyakarta. Variabel bebas: Tingkat Pngetahuan Ibu.Variabel terikat: Perkembangan Kognigtif Blita 1-3 tahun.Hasil : Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis dengan uji statistik yaitu Kendal Tau dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil pengujian menunjukkan nilai p sebesar 0,012 (p < 0,05) hal ini menunjukkan hipotesis diterima yaitu ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perkembangan kognigtif baliat 1-3 tahun. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita dengan perkembangan kognigtif balita 1-3 tahun.    1 Dosen Prodi D – III Kebidanan2 Dosen Prodi D – III Kebidanan 
IDENTIFIKASI MAKANAN JAJANAN YANG MENGANDUNG BORAKS RADIUS SATU KILOMETER UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA KAMPUS 2 Angelina Swaninda Nareswara
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.827 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i1.206

Abstract

Latar Belakang : Makanan jajanan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, karena harga relatif murah, memiliki cita rasa yang enak dan juga mudah untuk didapatkan. Meskipun makanan jajanan memiliki keunggulan, akan tetapi bisa berdampak negatif bagi kesehatan apabila makanan jajanan terkontaminasi oleh mikroba akibat penanganan yang tidak higIenis dan penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) yang tidak diizinkan, salah satunya boraksTujuan : Mengetahui ada atau tidaknya kandungan boraks pada makanan jajanan yang dijual radius 1 km dari Umiversitas Respati Kampus 2 Yogyakarta.Metode Peneltian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah semua makanan jajanan yang dijual radius 1 km dari Kampus 2 Universitas Repati, Jalan Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta. Uji Laboratorium Analisis Kandungan Boraks dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Dan   Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa TengahHasil : Sampel makanan jajanan yang diteliti sebanyak 6 sampel. Hasil uji boraks yang dilakukan menyatakan keenam sampel negative kandungan boraksnya.Kesimpulan : Makanan jajanan yang dijual disekitar Kampus 2 Respati Yogyakarta Radius 1 Kilometer tidak ada yang mengandung boraks dan aman untuk dikonsumsi.Kata Kunci : Makanan jajanan; boraks
HUBUNGAN ANTARA PERAN KADER JIWA DENGAN MOTIVASI KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTAGEDE I Elsa Kristiani Edi, Suwarsi, Endang Nurul Syafitri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.765 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.62

Abstract

Latar Belakang: Gangguan jiwa merupakan keadaan gangguan pada fungsi kejiwaan meliputi: proses pikir, emosi, kemauan, dan prilaku psikomotorik. Riskesdas 2013 menyebutkan prevalensi gangguan jiwa berdasarkan provinsi terbanyak di DI Yogyakarta sebanyak 2,7%. Kader mempunyai peran dan fungsi menggerakan individu, keluarga dan masyarakat untuk mengikuti program kesehatan jiwa, melakukan kunjungan rumah, membuat catatan atau laporan perkembangan kemampuan pasien. Berdasarkan hasil studi pendahuluan 4 keluarga mengatakan hanya bisa pasrah dan menerima, dan 3 diantaranya  itu belum pernah membawa pasien kepelayanan kesehatan, dan sulit untuk di ajak berkomunikasi. Terdapat 4 kader belum melakukan tugasnya, karena kesulitan melakukan kunjungan rumah. Tujuan Penelitan: mengetahui hubungan antara peran kader jiwa dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kotagede IMetode Penelitian: penelitian deskiptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kotagede I. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan sampel 56 orang, dan analisis menggunakan uji statistik chi-square.Hasil Penelitian: motivasi keluarga dalam kategori baik berjumlah 31 orang (55,4%), sedangkan kategori kurangberjumlah 25 orang (44,6%). Peran kader dalam kategori kurang berjumalh 31 orang (55,4%), sedangkan kategori baik 25 orang (44,6%). Analisis bivariat di ketahuin adanya peran kader baik motivasi keluarga baik (15 orang), peran kader kurang motivasi keluarga baik (16 orang).Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara peran kader dengan motivasi keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kotagede IKata Kunci: gangguan jiwa, motivasi keluarga, peran kader 1Mahasiswa Program Studi S1Keperawatan, Fakultas IlmuKesehatan, Universitas RespatiYogyakarta.2Dosen Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.3Dosen Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KONDISI SOSIAL DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN FISIOLOGIS Mohamad Judha; Yunita Y Tjatjo
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.672 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.228

Abstract

Latar belakang: Stres terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara tuntutan lingkungan dengan sumber koping individu. Menjadi mahasiswa baru mangharuskan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian diri dengan situasi dan tuntutan di perguruan tinggi, kekurang mampuan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dapat menimbulkan stres. Kondisi tubuh pada saat mengalami stres akan mengalami perubahan pada hormon-hormon reproduksi termaksut hormon esterogen yang menjadi penyebab terjadinya keputihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap kondisi sosial dengan kejadian keputihan fisiologi pada mahasiswiMetode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan menggunakan cross sectional. Penelitian ini di laksanakan di Universitas Respati Yogyakarta pada 14 dan 16 Januari 2019 dengan sampel 60 mahasiswi menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengambilan data menggunakan DASS 42 dan analisis menggunakan Chi-Square.Hasil: Tingkat stres pada mahasiswi yang tergolong normal sebanyak 12 orang (20%) dan yang mengalami stres ringan sebanyak 45 orang (75%) dan yang mengalami stres sedang sebanyak 3 orang (5%). Mahasiswi yang mengalami kejadian keputihan fisiologis 25 orang (41.7%) sedangkan yang tidak mengalami keputihan 35 orang (58.3%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai x² 9.349 dengan p value 0.006Kesimpulan: hasil penelitian menunjukan ada hubungan tingkat stres terhadap kondisi sosial dengan kejadian keputihan fisiologis pada mahasiswiKata Kunci: Stres, Kondisi Sosial, Keputihan Fisiologis
HUBUNGAN FREKUENSI SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN KALA II DI RB RAHMI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015 Tika Puspita Sari; Eko Mindarsih; CH. M Widhi Hartini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.923 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.79

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal merupakan salah satu unsur penentu status kesehatan, hal tersebut dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Jumlah AKI di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. AKI di Indonesia merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara, padahal target capaian MDGs (Milenium Development Goals) adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Salah satu penyebab kematian ibu bersalin adalah partus lama yaitu 4,74%. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RB Rahmi pada tanggal 4 – 8 Februari 2015 didapatkan ibu yang mengikuti senam hamil pada juli – desember 2013 dan bersalin di RB Rahmi sebanyak 43 orang. Ibu yang jarang mengikuti senam hamil sebagian besar lama persalinan kala II normal dan yang sering mengikuti senam hamil seluruhnya lama persalinan kala II normal.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala II.Metode Penelitian : penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti program senam hamil di RB Rahmi Kota Yogyakarta pada bulan Juni - Agustus 2014 yaitu 53 ibu hamil. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel di analisis dengan menggunakan rumus Chi -Square.Hasil : Berdasarkan hasil analisis didapatkan karateristik ibu yang mengikuti senam hamil di RB Rahmi sebagian besar ibu berumur 20 -35 tahun yaitu 51 orang atau 9 6,2%, sebagian ibu adalah bekerja yaitu 33 orang atau 62,3%, dan sebagian besar ibu adalah primigravida yaitu 32 orang atau 60,4%. Dari hasil penelitian ada hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala II di RB Rahmi Kota Yogyakarta dengan hasil analisis statistik yaitu X2hitung > X2tabel (4,848>3,841) atau p-value < 0,05 (0,028<0,05). Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan nilai koefisien kontingensi (C) sebesar 0,289 yang artinya hubungan variabel berada pada tingkat rendah.Kesimpulan : Ada hubungan frekuensi senam hamil dengan lama persalinan kala IIKata Kunci : Frekuensi senam hamil, lama persalinan kala II1Mahasiswa program studi Diploma IV Universitas Respati Yogyakarta2Dosen Program studi Diploma IV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta 3Dosen program studi Diploma III Kebidanan Universitas Respati Yogyakarta
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA ANOPHELES ACONITUS Rochmadina Suci Bestari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.325 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i4.278

Abstract

Background: Diseases transmitted by mosquitoes are still a public health problem in Indonesia, one of them is malaria. Malaria is caused by plasmodium parasite spread by anopheles mosquitoes as vectors. Objective: This research aimed to find out the effectiveness of betel leaf extract (Piper betle L.) in ethanol 96% against larvae mortality of Anopheles aconitus. Method: designed as experimental laboratory with post test control group design by giving treatment Anopheles aconitus larvae with of betel leaf extract (Piper betle L.). There were 600 instar III Anopheles aconitus larvae randomly divided into 6 groups (concentrations of 0%, 0.01%, 0.03%, 0.05%, 0.07% and abate as a positive control). Each group was observed every 6 hours for 24 hours and repeated 4 times. Result: The Kruskal-Wallis test results obtained a value of p = 0,000 which means that there is a significant difference in the effects of larvacides between groups. Post-Hoc Mann-Whitney test showed that all concentrations had significant differences compared to negative controls, while positive controls with a concentration of 0.07% did not differ significantly. Conclusion: From this study it can be concluded that 0.07% has the most effective concentration of killing larvae. Betel leaf extract (Piper betle L.) is effective in killing Anopheles aconitus larvae.
PENGARUH PEER TEACHING GROUP TERHADAP PENINGKATAN SELF EFFICACY PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DLINGO BANTUL YOGYAKARTA Vita Purnamasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.35 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i4.246

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan komplikasi bagi para penderitanya apabila tidak mengikuti pengelolaan penyakit yang benar. Tujuan: Untuk pengelolaan penyakit yang benar dibutuhkan self efficacy pasien. self efficacy pasien dapat ditingkatkan melalui beberapa kegiatan salah satunya adalah peer teaching group.Metode: Desain penelitian Quasy Eksperimen rancangan pretes postest with control group design, subyek penelitian adalah penderita DM di wilayah kerja puskesmas Dlingo Bantul sebanyak 32 responden. Hasil:  Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney Test. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan P = 0.013.Kesimpulan: peer teaching group dapat meningkatkan self efficacy pada penderita DM .
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN DO NOT RESUSCITATE (DNR) DI RUANG ICU RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Tia Asmetiasih; Retty Ratnawati; Ika Setyo Rini
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.011 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.98

Abstract

Latar belakang : DNR merupakan satu tindakan yang belum lama dilegalkan di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Berdasarkan hasil wawancara pada analisa data sebelum lapang di ketahui bahwa selama melakukan perawatan pada pasien yang didiagnosa DNR perawat mengalami empati dan perasaan bersalah, perawat juga memiliki pengalaman kegagalan komunikasi kepada pihak keluarga sehingga pernah pula mendapatkan penolakan dari keluarga, dan partisipan mengatakan bahwa pasien DNR di RS tersebut tidak diberikan perlakuan khusus terkait kunjungan karena pasien dengan DNR belum berhak ditemani keluarganya selama 24 jam setiap harinya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien dengan  DNR di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro KlatenMetode : Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Peneliti melakukan wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaan semi terstruktur dengan melibatkan 5 orang perawat di ruang ICU RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Data yang sudah terkumpul dianalisa menggunakan analisis tematik menggunakan pendekatan Braun and Clarke. Hasil : Penelitian menghasilkan 10 tema yaitu (1) kesesuaian penerapan prosedur DNR, (2) sumber informasi DNR inadekuat, (3) penolakan labelling, (4) strategi penerimaan labeling, (5) kompleksitas eksistensi hak keluarga-pasien, (6) perawatan bermartabat, (7) dilema psikis, (8) empati, (9) inkonsistensi iklim kolaborasi, (10) perlindungan legalitas.Kesimpulan : DNR merupakan satu tindakan yang tidak mudah untuk diputuskan. Banyak faktor yang terkait dengan keputusan DNR. Informasi DNR yang dimiliki perawat haruslah adekuat agar keputusan tindakan DNR dilakukan dengan tepat. Adanya penolakan labelling oleh keluarga, empati dan dilema yang dirasakan perawat, iklim kolaborasi inkonsisten, ternyata tidak mengahalangi perawat untuk tetap mendapatkan perawatan bermartabat dengan tetap melihat kompleksitas eksistensi hak pasien-keluarga. Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa setiap keputusan yang diambil haruslah dilegalkan dalam bentuk dokumentasi dan saksi diperlukan sebagai penguat jaminan perlinduungan legalitas. Kata kunci: fenomenologi, DNR