cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT NYERI PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA SEKOLAH Endang Lestiawati, Paulinus Deny Krisnanto
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.507 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.39

Abstract

Latar Belakang: Usia sekolah merupakan usia dimana seorang anak sering mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Prosedur pemasangan infus merupakan salah satu prosedur invasif pada pasien rawat inap yang dapat menimbulkan nyeri. Persepsi nyeri bersifat subjektif dan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti : usia, jenis kelamin, pengalaman terhadap nyeri sebelumnya, ansietas, budaya, efek placebo, pola koping serta keluarga dan dukungan sosial. Tujuan: Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak usia sekolah di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Desain penelitian yang digunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan format pengkajian nyeri Face Pain Rating Scale. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Tingkat nyeri responden mayoritas mengalami sakit yang paling sakit 43,7%. Hasil uji Spearman rank usia, jenis kelamin, pengalaman diinfus sebelumnya dan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat nyeri masing-masing didapatkan nilai p value : 0,000, 0,416, 0,000 dan 0,006. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan usia, pengalaman diinfus sebelumnya dan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak usia sekolah di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci: Anak usia sekolah, Tingkat nyeri, Pemasangan Infus. AbstractBackground: School-age children are a period in which they often experience illness so that they have to be hospitalized. The procedure of iv cannule insertion is one of the invasive procedures in hospitalized patients that may cause pain.  The perception of pain is subjective and many influencing factors such as: age, gender, previous experience of the pain, anxiety, cultural, placebo effects, coping patterns as well as family and social support.  Objective: To determine the factors that associated with the level of pain iv cannule insertion in school age children at RSUD Panembahan Senopati Bantul. The study design used analytic survey with cross sectional approach. The sampling technique was consecutive sampling with sample size 48 respondents. The research instrument used  questionnaires and the pain level was measured by Face Pain Rating Scale. The data was analyzed using Spearman’s Rank test.  Results: The research results indicated that most of respondents (43.7%) experienced the highest level of pain. The results of Spearman’s rank test for age, sex, previous pain experiences, social and family support with the level of pain each obtained p value: 0.000, 0.416, 0.000 and 0.006. Conclusion: There was a significant association of age, previous pain experiences, social and family support with the level of pain iv cannule insertion in school age children at RSUD Panembahan Senopati Bantul. Keywords: School age children, Level of pain, IV cannule insertion  
ANTROPOMETRI PENGUKURAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-60 BULAN DI KELURAHAN BENER KOTA YOGYAKARTA Reni Merta Kusuma, Rizki Awalunisa Hasanah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.783 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i4.196

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pertumbuhan balita menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan. Pertumbuhan memantau berat badan dan panjang badan atau tinggi badan untuk menilai status gizi balita. Pentingnya pemantauan pertumbuhan balita, dinas kesehatan melalui puskesmas melakukan kegiatan posyandu balita yang dilakukan setiap bulan. Pemantauan pertumbuhan dilakukan karena pertumbuhan dan perkembangan balita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi.Tujuan: Untuk mengetahui pertumbuhan balita dengan menilai status gizi dari pengukuran berat badan terhadap umur (BB/U) dan indeks massa tubuh terhadap umur (IMT/U) guna menentukan balita kurus/normal/gemuk, dan tinggi badan terhadap umur (TB/U) guna menentukan balita pendek/normal.Metode: Desain penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan metode survei.Pengambilan data menggunakantotal sampling dari posyandu. Sampel yang digunakan 84 balita usia 24-60 bulan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diukur adalah berat dan tinggi badan. Data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis.Kesimpulan: Perhitungan BB/TB didapatkan responden balita kurus 2,4% dan balita gemuk 1,2%. Perhitungan IMT/U didapatkan respoden balita gemuk 9,5%. Perhitungan TB/U didapatkan respoden balita pendek 1,2%. Kata Kunci: Antropometri, Status Gizi
HUBUNGAN PENGETAHUAN GURU DENGAN PENERAPAN METODE ABA DI SEKOLAH KHUSUS AUTIS DI WILAYAH YOGYAKARTA Ni Putu Ari Santi, Listyana Natalia R, Lala Budi Fitriana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.362 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.57

Abstract

Latar Belakang: Metode ABA merupakan terapi yang digunakan pada anak autis dengan kurangnya kemampuan bahasa, sosial, akademis, dan kemampuan bantu diri. Dalam penerapan metode ABA, pengetahuan guru sangatlah penting dalam memberikan pelajaran guna mencapai keberhasilan bagi anak autis dan bisa kembali berperilaku normal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di dua Sekolah Khusus Autis didapatkan hasil bahwa hanya 40 % guru yang memahami dan mengaplikasikan Metode ABA sedangkan 60 % hanya sekedar tahu tentang metode ABA. Selain itu kedua Sekolah Khusus Autis sudah menerapkan metode pembelajaran ABA namun belum sesuai teori.   Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diambil dengan menggunakan total sampling yaitu guru di Sekolah Khusus Autis Fajar Nugraha dan Sekolah Khusus Autis Bina Anggita yang berjumlah 37 guru. Data diolah dan dianalisis menggunakan Fisher’s Exact dengan α 0,05 dan tingkat kepercayaan (CI) 95 %. Hasil Penelitian: Berdasarkan kategori pengetahuan guru dari 37 guru, kategori baik sebanyak 33 guru (89,2 %), cukup sebanyak 4 guru (10,8 %). Berdasarkan kategori penerapan metode ABA, guru dengan penerapan metode ABA baik sebanyak 32 guru (86,5 %), cukup 5 guru (13,5 %). Hasil analisis diperoleh p-value 1,00 (> 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Kata Kunci : Autis,Pengetahuan, Penerapan Metode ABA. 
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DOSEN MAHASISWA KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR DI JURUSAN ORTOTIK PROSTETIK POLTEKKES SURAKARTA Ananta Novan Zubaidi; Nunuk Suryani; Ari Natalia Probandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.784 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.238

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya motivasi belajar siswa dituding sebagai penyebab rendahnya kualitas lulusan sebuah pendidikan. faktor motivasi menjadi dilematis, karena dengan rendahnya motivasi belajar, sebenarnya tidak mungkin mahasiswa dapat menguasai bahan pembelajaran dengan baik, namun harus diluluskan demi kelangsungan institusi pendidikan tersebut. Hal ini menjadi relevan, karena secara tidak langsung didukung oleh kebanyakan mahasiswa yang tujuan utamanya dalam mengikuti belajar hanya sekedar untuk memperoleh ijazah saja dan bukan untuk ilmu pengetahuannya. Subjek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Lokasi penelitian di jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta. Dengan sampel mahasiswa mahasiswa jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta tahun 2015/2016 sebanyak 60 mahasiswa dengan variabel dependen adalah motivasi belajar dan variabel independen komunikasi interpersornal dosen-mahasiswa, keaktifan organisasi dan aktualisasi diri, dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear.Hasil : Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara komunikasi interpersonal dosen-mahasiswa dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 3,36 dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara keaktifan organisasi dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,24 dengan signifikansi 0,029 < 0,05. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara aktualisasi diri dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,19 dengan signifikansi 0,033 < 0,05 Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri mempunyai hubungan yang positif dan secara satistif signifikan ketika bersama-sama dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta dengan nilai F hitung sebesar 7,94 dengan p value 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri secara bersama-sama mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2015 Miftakhul Zanah, Eko Mindarsih, Sri Wulandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.22 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.73

Abstract

Latar Belakang: Faktor penyebab section caesarea terdiri dari faktor ibu dan faktor janin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUD Panembahan Senopati Bantul angka sectio caesarea dari tahun ketahun mengalami peningkatan, tahun 2013  sebesar  598 kasus, tahun 2014 sebesar 612 kasus, tahun 2015 sebesar 687 kasus. Berdasarkan  faktor ibu meliputi DKP berjumlah 22,9 %, riwayat SC berjumlah 16,7 %, gagal induksi berjumlah 13,7 %, ketuban pecah dini berjumlah 6,4 %, dan faktor janin meliputi kelainan letak janin berjumlah 12,7 %, gameli berjumlah 2,5 %, dan plasenta previa berjumlah 3 %, gawat janin berjumlah 22,1 %. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan section caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan metode suvey analitik. Lokasi penelitian di RSUD Panembahan Senopati Bantul, instrumen penelitian menggunakan master tabel, populasi dalam penelitian ini ibu yang bersalin sesuai dengan kreteria berjumlah 906 orang dengan menggunakan teknik sampling Total Sampling dan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan SC diperoleh p-value 0.000, terdapat hubungan pada DKP, KPD, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasenta pevia, Riwayat SC dengan persalinan section caesarea. Sedangkan Pada Gameli diperoleh p-value 0.307 dan pada kelainan letak janin diperoleh p-value 0.834, tidak terdapat hubungan gameli dan kelainan letak janin dengan persalinan Sectio Caesarea. Kesimpulan: Terdapat hubungan DKP, KPD, Riwayat SC, Kelainan kontraksi Rahim, Gawat janin, Plasenta pervia dengan persalinan Sectio caesarea. Dan tidak terdapat hubungan gameli, kelainan letak janin dengan persalinan section caesarea. Kata Kunci: Persalinan, Sectio caesarea  
HUBUNGAN PERILAKU KONSUMTIF DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA Wahyu Rochdiat M
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.459 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.221

Abstract

Background: Consumptive behavior in girl teenagers is affected by internal and external factors. One of the internal factors that affect teenagers to behave consumptively is self-esteem. Objective: To analyze the relationship of consumptive behavior with self esteem of girl teenagers in SMA Negeri 10 Yogyakarta. Methods: This research used quantitative research method, with the subject of research as many 91 students of class X SMA Negeri 10 Yogyakarta selected with purposive sampling from 118 students. Result: The result of this research shows that the majority of respondents are consumptive behavior in the medium category as much as 54 respondents (59.3%) and self-esteem in high category as much 65 respondent (71.4%). Bivariate test using Kendall-Tau found that coefficient value (r) = 0.637 and p-value = 0.00 (p <0.05).Conclusion: This research shows a positive and significant correlation between consumptive behavior with self esteem in students of class X SMA Negeri 10 Yogyakarta.
ANALISIS FORMULASI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KLATEN Rini Pratiwi; Chriswardani S; Septo P Arso
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.275 KB) | DOI: 10.35842/mr.v8i2.91

Abstract

Early   Breasfeeding   Initiation   and   Exclusive Breastfeeding is a breakthrough in efforts to decrease mortality Newborns and form generation of higher quality. Klaten Regency is the first regency in Indonesia which is successful in launching IMD law and exclusive breastfeeding. In a reality,  Regional Regulation Number 7 Year 2008 has not been supported by regional head’s regulation to support the implementation. The purpose of this study is to analyze the policy formulation and implementation Regional Regulation   Number   7   Year   2008.   The   research   was conducted in May-July 2011. This study is a qualitative research. Data was collected through indepth interview method. Subjects were as many as 9 people stakeholders drawn  purposively.  Data  processed  by  content  analysis.The results showed that the policy formulation process begins with a public issue to become policy issue with the socialization of health professionals and the public and promotion  in  a  number  of  mass  media.  Mobilization  of support   and   the   presence   of   advocacy   and   coalition conducted to establish the next step which    is continued to the Law Department. After proceed in Section Executive then it was submitted to Section Legislative to be discussed and decided to become Regional Regulation. The implementation of Regional Regulation has been running with a group of supporters of  breastfeeding, forming 4 Baby Friendly sub districts, no sponsors milk formula in health activities, hold the black flag in front of BPS that does not comply with the law and the existence of a central referral hospital support lactation. The conclusion of this study is the formulation of Regional Regulation has been run in accordance with the rule of  law reign. Although there is no Perbup, implementation has been run on the internal Public Health Service. Implementation is still not optimal yet Perbup legalization.  Suggestions  for  Public  Health  should immediately  be  made  perbup  Klaten  and  in  collaboration with   other   sectors   so   that   the   implementation   of   the legislation is more extensive and thorough.                                              ABSTRAK Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif merupakan upaya terobosan dalam penurunan Angka Kematian  Bayi  baru  lahir  dan  membentuk  generasi  yang lebih berkualitas. Kabupaten Klaten merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang berhasil meluncurkan Perda IMD dan ASI Eksklusif. Kenyataan yang ada Perda Nomor 7 tahun 2008   belum   didukung   oleh   Peraturan   Bupati   untuk mendukung pelaksanaan Perda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis formulasi dan implementasi kebijakan Perda Nomor 7 tahun 2008 tentang IMD dan ASI Eksklusif Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap subyek penelitian sebanyak 9 orang stake holder yang dipilih secara purposive dan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2011. Data diolah dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses formulasi kebijakan diawali dengan membuat masalah publik menjadi issue dengan sosialisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat serta melakukan promosi ke sejumlah media massa.  Mobilisasi  dukungan  serta  adanya  advokasi  dan koalisi dilakukan untuk memantapkan langkah berikutnya yaitu melanjutkan ke Bagian Hukum DPRD Klaten. Setelah berproses di Bagian Eksekutif kemudian Raperda diajukan kepada DPRD Kabupaten Klaten untuk dibahas dan diputuskan menjadi Perda. Implementasi Perda IMD dan ASI eksklusif telah berjalan dengan adanya Kelompok pendukung ASI, dicanangkannya 4 Kecamatan Sayang Bayi, tidak ada sponsor  susu  formula  dalam  kegiatan  kesehatan,  bendera hitam di depan BPS yang tidak mematuhi Perda dan adanya dukungan RS menjadi pusat rujukan laktasi. Kesimpulan penelitian ini adalah formulasi Perda telah berjalan sesuai dengan tata hukum pemerintahan. Walaupun belum ada Perbup, implementasi telah berjalan di internal Dinas Kesehatan. Implementasi Perda masih belum optimal dengan belum disahkannya  Perbup.  Saran untuk  Dinas  Kesehatan Klaten perlu segera dibuat perbup dan bekerjasama dengan sektor lain sehingga implementasi Perda IMD dan ASI eksklusif lebih luas dan menyeluruh. Keywords :    Kebijakan  Kesehatan,  Inisiasi  Menyusu  Dini (IMD), ASI Eksklusif      (  Health  Policy,  Early  Breastfeeding  Initiation,  Exclusive breastfeeding).  
GAMBARAN KEJADIAN FILARIASIS BERDASARKAN KARAKTERISTIK PADA PENDONOR DARAH DI KOTA DAN KABUPATEN PEKALONGAN Ikrimah Nafilata; Alpha Olivia Hidayati; Meyta Wulandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.177 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i1.305

Abstract

The Descriptions of Filariasis Incidence Based On Characteristics Blood Donors in Pekalongan City and RegencyBackground : Pekalongan City and Regency are still endemic areas of Filariasis in Indonesia with Microfilaria Rate > 1%. Screening tests on donor blood at local blood donor units for filariasis have not been carried out, it is necessary to screen blood donors for safety of blood products and as an evaluation of Filariasis Mass Drug Administration Programs.  Objective : This Research are the descriptions of Filariasis Incidence based on Characteristics Blood Donors by screening using the ELISA method. Methods : This Research is an observational descriptive Cross Sectional design, with a total sample of 84 donors. Results : Filariasis positive results were obtained in Pekalongan City by 13 (31.0%) and in Pekalongan Regency by 15 (35.7%). Conclusion : Based on the results of screening using ELISA, there were still 28 positive filariasis from a total of 84 samples.
Hubungan Nyeri Persalinan Sectio Caesarea Terhadap Terjadinya Depresi Postpartum Pada Ibu Primipara di RSUD Kota Yogyakarta J Nugrahaningtyas W Utami; Chici Riansih; Muhammad Untung; Herta Meisatama; Khairul Imam
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.874 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i1.266

Abstract

Background: Depression is very common in women, especially  on reproductive age. It is estimated that 14% -23% of pregnant women experience depression during pregnancy, and 5% -25% experience postpartum depression. Mothers with caesarean sectio labor experience high scale pain during the first 24 hours. Objective : this study aims to analyze the relationship between caesarean section labor and postpartum depression in primiparous mothers. Methods: The research method used is descriptive analytic with cross-sectional approach. The sample in this study were 20 postpartum caesarean mothers in Yogyakarta City Hospital taken by purposive sampling. Data collection tools in this study are using the Numeric Category Scale (NCS) questionnaire to measure the level of neyri and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the level of depression of respondents. Analysis using the Chi-Square correlation test.  Results: Most of the level of pain in postpartum SC mothers is in the moderate category that is there are 9 people or (45.0%). Most postpartum mothers in the moderate depression category were 9 people or (45.0%). Statistical results with the Chi Square test showed that there was a significant relationship between labor pain in caesarean section and postpartum depression in primiparous mothers with (p-value = 0.002) (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between labor pain in caesarean section and postpartum depression in primiparous mother.
PENGARUH PENDIDIKAN DAN JANJI LAYANAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP TINDAKAN BIDAN MELAKUKAN IMD DI KOTA PROBOLINGGO Agnes Savitri Agni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.615 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i2.111

Abstract

Background: The EBI is one of the programs directed to accelerate the decreasion of the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. The presence rate of EBI in Indonesia is 29.3%, while in East Java it is 34%(Riskesdas,2010). Objective:This research aimed to analyze the effect of adult learning and service commitment of the EBI to the midwive’s implementation to conduct EBI. Method:This  is a quasi-research (Non-randomized pre test - post test control group design), participated by 53 midwife respondents that divided in to experimental group (32 respondents) and control group (21 respondents).  Results: The Wilcoxon test results, after the education there was an increase in EBI implementation on the experimental group (0.014 p < 0.05). The Regresion Logistic test result showed the effect of knowledge to the midwive’s implementation to conduct EBI (0,011 p < 0,05), the effect of attitude to the midwive’s implementation to conduct EBI (0,042 p < 0,05.Conclusion: Adult learning and service commitment of EBI SOP had an effect on the midwives’ implementation to conduct EBI in Probolinggo Municipality (p< 0.05). Recommendation: The Adult Learning and EBI service  commitment of EBI SOP should be implemented to health center’s midwife.  Keywords: Adult learning of EBI, midwife, commitment, implementation. ABSTRAKLatar Belakang:Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu program upaya akselerasi penurunan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Cakupan fasilitasi IMD di Indonesia sekitar 29,3%, adapun di provinsi Jawa Timur fasilitasi IMD sekitar 34% (Laporan Riskesdas,2010). Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis  pengaruh pendidikan dan Janji Layanan IMD oleh bidan terhadap tindakan bidan melakukan IMD . Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental quasi (Non randomized pre test – post test control group design), dengan jumlah bidan responden 53 orang terbagi menjadi  kelompok perlakuan (32 respoden) dan kelompok kontrol (21 responden).Hasil: Hasil uji Wilcoxon terdapat peningkatan tindakan IMD sesudah edukasi pada kelompok perlakuan (0,014 p < 0,05). Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan pengetahuan berpengaruh terhadap tindakan bidan melakukan IMD (0,011 p < 0,05), sikap berpengaruh terhadap tindakan bidan melakukan IMD (0,042 p < 0,05). Kesimpulan: Model Pendidikan Orang Dewasa untuk IMD mempengaruhi tindakan bidan melakukan IMD di Kota Probolinggo (p < 0,05). Saran:  Pedidikan Orang Dewasa tentang  IMD dan Janji Layanan IMD oleh bidan sebaiknya diterapkan kepada semua bidan penolong persalinan.                     Kata kunci : POD SOP IMD, bidan, janji layanan, pengetahuan, sikap.