cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
JENIS TERAPI DUKUNGAN SPIRITUAL YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI: LITERATUR REVIEW Chatarina Hatri Istiarini; Anggreini Putri Ferdinand; Ayu Pratiwi; Donatus Newo; Dwitiya Purbo Sasongko; Ika Yuni Prihantari; Romenson Wolla
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.672 KB) | DOI: 10.35842/mr.v16i3.416

Abstract

Types of Spiritual Support Therapy Affecting Anxiety in Preoperative Patients: Literature ReviewBackground: Surgery is a stressful complex event. Surgery is always preceded by certain emotional reactions by the patient. Preoperative anxiety is related to patients concerns about the disease process, hospital care, anesthesia and surgery (Lemos et al, 2019). When experiencing anxiety, stress, individuals seek support from their religious beliefs. With an increase in anxiety in preoperative patients, the authors made an Integrated Review of Literature about types of Spiritual Support Therapy that Affects Anxiety in Preoperative Patients. Objectives: To identify types of Spiritual Support Therapy that Affects Anxiety in Preoperative Patients. Methods: The research used Literature Review. The literature review begins with the identification of phenomena that often occur in the operating room, and search for articles on trusted sites related to Spiritual Support Therapy that Affects Anxiety in Preoperative Patients. Results: 8 types of Spiritual Support Therapy that Affects Anxiety in Preoperative Patients are Classical Music Therapy, Murrotal Al-Quran, Christian Religious Music, Dzikir, Prayer Guidance, Spiritual Relaxation Guidance, Spiritual Emotional Freedom Technique and Audio Visual Distraction: Islamic Studies. Conclusion: Classical Music Therapy, Murrotal Al-Quran, Christian Religious Music, Dzikir, Prayer Guidance, Spiritual relaxation guidance, SEFT and Audio Visual Distraction: Islamic studies can be used to reduce anxiety in preoperative patients. 
PERILAKU IBU NIFAS MENGKONSUMSI KAPSUL VITAMIN A DI KECAMATAN KOTAPINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Putra Apriadi Siregar
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.065 KB) | DOI: 10.35842/mr.v15i4.202

Abstract

Background: The behavior of postpartum mothers in consuming vitamin A capsules is very important. The postpartum period is a very important period for postpartum mothers and their babies. During the postpartum period, a mother must have sufficient vitamin A to meet the needs of vitamin A for postpartum mothers and babies. Objective: To determine the behavior of postpartum mothers in consuming vitamin A capsules in the Kotapinang District, Labuhan Batu Selatan Regency. Method: cross-sectional research with purposive sampling technique. The study population was all postpartum mothers who were in the working area of Kotapinang District as many as 355 people and the research sample was 57 people. Presentation of data using frequency distribution tables. Results: The predisposing factors for postpartum mothers included the moderate knowledge category, namely 24 people (42.1%), 23 people (40.4%) good attitude category, the enabling factors for most of the health centers/practice of health workers (midwives, doctors). too far from home as many as 43 respondents (75.4%). Reinforcing factors, namely health workers never explain/provide counseling about vitamin A capsules as many as 31 respondents (54.4%), families did not explain consuming vitamin A capsules as many as 46 respondents (80.7%). The action of postpartum mothers in consuming vitamin A capsules was at a deficient level, namely 24 people (42.1%). Conclusion: The action of postpartum mothers in consuming vitamin A capsules was at a deficient level, namely 24 people (42.1%).
ANALISIS RISIKO ERGONOMI PADA KARYAWANBENGKEL UTAMA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI PT. BUKIT ASAM TANJUNG ENIM TAHUN 2017 Heriziana Hz
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 (2018): Suplemen Medika Respati Februari 2018 Vol 13
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.755 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i0.135

Abstract

PT. Bukit Asam merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Area yang berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yaitu pada area bengkel utama. Di area kerja bengkel utama ini terdapat berbagai pekerjaan yang dapat menimbulkan masalah ergonomi seperti gangguan musculoskeletal. Pekerja bengkel dengan berbagai pekerjaan seperti bubut, las, memotong besi, memperbaiki mesin, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor risiko ergonomi pada karyawan bengkel utama dengan keluhan musculoskeletal disorders. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 46 responden dan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunaka uji statistic chi-square dengan α 0,05. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 - 31 Maret tahun 2017 di PT. Bukit Asam Tanjung Enim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keluhan MSDs pada karyawan bengkel utama sebanyak 8 pekerja (17,4%). Adapun hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel tingkat risiko pekerjaan (p-value = 0,049), variabel karakteristik umur (p-value = 0,047), dan variabel karakteristik masa kerja (p-value = 0,049) dengan alpha 5% diyakini memiliki hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Analisis data yaituunivariatdanbivariat.Sebaiknya perusahaan mewajibkan dan memberikan waktu karyawan untuk melakukan (stretching) pemanasan atau peregangan otot sebelum melakukan pekerjaan agar tidak terjadi cedera otot pada saat bekerja. Sebaiknya perusahaan memperhatikan pekerja yang sudah lama bekerja yang berumur ≥ 35 tahun pada tiap jenis pekerjaan agar terhindar dari gangguan MSDs. Sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan standar ergonomi serta memberikan penyuluhan atau informasi mengenai pentingnya bekerja secara ergonomi kepada karyawannya.Kata Kunci : Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders.
PERAN KONSELOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Wiji Utami
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.738 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i1.4

Abstract

Latar Belakang: TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) yaitu: Seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA merupakan permasalahan remaja yang terjadi saat ini. Konselor sebaya sebagai pengelola Pusat Informasi dan Konseling Remaja berperan penting dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran konselor sebaya dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 668 siswa SMA N 1 Pulokulon Kabupaten Grobogan. Sampel penelitian 133 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Teknik analisa data dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara peran konselor sebaya dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR (OR=2,74; CI 95% 1,02 sd 7,32; p= 0,040). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah peran konselor sebaya yang baik meningkatkan pengetahuan tentang TRIAD KRR 2,74 kali lebih besar dari pada peran konselor sebaya yang kurang baik dalam PIK R. Kata kunci: Peran konselor sebaya, pengetahuan TRIAD KRR 
HUBUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI DUSUN GUHA BABAKAN DESA HANDAPHERANG KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2017 Siti Fatimah; Endah Yuli Perwati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.152 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i3.146

Abstract

Abstract. Early childhood is a child aged 3 to 5 years. Age is the most important period in child development. In this stage stimulation is needed to develop the potential of children, one with Early Childhood Education (PAUD) is intended to foster and develop the potential of children from birth to age 5 years. The purpose of this study is to know the relationship of early childhood education (PAUD) with the development of children under five years at Guha Babakan hamlet Handapherang village Ciamis district in 2017. The type of this study is quantitative analytic by using cross sectional approach. In this study, population is all children under five years at GuhaBabakan (hamlet) Handapherang village Ciamis district that is as much52 people/children with sampling technique by total sampling. From calculation by using chi square test, got X2 count= 29.032 with p value 0.000. Then, the valueis interpreted by comparing to chi square critic price got x2 table with df = 2 at 95% confidence interval (5% significance level is 5.991 or p value 0.000 < from 0.05. In conclusion, there is a meaningful relationship between early childhood educationwith the development of children under five years at Guha Babakan Handapherang Ciamis in 2017. PAUD as an educational institution to develop abilities owned by children, also train children to develop fine motor, rough motor, language and socialization. It is expected that parents and families should be able to improve their understanding of the importance of PAUD for the development of children. Keyword: early childhood education (PAUD), children under five years
PENGARUH PEMBENTUKAN KELOMPOK BELAJAR DALAM TEAM BASED LEARNIN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PRODI DIII KEPERAWATAN AKADEMI KESEHATAN KARYA HUSADA YOGYAKARTA Prita Yunitasari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.014 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i2.17

Abstract

Belajar bekerjasama dalam suatu tim adalah hakekat dari TBL. Oleh karenanya pembentukan tim menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pembentukan kelompok belajar dalam pengembangan metode pembelajaran TBL di AKES Karya Husada menarik untuk dikaji.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pre-test-post-test with control group. Kelompok intervensi diberi perlakuan metode TBL, kelompopk kontrol diberi perlakuan metode pembelajaran konvensional (ceramah). Kelompok intervensi dibagi menjadi 8 kelompok berdasarkan IPK dan dikelola agar setiap kelompok mempunyai kemampuan akademis yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, baik kelompok intervensi maupun kelompok kontrol mempunyai motivasi yang relatif sama dan tergolong rendah. Setelah mendapat intervensi terdapat peningkatan motivasi belajar mahasiswa, namun peningkatan motivasi belajar mahasiswa kelompok team based learning lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kelompok ceramah.   Pengembangan TBL dengan membentuk kelompok yang memperhatikan kualitas sumber daya setiap anggota meningkatkan motivasi belajar mahasiswa Kata kunci : Pembentukan kelompok, Motivasi belajar, Team Based Learning
AKTIVITAS FISIK TERHADAP IMT SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Puji Lestari; Nabila Nabila
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.662 KB) | DOI: 10.35842/mr.v17i2.607

Abstract

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) menetapkan Corona Virus Diseases (Covid-19) menjadi status pandemi global (WHO, 2020b). Pencegahan transmisi Covid-19, pemerintah Indonesia memberlakukan pembatasan kegiatan diluar ruangan yang berpotensi menimbulkan transmisi Covid-19 yaitu, menerapkan Work From Home (WFH), pembelajaran daring, yang dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang turun akan mengakibatkan perubahan IMT seseorang, (Zata, LN and Fatahillah, 2020).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara aktivitas fisik dan IMT yang dilakukan sebelum dan selama pandemi Covid-19. Metode Penelitian : Penelitian ini, menggunakan desain cross sectional. Populasi mahasiswa berstatus aktif jurusan Gizi, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Responden yang diambil berjumlah 83 orang, untuk mendapatkan sampel tersebut, dilakukan metode random sampling.Hasil : Hasil penelitian ini Jenis kelamin perempuan (89,2%). Angkatan 2018 (47,0%). Tinggal dengan orang tua (86,7%). IMT sebelum pandemi Covid-19 normal (74,7%). IMT selama Covid-19 normal (69,9%), penurunan IMT normal (4,8%). Aktivitas fisik rendah (80,7%).Berdasarkan uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan (P=0,019). Kesimpulan : Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan IMT dan aktivitas fisik yang dilakukan mahasiswa gizi UIN Walisongo Semarang, saat sebelum dan berlangsungnya pandemi Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PADA PEKERJA REMAJA DI KAWASAN PERBELANJAAN “X” KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015 Yudita Ingga Hindiarti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.584 KB) | DOI: 10.35842/mr.v12i3.163

Abstract

Masalah terbanyak di kalangan remaja adalah TRIAD KRR yaitu seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza. Dampak kesehatan dari perilaku seks remaja antara lain kehamilan tidak diinginkan yang dapat berakibat aborsi tidak aman, PMS, HIV/AIDS dan masalah kesehatan reproduksi. Kawasan perbelanjaan “X” merupakan pusat perbelanjaan tradisional maupun modern, salah satu obyek wisata di pusat Kota Yogyakarta dengan fasilitas hiburan yang lengkap, dimana banyak pekerjanya adalah remaja. Kondisi tersebut berpeluang adanya perilaku seks berisiko pada pekerja remaja di kawasan perbelanjaan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui, mempelajari dan menjelaskan gambaran dari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pada pekerja remaja di kawasan perbelanjaan “X” Kota Yogyakarta tahun 2015. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Alat pengumpulan data berupa kuisioner dengan sampel 400 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan chi Square dan multiple regression logistic.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja remaja (60,5%) memiliki perliaku seks berisiko.  Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, tempat tinggal, pendidikan, pendapatan, peran orang tua, teman sebaya, teman kerja, pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap terhadap perilaku seks, gaya hidup, dan religiusitas dengan perilaku seks berdasarkan nilai p < 0,05. Hasil analisis multivariat didapatkan faktor-faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seks adalah faktor pendidikan, peran orang tua, teman sebaya, teman kerja, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Faktor yang dominan berhubungan dengan perilaku seksual adalah faktor teman sebaya, dengan Odds Ratio (OR) sebesar 2,499.Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui promosi kesehatan di kawasan perbelanjaan, pemilihan teman kerja dan teman sebaya yang lebih selektif, menciptakan lingkungan tempat tinggal yang kondusif dan sesuai norma masyarakat, menjaga keharmonisan dan komunikasi dengan orang tua. Kata kunci        :     kawasan perbelanjaan X, pekerja remaja, perilaku seks berisiko
SENAM LANSIA MENINGKATKAN KAPASITAS INSPIRASI PARU DI PANTI SOSIAL WERDHA A YOGYAKARTA Mohamad Judha
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016: Suplemen Medika Respati Vol 11 No 2 April 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.106 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.34

Abstract

Latar belakang : Proses menua pasti akan dialami setiap orang dan berdapak pada perubahan fisik seperti penurunan fungsi paru-paru secara bertahap pada lansia. Upaya untuk membantu dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan fungsi paru lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara. Tujuan : Apakah senam lansia memiliki danpak terhadap kapasitas inspirasi paru di Panti Sosial Tresna Werdha A Yogyakarta. Metode penelitian : Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttes With Control Group. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah sampel 36 orang, 18 pada kelompok intervensi dan 18 pada kelompok kontrol dengan analisis menggunakan uji statistik  wilcoxon dan Mann whitney. Hasil Penelitian : Diperoleh data bahwa rata-rata kapasitas inspirasi paru pada kelompok intervensi sebelum senam 1447,22 dan setelah senam 2094,44 (sig 0,000<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol nilai rata-rata kapasitas inspirasi sebelum adalah 111,806 dan sesudah menjadi 1222,22, hal tersebut menunjukan peningkatan tetapi memiliki perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (sig 0,012<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh kapasitas inspirasi paru yang signifikan pada kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah senam sig 0,000<0,05). Ada perbedaan kapasitas inspirasi paru antara kelompok perlakuaan dan kelompok kontrol (sig 0,012<0,05).GYMNASTICS ELDERLY INSPIRATION LUNG CAPACITY INCREASE OF ELDERLY SOCIAL  A  YOGYAKARTA Mohamad Judha,AbstractBackground: Aging process will certainly be experienced every person and a hedge on the physical changes such as decreased lung function gradually in elderly. Efforts to assist and maintain or even improve lung function of the elderly can be done in several ways. Objectives: Do gymnastics elderly have danpak against lung inspiration capacity in Social Institution Tresna Werdha A Yogyakarta. Methods: The research type experimental design pretest-Posttes With the Control Group. Sampling technique uses random sampling with a sample of 36 people, 18 in the intervention group and 18 in the control group with statistical analysis using Wilcoxon test and Mann Whitney. Results: Obtained the data that the average capacity of pulmonary inspiration in the intervention group before and after exercise gymnastics 1447.22 2094.44 (sig 0.000 <0.05). Whereas in the control group the average value of capacity is 111.806 inspiration before and after becoming 1222.22, it shows an increase but it has significant differences between the intervention and control groups (sig 0.012 <0.05). Conclusion: There is the influence of inspiration lung capacity significantly in the treatment group before and after exercise sig 0.000 <0.05). There is a difference between the lung inspiration capacity perlakuaan group and the control group (sig 0.012 <0.05).Kata Kunci : Kapasias Inspirasi  Paru, Lansia, Senam Lansia. Universitas Respati Yogyakarta 
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS WEDI KABUPATEN KLATEN JAWATENGAH TAHUN 2015 Rahayu Widaryanti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.96 KB) | DOI: 10.35842/mr.v11i4.190

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif di negara berkembang berhasil menyelamatkan sekitar 1, 5 juta bayi pertahun. Atas dasar tersebut, WHO merekomendasikan untuk hanya memberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 4-6 bulan (Roesli, 2012). Secara nasional cakupan ASI eksklusif semakin meningkat pada tahun 2012 mencapai 48,62%, sedangkan untuk tahun 2013 menjadi 54,34 % sedangkan target pemerintah yaitu 80 %.Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Wedi kabupaten Klaten pada bulan Maret samapi dengan April 2015. Jumlah populasi di Puskesmas Wedi 735 dengan tehnik accidental sampling. Hasil : Penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Puskesmas Wedi 59.1% pendidikan P = 0.047 OR = 3.109, pekerjaan  P= 0.025 OR= 3.241, IMD p= 0.001 OR= 7.875, pengetahuan p= 0.001 OR=6.000, keterpaparan informasi p=0.001 OR=5.353 dan dukungan keluarga p=0.005 OR = 8.257. Analisis multivariat di Puskesmas Wedi diperoleh variabel yang dominan adalah pekerjaan p=0.026 OR=4.602Kesimpulan : Di Puskesmas Wedi variabel yang berhubungan yaitu pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pengetahuan, IMD, keterpaparan informasi dan dukungan keluarga. Variabel yang dominan di Puskesmas Wedi adalah pekerjaan Kata Kunci : eksklusif, ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan, perilaku