cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
KUALITAS HIDUP (QUALITY OF LIFE) PADA MAHASISWA PROFESI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Mohamad Faisal Nurjaman; Fransisca Sri Susilaningsih; Ryan Hara Permana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i1.845

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa profesi ketika menjalankan praktik klinik terdapat permasalahan yang terjadi diantaranya penurunan konsentrasi dan perhatian yang dikarenakan rasa kantuk yang muncul pada siang hari. Konsentrasi yang menurun yang berdampak pada tidak tercapainya target akademik dan tidak optimal dalam mengerjakan tugas sehingga mempengaruhi nilai akademik mahasiswa. Dari permasalahan ini kualitas hidup mahasiswa profesi akan terpengaruhi. Tujuan: untuk mengetahui Kualitas Hidup (Quality Of Life)Pada Mahasiswa Profesi Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan instrumen WHOQOL-BREF dengan uji valid (r= 0.98-0.95) dan reliable (R= 0.66-0.87). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS tipe 24. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling seluruh Mahasiswa Profesi Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dengan jumlah populasi sebanyak 226 orang. Hasil: kualitas hidup secara umum Mahasiswa Profesi Ners angkatan 38 dan 39 berada dalam kategori baik dengan kesehatan fisik berada dalam kategori baik 64,6%, kesehatan psikologis berada dalam kategori baik 61,9%, kemudian hubungan sosial berada dalam kategori baik 69,5%, dan kesehatan lingkungan berada dalam kategori baik 65,0%. Dimana kesehatan hubungan sosial menjadi domain yang paling berpengaruh pada kualitas hidup mahasiswa profesi ners angkatan 38 dan 39. Kesimpulan: mayoritas mahasiswa dapat menjaga kesehatannya baik secara fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan sehingga memiliki kualitas hidup yang baik.
USIA, STADIUM DAN VITAMIN A DENGAN KADAR GLUTATHIONE (GSH) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Marisa Elfina
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i2.538

Abstract

Latar belakang: Kanker  merupakan  salah  satu  penyebab  kematian  utama  di  dunia. Kanker payudara  meningkatan  stres oksidatif  sehingga dapat memicu kerusakan jaringan  dan dapat dicegah oleh senyawa  yang  bersifat  antioksidan.  GSH  merupakan  antioksidan endogen yang dapat menetralkan  dan juga mencegah kerusakan akibat stres oksidatif. Penyebab radikal bebas diantaranya usia dan stadium.  Vitamin A merupakan  antioksidan  eksogen  yang  dapat menghambat radikal bebas dan memutuskan reaksi rantai radikal. Tujuan: Untuk menganalisis  hubungan  usia, stadium, dan vitamin A  dengan  kadar  GSH  pada  pasien kanker payudara. Metode: Jenis  penelitian  adalah  observasional  analitik  dengan  desain  cross  sectional. Teknik  sampling  menggunakan  konsekutif  sampling.  Subjek  penelitian  sebanyak  39 orang  pasien  kanker  payudara  rawat  jalan  di  RSUD  Dr  Moewardi  Surakarta  yang mendapatkan  kemoterapi.  Penelitian  dilakukan  dengan  teknik  wawancara  (food  recall dan  FFQ),  pengukuran  kadar  GSH  dengan  ELISA  kit.  Analisis  data  menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Subjek penelitian memiliki usia 32-57 tahun dengan stadium kanker II dan III, memiliki rerata asupan vitamin A  (412,3±52,75 µg) dan  kadar  GSH  (7,10±6,56  ng/ml). Kesimpulan: Ada hubungan usia dan asupan vitamin A dengan kadar GSH pada pasien kanker payudara. 
HUBUNGAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI DAN PERAN KADER TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI USIA 0-6 BULAN Erna Wati; Dheny Rohmatik; Frieda Ani Noor; Rolando Rahardjoputro
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.578

Abstract

Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah usia 6 bulan. Jika makanan pendamping ASI diberikan terlalu dini (sebelum usia 6 bulan) akan menurunkan konsumsi ASI dan bayi bisa mengalami gangguan pencernaan. Namun sebaliknya jika makanan pendamping ASI diberikan terlambat akan mengakibatkan bayi kurang gizi, bila terjadi dalam waktu panjang (Hendras, 2010). Bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri penyebab diare, terutama di lingkungan yang kurang higienes dan sanitasi buruk. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI dini terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan Posyandu Desa Bangsalan Teras Boyolali. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan yang berada di Desa Bangsalan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dini dan peran kader terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan Posyandu Desa Bangsalan Teras Boyolali. Hasil analisa regresi linier nilai F hitung sebesar 5.886, dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai F tabel yaitu (3.18). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dini dan peran kader terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan.
IMPLEMENTASI PROGRAM GEROBAK CINTA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI FLORES TIMUR Bernadete A.N.H Kelen; Tadeus A. L Regaletha; Marselinus L. Nur
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.925

Abstract

Latar belakang: : Program Gerobak Cinta merupakan konsep Pemberian Makanan Tambahan Terfokus kepada Balita usia 6-9 bulan selama 90 hari dengan memanfaatkan pangan lokal bergizi. Puskesmas Pembantu Leraboleng merupakan salah satu wilayah yang menjalankan program Gerobak Cinta sejak tahun 2018 tetapi sampai dengan tahun 2022 angka kejadian stuntingnya masih tergolong tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait gambaran Program Gerobak Cinta di Pustu Leraboleng, berdasarkan komponen input, process dan output. Metode :  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terlibat langsung dalam program. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan model Miles and Hubarman. Hasil: Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program Gerobak Cinta telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dalam Perbup Flores Timur No.27 Tahun 2019 tetapi masih ada kendala yang ditemukan yaitu pada komponen Input, orangtua dan kader belum mendapatkan pendidikan dan pelatihan, pada komponen Process masih ada orangtua yang tidak membawa anaknya ke Posyandu, orangtua menolak menjadi sasaran PMT, orangtua tidak memiliki catatan harian tentang daya terima makan anak dan terdapat anggota keluarga yang ikut mengkonsumsi makanan PMT dan untuk komponen Output terjadi trend fluktuatif pada angka kejadian stunting dari tahun 2018 sampai tahun 2022. Kesimpulan: pelaksanaan Gerobak Cinta di Pustu Leraboleng belum optimal.
PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP NAFSU MAKAN ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUNJUNG TEJA KABUPATEN SERANG TAHUN 2022 Wulan Partini; Oilivia Nency
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.873

Abstract

Latar belakang: Masalah nafsu makan pada anak usia 2-5 tahun sering terjadi dan jika dibiarkan akan berdampak serius pada status gizinya, sehingga diperlukan cara untuk mengatasinya salah satunya dengan mengkonsumsi buah pepaya. Laporan Puskesmas Tunjung Teja bahwa dalam tiga tahun terakhir persentase status gizi kurang dan buruk pada balita mengalami fluktuatif yaitu tahun 2019 gizi kurang (28,81%) dan gizi buruk (3,81%), tahun 2020 gizi kurang (27,5%) dan gizi buruk (3,19%), tahun 2021 gizi kurang (28,15%) dan gizi buruk (3,36%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pepaya (carica papaya L.) terhadap nafsu makan anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tunjung Teja Kabupaten Serang tahun 2022. Metode :  Metode penelitian quasi eksperiment dengan desain one group pre-posttest. Sampel penelitian adalah balita usia 2-5 tahun yang berat badannya turun selama satu bulan terakhir sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil: Nilai rata-rata nafsu makan anak sebelum mengkonsumsi buah pepaya 3,67 dengan rata-rata berat badan anak 14,4 kg dan sesudah mengkonsumsi buah pepaya meningkat 6,50 diikuti peningkatan rata-rata berat badan anak 14,6 kg. Ada pengaruh pemberian buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap nafsu makan anak usia 2-5 tahun (p value = 0,000). Kesimpulan: Nafsu makan anak usia 2-5 tahun meningkat setelah mengkonsumsi buah pepaya secara rutin.
PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, SENG DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Angga Hardiansyah; Zahra Safira Violeta; Moh Arifin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.802

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi yang terjadi pada remaja salah satunya adalah anemia gizi. Anemia gizi ini dapat timbul apabila kekurangan satu atau lebih zat gizi yang dibutuhkan seperti asupan protein, zat besi dan seng. Tingkat pengetahuan seseorang juga dapat menjadi faktor terjadinya anemia karena dari pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku hidup dan kebiasaan makan seseorang. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia, asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 orang remaja putri dengan teknik sampling proportional random sampling. Data pengetahuan anemia didapat melalui kuesioner tentang anemia. Asupan protein, zat besi dan seng didapat dari hasil wawancara menggunakan recall 2x24 jam pada hari libur sekolah dan hari sekolah. Data kejadian anemia di dapat dari nilai kadar hemoglobin yang diambil dari darah kapiler dengan menggunakan alat easytouch GCHb. Analisis data menggunakan program SPPS versi 25. Hasil : Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein (p = 0,000), zat besi (p = 0,000) dan seng (p = 0,004) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia (p = 0,820) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri dan variabel yang paling mempengaruhi anemia adalah asupan zat besi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA ATLET BELADIRI Putri Puspita Meganingrum; Irwan Budiono
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.880

Abstract

Latar belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor determinan yang mempengaruhi performa atlet beladiri. Data penelitian di BPPLOP Jawa Tengah pada tahun 2022 menunjukkan terdapat 6% atlet yang memiliki status gizi kurang dan 6% atlet memiliki status gizi lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Metode :  Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada tahun 2022. Populasi penelitian ini berjumlah 66 atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Simple Random Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dan didapatkan sampel sebanyak 50 atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner antropometri, pengetahuan gizi, IPAQ, dan food recall 3x24 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas yang berhubungan dengan status gizi adalah pengetahuan gizi (p=0,012), aktivitas fisik (p=0,008), tingkat konsumsi energi (p=0,007), tingkat konsumsi karbohidrat (p=0,010), tingkat konsumsi lemak (p=0,003), dan tingkat konsumsi protein (p=0,038). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara program diet pada atlet terhadap status gizi dibuktikan dengan nilai p=0,471. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan status gizi pada atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah adalah pengetahuan gizi, aktivitas fisik, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi lemak, dan tingkat konsumsi protein.
PENGGUNAAN GADGET DENGAN RESIKO GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Sardi Anto; Sri Hertati Endang; Sasmita Sasmita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i2.913

Abstract

Latar belakang: Survey yang dilakukan NSCH (National Survey of Children’s Health) di Amerika Serikat pada tahun 2016 mengatakan bahwa pada anak usia 2-17 tahun terdapat 9,4% atau sekitar 6,1 juta anak yang telah di diagnosis Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif (GPPH) dengan 388.000 anak usia 2-5 tahun (2,4%), 2,4 juta anak usia 6-11 tahun (9,6%), dan 3,3 juta anak usia 12-17 tahun (13,6%) (Danielson et al.,2018). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gadget dengan resiko GPPH pada anak usia prasekolah.. Metode :  Desain dalam penelitian ini korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 72 anak usia 3-6 tahun. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat, yang mana dalam analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa variabel intensitas (p = 0 ,000 ≤ α = 0,05), durasi (p = 0 ,000 ≤ α = 0,05) dan penggunaan gadget (p =1,000 ≥ α = 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan intensitas dan durasi penggunaan gadget dengan resiko GPPH pada anak usia prasekolah dan tidak ada hubungan penggunaan gadget dengan resiko GPPH pada anak usia prasekolah. Kesimpulan: Ada hubungan intensitas dan durasi penggunaan gadget dengan resiko GPPH pada anak usia prasekolah  dan tidak ada hubungan penggunaan gadget dengan resiko GPPH pada anak usia prasekolah
ASUPAN SERAT DAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sri Yulianti; Ari Tri Astuti; Fera Nofiartika; Siti Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.976

Abstract

Latar belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan jumlah kasus Diabetes Mellitus terbanyak di Indonesia. Kota Yogyakarta khususnya wilayah kerja Puskesmas Pakualaman merupakan puskesmas dengan kasus Diabetes Mellitus terbanyak pada tahun 2018, yaitu sebanyak 744 kasus. Pasien Diabetes Mellitus memiliki tujuan mempertahankan kadar glukosa darah tetap normal. Asupan serat yang tinggi dan tingkat stres yang rendah dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Pakualaman. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 41 orang dengan teknik sampling proportional purposive sampling. Asupan serat didapatkan dengan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency (SQFFQ). Tingkat stress didapatkan dengan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS), dan kadar gula darah sewaktu didapatkan dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Rerata asupan serat per hari sebesar 13,31 ± 4,89 gram, rerata skor tingkat stress 24,34 ± 4,2, dan rerata kadar gula darah sewaktu 214,88 ± 43,16 mg/dL. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu (p=0,366, p=0,632). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Pakualaman.
PENGARUH KONDISI LOWER BACK PAIN (LBP) TERHADAP MULTI DIRECTIONAL REACH TEST (MDRT) SCORE Yudiansyah Yudiansyah; Ika Guslanda Bustam
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.836

Abstract

Latar belakang:  Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi dan permasalahan Kesehatan yang umum terjadi  dan menjadikan beban yang cukup besar di dunia. Nyeri pada kondisi ini akan dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah. Keluhan LBP dapat menimbulkan penurunan fleksibilitas pada vertebra akibat dari gangguan musculoskeletal yang ditimbulkan hingga gangguan fungsional. Penurunan fleksibilitas tersebut dapat dilihat dari Multi Directional Reach Test (MDRT) Score. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi Lower Back Pain (LBP) terhadap Multi Directional Reach Test (MDRT) Score. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pre dan post test design.  Pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil: Hasil penelitian ini adalah berkorelasi positif antara kondisi Lower Back Pain (LBP)  terhadap hasil MDRT pada individu dengan diagnose Lower Back Pain (LBP) dengan p<0.001. Kesimpulan: Kondisi Lower Back Pain (LBP) dapat menurunkan fleksibiltas lumbal.