cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 340 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEMBACA NUTRITION FACTS DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH REMAJA PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN Amanda, Defita; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sufyan, Dian Luthfiana; Sofianita, Nur Intania
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.822

Abstract

Latar belakang: Remaja dengan status gizi obesitas dan normal memiliki perbedaan yang bermakna pada frekuensi konsumsi makanan kemasan dan kebiasaan membaca label gizi. Pengetahuan menjadi petunjuk utama ketika membaca label gizi yang akan berpengaruh pada perilaku dalam memilih makanan kemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kebiasaan membaca nutrition facts dan frekuensi konsumsi makanan kemasan dengan status gizi lebih remaja pengunjung sudin pusar jaksel. Metode :  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik accidental sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 38 remaja berusia 18-25 tahun. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat ukur berupa microtoise dan timbangan digital. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji Chi Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan nutrition facts (p=1,000), kebiasaan membaca nutrition facts (p=0,235), dan frekuensi konsumsi makanan kemasan (p=1,000) tidak berhubungan (p>0,05) dengan status gizi lebih remaja. Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan nutrition facts yang cukup (73,7%) namun tidak patuh dalam membaca nutrition facts (68,4%) sehingga diperlukan keselarasan antara pengetahuan dengan perilaku agar berdampak nyata pada frekuensi konsumsi makanan kemasan dan status gizi.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS EKSTRAK JAHE DENGAN EKSTRAK KUNYIT DALAM MENGURANGI INTENSITAS DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Hastini, Eneng Riska; Anggraini, Nofa
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.875

Abstract

Latar belakang: Dismenore merupakan gangguan yang ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang terjadi selama menstruasi. Masalah dismenore pada remaja putri jika tidak segera diatasi dapat berdampak buruk pada produktivitas remaja termasuk kegiatan belajar. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang tahun 2021 melaporkan kasus dismenore pada remaja sebesar 62,4% dari 5.000 orang remaja yang di survey dan 35% diantaranya mengeluh aktivitasnya terbatas akibat dismenore. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk perbedaan efektivitas ekstrak jahe dengan ekstrak kunyit dalam mengurangi intensitas dismenore primer pada remaja putri di SMK Nurul Falah Bojong Pandan Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang tahun 2022. Metode :  Jenis penelitian ini adalah menggunakan quasi eksperiment dengan desain two group pre-posttest. Sampel penelitian ini adalah remaja putri kelas XI yang mengalami dismenore sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata intensitas dismenore kelompok intervensi sebelum diberikan minuman ekstrak jahe adalah 6,80 dan sesudah diberikan minuman ekstrak jahe menurun menjadi 2,90, sementara kelompok intervensi sebelum diberikan minuman ekstrak kunyit adalah 6,80 dan sesudah diberikan minuman ekstrak kunyit menurun menjadi 4,10. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas ekstrak jahe dengan ekstrak kunyit dalam mengurangi intensitas dismenore primer pada remaja putri (p = 0,000). Kesimpulan: Pemberian ekstrak jahe lebih efektif mengurangi intensitas dismenore dibandingkan dengan pemberian ekstrak kunyit.
PENGARUH TEPUNG KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) DAN TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, KADAR PROKSIMAT, SERAT PANGAN, DAN KADAR PATI RESISTEN PADA SNACK BAR SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL PADA DIABETISI Astuti, Rini Wuri; Sitasari, Almira; Widyawati, Herni Endah; Rooiqoh, Qothrunnadaa Fajr
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.910

Abstract

Latar belakang: Penatalaksanaan penderita Diabetes Melitus (DM) salah satunya yaitu terapi gizi. Pangan fungsional  yang dapat dijadikan pelaksanaan terapi gizi bagi penderita DM  adalah  kacang merah dan buah sukun. Kedua bahan tersebut dikombinasikan untuk dikembangkan menjadi makanan selingan yaitu snack bar yang, tinggi protein, rendah lemak dan tinggi serat. Tujuan: Dihasilkan formula/resep produk pangan fungsional diabetisi snack bar yang diterima secara fisik, organoleptik, proksimat, kadar serat pangan, dan kadar pati resisten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan dan Uji Cita Rasa Jurusan Gizi Poltekkes. Peneliti memberikan perlakuan dengan membuat 4 variasi pencampuran tepung kacang merah  dan tepung sukun  yang terdiri dari; A (kontrol ), B (75% : 25%), C (50% : 50%), dan D (25% : 75%) pada snack bar.  Setelah itu, dampak yang akan diamati dan diukur serta hasilnya dianalisis, meliputi sifat fisik, organoleptik, uji proksimat, kadar serat pangan dan kadar pati resisten pada snack bar. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji ANOVA didapatkan hasil bahwa, adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kadar air:0,000, abu: 0,016, protein: 0,000, karbohidrat: 0,000, serat pangan: 0,001, energi: 0,000 dan pati resisten: 0,002 pada snack bar pencampuran t epung kacang merah dan tepung sukun. Kesimpulan: Formula produk yang direkomendasikan adalah B snack bar (tepung kacang merah 75% : tepung sukun 25%).
PENGARUH CORE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA Putri, Elsa Melinda; Daba, Mariel
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.963

Abstract

Latar belakang: Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis misal gangguan keseimbangan yang menyebabkan jatuh, pada lansia masalah gaya berjalan serta keseimbangan lansia disebabkan oleh kelemahan otot-otot penegak tubuh. Salah satu cara penguatan otot adalah  Core exercise, yang merupakan prinsip penguatan pada otot-otot inti tubuh  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh core exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia di RS Lira Medika. Tujuan: mengetahui pengaruh core exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis. Metode :  Randomized Pre and Post Control Group Design. Jumlah responden 14 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang berkunjung ke Poli Rehabilitasi Medis RS Lira Medika yang dipilih dengan purposive sampling, dibagi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dengan diberikan core exercise selama 2 kali dalam seminggu selama 6 minggu dan kelompok kontrol tanpa diberikan latihan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran keseimbangan dinamis dengan Times Up And Go Test (TUTG). Hasil: Kelompok perlakuan diuji menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil nilai yang signifikan p value sebesar <0,0001, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan p value sebesar 0,1690. Kesimpulan: Ada pengaruh core exercise terhadap peningkatan kesimbangan dinamis pada lansia.
EFEKTIVITAS APLIKASI “ARMi” TERHADAP KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS Pratiwi, Rany Sekar; Aritonang, rianton; Iskandar, Slamet
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.980

Abstract

Latar belakang: Anemia menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama. Upaya untuk mengatasi anemia pada remaja dan wanita usia subur adalah dengan program Weekly Iron and Folic Acid Supplementation (WIFS). Masalah kepatuhan merupakan kendala utama yang terjadi pada program pemberian tablet tambah darah. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas aplikasi “ARMi” dibandingkan dengan leaflet terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah pada remaja putri. Metode: : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian quasi eksperimental dengan rancangan Nonequivalent Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah siswi berumur 15-18 tahun. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 siswi di tiap sekolah . Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh penggunaan aplikasi ARMi terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah dengan P value 0,001. Ada pengaruh penggunaan media leaflet terhadap kepatuhan minum tablet tambah darah dengan P value 0,028. Ada perbedaan yang signifikan antara penggunan aplikasi “ARMi” dengan media leaflet dalam meningkatkan kepatuhan minum tablet tambah darah pada remaja putri dengan hasil analisis nilai P 0,016. Kesimpulan: Aplikasi “ARMi” lebih efektif dibandingkan media leaflet dalam meningkatkan kepatuhan minum tablet tambah darah pada remaja putri
PERBANDINGAN DYNAMIC NECK EXERCISE DAN KINESIO TAPING TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL LEHER ANAK USIA 12-17 TAHUN Sativani, Zahra; Fratidhin, Yudhia
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i3.986

Abstract

Latar belakang: Salah satu dampak sistem pembelajaran bauran pada pandemi Covid-19 adalah meningkatnya gangguan muskuloskeletal. Nyeri leher menjadi salah satu gangguan muskuloskeletal tertinggi yang terjadi pada anak usia di atas 12 tahun. Lama penggunaan gawai berhubungan dengan peningkatan risiko nyeri leher dan menyebabkan otot leher menerima beban berat secara berulang terus menerus. Dynamic neck exercise dan kinesio taping dapat menjadi pilihan intervensi untuk mengatasi keluhan tersebut. Neck Disability Index merupakan pengukuran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dynamic neck exercise dan kinesio taping terhadap kemampuan fungsional leher anak usia 12-17 tahun. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pre dan post-design. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling dengan jumlah sampel 26 responden yang dibagi dalam 2 kelompok perlakuan. Hasil: Hasil mean pre-test kelompok dynamic neck exercise dan kinesio taping masing-masing adalah 6±7,07 dan 8,57±6,30 sedangkan nilai mean post-test masing-masing kelompok adalah 5,27±6,37 dan 0,508±0,96. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon nilai p-value untuk kelompok dynamic neck exercise sebesar 0,001 dan kelompok perlakuan kinesio taping 0,002. Sedangkan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada dua kelompok serta terdapat perbedaan bermakna.
PERUBAHAN HEMODINAMIK OPERASI DENGAN SPINAL ANESTESI Cing, Marta Tania Gabriel Ching; Setiyabudi, Ragil; Hartanti, Dwi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i2.989

Abstract

Latar belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu tehnik dari anestesi regional yaitu  dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2 - L3 atau L3 - L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan hemodinamik meliputi tekanan darah sistolik, frekwensi denyut jantung dan tekanan arteri rerata pada pasien pre anestesi spinal dan post anestesi spinal. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan dilakukan secara observasi nilai hemodinamik pasien pada pre dan post anestesi spinal, data diolah dengan pmenggunakan Paired T test dan Wilcoxon test.  Hasil: nilai tekanan darah pada pre dan post anestesi tidak mengalami perubahan signifikan sedangkan frekwensi tekanan nadi mengalami perubahan signifikan dari mean 78 menjadi mean 86 dan untuk tenanan arteri rerata mengalami perubahan signifikan dari mean 69,1 menjadi mean 93,2. Kesimpulan: tekanan darah sistolik tidak berpengaruh terhadap tindakan anestesi spinal namun mempengaruhi tekanan arteri rerata pasien dan frekwensi denyut jantung.
SIFAT FISIK DAN KADAR PROKSIMAT PADA NUGGET IKAN KUNIRAN (UPENEUS SULPHUREUS) DENGAN PENAMBAHAN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L) Armadhani, Dessma Avi; Nareswara, Angelina Swaninda; Yuliati, Endri
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i2.1024

Abstract

Latar belakang: Balita merupakan usia yang rentan terhadap masalah kesehatan seperti Kekurangan Energi Protein (KEP). Nugget merupakan olahan yang favorit di kalangan anak-anak. Produk nugget diharapkan dapat menjadi alternatif makanan untuk balita gizi kurang dan meningkatkan minat balita untuk menyukai sayuran. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan kadar proksimat nugget ikan kuniran dengan penambahan bayam duri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Terdapat tiga perlakuan dengan proporsi ikan kuniran yang sama yaitu 100 g dan 3 variasi penambahan bayam duri yaitu 20 g (A), 30 g (B) dan 40 g (C). Uji sifat fisik dilakukan oleh peneliti, sedangkan uji proksimat dengan metode thermogravimetri untuk air, pengabuan kering untuk abu, kjeldahl untuk protein, Soxhlet untuk lemak, dan by difference untuk karbohidrat. Data hasil uji proksimat dianalisis dengan Kruskal-Wallis test. Hasil: Terdapat perubahan warna dan aroma nugget dari kuning keemasan menjadi kuning kehijauan dan aroma tidak amis pada nugget C. Hasil uji proksimat pada nugget A, B dan C berturut-turut adalah kadar air 51,61%, 50,38% dan 52,38%; kadar abu 2,81%, 2,68%, dan 2,65%, kadar protein 11,26%, 10,73%, dan 10,39%, kadar lemak 0,35%, 0,24%, 0,19%, kadar serat 5,90%, 5,55%, 4,56% dan kadar karbohidrat 28,04%, 30,39%, 29,35% serta energi 159 kkal, 165 kkal dan 159 kkal. Kesimpulan: tidak ada perbedaan dari ketiga variasi nugget (p>0,05).
TANAMAN OBAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI MIXED METHODS Zakiyah, Zahrah; Febriati, Listia Dwi; Puspita Dewi, Devillya
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1027

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar dan fitofarmaka yang telah teruji secara ilmiah. Tujuan: : menggali lebih dalam tentang faktor yang mendorong pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat melalui pendekatan ilmiah berbasis kuantitatif dan kualitatif. Metode : Metode penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Tahap pertama menggunakan metode kuantitatif quasi experimental dengan desain the one-group pretest-posttest design dan analisis data wilcoxon signed rank test, selanjutnya metode kualitatif dilakukan pada tahap kedua dengan model Miles dan Huberman. Metode kualitatif digunakan untuk memperdalam dan memperluas data analisis kuantitatif. Hasil: Ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan manfaat tanaman obat diberikan (p-value=0,000) dan 83.33% jawaban informan yang menyatakan berminat memanfaatkan tanaman obat.  Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dapat mendorong minat masyarakat memanfaatkan tanaman obat sebagai warisan budaya untuk meningkatkan kesehatan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
SKOR AKTIVITAS PREBIOTIK TEPUNG SINGKONG TERHADAP LACTOBACILLUS BULGARICUS, STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS, LACTOBACILLUS ACIDOPHILLUS DIBANDING ESCHERICHIA COLI Rahmawati, Dwita Mukti; Puspaningtyas, Desty Ervira; Sari, Puspita Mardika; Styaningrum, Silvia Dewi; Sucipto, Adi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i3.1042

Abstract

Latar belakang: Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta crantz) merupakan salah satu makanan sumber karbohidrat. Tingginya kandungan karbohidrat tidak tercerna seperti serat pangan dan pati resisten pada singkong berpotensi sebagai sumber prebiotik. Potensi tepung singkong sebagai sumber prebiotik sudah pernah dilakukan sebelumnya perlu dilakukan kajian lebih luas terhadap bakteri lainnya untuk semakin membuktikan peranan singkong sebagai sumber prebiotik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara in vitro skor aktivitas prebiotik tepung singkong terhadap bakteri saluran cerna Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus acidophillus dibandingkan Escherichia coli. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observational laboratory study yang menganalisis potensi prebiotik pada tepung singkong  melalui analisis skor aktivitas prebiotik. Substrat yang digunakan adalah tepung singkong, inulin dan glukosa. Isolat bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophillus dan Escherichia coli. Media untuk inokulasi bakteri adalah MRS Broth dan M9. Media penumbuhan  mikrobiologi yang digunakan adalah MRS Agar dan Nutrient Agar  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor aktivitas prebiotik dari yang  tertinggi hingga terendah pada tepung singkong terdapat pada bakteri Lactobacillus bulgaricus (0,16), Lactobacillus acidophillus (-0,17) dan Streptococcus thermophilus (-0,26). Pada inulin semua hasil akhir menunjukkan angka positif dimulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu pada bakteri Lactobacillus bulgaricus (0,64), Lactobacillus acidophillus (0,33) dan Streptococcus thermophilus (0,28). Kesimpulan: Tepung singkong memiliki potensi prebiotik terhadap bakteri Lactobacillus bulgaricus, namun tidak memiliki potensi prebiotik terhadap bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus acidophillus.